Penelitian keluar KIR Dimensi SMANSA

Assalaamu'alaykum wr... ni hao ma??? kale neeh ana pengen cerita tentang penelitian KIR yang diadakan pada hari rabu tepatnya hari ke-24 bulan Juni taon 2009. sebenernya ana tu bukan anggota aktif di KIR, tapi kalo da acra gedhe ana ikut, yaah salah satunya penelitian keluar ne, salah duanya ikut AMT(Achievement Motivation Training). direncanakan acara bakal berlangsung sehari sebelum tanggal 24, tapi entah kenapa dipending. penelitiannya di perkebunan teh dan di pabrik teh PT. Rumput Sari Kemuning 1 di karanganyar, kota tempat narendranya Bupati Rina Iriani. di jadwalkan qta berangkat dari smansa jam 6 tapi rasanya jam karet telah melekat dalam jiwa kami, hingga pemberangkatanpun dilakukan pada sekitar jam 7. 2 kawanan bus sun go khong pun telah dipersiapkan, di kepalanya bertuliskan HASBEX n yang 1 FALKEN-lo gak salah. ana naik mini bus hasbez, di dalamnya ada -yang pazti diriku-, nanda putriana, april, hanif, sesara, heavy, n resti itu yang cewe',, wah gag di SKT so 1 mini bus campur cewe' n cowo' deeh. yang cowo': pak sopir, pak kernet, pak guru bahasa Jepang SMA N 1 Wonogiri; he is Mr. Gakko, pak guru IT; he is Mr. Muharto;yang sekaligus menjabat sebagai pembina KIR, Beni, Ichsan, n Didit-kalo gak salah. qta berangkat diiringi dengan Charly ST-12, wah keinget Enggal. di perjalanan sarapan dibagikan, yaitu berupa makanan ringan agak berat, ana menyebutnya kayak gini coz ada kacang, yang satu lupa apa namanya, n yang satu arem2.
kira-kira jam 9 ana nyampe di perkebunan teh, subhanallah indah sekali, di sana tampak hamparan pohon-pohon teh yang berukuran pendek, pohon cengkih pun menghimpun diri menjadi satu si salah satu sisi. qta menyewa pak guide, pak guide itu menerangkan pada remaja-remaja yang haus ilmu ini. ana kurang begitu donk. dijelaskan ada 6ooan karyawan yang bekerja, di setiap blok ada 2 mandor, panen dilakukan ketika pohon berumur 12 hari, dsb dst.. setelah menerima penjelasan dan tanya jawab, kami mencoba untuk walking-walking di tengah-tengah hamparan hijau itu. sebenarnya ana masih pengen walking-walking pi pak Gakko meminta kami untuk turun dan menuju ke pabriknya. dengan wajah agak tersungut-sungut kami memenuhi permintaan pak Gakko. di perkebunan itu kami bisa memetik daun, bunga, atau bijinya karena pak guide tadi telah mempersilakan kami untuk memetiknya. dan kami pun tak ketinggalan lho unutk berfoto-foto ria dengan panorama ynag aduhai itu.
perjalanan kami lanjutkan ke pabrik teh PT. Rumput Sari Kemuning 1. setelah menunggu beberapa menit diselingi ngobrol kalo sesudah ini qta akan melanjutakan perjalanan ke Tawangmangu, kami masuk, ada seorang bapak yang menjelaskan cara pengolahan daun teh menjadi teh yang siap disedu. di dalam pabrik itu ada beberapa mesin, yang saling bekerja berkesinambungan di bawah asuhan sang operator. tumbuhan ini disulap dari bentuk daun berubah menjadi serbuk2 teh. ana minta izin unutk membawa pulang teh, dan boleh, ana bawa deeh teh itu...
Readmore >>

ADA RINDU DI MATA PERI

Bissmillah, kawan ini ana mau mengeluarkan sedikit unek-unek yang bias ana tumpahin sehabis baca buku ADA RINDU DI MATA PERI, buku ini dikarang oleh penulis sekaliber ASMA NADIA. Ana mengupas unsure-unsur intrinsic yang menyangkut cerita ini. Simak baik-baik yaah!! 1. Tokoh: a. Tokoh utama: Ken b. Tokoh lain : Mbok Nah Papa Mama Alia Anggun Cantik Kaka Neta Upi Iwan Adji 2. Karakter: a. Ken : Baik, tabah, sabar namun ketika menyangkut ibunya ia tak tinggal diam, pintar, bersahaja. b. Anggun dan Cantik : Iri, dengki, mudah marah, sewwenang-wenang. c. Papa : Acuh tak acuh, pilih kasih, tidak adil. d. Mama Alia : Iri, fashionable, pilih kasih, dan mudah marah. e. Mbok Nah : Penyayang, Pengasih, dan baik. f. Neta : Rapi. g. Upi : Baik. 3. Alur: Progresif-regresif. 4. Setting: a. Tempat : Di rumah papa Ken, Jakarta, Yogya, Bandung. b. Suasana : Mengharukan dan menyedihkan c. Waktu : Ketika masih ada academia(kontes menyanyi yang diadakan salah satu tv swasta) 5. Amanat: a. Untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan harus dengan perjuangan yang melelahkan. b. Setelah kesulitan ada kemudahan. c. Kasih ibu kepada beta tak terhingga. d. Bakti anak pada ibu. Ini juga ana buatkan ringkasan ceritanya: -Ken lahir. -Punya ibu tiri, papa menikah dengan mama Alia (yang sudah punya anak namanya Anggun dan Cantik. -Rumah Ken yang sebelumnya sepi, kini ramai oleh keributan-keributan yang dibuat Anggun dan Cantik(karena iri dan benci pada Ken) -Papa lebih memihak Anggun dan Cnatik daripada Ken=> Ken selalu disalahkan, namun Mbok Nah tidak hanya diam, Mbok Nah mengaku kalau semua itu kesalahan-kesalahannya(untuk melindungi Ken). Ken kesepian, teman-temannya punya ibu sedangkan ia tidak. -Kaka(tetangga Ken) datang bersama adiknya(Rere) dan ibunya(Indah). Kaka lebih sreg dengan Ken daripada dengan Anggun atau Cantik. -Rasa kesepian Ken mulai meluntur dengan adanya si kecil Rere dan kakaknya. Ken biasa bermain dengan Rere, Ken juga diajari beberapa bahkan banyak hal mengenai dunia fotografi oleh Kaka; lelaki yang biasa mengunyah rumput di sela-sela giginya dan memakai topi baseball. Anggun dan Cantik merasa dirugikan, mereka memutar otak agar Kaka dekat dengan mereka. Mulai dari ngaku-ngaku barang koleksi Ken punya mereka hingga mengkambhinghitamkan Ken di depan Rere. -Usia Ken 17 tahun. Pagi hari ketika ia genap 17 tahun, ia telah menemui rambutnya dipotong pendek tak beraturan. Mbok Nah membuka rahasia yang akan menuntaskan dahaga Ken, yaitu tentang ibunya. Mbok Nah menyerahkan foto Ken kecil bersama ibunya;Ayuningsih dan memberikan amplop yang disitu tertera alamat ibundanya. Ken tak tau kalau ibunya masih hidup, yang ia tau ibunya telah tiada. Ken memutuskan untuk mencari alamat yang tertera di amplop itu. -Di dalam perjalanan ke Jakarta, Ken berkenalan dengan Adji(tepatnya sebaliknya). Dan Adji pun mmenolong Ken. -Di alamat itu, ibunya nihil, namun masih beruntung ada orang yang masih memberi tau alamat ibunya; di Yogya. -Ken meluncur ke Yogya. Ia terlelap di perjalanan, hingga seorang ibu memberinya tumpangan di rumah ibu beranak keterbelakangan mental itu. Tak lupa Ken mengabadikan sang ibu itu bersama anaknya yang mengurusinya dengan penuh kasih sayang -Ken menerima telepon dari kawannya; Neta, ia angkat sebelum ia matikan beberapa kali. Neta bertanya, Ken memberi kabar bahwa ia sudah di Yogya, Neta dkk menyusul Ken ke Yogya -Setelah mereka bertemu di station, mereka bersama-sama mencari alamat ibu Ken. Di alamat itu, beberapa saat mereka mengetuk pintu dan mengucapkan salam namun tak ada jawaban, yang aada hanya perembuan tergopoh-gopoh mendekati mereka dan menjelaskan kalau ayuningsih telah tiadadan menunjukkan makam tanpa nisan. Walau sedih Ken tatap puas, ia tau yang sebenarnya. -Namun di buku itu dijelaskan bahwa Ayuningsih masih ada yang meyayangi dan mencintai setelah sebelumnya ia kesepian bertahun-tahun sendirian. Pokoknya menandakan bahwa Ayuningsih masih hidup_tapi ana juga gag tau deng_ n_n
Readmore >>

TUGAS BAHASA INDONESIA

Assalaamu’alaykum wr… Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia yaitu untuk memberi tanggapan 2 topik.
TOPIK 1. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN TELEKOMUNIKASI MEMBERI DAMPAK BURUK TERHADAP PERKEMBANGAN REMAJA.
Saya sependapat dengan topik pertama, contohnya internet, dari data yang saya peroleh ada 2 pemicu ditentangnya internet:
 1. Adanya sugguhan-sugguhan yang bernada pornografi. Bahwa sugguhan itu tidak hanya bias diakses oleh orang dewasa tapi juga remaja dan anak-anak yang berusia 10-12 tahun pun bias. Setelah mereka melihat, mereka merasa terpikat untuk melakukan hal yang sama.
 2. Adanya game online. Bahkan game online ini dampaknya bias mengalahkan dampak playstation yang dulunya pernah ditentang oleh berbagai kalangan. D. Pratama. Din (penulis artikel di atas) mengatakan pernah menjumpai remaja di Padang pada malam hari yang sedang bertualang di dunia maya, bahkan ada pula yang hingga pagi dini hari. Waktu yang seharusnya meraka gunakan untuk belajra dan beristirahat untuk menyiapkan sekolahnya esok hari bias terkalahkan dengan adanya internet. Dari artikel(data) tersebut saya juga menjumpai manfaat internet, yakni seseorang bias mengakses informasi secepat-cepatnya, bagi saya-sebagai seorang pelajar- internet sangat berguna, untuk mendapatkan informasi, membantu mengerjakan tugas seperti ini, dan bias juga untuk meningkatkan khasanah keilmuan kita. Dari data-data yang dipaparkan maka dapat ditarik simpulan, bahwa internet itu bias merugikan sekaligus menguntungkan, tergantung bagaimana seseorang memperlakukannya. Namun jika dipakai sudut pandang secara luas, internet itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya bagi perkembangan remaja.
  TOPIK 2. PEMERINTAH SEHARUSNYA MELARANG PENAYANGAN PROGRAN ACARA ANAK-ANAK PADA WAKTU JAM BELAJAR SISWA.
 Saya juga setuju pada topic ini. Banyak remaja dan anak-anak menghabiskan waktu belajar di depan televise, sebagian ada yang belajar sambil melihat tv, dan ada pula yang dengan terang-terangan melihat tv tanpa memegang buku. Kadang bahkan sering ortu menasihati anak, namun anak sulit beranjak menjauhi tv. Pada waktu itu mereka seharusnya belajar tapi karena sinetron dan atau tayangan lain membuat mata mereka lengket pada tv. Saya menemui artikel, dalam artikel tersebut memaparkan bahwa penayangan tv pada jam belajar bias menjadi media pembodohan. Kira-kira betul apa betul?? Dari artikel tersebut juga dijelaskan bahwa tingkat sumber daya manusia Indonesia berada di bawah Malaysia, Filipina, dan India, salah satu faktornya adalah penayangan tv pada jam belajar. Kira-kira ya apa iya? Walaupun setelah menonton tv dia belajar, maka bias dikatakan belajarnya kurang optimal. Pasti dia sudah lelah dan yang bergelayutan dipikirannya pasti bagaimana episode selanjutnya. Memang benar topic di atas. Seharusnya pemerintah melarang penayangan program acara anak-anak pada jam belajar siswa. Tapi, adakah cara lainnya sehingga anak itu bias belajar dari acara yang ditonton? Ada dunk! Yaitu dengan mengisi jam-jam belajar dengan tayangan-tayangan pendidikan. Jika si anak tidak mau menonton ya kita bersyukur karena mereka harus belajar. Tapi kalau mau menonton ya bersyukur, selain mereka menonton tv mereka juga bias belajar. Kan sekarang juga sudah banyak kaset-kaset pendidikan, kaset pelajaran, atau stasiun tv yang memang menyediakantayangan pendidikan misalnya tve. Mungkin ini bias menjadi sarana alternative bagi orang tua yang menginginkan anaknya mau belajar. Dampak negative banyak menonton tv adalah dia akan menjadi manusia audio visual, dia lebih suka menggunakan penglihatan dan pendengaran untuk menangkap suatu arti daripada dengan membaca. Dan dia akan menjadi malas membaca.

 Maroji’: www.swaramuslim.com
Readmore >>

AACC-AKSI ANTI CORAT-CORET- FAROHIS WONOGIRI

Bissmilah.. tulisan ini kubuat setelah aku berlelah-lelah untuk aksi ANTI CORAT-CORET Hari ini hari ke-9 di buland Juni ini. Hari terakhir untuk ulangan akhir semester kelas X. aku pulang jam 11, jam 11 tepat kutinggalkan tempat ulangan yang berada di sebelah kelas XI.A.5 itu, yaitu b. sepekan lebih 2 hari kumenempati ruang itu tentunya tanpa hari ahad.

Setelah keluar, aku menimbang-nimbang dan hasilnya kulangkahkan kakiku ke sebuah rumah yang di depannya ada papan bertuliskan wisma melati, rumah itu sudah akrab denagnku, sudah setengah tahun kusering mengunjunginya, mengunjungi kost itu. Kumasuki kost itu dengan seorang temanku yang baru-baru ini telah mengenakan gaun ketaqwaan.

Okt, itu namanya, seorang anak PA yang yahud geologinya, calon IPSwati tapi sifatnya IPAwati^_^. Kuucapkan Assalaamu’alaykum dan kumenuju pintu di depan pintu utama, kuucapkan salam, tapi tak ada jawaban, Okt kemudian mengatakan kalau orang yang sedang kucari;ukh syifa’sedang berada di kamar depan. Kulangkahkan kakiku,wah ada mbak Dhani dan mbak Heni. Mereka sedang ngobrol-ngobrol dan memuaskan sua bertemu dengan Okt yang baru mengenakan gaun taqwa. Aku menyalami mereka satu per satu. Kubelok kanan, kutemukan 2 orang yang bersahabat yaitu ukh syifa’ dan ukh ana. Wah lagi muter video motivasi Jejak-Jejak Mimpi-nya mas Danang AP. Aku ikut menikmati pemutaran video tersebut. Kemudian aku menyodorkan flash disk pada ukh Syifa’, aku ingin memperlihatkan text syair backsound Jejak2 Mimpi. Dibuka, kemudian kami menyanyi menirukan syair sambil mencocokkan dengan lagu. Wah seru,,, jangan disangka anak ROHIS gag bisa kayak gini!!

Wah, aku dapat buku dari mbak Heni, judulnya Materi Asistensi SMP, seneng sekali aku. Azan dhuhur berkumandang, kami melanjutkan sholat. Persiapan untuk aksi kulakukan. Sholat, makan, kemudian menuju masjid terbesar sekota gaplek:yupz Attaqwa. Wah, ikhwan malah nongkrong di depan masjid, RM(Ra Maxud) beud. Kami masuk, di sana ada mbak-mbak dari SMA 3, kami(aku dan ukh Mumtaza) ke belakang, ukh Syifa’ dan ukh Ana ke pasar.

Berpuluh-puluh menit kami menunggu dimulainya aksi anti corat-coret.pesertanya dari berbagai SMA/sederajat dan SMP di Wonogiri. Dan ada ukh Arum, ukhti yang selalu mengawal kami ketika ada kegiatan. Semua siap, dari spanduk, slayer penutup muka, soundsystem, mobil, dan so pasti pesertanya. Perjalanaan diawali dengan bacaan Surat Cinta Dari Sang Kekasih dan pekikan takbir yang memecah suasana siang ini. Kami berangkat, menuju rumah dinas bapak Bupati Wonogiri, di tempat itu kami mengawali perjalanan.

Di sana, sang ketua Farohis berorasi, subhanallah suara cempreng yang biasanya guyokake iku berubah menjadi suara yang mengaliri semangat tiap pembuluh darah kami. Kulit kamipun sampai dibuatnya merinding. Benar-benar menyulut api semangat kami. Namun orasi sang ketua itu tak membuat perwakilan Pemda Wonogiri untuk turun tangan menyambut uluran tangan kami. Uluran itu tak berbalas, sekapur sirih pun tidak.

Katanya tadi Pak Bupati ke Semarang, tapi apakah sudah tidak ada wakil rakyat yang mau menanggapi orasi sang ketua yang nggegiris ati itu. Semangat kami tak lekang oleh hal itu. Kami tetap maju menepis angin, maju menepis tantangan mendatang. Pekikan takbir tidak hanya melambangkan kalau kami dari organisais kerohanian islam tapi more than it, ia memberienergi-energi yang entah dari memasuki relung hati kami, menusuk tulang dan menyusupi persendian. Setelah kami menunggu, menunggu dan menunggu wakil rakyat itu tak juga turun. Perjalanan pun kami lanjutkan, dengan pekikan takbir tentunya. Dan kami mulai bergerak untuk membagikan selebaran yang kami buat. Mulai dari bapak-bapak, ibu-ibu, mbak-mbak hingga mas-mas kami beri selebaran. Melewati Baru dan Luwes serta kami berhenti di pasar. Meneriakkan aspirasi kami. Oea, yang ikhwan buad yel-yel, gini: “Yang anti corat-coret ayo gabung”. Cuz qta jawab “gabung”.

Ukkhhh seru beud bisa teriak-teriak, ngeluarin keluh kesah dengan 1 kata, jadinya los geto. Kami berhenti di pasar cukup lama, sambil yang bawa selebaran bergerak ke dalam pasar. Waktu di pasar, akhwatnya pada dateng. They are ukh arum, ukh Ais, dan ukh Fida. Setelah berpuluh-puluh detik kami di situ, kami kembali ke Taqwa lewat Ponten. Sebelum masuk ke Taqwa, kami menggelar doa bersama, semoga aksi kami mendapat tanggapan positif yang lebih banyak daripada tanggapan negative.next, sholat ashar and the last makan.n_n
Readmore >>