#1 LKMM D : Meretas LKMM Dasar di Fakultas Tetangga

Alhamdulillah-alladzi bini'matihi tatimmush-shoolihaati
Alhamdulillaah, sebuah langkah kecil menuju keinginan sedikit terwujud, mungkin ini intronya. Kurang lebih satu pekan yang lalu ada pengumuman open recruitment peserta LKMM Dasar Teknik. Entah kenapa, jadi penasaran nyoba, sebuah LKMM D yang katanya terbagus, level bagusnya tu sebelum FSM. Karena belum LKMM D-an juga, mulailah saya mencoba, meniatkan dalam hati. Di mulai dari searching mengenai ‘Manfaat LKMM D’, secara saya tipikal orang yang gak mudah terdorong untuk melakukan sesuatu ketika sesuatu itu tak mempunyai benefit banyak untuk saya. Trus bikin status gini:
“Bergolak. Antara menyambut kedatangannya ataukah pura-pura biasa saja. Merespon dia atau mengabaikannya. Banyak pertimbangan yang bermunculan. Apakah benar-benar digunakan, ataukah untuk mengambil ilmunya, apakah menghilangkan hak orang lain untuk bersamanya.Ketika ditemui, khawatir suatu saat men-dzalimi(karna tak total hingga akhir). Kalo diabaikan, khawatir melewatkan ilmunya yang tlah dikecap teman" terlebih dahulu. Kokohkan dalam berpijak...” (13 September 2013)

Udah nyoba searching dan yang cukup menohok sih jangan sampe gak mau LKMM D-an hanya karena males ngurusin berkas, doeng! Ya kena lah saya :D hmm, hari Jumat itu, rasanya limit, mana sorenya musti ke Jogja untuk ikut Education Fair, ceritanya ada di blog ini juga kok, ok saya ikut dan sabtu saya memutuskan untuk segera kembali ke kota metropolitan Jawa Tengah. Oya, sebelumnya pun nyari tau tentang LKMM D ke kakak tingkat, dan di jawab seperti ini:

“Sebenarnya LKMM D itu untuk mempersiapkan orang-orang yang nantinya akan ditempatkan di posisi strategis(kadept/ kadiv/ ketua).
Kalau dari materi lebih banyak ke manajerial, sospol, profesionalitas dalam lembaga. Dari saya kalau mau ikut mah insyaAllaah gpp. Nambah pengalaman dan pengetahuan. Yang penting bisa bener-bener menjaga batasan ikhwan akhwat aja.
Nanti dalam sekelompok bisa jadi ada cowok-cowok yang gaje, yang mudah lepas kendali. Seperti kasusmu dulu waktu pengmas.” (SMS dengan sedikit perubahan yang tidak merubah makna)

Saya baru tau kalo seperti itu, ya Allaah. Ok, Sabtu saya nyemarang (istilah temen-temen kalo pada balik Semarang). Dan sekitaran Ahad siang saya baru fokus ngerjain, itu pun masih kesulitan untuk essaynya, saya belum terbiasa menulis essay, saya biasa menulis untuk artikel blog, hha. alhamdulillaah ada kawan R’nB yang lagi OL, dia sebagai panitia juga. Saya nanya mengenai essay dan dikasih tau juga kalo deadlinenya jam 6 sore. Ok, saya membuat essay dengan bahan seadanya, dari analisis SWOT HMIF tahun kemaren dengan beberapa pertimbangan. Jadilah essay sore itu, qodarullaah karena printer saya gak bisa, saya ngeprint di luar sekalian berusaha mencari pemenuhan persyaratannya. Hmm, sebelum itu kala membuat essay rada galau juga, apakah LKMM D itu diperuntukkan untuk kaderisasi lembaga mahasiswa macam BEM dan HM saja, sedangkan tahun depan saya berencana berkontribusi di UKM dan sedikit back up biro. Entahlah dengan itu semua, saya berusaha saja, kan LKMM D itu bisa buat meningkatkan soft skill yang aplikasinya saya kita gak sesempit di BEM atau HM, namun untuk kehidupan kita kelak mungkin perlu.

Di mulai dari foto, berfotolah saya, dan saya melihat diri saya yang tidak secantik dulu, emang dulu cantik? :D Mahal juga cuma foto aja, ekspres sih Rp 25.000,00. Kalo tau gitu mending yang gak ekspres aja :D Dampak deadliner nih. Setelah itu ke klinik untuk check up dan ternyata cuma cek tensi doang juga mahal >.< Rp 22.500,00. Tau gitu pas donor kemaren minta surat keterangan sehat sekalian #eh. Setelah itu ngeprint semua yang perlu diprint dan fotokopi sertifikat :Dv Saya memfotokopi semua sertifikat. Ok, udah lengkap, eh masih kurang. Kurang materai, saya mencari dari satu fotokopian ke fotokopian lain, setelah 3-5an fotokopian baru nemu deh tu materai. Dan saya mau nge-lem pake apa? Gak bawa double tip atau sejenisnya. Akhirnya minta bapak fotokopinya, minta lem yang biasa buat nge-lem fotokopian buku gitu, di samping saya sepertinya ada yang nyiapin persyaratan LKMM D Teknik juga.

Setelah itu ke PKM Teknik. Saya letakkan berkas-berkas dengan map coklat itu di tempatnya.
Tanggal 17 September 2013 ada pengumuman jadwal interview. Ok, saya tanggal 18. Tanggal 18 jam 9an saya ke sana, dan ternyata yang ngewawancara belum dateng. Olala. Barulah sore harinya saya datang, sekitar jam 3. Saya ke sana dan saya diintervew oleh Hisyam di tempat KWU. Awalnya saya diminta memperkenalkan diri, kemudian ada studi kasus untuk menjualkan sesuatu ke seseorang, dan selain itu ialah diminta menjelaskan impian tentang kewirausahaan di FSM. Di sana saya juga ngasih tau tentang UNY yang punya unit usaha macem-macem. Setelah itu, saya menunggu giliran untuk ke Steering Commite. Di sana, ada 3 pewawancara, setiap pewawancara mewawancara dua orang. Di sana, kita lebih dispesifikkan dengan pertanyaan kontribusi untuk masa depan dan menjelaskan arti Undip/ Teknik jaya. Saat itu ya saya jelaskan saja, untuk jangka pendek ingin saya aplikasikan di R’nB dan untuk jangka panjang saya aplikasikan ke tempat asal saya yang membutuhkan development yang cukup tinggi dan di perusahaan saya kelak *:D bermain seolah-olah*. Sedangkan pertanyaan Undip Jaya, saya jawab belum jaya dengan segala fakta yang saya temui dan perbandingan dengan universitas lain, mulai dari fasilitas, pendanaan, dan untuk semangat berkompetisi. Dengan hal itu, jadwal saya berantakan >.< hmm… setelah itu ngaji ke Al Barokah. Status setelah itu:


Terimakasih untuk teman, link, pengalaman, dan pengetahuan yang tanpa sadar keluar dari lisan || Membentuk beberapa bait irama yang cukup indah diungkap || Terimakasih tlah kau perkaya argumentasi dan fakta || Tak sangka dan tak duga kau bisa keluar || Padahal sebelumnya gundah gulana menyambut harus dengan apa menjawab semuanya || Terimakasih sejengkal waktu yang bisa digunakan tuk berpikir || Mungkin ini hanya perasaan, smoga diberi yang terbaik dan terindah 
 Setau saya pengumuman tanggal 22, tapi kata teman saya tanggal 23 baru diumumkan. Saya menanti dan sering cek webnya, belum ada pengumuman apa-apa, rada cemas juga sih, jangan-jangan belum rezeki dapet ilmu itu u.u Baru tengah malam saya buka lagi, rencana mau search nama saya, namun saya liatin ada daftar itu dannnnn ada nama saya di akhir nomer :D Alhamdulillaah, tembus juga peluang satu dari 200an orang itu. Segera saya SMS kadept Dagri dan salah satu staf Dagri bahwa satu keinginan saya terwujud, hehe. Makasih kakak kadept yang udah ngajari bikin life mapping. Ini opening dari saya, tunggu kelanjutan ceritanya ya tentang LKMM D Teknik =)

Alhamdulillaah. Gpp lah menuntut ilmu bareng dedek tingkat  Udah dikasih kesempatan, saatnya memaksimalkan peluang menuntut ilmu itu dan bersiap membereskan porak porandanya rumah tercinta. 
Semoga bisa optimal & maksimal!

Readmore >>

Education Fair PB 2013: Learning Role ala mas Bezie & Jangan Kasihani Diri Serta Lebihkan Usaha by mas Ahmad Fuadi

Setelah cerita pertama dan kedua, seanjutnya ialah: 

Bismillaah

Jam pun bergulir dan menunjukkan pukul 10.53. pembicara selanjutnya ialah mas Bezie Galih Manggala. Hmm, kuperhatiin orangnya kek mas Aal, hhe. ^^V sebelum ke topiknya kita main seolah-olah, seolah-olah kita abis pulang dari luar negeri =) ahahah Nah dalam belajar kita punya aturan, simak ya.

Learning role:
1.       Empty glass.
2.       AMBAK(Aspek Manfaat Bagiku). Maksudnya kalo kita melakukan sesuatu carilah manfaatnya untuk kita apa. Kalo nyari masalahnya ya yang bakal ketemu adalah masalah. Dengan tau manfaat itu bisa memompa semangat kita untuk mencapai apa yang kita inginkan.
3.       Learning by doing.
4.       Fun learning :D

Dan pada jam 11.24 datanglah mas Ahmad Fuadi, penulis buku Negeri 5 Menara, peraih 9 beasiswa luar negeri. Mantab juga penjelasannya, hhe. Ini pemaparan dari Ahmad Fuadi kala itu:
1.       Impian adalah bibit kenyataan
2.       Jangan pernah meremehkan impian setinggi apapun
3.       Dalam mencari beasiswa ada pola pikir yang musti diperhatikan, yaitu:
a.       Beasiswa itu banyak dan gak semua orang tau.
b.      Beasiswa bukan untuk orang pintar luar biasa, tapi untuk orang yang melebihkan usahanya di atas rata-rata orang lain.
4.       Jangan terlalu gampang mengasihani diri.
5.       Semangat berkompetisi yang baik.
6.       Usaha keras tu bukan jaminan keberhasilan, apalagi yang gak berusaha. #jleb
7.       Kadang/ sering manusia takut pada yang tidak dia ketahui. Mangkanya kenali dan akrabi. Hindari mental block.
8.       Dengan keluar negeri banyak peluang yang bisa diambil:
a.       Punya banyak pilihan yang tidak kita dapat di Indonesia.
b.      Keberagaman dan wawasan
c.       Networking
9.       Beasiswa bukan misteri, tinggal kita mau atau tidak, tinggal level mau kita seberapa/ di mana.
10.   Berlelah-lelahlah dan jangan mengasihani diri karna manis sesuatu terletak di saat berlelah-lelah itu.

Setelah dhuhur ada mas Muhammad Assad, namun karena ketemu temen pengmas, jadinya kami ngobrol sendiri ^^V Setelah itu karena kepentingan lain, kami pulang duluan, hhe. Sebelum pulang kami ke kost Evi, untuk ambil tas Angga dan makan di tempat makan yang kami pikir murah banget :D nasi ayam cuma 4.500, jus 1000. Buat anak kost macam saya ya gak melewatkan momen ini, hha. Dan saya membungkus ayam seharga 3.000 itu dan jus :D Sekitar jam 5 kami dari Jogja dan jam 8an sampailah di kost tercinta =) alhamdulillaah :D Lumayanlah, berangkat sekitar 3,5 jam, pulangnya sekitar 3 jam =) 

===
Yah begitulah mungkin perjalanan saya 2 hari di Jogja, perjalanan baru nan mengasyikkan =) Bukan hanya tentang hal-hal tersurat, melainkan mengambil sari-sari pati hal tersirat. Nah, beberapa hal yang pengen saya share di sini ialah:
1.       Enaknya tinggal di wisma muslimah gitu, ada sholat berjamaah dan program-program keagamaan. Pengen deh =)
2.       Oya, seminar itu cukup menyadarkan saya, dari hal-hal yang saya pahami kemaren-kemaren. Seminar ini senada sama penjelasan mas Fero Microsoft yakni tentang pentingnya IP. Manteb banget penjelasan Teh Karin, kupikir beliau juga tipe perfeksionis, sampe-sampe nilainya ada yang A- aja nangis, IPnya gak jadi 4. Selain dengan IP segitu, beliau juga bergelut di 3 organisasi, dan juga disibukkan dengan lomba ini itu. Yah, bagaimanapun kita tak boleh meremehkan IP. Kalo saya pribadi sih nganggep IP sebagai wujud nyata pertanggungjawaban apa yang dilakukan selama ini ke orang tua. Dan mungkin itu juga bisa untuk menyatakan bahwa muslimah itu pinter-pinter, seperti temen teh Karin, beliau aktivis tapi juga bisa jadi the top five, subhanallaah dah. Karena pas daftar beasiswa yang IPnya tinggi pun banyak. 
3.       Pentingnya menempel impian kita. Biar kita inget gitu. Dan letakkan/ tempelkan di tempat strategis, biar ingatannya lebih mengena :D Ini yang kuambil dari seminar itu dan dipraktikkan oleh Lusi.
4.       Trus kalo diliat panitiannya ya cukup gesit untuk perkapnya. Saat ganti acara (dari seni ke acara bincang-bincang) maka perkap dengan sikap memindah apa yang perlu dipindah.
5.       Ternyata makanan Jogja lebih murah dari Semarang :D Jadi pengen buka cabang dari warung makan yang kemaren kami sambangi, hhe.

6.       Oya, karena helm saya depannya gelap, lebih baik pake kacamata, biar matanya gak tersiksa, hhe. 




Readmore >>

Education Fair PB 2013: How to Survive (by mbak Febri)

Bismillaah

Mari kita lanjutkan tulisan kemaren, hhe. Setelah teh Karin, yang sharing selanjutnya ialah mbak Nur Febriani Wardi, mbak lulusan ISS The Hague of Erasmus University Rotterdam ini merupakan penulis buku Haram Keliling Dunia. Eitss jangan salah ya, Haram di sini bukan berarti tidak boleh melainkan ia adalah nama suatu tempat. Yup, bener banget (apa coba :D), masjidil Haram, dari Masjidil Haram itu mbaknya keliling dunia. Selain itu, penamaannya kek gitu karena itu merupakan salah satu strategi pasar, kalo seumpama namanya “Asyik Keliling Dunia” kan udah biasa, nah beliau menamai itu biar eye catching.

Nah, kalo sebelumnya Teh Karin bercerita tentang Kenapa keLuar Negeri dan Gimana aja caranya, maka mbak Febri ini bercerita tentang How to Survive:
1.       Akademis
a.       Melek IT. Jadi tugas-tugas disubmit via online. So, jangan terlambat ngumpulin tugas. =)
b.      Environmental. Dengan dukungan IT, maka pengunaan kertas bisa diminimalisasi.
c.       Friendly.
d.      Adult education. Maksudnya di sini ialah pembelajarannya udah student centered, active & productive, serta kerja tim (work in group)
How to Survive? Strategy! Focus!
a.       Bahasa inggris/ bahasa asing sebaik mungkin.
Tips:
a)      Reading – use Wikipedia
b)      Writing essay – banyak-banyak referensi yang relevan
c)       Speaking – cari grup dengan native speaker
d)      Listening – gaul sama bule
b.      Memaksimalkan pengetahuan dan pengalaman untuk membuat essay/ paper/ tesis.
c.       Nyontek no, kerjasama yes.
2.       Daily Life
Ontime, independent, extreme weather
3.       Bekerja
Bisa kok kerja sambil kuliah. Contohnya ada pasar malam Indonesia.
4.       Social
a.       Sport
b.      Cooking
c.       Party
d.      Local culture
5.       Traveling
ð   memberi makan mata dan hati.
Intinya focus (on your goal), fun, dan fascinating (exploring all posibilities).

Selanjutnya ialah Tanya jawab ke tiga pembicara.
1.       Culture yang menarik ialah adanya pembagian tugas antara laki-laki dan wanita atau suami dan istri.
2.       Untuk memilih Negara tujuan, perhatikan bidang ilmu yang akan dipelajari
3.       Jika ingin menjadi researcher maka temukan riset yang baru.
4.       Kalo di Jepang, dengan belajar bahasa local, maka kita bisa mempelajari budayanya dan bisa langsung ke narasumber.
5.       Untuk masalah jilbab, teh Karin bercerita tentang temennya seorang jilbaber yang jadi the top five, di S1 maupun S2nya. Awalnya beliau (temen teh Karin diabaikan, namun karena prestasinya beliau sampe dikirim ke mana gitu mewakili University of Aukland)
6.       Baca 2 jurnal per pekan. Pelajari study kasus.
7.       Jika tidak sesuai rencana, maka komunikasikan, sampaikan jadwal sholat. Selain dari buat plan dan target

~To be continued~ 
Readmore >>

Education Fair PB 2013: Motoran, Kenapa ke Luar Negeri, & Bekal Mendapatkan Beasiswa (by Teh Karin)

Bismillaah…


Alhamdulillah-alladzi bini'matihi tatimmush-shoolihaati
Terlaksana juga motoran: 
Semarang-Jogja
Jogja-Semarang
Kecepatan rata-rata, karena belum tau TKP dan bareng". 
Mantab dah Ambarawa, lawannya gedhe-gedhe. 
14/9/2013

Sebuah status setelah berhasil motoran ke Jogja =) Alhamdulillaah masih diberi kesempatan melihat indahnya dunia. Jumat tanggal 13 September 2013 kemaren aku, Airlangga Wiragalih, Yudrika Azka, dan Mega Ariyanti pergi ke Jogja. Kami berencana jam 18.30 berangkat, namun qodarullaah jam 7 kurang kami baru berangkat. Mantab juga rute ke Jogja malam hari, ada mobil, truk, atau kendaraan gedhe lainnya, membuat semakin tertantang, hhe. Lucu juga motoran kemaren tuh, aku biasa motoran cepet, pas awal Angga udah bilang, “Na, jangan cepet-cepet ya.” Namun keknya itu kurang ampuh, Angga melaju kadang tak sengaja aku mendahului, karena kecepatan yang lumayan dan males ngerem ^^V Abis itu kalo Angga di belakang, aku rada nunggu dia dengan memperkecil kecepatan :Dv kek gitu terus. Jam 10an itu aku baru sampai di kost Lusi Nur Rahmawati, temen Kongres 4 ILP2MI di Medan. Aku segera tidur dan ternyata Angga, Mega, dan Azka masih cari makan dan penginapan sampe jam 1. -_-

Paginya jam 6.30an Lusi mengajakku makan gudeg Jogja. Kami makan di tempat ummahat, hhe. Kalo gak salah totalan makan(dan minum) per orang tu 6.500, murah kan? =) Abis itu kita ke TKP (Gedung Grha Sabha Pramana), kami berangkat pagi karena khawatir kalo berdesak-desakan dengan peserta lain, karena yang mendaftar saja 2000 orang.

Jam 7.45 acara dimulai oleh dua orang MC dan jam 8.04 tambah 2 MC lagi, entah apa artinya, MCnya sampe 4, duplikasi. Jam 8.09 Lutfi Abdurrahman membacakan ayat suci Alqur’an. Jam 8.21 ada pertunjukkan seni Rampo. Ada beberapa hal yang aku perhatikan dari awal ini, yakni perkap yang sigap (dalam arti kalo ganti acara perkap membenahi apa yang terletak di podium), adanya pemotongan pita untuk pembukaan, dan snack untuk pembicara yang dikeluarkan sebelum pembiacara memasuki podium.
Acara ini resmi dibuka oleh mbak Siti Sukaiah jam 8.45, salah satu founder Pemburu Beasiswa. Nah, selanjutnya masuk ke seminarnya, momodnya ialah mbak Azizatul Ulfa, Sekjend GC UGM, dengan pembicara teh Nadia Karina Hakman, mbak Nur Febriani Wardi, dan bapak Dinar (dosen Teknik Sipil UGM).

Pemaparan pertama dari teh Karin, lulusan University of Aukland. Coba kubikin per poin aja =) Ini dia poin-poin dari pemaparan teh Karin:

1.      Bagaimana sih beasiswa yang penuh berkah?
a.       Tanpa penipuan
b.      Bukan asas kapitalisme
c.       Allaah ridho

2.      Kenapa sekolah di luar negeri?
a.       Kualitas lebih bagus. Penguasaan bahasa asing meningkat, penelitian lebih terpublish, seserang keluar dunia baru bisa jadi dosen, dan gak ada absen.
b.      Sukses (finansial).
c.       Bisa jalan-jalan :D *modus utama yang gak boleh diucapkan blak-blakan pas interview*
d.      Bikin ortu bangga
e.       Aktualisasi diri
f.       Bosen jadi juara di kandang sendiri. Hmm
g.      Indonesia membutuhkanmu. *so sweet banget*
h.      Sebagai wujud syukur pada Tuhan.
i.        Berbakti pada Yang Maha Pencipta.

Di sela-sela penjelasan ini ada kalimat “Think global act local” dan permasalahan pemuda, yakni: 6F(Food junky, Fashion folloer, Fun oriented, Film minded, Finance dependency, Faith). Serta “Kita seperti buih”. Ketika teh Karin interview beasiswa, ada pertanyaan yang beliau jawab gini: ketika saya bisa berbuat lebih banyak, kenapa berbuat sedikit? Ketika saya bisa berbuat lebih baik, kenapa berbuat biasa, dan ketika saya bisa berkontribusi lebih, kenapa saya berkontribusi biasa saja. “What you aim drives you to what you earn”.

3.      Beliau memaparkan bagaimana memenangkan beasiswa juga. Sebenernya clue-clue-nya ya yang seperti biasa, tapi teh Karin mengemasnya dengan sangat renyah, jadi kami pun antusias.
a.       Niat. What are you dreaming to be? What steps are you currently at? FOCUS: It will lift you up! Itu yang tertulis di slidenya, hha. oya, temple impian-impian juga =)
b.      Usaha. How strong your passion comes to action? Pemimpi atau pengkhayal. WorkHARD(no malas, ada proses) & workSMART(prepare well, be organized!). teh Karin me-list 100 pertanyaan yang sekiranya akan ditanyakan pas interview. Di sini ada tulisan administrasi, FGD, dll.
c.       Tawakal & Doa. Impianmu melambung tinggi, each second worthes… J move!

4.      …Memurnikan niat…Menguatkan langkah… Melapangkan hati menuju sukses hakiki…

*cmiiw
~To be continued~ 
Readmore >>

Nasihat Berharga bagi Penuntut Ilmu

Sabtu, 7 September 2013
Di Kariadi
Oleh ustadz Sholihin

Bismillaah

Kali ini saya ingin mengetikkan catatan ta’lim saya. Karena saat ta’lim itu ada nasihat untuk tidak menyembunyikan ilmu :’) Ya Allaah, jadi ngaca, udah berapa ilmu yang saya sembunyikan. Kemaren itu ta’lim di sana dan alhamdulillaah ketemu akhwat Unnes yang cukup banyak =)
Selain khutbatul hajah, ta’lim itu dibuka dengan ucapan ‘Sedikit sekali umat-Ku yang bersyukur’ dan kesyukuran itu bisa dalam bentuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Mungkin seperti biasa dibuat poin-poin aja kali ya, hhe.
Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. Saba’: 13).
# Hendaklah penuntut ilmu berhias dengan akhlak mereka.
# Imam Syafi’i => seseorang tidak akan merasakan kelezatan ilmu sampai merasakan kefakiran, kemiskinan, dan kelaparan.

.:(# Perkara yang perlu Diperhatikan #):.
1.      Mengetahui kedudukan/ keutamaan guru dan cara berakhlak pada guru.
# Guru memiliki kedudukan yang tinggi.
>> Hadits dari Imam Abu Dawud yang dihasankan oleh Syeikh Muqbil, Rasulullaah berkata:”Sesungguhnya saya bagi kalian sekedudukan dengan bapak pada anaknya yang mengajarkanpa pada kalian ilmu.”
>> Kedudukan guru lebih tinggi daripada orang tua karena terkadang orang tua hanya memikirkan perkara dunia, sedangkan pengajar mengingatkan perkara dunia dan akhirat.
>> Wajib bagi seorang murid untuk mempunyai adab terhadap guru.
>> Dari Syeikh Sa’di(dari kitab beliau): wajib bagi murid untuk tunduk, merendahkan diri dihadapan guru dengan puncak adab. Karena seorang pengajar mempunyai hak yang umum dan khusus.
>> Pengajar:
1.      Mengajarkan kebaikan.
2.      Mempersiapkan diri matang-matang demi kebaikan muridnya.
3.      Seperti orang yang berbuat baik pada kita. Tidak ada kebaikan yang paling tinggi, yang paling bermanfaat, kecuali orang yang mengingatkan pada perkara agama. Dan guru memperingatkan ketika kita lalai
4.      Mengajarkan ilmu dan memperhatikan yang terbaik untuk murid.
5.      Dengannya terhasilkan kebaikan, terhindarkkan kejelekan, dan tersebarkan agama.
6.      Jasa seorang ulama => kalo bukan karena ilmu, manusia seperti binatang ternak, seperti dalam kegelapan, dan tidak mempunyai aturan.
>> Ilmu itu cahaya yang bisa dijadikan petunjuk dalam kegelapan…, hati, dan ruh. Agar ruh hidup yakni dengan memiliki keimanan. Dunia => banyak kegelapan.
>> Manusia yang mempunyai kecerdasan tapi tidak beradab terhadap guru maka ilmunya tidak barokah.
>> Syeikh Sa’di: guru telah mencurahkan tenaga, waktu, dan semangatnya. Ia berusaha agar muridnya memiliki derajat yang tinggi. Tidaklah jasa orang tua (dalam pendidikan agama) seperti jasa ulama. Apalagi orang tua yang menelantarkan pendidikan kepada anak. Ulama memberikan ilmu dari yang terkecil hingga terbesar. Ulama mencurahkan waktu emas dan kejernihan pikirannya untuk membimbing muridnya. Guru memiliki kebaikan lebih dibandingkan orang lain. Orang lain memberikan harta/ benda yang manfaatnya hanya sementara, sedangkan guru memberi bimbingan yang manfaatnya tidak terputus, akan ada manfaatnya dengan ilmu yang senantiasa dimanfaatkan.
            .:(# Poin yang perlu Diperhatikan #):.
1.      Duduk bermajelis di hadapan guru dengan keadaan beradab, menampakkan kesungguhan kalo kita butuh ilmu kepadanya, dan senantiasa mendoakan (ketika guru itu ada dihadapan kita atau tidak).
2.      Ketika guru memberikan faidah/ penjelasan-penjelasan dari suatu masalah, jangan sampai menampakkan kalo murid sudah tau, meski sebenarnya murid sudah tau. Jangan memalingkan wajah. Tampakkan perhatian yang serius, karena ketika sang guru tau muridnya memperhatikan dengan saksama maka guru akan membahas lebih dalam. Namun, jika ketauan murid sudah tau, maka sang guru tidak jadi memberi faidah yang banyak pada murid, karena merasa murid sudah tau.
3.      Memuliakan/ menghormati guru sesuai adab syar’i dan lemah lembut.
>> Syeikh Utsaimin => tiga perkara tadi shohih. Akhlak tersebut mulia. Apakah kita sudah mengerjakan amalan tersebut? Demi Allaah saya gak tau, saya sudah beradab pada guru saya atau belum.
4.      Duduklah dengan gaya duduk yang beradab. Engkau tidak memanjangkan kaki di hadapan guru kecuali capek, sebentar saja gpp. Suasananya sunyi, senyap, dan tenang. Saya (Imam Syafi’i) membuka lembaran kertas dengan tenang, sampai-sampai kalo ada burung yang di atas mereka, burung itu tidak terbang. Tenangnya mereka karena fokus dan khusyuk, bukan karena tidur/ mengantuk.
>> Syeikh Utsaimin => jangan engkau berbincang dengan guru seperti berbincang dengan teman, karena ilmu jadi kurang barokah. Seorang murid yang berbicara pada guru seperti biacaranya anak pada bapak, tawadhu’.
5.      Seorang murid tidak boleh mendahului guru dalam ucapan. Tidak beradab ketika di tengah-tengah menyela tanpa izin. Akibatnya ialah dicabutnya barokah.

2.      Qona’ah (merasa cukup dengan dunia)
>> Syeikh Sa’di: ketahuilah, bahwa qona’ah pada pemberian Allaah dan hidup sederhana ialah perkara yang dituntut dari seorang penuntut ilmu. Ilmu adalah perkara yang dicari seumur hidup. Setiap kali seorang hamba tersibukkan dengan perkara duniawiyyah maka semakin kurang dari menuntut ilmu, dan begitu sebaliknya. Sifat asl dunia ialah melalaikan, dan sifat asl ilmu ialah mendekatkan pada Allaah ta’ala, keduanya merupakan sebab yang terbesar untuk membatasi dunia dan mencukupkan pada ilmu.
>> Imam Nawawi(dalam Majmu’ jilid 1 halaman 50): di antara perkara yang musti dimiliki ialah zuhud dengan dunia/ pemberian Allaah yang sedikit.
>> Yahya Ibn Abi Katsir. Yahya At Taimi telah mengkabarkan dari Abdullaah(anak dari Yahya ibn Abi Katsir): Tidak akan diperoleh ilmu dengan tubuh yang santai, merasa enak, dan nyaman. Seorang penuntut ilmu sejati ialah mereka yang mencurahkan waktu untuk menuntutu ilmu dalam keadaan kekurangan dan capek. Kenapa? Beliau (Yahya ibn Abi Katsir) memiliki jadwal kajian, saking padatnya, ketika beliau memancing ikan dan mendapat ikan yang besar, ikan itu ditinggal (tanpa sadar), dan sudah 4 hari lamanya beliau baru ingat, ikan itu sudah membusuk. Dan beliau memakan ikan itu, meski ikan itu sudah basi L subhanallaah.
>> Imam Abdil Bar(dalam Jami’ jilid 1 halaman 384): sesungguhnya warisan ilmu itu lebih baik dari warisan emas dan perak. Dalam hadits nabi disebutkan, nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut maka ia mengambil bagian yang banyak. Ilmu (dalam Jami’) : simpanan yang paling berharga dan lebih baik dari batu permata/ perhiasan berharga. Ilmu tidak diraih oleh orang yang badannya santai. Ilmu orang” sekarang : ilmu orang” dulu => jauh, bak bumi dan langit. Hafalan terkuat orang sekarang mungkin < hafalan terrendah orang terdahulu. (Atsar dhaif, ada Baqiyah…, Hisyam bin Ubaidillah, namun terangkat karena ada atsar sebelumnya).
>> Imam Malik: Sesungguhnya ilmu itu tidak akan didapat, kecuali seorang sudah merasakan rasanya kefakiran dan kesulitan. Apa yang terjadi dengan Imam Robiah? Dia kecil, tumbuh, dan ditinggal jihad ayahnya 30 tahun, ketika pulang bapaknya gak kenal anaknya. Imam Robiah telah menjadi guru Imam Malik. Imam Robiah menjual kayu penyangga atap rumahnya demi mencari ilmu, agar bisa terus mencari ilmu. Sampai-sampai Imam Robiah kekurangan makanan, hingga pernah beliah makan makanan dari tempat sampah, dari anggur kering dan ampas-ampas kurma :’( Imam Robiah hidupnya susah hingga ia meninggal dan kelezatan ilmu fiqh hilang sejak meninggalnya Imam Robiah. *Bandingkan dengan menuntut ilmu kita, fasilitas banyak, tapi kita masih malas* Kondisi beliau faqir, namun yang duduk di adapan beliau (untuk menuntut ilmu) banyak.
>> Imam Syu’bah: Siapa yang mencari ilmu (salah 1 ilmu utama = ilmu hadits) maka bangkrut dunianya. Bangkrut harta, sukses agama. Hendaklah orang yang mendatangi majelis ilmu, menyampaikan pada yang tidak hadir, bantu- membantu dalam menyampaikan faidah.
>> Imam Syafi’I: Ilmu tidak bisa dicari dengan harta, harta bukan jaminan. Mulianya jiwa tidak bisa diraih dengan harta. Orang yang berhasl mencari ilmu dengan penuh kerendahan (kekurangan makan, dll). Keberhasilannya ketika memuliakan ilmu meski hidupnya susah. Namun yang lebih parah ialah kondisinya susah namun gak menuntut ilmu.
>> Abu Hurairah. Dari Imam Bukhori dan Imam Muslim, manusia mengatakan: abu Hurairah punya riwayat banyak, beliau berkata, “Seandainya bukan karena 2 riwayat qur’an, saya gak menceritakan…” (1) Ancaman bagi orang yang menyembunyikan qur’an/ ilmu (2) ancaman bagi orang yang menyembunyikan apa yang kami turunkan. Saudara-saudara kami Muhajirin sibuk dengan perdanganan dan Anshor sibuk dengan berladang, sedangkan abu hurairah memilih bermulazamah, duduk bersama Rasulullaah, meski perutnya lapar, hingga dia unggul dalam periwayatan hadits. Beliau pernah mau pingsan karena rasa lapar yang melilit perutnya dan pernah juga menganjal perutnya dengan batu. Nah, seberapa besar semangat kita?? Hidayat dari Allaah tidak diraih kecuali dengan bimbingan. Jika kita bersungguh-sungguh pasti kita mendapat petunjuk.
>> Imam Abdil Bar(dalam hadits tadi terdapat ilmu fiqh):
1.      Menuntut ilmu harus duduk dihadapan ulama (mulazamah). Kalo sendiri maka tersesat. Perlu rihlah untuk mencari ilmu.
2.      Ridho/ merasa cukup dengan kehidupan yang sedikit, yang penting bisa menuntut ilmu. Kehidupan yang sedikit sekedar bisa menegakkan tulang punggung.
3.      Mendahulukan ilmu daripada kesibukkan dunia. Kehidupan mereka seadanya, susah di bayangkan dengan akal. Ilmu mereka luar biasa. Penuntut ilmu => bersabarlah atas hidup yang susah dan merasa cukup.
>> Imam Ibnu Mubarok: di akhir buat dari ilmu =>  lezat. Sabar, awalnya berat, namun akibanya lebih manis dari madu.






Readmore >>

(3) #KKL IF Undip 2011: Peluang di Biznet dan Orang Jail di Bintang Tiga

Setelah cerita pada hari pertama KKL IF Undip 2011 di sini dan hari kedua di sini, yuk lanjutin baca cerita hari ketiga =)

Jam 7.34 kami check out dari Hotel Puri Jaya. Jam 8.26 kami menuju Biznet(Data Center). Sampailah kami di kawasan hijau Biznet, jalan yang cukup kecil membuat mobilisasi bus adak kurang lincah. Setelah sampai, kami menyerahkan identitas diri(KTM/ SIM/ KTP) untuk ditukar dengan name tag yang bertuliskan Visitor. Kami di sambut oleh dua mbak Biznet (lupa namanya siapa :D ). Jam 10:19 kami telah siap mendengarkan penjelasan dari mas Ibnu, setelah sebelumnya kami mengambil minuman.
Seperti di Microsoft kemaren, mas Ibnu menjelaskan sejarah Biznet, selain itu beliau menjelaskan produk-produk Biznet, dan apa itu Biznet sendiri. Mari kita kupas sedikit =) Ntar kalo mau mencicipi dan melahapnya hingga habis bisa googling aja dengan keyword ‘biznet’ =)

Produk Biznet ialah max3 kids, max3byBiznet, metro, cloud, intercity, Biznet Technovillage, dan data centre. Biznet bergerak di telekomunikasi dan multimedia. Kalo sejarah atau perkembangannya sih lebih kearah seberapa jauh fiber optic yang ditanam. Oya, yang unik dari tempat ini ialah lokasinya, lokasi yang nyaman yakni bukan berada di keramaian kota dan lokasi yang tak banyak terjamah. Kenapa lokasinya di situ? Karena DRC(Disester Recovery Center), kata mbaknya.

Pada jam 11:16 kami dibagi menjadi dua kelompok, ya sekitar 28an orang untuk ke ruang data centernya dan melihat ruang lainnya (Video operation Centre, dll). Oya, sewaktu masnya menjelaskan tentang Biznet, beliau menyinggung tentang internship dan rekrutmen di Biznet dan beberapa teman menanyakan itu, jadi sebelum pulang masnya menjelaskan itu. Dari pemaparan beliau saya menangkap bahwa peluang kerja di Biznet masih terbuka lebar, karna Biznet melakukan ekspansi ke daerah-daerah. Dan kata pak Ragil, Biznet menjadi leader untuk data centre di Indonesia.

Sekitar jam 2 kami meninggalkan Biznet dan menuju hotel Bumi Asih di Bandung. Qodarullaah, acara angkatan tidak jadi, karena jam 9:45 kami baru check in di hotel bintang tiga tersebut. Setelah itu bersih diri dan tidur. Namun ternyata ada orang jail di sini, yang ngaku-ngaku sebagai petugas hotel, yuk disimak percakapan (yang kurang lebih) seperti ini :D -_-

(Telepon bordering, sekali, dua kali… dan saya pun mengangkatnya, kirain notifikasi untuk acara besok, hmm)
Saya: “Assalaamu’alaykum…”
X: “Wa’alaykumussalam. Apakah ini kamar 514?” (Dengan nada halusnya)
Saya: “Iya.”  (Tapi setelah dipikir kok aneh ya, dia nelpon kamar ini dan menanyakan apakah benar kamar nomer itu -_- namanya orang jail)
X: “Apakah ini dengan Masdhiana.” (Masih dengan nada halus)
Saya: “Iya”
X: “Maaf, Anda tadi check in jam berapa ya?” (Masih dengan nada halus)
Saya: (diam, berpikir) “jam 10 kurang 15.”
X: “Selamat anda bla bla bla” *lupa, intinya mengucapkan selamat karena saya beruntung mendapatkan hadiah atau apa gitu* (Masih dengan nada halus)
Saya: (diam, berpikir sejenak, dan rada familiar dengan suara itu) “Maaf ini saya bicara dengan siapa ya?”
X: *Intinya dia bilang kalo dia petugas hotel*
Saya: (merasa kenal dengan suara itu) “Maaf atas nama siapa?”
X: “Apriansyah”
Hwahahahah…. Doeng! Bener kan feelingku. -_- tawapun buyar.
X: (dia menjelaskan keperluan telponnya, yang mana saya udah gagal fokus :D -_- )

Antara ngakak, gemes, sebel, dll. Karena malam itu dapet beberapa hikmah, jadinya saya bikin status gini:

Peelajaran malam ini:
1. Hmm, pastikan siapa orang yang Anda ajak bicara via telpon. Terimakasih pelajarannya. 
*Hampir saja kena*
2. Keputusan itu berdasarkan kesepakatan dua belah pihak. 
3. Ajak ngobrol lebih personal agar lebih mengena. Jangan selalu dipukul rata.

Dan si jail pun komen, “Misi gagal”. Ish jahat banget ya, orang yang pendiem, serius, dan polos ini mau ditipunya -_- Namun di kacamata positif saya melihat sisi lain dan muncullah status ini:

Setiap orang punya cara tersendiri untuk mengakrabkan diri, hargai tiap upaya itu dan berpikir positiflah, selama itu untuk kebaikan bersama. #PosThink #Unik

Karena sudah larut malam dan masih ada kegiatan lagi untuk besok, saya beristirahat. Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Readmore >>

(2) #KKL IF Undip 2011: NTMC Polri, Microsoft, dan Pentingnya IPK


Jam 3 hari Selasa tanggal 3 September 2013 kami tiba di tempat yang namanya Wisata Keluarga Hobihobi, yang terletak di Jatiwarna, Pondok Melati, Bekasi. Di sana kami merehatkan badan meski sebentar, bersih diri, dan sarapan dengan cara prasmanan pada jam 6:22. Jam 7:29 kami check out dari wisma itu menuju NTMC(National Traffic Management Centre) Polri.

Jam 8:33 kami sampai di sana. Jam 8:50 dimulailah penjelasan mengenai pengolahan data lalu lintas itu di Control Room. Bapak Gatta Chairuddin menjelaskan bahwa di ruang itu ada 30 PC, dengan 2 macam operator yakni polisi dan operator khusus untuk call centre, dll. Jam 9:29 kami berada di Aula NTMC untuk menyimak pemaparan mengenai Profil NTMC. Presentatornya ialah Kombes Pol Drs. Gatta Chairuddin, SH, Kabid Tekinfokom Korlantas Polri. Sebelum memasuki Aula kami diberi buku ”Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Budayakan Keselamatan sebagai Kebutuhan”. Materi bahasannya meliputi Konsep dan Kebijakan Pembangunan, Gambaran…, dan Manajemennya. Di sana kami juga dikenalkan dengan presenter NTMC, itu tuh polwan yang cantik-cantik, tapi yang bisa dateng cuma 2. Setelah itu ada sesi tanya jawab dan sekitar jam 11 kami menuju Microsoft di Bursa Efek SCBD. Intinya sih ya gak mudah untuk membangun sistem dengan cakupan besar, seluruh Indonesia! Ya terbayang kali ya, sistem yang kecil aja riweh, apalagi ya besar, yang mencakup teknologi dan human.

Jam 1:11 di ruang Microsoft kami mendengarkan penjelasan mas Fero (agak lupa jabatannya, tapi beliau tu karyawan Microsoft dengan skala Asia Pasific). Ada tiga poin yang beliau sampaikan, yakni Apa sih Microsot itu, Bagaimana kerjanya(dengan 100.000 karyawan di dunia), dan akan kemanakah mereka menuju. Penjelasan singkatnya, Micrsoft ialah Device and Service Company, kami juga dijelaskan struktur organisasinya, dan Where we(Microsoft) go dijawab dengan fokus untuk mengadakan cloudnya.

Beberapa poin yang saya dapat di sini:

1. Di Microsoft tidak memerhatikan fisik, namun behavior, attitude, skill, dan intelligent itulah yang lebih penting.
2. Analisis kekuatan dan kelemahan produk lain, dan putuskan apa yang bisa kita lakukan.
3. Yang paling konstan ialah perubahan, jadi jangan terlena ketika di atas.
4. Untuk penjualan, identifikasi kebutuhan dan tawarkan yang cocok(sesuai kebutuhan user).
5. Ada harga untuk setiap kualitas.
6. Tiap produk (Microsoft) ada life cycle-nya.
7. Ada dua penanganan pembajakan, dengan menge-blok agar gak bisa ngapa-ngapain dan bisa diberi edukasi (karena manusia ‘bisa diajak bicara’).
8. Di Microsoft di bagi menjadi Research Team, Product Team, Marketing, Sales. Research Team yang bertugas memecahkan masalah yang kita belum tau masalahnya apa. Tim ini terdiri dari akademisi, praktisi, dan konsultan. Untuk Product Team ada yang coding dan testing. *Ternyata ilmu Testing gak cuma ngetes trus udah gitu doing, tapi menghitung ini itu, hhe*
9. Oya, dan poin menohok ialah bahwa SKILL aja GAK CUKUP, tapi IPK juga diperlukan. Kenapa? Karena masnya bilang saat yang dibutuhkan 100 orang, yang mendaftar ada 5000 orang, trus gimana menyortirnya? Ya dengan IPK, gak mungkin kan orang baca CV sebanyak itu untuk mencari yang punya skill bagus. Dan ternyata setelah disortir IPK 3,75 baru keluar ratusan, dan jadinya terpilihlah 110 orang. Dududu, ternyata, ini cukup mengubah pandangan saya.

Jam 3an kami melanjutkan perjalanan menuju Hotel Puri Jaya di Jakarta Pusat. Jam 4.30an kami check in di sana. Habis Maghrib makan prasmanan dan setelah itu free time. 

~ To be continued =)

Readmore >>