Implementasi Knowledge Management

Penerapan ilmu Manajemen Pengetahuan dari mata kuliah Teknologi Informasi dalam skala kecil:
Pencatatan/ pembukuan SMS teman yang memuat informasi atau pengetahuan.
=> Dengan hal itu bisa: 
1. mendukung pengambilan keputusan 
2. melahirkan pengetahuan baru
 Indonesia, Undip, FSM, IF


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/582339128499900?stream_ref=10
Readmore >>

Ngurus Benda, Ngurus Orang

Ngurus benda/duit itu lebih enak, dia ga punya perasaan. Diapa-apain juga dia diem aja. Meski tanggungjawab tetap besar. 
Ngurus orang itu yang lebih sulit, dia punya perasaan. Dalam segala hal kita harus berulang berpikir sebelum bertindak, agar gak melukai dia, gak menyakiti dia, memanusiakan ia, dan sejenisnya. #ArtOfLife


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/583040561763090?stream_ref=10
Readmore >>

Ngantuk pas Materi Kegiatan

Ngantuk pas materi kegiatan:

Sisi positif ==> Review materi lagi
Sisi negatif ==> 
- Meski review lagi materi tidak sepenuhnya terserap. Karena yg di ppt hanya visualisasi saja, bukan pemaparan semua materi. 
- Jadi korban kamera.
- Sedih karena ga dapet materi tersebut secara komprehensif, padahal penting juga.

So, persiapkan diri sebelum menerima ilmu.

Tri Nugroho iya betul... spaya bsa beraktivitas 100%, waktu istitahatnya jg harus 100% dimanfaatkan, ...


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/585774638156349?stream_ref=10
Readmore >>

Bisa Ditaklukkan

Bisa ditaklukkan. 
Bukan dengan memaki atau memarahi, namun dengan kelembutan hati. 
Mentransfer keinginan dari hati ke perangkai yang nyaman pada sang tertuju.

Dari sana bermula, pertemuan dengan muda belia. 
Anak-anak polos belum banyak dosa. 
Keceriaan, canda tawa, dan tangis bersama (ada yang nangis, yang lain ikut nangis --"), di sana ada. 
Anak hiperaktif dan anak susah diatur pun bisa digaet, dengan kelembutan dan kasih sayang. Bukan dengan ancaman. Karna mereka pun ingin didengar dan diperhatikan.
Apa kabar kalian kini(?)

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/586765191390627?stream_ref=10
Readmore >>

Memenangkan Hati

Memenangkan hati. 
Memenangkan hati serasa melambung sesaat. 
Saat sudah mencoba merelakan ianya pergi, ianya enggan pergi dan tetap mau di sini. 
Awalnya mengalah, namun yang diingini tercapai, melambung dibuatnya. 
Mengalah bukan berarti kalah, mengalah hanyalah strategi agar kita menang. 
Rela melepas bukan jua sepenuhnya mudah, namun kebahagiaan dan kema(j)uan orang lain yang perlu didahulukan. 
Ketika ia bisa lebih berkembang ketika di sana, ketika ia bahagia di sana, ketika mengalah bisa meredam permasalahan, kenapa tidak, toh itu hanya sesaat (mungkin).

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/588721647861648?stream_ref=10
Readmore >>

Memasuki Hati Butuh Key

Kadang untuk memasuki hati seseorang kau butuh key.
Kau bisa/ tidak menjadi kriptanalis yang bisa memecahkan sandi itu(?) 
Bukan dengan kunci sembarangan yang kau bisa memasukinya ketika kau butuh dan kau membiarkannya saja ketika kau tak butuh. 

Belajarlah menjadi kriptanalis yang bisa memecahkan sandi pintu hati seseorang, agar kau bisa diterima kapan saja. 
Kecerdasanmu dalam hal hard skill tak cukup, tanpa kau sertai softskill kriptanalis hati seseorang.

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/589185001148646?stream_ref=10
Readmore >>

Dunia kini Borderless

Dunia kini borderless. Interaksi bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. 

Dulu ortu menasihati, kalau sudah temaram, ga boleh main. 
Kini tanpa keluar rumahpun kita bisa (seperti) bermain. Kita bisa melihat keadaan luar. Si A update keadaan seperti ini di suatu tempat, si B bilang itu. Dunia kini borderless. 

Kata kakak, kalau sudah jam malem sebaiknya tidak berinteraksi dengan lawan jenis, jika memang tidak perlu(tidak ada kepentingan mendesak). Upaya preventif dan penjagaan yang mulia. Kalaupun FBan, chat sebaiknya dalam mode off.

Bukan menentang mentah-mentah untuk membatasi ini itu, namun sebagai sebuah pemuliaan dan penjagaan. Karna kau teramat mulia, jika kau memuliakan dirimu 

==>

Ada orang-orang baik yang menasihati kita, menjaga kita, memuliakan diri kita, menawarkan bantuan, dll(yang baik-baik  ). Allaah menurunkan orang-orang terbaiknya untuk berada di sekeliling kita.

Banyak dan masih ada orang lain yang peduli dengan diri kita, lantas... Apa yang membuat kita putus asa? Drop? Menyerah? Berbuat semau gue? Hidup liar tanpa aturan, dll(yang kurang-tidak baik)?

Muliakan dirimu, maafkanlah dirimu, berkomitmenlah dirimu untuk berubah (ke arah yang lebih positif) 


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/589199434480536?stream_ref=10
Readmore >>

Ada Asap Ada Api, Telusuri!

Kita tidak bisa serta merta secara mutlak menyalahkan kesalahan seseorang atas perbuatannya. Karna ada asap pastilah ada api. 
Kita tidak bisa menjudge seseorang atas penyimpangannya, karna mungkin seseorang punya asalan kenapa dia berbuat hal itu. 
Kita tidak bisa selalu menuntut dan menyalahkan seseorang atas kelakuannya. Karna mungkin situasi dan kondisi memengaruhinya/ memaksanya untuk melakukan hal itu.

Bicaralah. Bicaralah baik-baik jika kau ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan ia rasakan.
Jangan hanya bisa menuntut dan berusaha memenangkan egomu. Ia juga manusia, yang penuh luput, alpa, salah, dan dosa.
Cobalah mengerti dan memahami algoritma permasalahan yang ia hadapi.

Tak malukah? Kau yang sudah mencelanya, membuatnya sakit, menjudge-nya, namun ternyata kau tak paham akar permasalahannya.
Kau hanya berbekal asumsi dan tanpa komunikasi.

Ia sudah berkorban banyak.
Ia sudah mati-matian penuh lelah hanya untukmu.
Yang tak ia koar-koarkan.
Namun apa balasanmu.
Kau hanya mementingkan egomu dan menuntut keinginanmu.

Berterimakasihlah pada banyak hal, yang mengajarimu. Yang membuatmu memahami, apa arti hidup dan kau bisa belajar dari kehidupan yang tiada henti timbulkan inspirasi.

Jangan lelah.
Jangan mudah lelah.
jangan mudah sakit.
Bersahabatlah.
Pahami setiap kondisi.
Dan kau kan temukan arti.


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/589207091146437?stream_ref=10
Readmore >>

Permasalahan = Akselerasi Kedewasaan

Nak, percayalah semua kan baik-baik saja. 
Pelangi cantik kan nampak setelah hujan reda. 
Fokuslah menghadapi hari ini, saat ini. Saat ini yang benar-benar milikmu. 
Fokuslah pada solusi.
Jangan khawatirkan apa yang belum menimpamu. 
Rencanakan sesuatu yang baik dan eksekusi. 
Jaga komunikasi dan koordinasi. 
Saling mengerti dan memahami. 
Permasalahan hanya akan menguatkanmu. 
Permasalahan hanya akan menaikkan levelmu.
Permasalahan hanya akan menambah kokohnya kesolidtan timmu.
Permasalahan hanya ingin melihat senyummu. Senyum tegar menghadapinya.
Permasalahan hanya ingin kau menemukan arti. Arti dari hidup dan kehidupan ini.
Hidup memang pilihan. Pilihan yang melahirkan konsekwensi.
Percayalah pada-Nya.
Keep posthink!
Persoalan = #AkselerasiKedewasaan


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/589264354474044?stream_ref=10
Readmore >>

Ketika pengalaman melahirkan kepekaan dan pelajaran

(Mungkin)
Sedikit banyak orang tua memberi pengaruh pada kita. Menularkan ketertarikan-ketertarikannya pada kita. 
Tanpa sadar track mereka pun kita lalui. Dan ada pembelajaran dari sana yang bisa kita petik. 

Dari proses menjadi fasilitator: kita diajarkan untuk bersabar, fast response, bisa menebak jika seseorang sedang dalam kesulitan, teliti dalam mengoreksi, berlatih bernego, berlatih ramah, jadi "manusia" bukan robot, dll.

Dari proses belajar dalam tim: kita diajarkan untuk saling mengerti, fast response, kebersamaan, kepedulian, mendelegasikan tugas, mengayomi, dan softskill lainnya.

Tanpa terasa kita bisa memahami kondisi mereka, memahami apa yang mereka rasa, dan berpikir ulang dengan sikap kita yang mungkin dulu cuek, ga bisa nerima, suka nuntut, dll.


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/589358191131327?stream_ref=10
Readmore >>

Pergi dengan Tenang

Pergilah dengan tenang Nak, tanpa meninggalkan beban dan sebuah luka, luka di hati mereka. 
Pergilah tanpa penyesalan dan kenestapaan. 
Pergilah dengan keikhlasan mereka. 
Pergilah dengan catatan penutup.

Berbuatlah semampumu, mastatho'tum.
Jika ga bisa semuanya, jangan ditinggalin semuanya.
Lakukan sebisamu, sebagai wujud juangmu. 
Sebagai juang dan tanggungjawabmu.

Jangan ulangi sikap kekanakanmu yang pergi begitu saja tanpa merapikan mainan.
Belajarlah dewasa dan kuat Nak.
Lakukan yang bisa dilakukan.
Ingatlah pegangan-pegangan yang membantumu dalam melangkahi hidup ini.

Jangan khawatir, jangan takut, semuanya kan baik-baik saja.
Pergilah dengan tenang dan tanpa beban.
Jangan tambah kekecewaan orang.
Jika kau tak bisa membuat mereka tersenyum, jangan mempersulit keadaan mereka.

Inget nasihat-nasihat kakakmu.
Lakukan dan semua kan baik-baik saja.


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/589679014432578?stream_ref=10
Readmore >>

Dobrak Ketakutan

Kita kadang/sering takut pada suatu kondisi
Terlalu banyak menerka keadaan yang menyiutkan nyali kita
Padahal yang kita takutkan ialah ketakutan itu sendiri
Kalo kita sudah mencoba dan kita berjalan di atasnya, semua biasa saja (mungkin)
Pikiran itu hanya ketakutan kita

Ketika ketakutan itu muncul, nyali kita ciut
Dan ternyata pada kenyataannya tidak se-menakutkan apa yang kita pikirkan 
Selanjutnya menyesallan kita

So... Ketika ketakutan itu menerpa
Teruskanlah langkah kita untuk menghadapinya dan mendobraknya
Hingga benteng pertahanan rasa takut itu jebol dan kita bisa selalu menang di atas rasa takut itu


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/590665551000591?stream_ref=10
Readmore >>

Kepemimpinan itu Seni Memengaruhi

# Dik Novika, kepemimpinan itu tentang seni memengaruhi. Dengan cerita seperti itu, adik bisa dikatakan udah bisa jadi pemimpin/ kakak yang baik untuk adik"mu yang di rumah.
# Kadang kita terlalu sibuk dengan rutinitas/ agenda harian hingga terlupa untuk bersilaturahmi/ membina hubungan.
# Dengarlah cerita dari siapa saja, mungkin kan kau temukan inspirasi di sana.
# Dengan kedekatan hati, kita lebih bisa menginputkan saran-saran yang destruktif untuk orang lain, tanpa marah dan rasa dongkol kita bisa memasukkan nasihat itu perlahan. Tujuan kita sampai (orang itu terjaga) dan cara kita pun diterima.
#mabitCeria 
 
https://www.facebook.com/masdhiana/posts/591523627581450?stream_ref=10
Readmore >>

Permasalahan di Lini Berbeda, Tetep Positive Thinking

Hmmm
Bagaimanapun posisinya, mau dia di lini ini, di lini itu, bergerak di sini, bergerak di sana, semua dihadapkan pada permasalahan yang sesuai dengan kadar dirinya. 
Bahagia itu pilihan. Berpikir positif pun ialah pilihan. 
Bahagia, bersyukur, berpikir positif, dan kata aktif positif lainnya cukuplah jadi feed back untuk semua permasalahan itu. 
Bukan dengan mencaci, mengumpat, berpikir kurang positif. atau mengeluarkan energi negatif lainnya. 
Ingat, tubuh kita sebagian besar terdiri dari cairan. Pernah baca tentang 'The The Power of Water'? Nah, begitupun kita. Kita perlu menyerap energi-energi positif itu, agar impact dari dalam diri kita pun positif. 


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/592584687475344?stream_ref=10
Readmore >>

Takjub Ala Informatika

Kalo mereka takjub dengan penciptaan alam semesta dan isinya, kami takjub pada manusia yang diberi akal hingga bisa merancang sistem yang besar sebelum dituangkan menjadi goresan-goresan model pada sofware yang butuh perencanaan matang agar sistem yang besar itu tidak banyak terjadi perombakan, karena jika terdapat perombakan pada satu diagram saja mengakibatkan perombakan pada diagram lainnya. 
#nelenLudah
#tidaklahMerekaBerpikir(?)

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/592613380805808?stream_ref=10

Kalo orang Biologi takjub dengan kebesaran Allaah karena alam ciptaan-Nya, maka orang Informatika takjub dengan kebesaran Allaah karena telah menciptakan akal yang bisa menghasilkan software (dengan bantuan yang lainnya-tangan, dll-) yang bisa mengoutputkan kode-kode sampe ribuan. MasyaAllaah.

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/590214227712390?stream_ref=10
Readmore >>

Bahagia?

>> Siap dengan segala kelebihannya => siap dengan segala kekurangannya.
>> Bahagia itu relatif, karna terkadang yang sederhana pun bisa membahagiakan (tak perlu yang mendewa).
>> Bahagia itu perlu dikomunikasikan. Karna takaran kebahagiaan yang diinginkan tiap orang berbeda-beda. Jangan sampai salah interpretasi bahagia. Hingga solusi gak memecahkan permasalahan yang ada.
Readmore >>

Persiapan Belajar

Menghadirkan hati. 
Menghadirkan hati penting sekali dalam menuntut ilmu.
Otak siap diisi dengan hal-hal baru, tanpa ada imajinasi-imajinasi lain selain pembelajaran itu. 
Pikiran-pikiran tentang kesibukan lain perlu dikesampingkan. 
Agar ilmu itu meresap hingga ke otak. 

Mempersiapkan diri.
Mempersiapkan diri menyiapkan penampungan ilmu itu juga penting. 
Menyiapkan segenap jiwa raga, fisik psikis, dan segala hal yang terkait dengannya.
Maksimalkan suatu kata kerja.
Agar hasilnya pun maksimal, bukan hanya setengah-setengah.

Kita tetaplah manusia, yang membutuhkan istirahat, asupan, olahraga, yang dikemas dalam keteraturan.
Agar tercipta kesetimbangan dan hasil yang maksimal.

Mungkin bisa direnungkan, kenapa ilmu yang kita pelajari hingga saat ini tak berbekas atau tak berjejak(?)
Apakah kita menghadirkan hati dan mempersiapkan semuanya(?)

Jangan selalu menuntut kesempurnaan orang lain, jika ternyata kita sendiri tak total mengerjakan semua ini.

Apakah dalam keseharian kita benar-benar mempersiapkan diri(?) Mengosongkan pikiran-pikiran lain dan siap tenggelam dalam pembelajaran(?)
Apakah dalam keseharian kita benar-benar menghadirkan hati, sepenuh hati menampung ilmu(?)

Mungkin itu koreksinya, mengapa ilmu itu tak sampai. Dan jika mendekati hari keilmuan diuji, kita berbondong-bondng mempelajarinya. Karna kitapun berusaha mempersiapkannya dan berusaha menghadirkan hati untuk memahaminya.

Lantas... Apakah hanya karena ujian kita belajar(?) Apa hanya karena nilai kita berjuang(?) Padahal ada yang lebih penting dari itu semua, yakni KEBERKAHAN ILMU kita, seberapa besar manfaatnya, untuk masa depan kita ataupun untuk orang lain.


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/594664157267397?stream_ref=10
Readmore >>

Cinta Organisasi

Cinta memang tak bisa dibohongi
Ketika kita tlah menjatuhkan pilihan pertama kita (pada organisasi)
Dan ternyata tergoda dengan (organisasi) yang lain
Tetaplah yang pertama yang dituju

Ketika mendua pun 
Yang pertama yang diutamakan
Seburuk apapun kondisinya
Kita tetap rela berjuang untuknya

Memperjuangkannya, mengusahakannya, berbuat banyak untuknya
Merupakan hal penghias saat kebersamaan dengannya
Ia... Yang tetap kita sambangi ketika ianya membutuhkan kita
Hujan, panas, dadakan bukan lah jadi hambatan ketika ianya butuh kita

Cinta tak bisa dibohongi
Sekuat apaun daya tarik yang lain
Tak cukup mampu mengalihkan darinya
Karna...
Karna tlah ada komitmen dalam hati kita
Untuk memperjuangkannya seburuk, sejelek, sejatuh apapun ianya

Apakah ini namanya cinta buta(?)
Entahlah
Biarlah mata hati yang memandang
Biarlah mata hati yang melihat dan sang nurani yang bertindak


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/595001310567015?stream_ref=10
Readmore >>

Perjuangan Sesungguhnya

Terkadang, nikmat hasil perjuangan itu bukan tentang seberapa besar nominal atau seberapa besar profit, namun... kenikmatan itu bisa berupa experience di dalamnya atau hal-hal lain yang bisa kita taklukkan dalam memperjuangkannya. 

Keunikan, kekhasan, kerumitan, atau hal lain yang bersemayam di dalamnya itulah yang terkadang membuat perjuangan lebih berkesan. 

Jika kita berjalan semulus atau selancar tol maka itu biasa dan mungkin kadang kita kurang merasakan kenikmatan itu.

Namun jika tantangannya lebih besar, permasalahan lebih kompleks, effort lebih besar, dengan segala onak serta durinya menyapa dan kita berhasil berjuang serta bisa survive itu jauuuuuuuuhhhhhhhhhhh lebih nikmat dan tentunya lebih berkesan. 

Semua kan berbalas. Pesakitan yang pernah kau rasakan, kan berbuah kenikmatan ketika kau mau bersabar dan berusaha di dalamnya.

#CatatanAkhirTahun


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/595078667225946?stream_ref=10
Readmore >>

Kenapa sakit?

Kenapa sakit? Karna mungkin Allaah ingin menghapus dosa-dosamu yang menggunung (jika kau ridho dan bersabar dengan sakit itu)

Kenapa sakit? Karna agar kau ingat pada ibu yang sangat perhatian merawatmu, agar kau ingat pada nenek yang berada di sampingmu kala kau sakit, agar kau ingat pada ayah yang cemas dengan keadaanmu

Kenapa sakit? Agar kau mengingat kembali kawan-kawan kostmu yang berbaik hati menghiburmu, membuatkanmu teh, menceriakanmu, dll

Kenapa sakit? Agar kau ingat kebaikan kawanmu membelikan asupan yang kau butuhkan dalam sakitmu tanpa kau bersusah payah keluar.

Agar kau tetap mengingat mereka, mengingat jasa mereka.

Kenapa sakit? Karna agar kau sadar, sekuat apapun dirimu, engkau tetaplah manusia, yang lemah, bisa terjatuh, dan tak berdaya. laa hawla wa laa quwwata illa billah

Kenapa sakit? Karna mungkin Allaah ingin mengajarkan nikmatnya berbagi dan menolong sesama

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/595820280485118?stream_ref=10
Readmore >>

Cara Belajar *Pengembangan Diri*

Mungkin alternatif pengajaran yang berimbang (sama-sama enak) ialah memacu pengembangan diri sesuai kema(mp)uan mereka serta musti ada standar dasar kualifikasi yang perlu mereka capai. 
--> Mengembangkan diri sesuai kecenderungan kecerdasan mereka. 
#rekomendasi 
#apaSih

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/596554703745009?stream_ref=10
Readmore >>

Rindu Ilmu

Pun merindukan kehidupan dengan lingkungan yang sarat ilmu, lingkungan yang kondusif, dan pemahaman yang haq
Itu semua butuh keistiqomahan
Karna yang dinilai bukanlah awal saja melainkan pada akhirnya bagaimana
Ingin menghidupi hati dengan ilmy
Bukan dengan ambisi duniawi yang menggelincirkan

Mencari sendiri
Berjalan mencari tanpa henti
Itulah yang menjadi pertimbangan u/ ingini hidayah ini

Tunjukanlah yang haq itu haq & yang bathil itu bathil
Readmore >>

Pentingnya sebuah pengertian

Ketika kita membutuhkan orang lain dan memulai perbincangan, latihlah agar tidak langsung pada poin requirement kita
Namun... Cobalah pahami bagaimana posisi dan kondisi ianya saat ini
Karena tidak setiap orang yang kita butuhkan sedang dalam kondisi "on", dalam artian tidak semua orang yang kita butuhkan siap menanggapi permasalahan yang sedang kita hadapi
Mungkin ianya sedang terkena masalah bertubi-tubi atau yang lainnya, kita tak tau
Tak sadarkah diri kita bahwa ianya juga manusia, manusia yang perlu dimanusiakan

Wahai kau tipe to the point, cobalah pahami orang lain dengan tidak langsung menembak orang itu
Namun, ketahuilah posisi dan kondisinya baru kau ungkapkan kebutuhanmu padanya
Agar sama-sama enak dan tidak asal tembak
#ArfOfLife


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/598854883514991?stream_ref=10
Readmore >>

Berusaha Mengerti Keadaan

Berusaha mengerti keadaan (yang mungkin menyakitkan untuk kita) tidak lah mudah. Butuh waktu dan eksperimen tersendiri. Memposisikan diri dalam keadaan itu, di posisi yang tidak mudah dan tak se-perfect yang diharapkan. 
Hingga kita mengerti 'begitu rasanya ya' dan bisa menyadari memang benar berada di pilihan yang sulit. 
Berusahalah mengerti dan perlahan kau bisa mengambil hati. Hingga hati itu bisa kau warnai dengan celupan-celupan Illahi. Sabarlah Nak, mungkin ini yang dimau-Nya. Tidak selamanya semua sesuai harapan, tapi cobalah mengerti itu dan perlahan kau bisa bersikap lebih dewasa. 
#ArtOfLife
https://www.facebook.com/masdhiana/posts/599593566774456?stream_ref=10
Readmore >>

Momentum

Saat kita ditimpa task, kadang ada momentum yang keluar bersamaan dengan pengerjaan task itu. Bi idznillaah kita beruntung, karna kita bisa memanfaatkan momentum itu untuk mengerjakan task itu, hingga kita bisa menjadikannya sebagai alibi dalam pertanggungjawaban task itu. 

Begitu pula dalam bisnis. Kadang ada momentum yang bisa dieksekusi untuk menambah income kita. Kita bisa mengait-ngaitkannya sebagai pemasukan kita.

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/600409363359543?stream_ref=10
Readmore >>

Jangan ngeluh, itu putusanmu

Dulu ortu ngajarin: Ketika kamu sudah mengambil putusan, kamu musti siap dengan segala konsekuensi itu. Janganlah mengeluh, karna itu putusanmu, kamu pun musti bertanggungjawab dengan putusan itu.

Ketika kau memilih aktivitas/ kegiatan ini itu, kamu musti siap waktumu terpakai u/ kegiatan itu, dengan kata lain waktu istirahatmu berkurang, kamu mungkin akan kecapekan atau bahkan sakit, dll.

Atau ketika kau sudah tau takaran seberapa mampu fisikmu, kau bisa melakukan upaya" antisipatif.

Kau sudah besar Nak. Seimbangkan pola hidupmu, diatur dengan baik. Jangan sampai ulah keegoisan kita/ kekekehan diri kita mengontaminasi kinerja orang lain. Kau juga musti pikirkan itu.


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/601710453229434?stream_ref=10
Readmore >>

Pergi/ menghilang

Ianya ialah pilihan dan bisa menjadi putusan.
Namun, ianya bukan penyelesaian solutif untuk permasalahan.
Karna ianya bukan jawaban dengan penuh pertanggungjawaban.
Ianya mirip sikap kekanak-kanakan, bukan sikap orang dewasa nan matang.

Semua pilihan ada di tangan.
Namun pikirkan dan pertimbangkan lagi impact bagi lingkungan.
Bertanggungjawalah ketika kau sudah memasuki ranah lebih dari satu orang. (Juga ranah 1 orang)
Bertanggungjawab dalam artian mempertimbangkan bagaimana respon/ impact bagi kawan seperjuangan.
Bukan hanya egois mementingkan kepentingan pribadi.

Pergi/ menghilang memang instan, mudah dilakukan, dan praktis.
Namun itu bukan cara gentlement menyelesaikan case.
Tunjukkan bahwa kau tlah belajar.
Belajar mengerti posisi dan kondisi orang lain.


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/602130086520804?stream_ref=10
Readmore >>

Aplikasi Kontribusi

Pemaknaan kontribusi memang tiada henti
Karna semangat pemuda pun bertubi-tubi
Menghancurkan tembok ketakutan dalam hati
Mendobrak semangat dan menghujam tajam cita dan asa yang diingini

Kontribusi
Memaknainya tak sesempit hati yang sesak
Kontribusi datang dari kesadaran diri
Untuk lebih bermakna, bukan sekedar pencitraan diri

Kontribusi memang tiada tepi
Lahirkan semangat menggebu
Dan smoga tak di awal saja
Kita temui seperti ini

Banyak yang menanti uluran tangan kita
Beragam carapun ditawarkan agar kita bisa berbagi
Namun, terketukkah sang hati?

Dengan uang siapa kita lanjut studi?
Katanya subsidi dari uang rakyat
Tak malukah kita?
Jika kita hanya egois mementingkan diri sendiri
Terdiam tak tergerak
Sibuk dengan diri sendiri
Dan kita pun lupa dengan momentum yang di depan kita

Ayo pemuda, mari bangun bangsa dari saat ini, dari langkah kecil, dari yang sederhana. Dengan sentuhan keilmuan atau passion kita.


https://www.facebook.com/photo.php?fbid=602771456456667&set=a.595751493825330.1073741830.100001714536452&type=1&stream_ref=10
Readmore >>

Tulus Tanpa Kontaminan

Jika suatu pekerjaan dilakukan dengan tulus ikhlas, maka ketika ada penghargaan dan sang pelaku tidak mendapatkan penghargaan itu, ia akan merasa biasa saja bahkan ia akan bahagia, karna seperti tangan kiri yang tak mengetahui apa yang dikerjakan tangan kanan. 

Ia tidak akan kecewa, ia tidak akan cemberut, bahkan ia akan bahagia, karna ia hanya mengharap balasan dari-Nya (yang notabene lebih besarrrr balasannya).

Ia akan tetap melakukan pekerjaan itu bagaimana pun respon orang lain, karna yang ia ingini bukan apresiasi/ awarding itu, ia punya objective tersendiri, yang biarlah ia, Allaah, dan orang-orang yang mengerti saja yang mengetahuinya.

Ia akan tetap menuju objectivenya, awarding/ apresiasi itu ia anggap sebagai bonus kecil yang menghinggapinya, bonus kecil yang senenarnya tak ia harapkan, karna akan mengurangi balasan yang lebih besar yang akan ia terima. Mungkin seperti jika kita melihat lukisan yang menjauh, semakin jauh, semakin kecil, itu yang kita peroleh: kecil. Bukan balasan yang terdekat dengan pandangan kita, yang besar.

Yuk, dikoreksi, kontribusi kita tulus ikhlas ataukah kontribusi mengharap apresiasi? Biar jadi 'terbaik', 'teraktif', ataupun 'ter' 'ter' 'ter' lain yang berkata dasar positif.

Atau bahkan tersusup niat kontribusi untuk posisi? Kontribusi besar-besaran kita hanya untuk posisi tak sebenarnya tak seberapa, karna yang dinilai ialah kontribusi dan ketulusan kontribusi kita. Posisi hanyalah tempat agar kita harus lebih berkontribusi dari yang lain. Bukan tempat kesemena-menaan. Karna kepemimpinan bukan tentang jabatan.

Dalam keberjalanan, yuk dikoreksi lagi, objective kita, ketulusan tanpa kontaminan, dan sesuaikah track kita saat itu dan yang seharusnya. 


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/603683809698765?stream_ref=10
Readmore >>

Sendu Si Rumah Angkuh

Tempat bernaung yang cukup besar
Katanya sih prestise
Namun sering ditinggal-tinggal
Sang dinding angkuh
Yang terdengar hanya detik jam dan kulkas yang membutuhkan listrik

Lebar dan luas
Nyaman dan cukup serba ada
Lapang dan bersih
Semoga sang penghuni pun berhati lapang

Kendaraan pun ada, mau motor matic maupun biasa dan juga mobil
Dalam 20an tahun bisa terwujud seperti ini
Perlu usaha yang besar untuk semua ini
Itu kelebihan, ya kelebihan

Di baliknya tetap saja tersemburat kekurangan
Inilah takdir
Syukuri semua
Dan pahami kekurangan yang ada
Sebagai bahan pembelajaran
Agar kelak tak terulang sang kekurangan
Bersabarlah dengan semua ujian

Karna ujian hanya ingin menguatkan dan menaikkan ke level berikutnya


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/606175026116310?stream_ref=10
Readmore >>

Rangers? Karena siapa?

Saudari yang kucintai karena Allaah Ta'ala, pernahkan kau bercermin hari ini dengan melihat spion masa lalu?

Ada yang berubahkah?

Dulu... Ketika kau sangat menggebu dan sangat idealis, coba tanya itu KARNA SIAPA? Karna ianya, si X, si Y, atau si Z? Atau karena Allaah ta'ala?

Itu bisa dikoreksi saat ini.
Kau masih sustain dengan idealisme mu atau tidak? 
Atau jangan" kau melakukannya hanya karena 'dia', makhluk Allaah atau ciptaanNya yang tidak kekal.

Koreksilah Nak. Jika kau lakukan karenanya, mungkin sekarang arahan"nya tak sustain. Nakun jika kau melakukan karena Allaah maka hingga sekarang kau kan tetap dengan arahan itu.

Lakukan untuk Dzat yang berkekalan. Dzat yang mat sangat mengasihi dan menyayangi kita. Bukan karena yang lain yang tak sustain.

Sahabatku, waktu terus berjalan. Yang dikehendaki kebaikan kan dipahamkanNya dengan agama.

Cukuplah Allaah yang senantiasa menyemangati 
 


https://www.facebook.com/masdhiana/posts/607046272695852?stream_ref=10
Readmore >>

Kawan Seperjuangan, Ke mana Kau?

Sudah kucari kau ke sana ke mari
Namun nihil adanya
Kau tak berjejak
Meninggalkan diriku dan segenap asaku padamu

Aku masih mengingati dirimu
Meski tak sempurna ingatanku
Karna tlah berjalan 3 tahun yang lalu 

Kau, yang pernah membantuku
Membantu saat tertatih dan kau menjadi peganganku
Namun, ke mana kau saat ini??
Aku begitu mencemaskanmu
Aku membutuhkanmu saat ini

Bersamamu kudapat beberapa kejutan menarik
Bersamamu, kugoreskan indah warna warni mewarnai dirimu

Aku ingin bertemu denganmu
Bersua denganmu
Mengulang kisah beberapa tahun yang lalu
Aku masih mengharapkanmu

Semoga kita bisa berjumpa dan bersua lagi, buku catatan Kimiaku kelas XII aamiin
 

https://www.facebook.com/masdhiana/posts/607467215987091?stream_ref=10
Readmore >>