Makan

Tukang parkir(TP): Mbak, buru-buru?
X: Engga
TP: Kok makannya ga lebih dari 10 menit?
X: !@@/&*#(?  ‪#‎gubrak‬ hahaha
Dalam hati: Kami ngapa"in di-menit-in bang kemaren, pas Pelatihan Bela Negara. Mangkanya makan juga cepet. Langsung nelen. Hahaha
Readmore >>

Resume Kegiatan Pelatihan Bela Negara 20-23 Oktober 2014 *cmiiw

Hari 1: 
Malam: Cek kesehatan/ fisik
Hari 2:
Warming up
Up pembukaan
Materi-materi
PBB
Materi
Hari 3:
Warming up
Naik helikopter
Outbon (rayapan tali satu, rapling, flying fox, ...)
Caraka malam
Renungan malam
Hari 4:
Warming up
Menembak (dengan laras panjang)
Penjelajahan/ perpetaan
Up penutupan
Narsisisasi
Agak lupa haha
Readmore >>

Bertindak | Nurani | Mata Hati

Sebelum bertindak, daripada asal bertindak, tanyakan pada nuranimu! 
Apakah itu pantas atau tidak jika dilakukan oleh orang yang berpendidikan macam dirimu 
Apakah itu hanya hawa nafsu atau luapan emosimu. Tanyalah pada hati, biarlah mata hati yang memandang. Biarlah sang nurani yang berucap. Layak tidak? Kau bertindak seperti itu.
Terimakasih dan selamat pagi untuk kakakku Esty Dyah Imaniar
Readmore >>

Nilai (Nominal/ Kehidupan)

#‎input_proses_output‬ ‪#‎balance‬
Nilai-nilai 100 itu tidaklah berharga apabila kita di ranah nyata tidak mengaplikasikannya. Nilai angka itu hanya sekedar nilai, hanya sekedar hiasan dinding pemotivasi bahwa kita bisa ‪#‎victory‬ namun perlu dipertanyakan di ranah sehari-hari. Apakah sudah diaplikasikan?
Ya kalau kita baru bisa egois, ya mungkin orang lain kurang nyaman dengan kita.
Kita... perlu membuat orang lain nyaman se-nyaman-nyaman-nya di samping dia. 
Readmore >>

Airmata Penyesalan itu Berharga, Semoga Jadi Pengurang Siksa di Neraka


Tutuplah luka-luka itu
Obati nanarmu dengan surat cinta-Nya
Biarlah dirimu meringkuk pilu menyayat qolbu
Biarlah Tuhan obati sembilu hati
Cukup kau yang rasakan
Semoga tiada lagi yang rasakan itu
Jaga mereka
Jaga hati-hati mereka
Kokohkan mereka
Tetaplah tegar dan kokoh
Teguh dengan prinsip
Prinsip untuk ber-crispy atau ber-fuzzy
Biarlah semua ada
Tuk warnai kehidupan
Cukuplah ambil hikmahnya
Dan kau jalan menapak serta jalan lurus ke depan
Jalan lautan masih panjang
Puncak gunung masih jauh
Lantas...
Kenapa kau sudah lelah?
Padahal jejalanan tawarkan keindahan
Puncak tawarkan panorama alam
Kenapa?
Tak usah kau bertanya pada rumput yang bergoyang
Cukuplah bersimpuh
Pada keagungan Tuhan
Rabb Semesta Alam.
Readmore >>

Berganti Fase

Ketika kita SD, kita memikirkan dan mengira bahwa SMP itu susah
...
Berincremen hingga kuliah
Ketika kuliah, kita memikirkan dan mengira kehidupan paska kampus susah
Lebih lagi kehidupan yang menyatukan dua pikiran/ pemahaman menjadi satu
Hingga berburu ke sana ke mari
Mencari puing-puing ilmu dari orang terpercaya
Hingga terjawablah beberapa fakta
Bahwa... Tak mudah... Sepertinya...
Namun... Inilah hidup
Semua fase perlu dilalui
Dengan perasaan berapi-api dan percaya diri
Bahwa... Tuhan tlah berikan kunci
Kunci tuk buka pintu-pintu fase kehidupan itu
Jika bukan sekarang... Kapan lagi?
Jika bukan engkau... Siapa lagi?
Percayalah...
Tuhan kan berikan jalan.
Dengan proses yang syar'i, Tuhan kan tunjukkan
Bahwa kau yang terbaik
Kau tulang rusuk terbaik dan terlayak untuk berlayar bersama
Arungi samudra dengan bahtera yang sama
Dan kau nahkodanya
*kau = undefined people
Readmore >>

Tugas (Kelompok/ Individu) ?

Bedakan antara tugas kelompok yang dikerjakan secara:
- berkelompok
- individu
Di sini poin pentingnya kolaborasi dan koordinasi tim yang baik. Agar terjadi sinkronisasi pada setiap bagian.
Readmore >>

APAKAH TEGA??

Apakah tega?
Kita bersenang-senang, di atas kepayahan orang tua kita mencari nafkah untuk sesuap nasi berpeluh berlelah, demi putra putri tuk bersekolah.
Apakah tega?
Kita membiarkan tugas utama kita terbengkalai, padahal... ternyata ibu bapak kita sedang berjuang menahan kenikmatan untuk kita, anak-anaknya.
Apakah tega?
Kita terlambat menyelesaikan tugas, untuk mengurusi orang lain??
Bakti pada ortu itu nomor dua setelah mengesakan Tuhan Cuy
Kamu tega menyakiti ortumu?
Kamu tega membuat beliau berpikir lebih tentangmu?
Kau anak macam apa?
Tega menyusahkan orang tua
Kau anak macam apa?
Tega membuat sakit ortunya
Kau anak macam apa?
Apa terlambat dulu, baru kau sadar???!
Renungkan...
Apa yang bisa kau baktikan pada ortumu?
Apa kado terindah yang bisa kau berikan di usianya yang makin renta?
Apa???
Tulisan di kertas ini ialah tulisan Risa Septiani Terimakasih Risaaa...
Readmore >>

‪#‎parasut‬ ‪#‎heli_bukanKuKuKuk‬ ‪#‎mendaki‬ ‪#‎terlukah‬

Cuma bisa mringis kalo udah ngetik "luas" trus salah pencet trus ilang. Hahaha.
Aku bawa parasut kok. 
Kuharap kau juga membawanya.
Karna kita belum punya helikopter, so kita perlu mendaki bareng.
Jangan lupa bawa parasut...
Biar kau tak pesakitan kala kau jatuh...
Aku tak ingin kau terluka...
Karna kau kawanku... kawankuh
Readmore >>

MANA KE-AKU-AN-MU? Yuk jalan bareng!!!

Dan aku baru paham, bahwa ‪#‎keakuan‬ tidak bisa dipaksakan di dalam ‪#‎tim‬.
Kenapa? 
Coba lihat.. Manteman paduan suara, suaranya diatur sedemikian rupa hingga‪#‎harmoninya‬ terbentuk, jika ada satu orang yang memaksakan egonya, alunan koordinasi suaranya pun akan kurang nikmat didengarkan. 
Readmore >>

Jangan Nulis, Biar Stress hahaha

Bismillaah.

Hi Guys, salam kenal semua. :D Namaku Masdhiana Sukmawarni. Sekarang sedang menempuh studi S1 di salah satu negeri universitas di Semarang. Saya mengambil jurusan yang sedang menjadi jurusan favorit masa kini.

Passion saya ialah menulis. Kenapa saya sangat passionate di bidang ini? Karena saat kecil saya tersentuh dengan sebuah nasihat, “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.” Jadi semenjak itu saya menuliskan pelajaran/ hikmah yang saya peroleh dari kehidupan ini. Saya menuliskan hikmah dari hal baik maupun buruk. Karena sejatinya hikmah itu akan senantiasa bermunculan dengan otak kita yang senantiasa diasah. J

Selain itu, dari sebuah penelitian dikatakan bahwa “Menulis itu bisa sebagai sarana relaksasi atau cara berekspresi untuk mengurangi stress yang kita hadapi.” Ketika kita beranjak dewasa, problem kehidupan yang kita rasai semakin banyak, menumpuk, dan kadang kita bingung bercerita pada siapa. Alhasil, sebagian dari kita memercayakan karyanya di media diam, seperti dunia maya atau buku diary.

Prinsip yang saya pegang dalam dunia kepenulisan ialah “Menulislah dengan hati dan edit dengan rasio.” Kenapa? Karena kita perlu menyampaikan hikmah-hikmah itu dengan perasaan, di sisi lain kita perlu mengeditnya menggunakan rasio kita. Rasio yang dimaksudkan di sini ialah rasio berupa logika atau paradigma (cara berpikir).   

Saya termasuk seseorang dengan karakter melankolis, sehingga saya sering menanti sempurna untuk berniat melakukan sesuatu. Seperti dalam bidang kepenulisan ini. Saya sudah meng-karyakan diri saya sejak SD. Apa yang saya lakukan? Yang saya lakukan ialah membuat pantun-pantun, puisi, prosa, curhat di diary, curhat berhikmah di dunia maya, dan menuliskan semua perasaan yang saya rasakan atau pemikiran yang ber-seliwetan di perputaran otak saya.

Hingga sekarang ini, saya memiliki sekitar 10-an diary dan 5-an blog. Kenapa saya memiliki 5-an blog, karena saya aktif mengikuti kegiatan/ organisasi. Sehingga setiap blog memiliki genre yang berbeda, meskipun terlihat agak sama. Di sana saya sharing mengenai keilmuan saya (IT), mengenai bidang yang ingin saya pahami (riset dan bisnis, karena saya ber-amanah di lembaga Research and Business Undip), mengenai keyakinan yang saya anut, cerita galau, cerita geje, dan hal bermanfaat lainnya.

            Saya ingin mencoba mendeskripsikan diary saya. Ketika saya buka-buka lagi, saya tertawa-tertawa sendiri membaca tulisan saya yang begitu polos. Saat SD saya menulis pantun-pantun. Saat SMP saya menuliskan kisah-kisah merah jambu saya dengan teman-teman SMP, katakanlah cinta monyet saya. Hahaha. Itu dulu ya. Selain itu, saya juga menuliskan visi dan misi hidup saya. Saat SMA saya menuliskan aktivitas-aktivitas yang saya lakukan, seperti aktif di organisasi dengan berbagai problematika yang saya hadapi saat itu. Pun saat kuliah, saya juga masih menulis diary, namun terkadang lebih sering menulis di jejaring social.

            Dengan menulis, saya benar-benar mendapatkan yang saya inginkan, yakni berupa penurunan stress, saya bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidup saya, saya bisa berekspresi sesuai kodrat saya (wanita), dan saya ma(mp)u mengembangkan soft skill saya maupun hard skill saya di bidang kepenulisan ini.

            Ya kehidupan memang seperti ini, menuntut kita berkembang (progresif) dan realistis. Setelah menulis, harapannya ialah tercapai tujuan-tujuan di atas. Itu pentingnya kita menentukan tujuan sebelum kita berjalan. Ketika kita sudah memiliki tujuan, barulah menemukan passion, dan kemudian menikmati proses dalam perjalanan itu. Hadapi, hayati, dan syukuri. J

Readmore >>

Peranan Mahasiswa dalam Mewujudkan Perdamaian Lintas Agama


Peranan Mahasiswa dalam Mewujudkan Perdamaian Lintas Agama

Apa sih peranan mahasiswa dalam mewujudkan perdamaian lintas agama? Katanya peranan default mahasiswa ialah sebagai agen perubahan, iron stock, dan kontrol sosial. Katanya Tri Dharma perguruan tinggi ialah pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Nah, bagaimanakah implementasi hal-hal tersebut dalam mewujudkan perdamaian lintas agama? Mari kita kupas di bawah ini, penulis juga akan menyajikan beberapa sample/ contoh penyelesaiannya.

            Penulis akan mengupas sesuai default peranan mahasiswa serta Tri Dharma perguruan tinggi:

1.      Mahasiswa sebagai agen perubahan. Masyarakat pada umumnya menilai mahasiswa sebagai kaum yang lebih terdidik atau lebih terpelajar dari strata sosial. Masyarakat pada umumnya (katakanlah) lebih segan kepada mahasiswa daripada pemuda dengan strata pendidikan yang lebih rendah. Kenapa? Karena masyarakat menganggap mahasiswa bisa menjadi agen perubahan yang solutif untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di msayarakat dengan bidang keilmuannya, termasuk dalam perdamaian lintas agama. Mahasiswa sebagai kaum yang lebih terdidik (seharusnya) lebih paham mengenai penciptaan perdamaian abadi (sesuai Pancasila sila kelima). Bagaimana caranya? Salah satu caranya ialah menjadi agen perubahan dalam menciptakan perdamaian lintas agama.

2.      Mahasiswa sebagai iron stock. Mahasiswa menjadi stock untuk meregenerasi generasi sebelumnya. Jika bukan mahasiswa (sebagai kaum terdidik) siapa lagi? Dengan kaderisasi dan heterogenitas dunia kampus, mahasiswa bisa menjadi stock untuk mewujudkan perdamaian lintas agama. Dunia kampus merupakan dunia inkubasi mahasiswa, dunia untuk memupuk idealisme dengan keberagaman etnis, kultur, hingga agama. Mahasiswa yang terbiasa dengan perbedaan akan lebih mengunggulkan toleransi dalam berelasi. Sehingga mahasiswa bisa menjadi stock dalam mewujudkan perdamaian lintas agama ini.

3.      Mahasiswa sebagai kontrol sosial. Mahasiswa yang terbiasa dengan kehidupan heterogen dan mengunggulkan toleransi dalam beragama (dengan menerapkan aturan-aturan sesuai agama masing-masing) bisa menjadi kontrol sosial. Kontrol sosial bila terjadi hal-hal yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada atau terjadi percekcokan lintas agama. Dalam Sumpah Pemuda, kita itu satu, kenapa kita terpecah pelah. Bagaimana akan mewujudkan perdamaian dunia (simplenya perdamaian Indonesia) jika kita berbeda agama saja sudah berselisih.

4.      Mahasiswa perlu melakukan pendidikan. Contoh simplenya ialah adanya materi kuliah yakni pendidikan agama sesuai agama masing-masing atau mata kuliah pendidikan kewarganegaraan yang mengajarkan toleransi dalam beragama. (Coba penulis kutip dari agama penulis yakni agama Islam) Dalam Islam, dijelaskan bahwa bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Ini berarti jika seseorang tlah menentukan suatu pilihan agama, maka itu sudah menjadi urusannya dengan Tuhannya. Dan dalam Islam pula teladan dalam Islam yakni Rasulullaah pun mengajarkan toleransi atau mengajarkan hubungan masyarakat dengan selain Islam, dalam perniagaan misalnya.

5.      Mahasiswa perlu melakukan penelitian. Contohnya ialah mahasiswa meneliti paham agama satu dengan lainnya. Dalam bahasan ini, penulis lebih merekomendasikan jika seseorang akan meneliti agama lain, maka ia perlu menguatkan diri pada kepercayaannya masing-masing, agar jika dirinya mendapat paham yang baru, ia sudah memiliki filter yang kokoh, sehingga ia tidak goyah dari prinsipnya.

6.      Mahasiswa perlu melakukan pengabdian masyarakat. Bagaimana contohnya? Contoh simplenya ialah ke masyarakat di sekitarnya. Jika ada pertemuan umum yang hadiri oleh lintas agama, mahasiswa perlu menjadi penengah yang netral sehingga ia tidak memihak salah satu atau ia independen atau ia objektif dalam mengambil keputusan bersama.

Itu beberapa opini yang bisa penulis urai mengenai peran pemuda dalam perdamaian lintas agama. Masukan/ koreksi penulis respon positif agar karya serta tindakan kita bisa lebih baik. J   
Readmore >>

[Catatan Aktivis Petualang] Susahnya Pergi dari Sini ke Situ :D Memaknai Dewasa dan Pemaknaan Relasi ~,~

[Catatan Aktivis Petualang]
Susahnya Pergi dari Sini ke Situ :D Memaknai Dewasa dan Pemaknaan Relasi ~,~


Bismillaah.
Assalaamu’alaykum :D Hi All? Hehehe *Menjawab salam dan serempak menjawab “Halloooo :D”*
Nah, kali ini penulis ingin sedikit berbagi pengalaman, sesuatu yang agak menyesakkan dada. Huahuahua, lebay haha. Biarin :P

Huft, sudah sekian lama penulis belajar di kampus Undip tercinta ini. #akuCintaUndip :D Sudah tiga tahun lamanya sejak negara api menyerang. Dan… eng ing eng, penulis lebih banyak kelayapan daripada belajar dengan sungguh-sungguh. :D Dasar bocah hahaha. Masa Kecil Kurang Berbahagia (MKKB) ya Bu? Haha. Maybe, abisnya pas kecil isinya belajar mulu dan karang main keluar, maklumlah gadis Jawa, anak pingitan, hahaha.

Ya gimana engga kelayapan mulu, semester satu tu tiga organisasi, yakni HMIF, DIGIT, dan R’nB. Semester dua penulis ikut DIGIT, BEM FSM, dan R’nB. Dan tahun ketiga kemaren penulis ikut R’nB, FLS(Future Leader Summit), dan Smartpreneur. Mulai Juni kemaren penulis mencoba mengikuti kegiatan Sekolah Alam Bengawan Solo (SABS). Apa sih SABS? :D SABS itu ialah sekolah berbasis alam yang terletak di Klaten, Jawa Tengah, di pinggir sungai Bengawan Solo. Penulis penasaran dengan sekolah itu karena keunikannya dan itu seperti khayalan anak kecil jaman penulis masih kecil, *teringat film-film yang menampilkan rumah pohon*.

Oya, di SABS penulis pernah mengikuti beberapa kegiatan, diantaranya ialah: Jelajah Solo dengan start Balekambang selama kurang lebih tujuh jam, Ramadhan Ceria bareng anak FT UNS (ini awal mula penulia bertemu dedek Hammam :D ), SABS Festival (Festival SABS bersama mahasiswa-mahasiswi KKN UNS hehe), dan Night Camp (Hiking dan Susur menyeberangi Sungai Bengawan Solo), ehmmm apa lagi ya? Hehehe.

Setelah itu, penulis digalaukan dengan makna dewasa, apasih makna dewasa sebenarnya? Siapa sih diri kita? Hehehe. Ini dia resume dari kakakku mas Itut, Dewasa:
1.       Ketika bisa nangis bareng, tidak hanya tertawa bersama.
2.       Ketika kita sudah mau terbuka, ngobrol bareng, memecahkan barrier yang ada, dan menurunkan ego kita.
3.       Apa lagi ya? Haha. Mungkin itu dulu. Silakan Manteman memaknainya sendiri-sendiri. J

Oya, tingkat tiga ini rasanya tinggal jalan-jalan. Kenapa? Karena isinya pencitraan dan menjaga link hehehe. Pencitraanya tuh di dalam dan di luar Undip. Penulis juga sering menghadiri kegiatan-kegiatan bisnis di hotel-hotel gitu, hehehe. Selain itu, penulis mencoba main ke Solo atau Jogja, membandingkan keilmiahan Solo dan Jogja itu bagaimana. Hehe. Dan, right, R’nB emang solutif, hehehe. Tinggal eksekusi-eksekusi di lapangan aja yang perlu dibenahi. Hehe.

Di usia yang tergolong tua untuk ukuran mahasiswa ini, penulis jadi lebih paham bagaimana harus bersikap dan memposisikan diri. Bersikap dalam artian bagaimana kita menerapkan segala ilmu yang sudah kita pelajari dalam ranah sikap/ adab/ etika ke siapapun, back to hirarki (tingkatan). Selain itu, penulis juga paham bagaimana harus memposisikan diri. Penulis lahir dari bawah, dalam artian memang memulai sesuatu dari nol, bahkan kadang minus.  Jadi paham bagaimana memposisikan diri sebagai adik, kakak, ibu, atau-pun bapak di suatu tempat itu (addaptable).

Oya, btw, tugas utama yang perlu saya lakukan sebagai mahasiswa jadi rada terlupakan. Apa? Ya belajar bersungguh-sungguh di Informatika, hehe. Sekarang saya ingin bangkit dan fokus untuk PKL dan TA1. Semoga lancar dan cepat kelar. :D 2015 lulus dan cepet nikah. Aamiin :D

Alhamdulillaah, serasa sudah menemukan siapa sih sebenarnya saya? Who am I sudah terjawab. J  Ini ceritaku dan pemaknaan diriku serta relasiku, bagimana ceritamu? J *Silakan berpendapat/ berekspresi*

Masdhiana Sukmawarni
Informatika Undip 2011
Tembalang, Semarang, pukul 3:13 AM tanggal 14 Oktober 2014
Readmore >>

Pelajaran (Kehidupan) dari Bunda dan Ayah Dosen :)

#‎rajinBelajar‬ Baru paham pelajaran-pelajaran dari bapak dosen maupun bunda dosen.
Fuzzy logic - logika boolean
Neuro Language Processing
Social engineering
Social mining
Data mining
Knowledge Management
Self development
Communication
Internet Marketing
Artificial Intteligence
Apa lagi ya?

Readmore >>

Standard Tinggi

Lha gimana, standard Anda terlalu tinggi. Apakah setiap orang se-ideal yang Anda pikir?
Apakah setiap orang tidak memiliki cacat?
Sehingga Anda hanya menerima kelebihannya saja?
Readmore >>

Catatan buat Anak Riset


Anda menganggapnya permainan?
--> Hidup hanya bersendau gurau dan permainan belaka. Kata-Nya.
Anda menganggapnya kompetisi?
--> Berlomba-lombalah dalam kebaikan.
‪#‎eaaa‬ Pagiiii?!!
Readmore >>

RESEP KEILMIAHAN

Kenapa Anda? 
Karena standar Anda tinggi.
Kenapa Anda?
Karna Tuhan yakin Anda ma(mp)u memundaknya.
Kenapa Anda?
Karena Tuhan yakin Anda ma(mp)u jadi teladan bagi yang lainnya.
Kenapa Anda?
Karena Tuhan yakin Anda ma(mp)u berpikir dan mengambil pelajaran.
Kenapa Anda?
Karena Anda realistis.
Kenapa Anda?
Karna Tuhan memberikan peri-peri serta sabahat-sabahat yang perhatian pada Anda. Mereka pun seperti bintang.
Kenapa Anda?
Karna Anda berpikir beberapa langkah sebelum yang lain memikirkannya dan Anda mulai melangkah SEKARANG!!!
‪#‎ulilAlbab‬ ‪#‎qowiy‬
Readmore >>

Etika Kepada Leader:

- Ingatkan di ‪#‎belakang‬ (layar) jika ada sesuatu yang tidak tepat. 
- Dan katakan kami ‪#‎dengar‬ serta kami ‪#‎taat‬ jika beliau sudah mengambil keputusan.
- Perhatikan ‪#‎hierarki‬ (tingkatan). Anda itu ‪#‎anggota‬ yang bertindak ‪#‎teknis‬, leader itu "garda depan" dan "pengambil keputusan strategis".
Readmore >>

INI KELUARGAKU, GIMANA KELUARGAMU?


 Hallo hallo Sodara  Salam keselamatan untuk kita semuaaaa 
Pas jadi maba, aku dikasih surat ama kakak tingkat aku. Intinya bilang kalo kita tuh KELUARGA INFORMATIKA dan itu aku rasain banget: SUSAH SENENG BARENG.


Readmore >>

ILP2MI: TOOLS WAJIB BAGI AKTIVIS KEILMIAHAN (UNTUK MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA!)

Bekal Perjalanan untuk Sang Aktivis Petualang :D 

1.       Know yourself and respect.
a.       Know yourself: mengetahui karakter-karakter dasar kita.
(1)    Buku: Personality Plus, penulis: Florence Litteature.
(2)    Mengetahui passion kita.
(3)    Introvert-ekstrovert, sensing-feeling, intuisi-naluri, judge-…
(4)    Dengan software DISC (silakan disearching).
(5)    Berdasarkan golongan darah.
(6)    Berdasarkan tulisan tangan (grafologi).
(7)    Berdasarkan wajah.
b.      Respect: menghormati atau menyayangi. Hierarki : paham tingkatan dan Korsa: kebersamaan.
2.       Bagaimana ber-relasi dengan lawan jenis. Buku: Mars and Venus, penulis: John Gray.
3.       Konsep Dialog: memahami à dipahami, tidak menyalahkan, tidak memojokkan, menggunakan hati-akal-pendengaran . Dari: Indonesian Youth Dialogue.
4.       Problem solver: utamakan basis, sesekali ke lapangan.
5.       Multiple intelligence. Teori dari: Howard G.
6.       Gaya belajar: audio, kinestetik, dan visual.
7.       Just do it now!
8.       Dewasa: ma(mp)u menertawai diri sendiri, buku: Kiss that Frog, penulis: Bryan Tracy. Dewasa: tidak hanya ma(mp)u tertawa bersama, namun sedih juga bersama.

Kesalahan adik adalah bukti kegagalan kakak dalam mengajari yang lebih baik.” (Doktrin Kaderisasi ITB)

Yosh! Right Solution to be the Bright Nation!
Mohon dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya tools ini. J Keep writing! Keep sharing!

Readmore >>

[Kaderisasi] Dualitas Fungsi R'nB: Fungsi Organisator & Fungsi Peningkatan Kapasitas Diri!

Bismillaah…

Adakah yang sudah paham mengenai hal ini? Jikalau sudah ya alhamdulillaah, namun bagi yang belum perlu membaca tulisan ini. J
Konsep itu sudah termaktub di Buku Putih R’nB pada halaman 113 dengan judul Konsep Kaderisasi R’nB. Dengan sub judul Prinsip Kaderisasi R’nB. Penjelasan mengenai Dualitas Fungi R’nB:

1.    Fungsi organisator. Fungsi ini merujuk pada Kaderisasi sebagai Kultur Gerakan.
a.     Pada prinsip ini lebih menekankan bagaimana kaderisasi itu merupakan budaya bersama, jadi bukan budaya segelintir orang (missal HRD saja, iya HRD ialah pengelola yang lebih concern, namun kita semua wajib bertanggung jawab atas kaderisasi di R’nB).  
b.     Pada prinsip ini pula kaderisasi R’nB ialah jiwa gerakan mengkader. Jiwa ini merupakan karakter dan mentaslitas dari setiap kader dengan feeling berbagi serta feeling untuk membina. Dan jiwa dan feeling ini perlu diterapkan untuk setiap kader, jadi bukan sekedar hak, beban, atau kewajiban.

2.    Fungi peningkatan kapasitas diri. Fungsi ini merujuk pada dua prinsip selanjutnya, yakni Kaderisasi Berorientasi pada Hasil dan Kaderisasi yang Komprehensif (Menyeluruh) dan Integral (sebagai Kesatuan).
a.     Kaderisasi Berorientasi pada Hasil. Kaderisasi di R’nB berorientasi pada output. Sedangkan output R’nB ialah SDM. Jadi kaderisasi berorientasi pada pencapaian kapasitas pribadi(SDM) yang unggul, tangguh, dan professional. Dengan orientasi minimal pencapaian IKK (Indeks Kompetensi Kader).
b.    Kaderisasi yang Komprehensif (Menyeluruh) dan Integral (sebagai Kesatuan). Dalam sub poin prinsip ini, ada beberapa breakdown darinya. Breakdown Kaderisasi yang Komprehensif dan Integral:
                                             i.            Kaderisasi menyangkut beragam aspek dengan mengembangkan beragam potensi dan kompetensi kader. Hal ini berkaitan dengan IKK R’nB. IKK tersebut bisa menjadi standar minimal kompetensi yang perlu dikembangkan R’nBers sesuai dengan potensi dirinya.
                           ii.             Kaderisasi adalah turunan langsung dari visi R’nB. Visi R’nB ialah melahirkan technopreneur yang profesional dan tangguh yang mampu berperan dalam membangun daya saing bangsa.
                                          iii.            Seluruh ragam aktivitas R’nB yang dilakukan oleh berbagai tingkat dan bagian organisasi R’nB merupakan pencapaian tujuan kaderisasi R’nB. Jadi seluruh aktivitas yang terselenggara, baik di tiap tingkatan (Basic, Middle, Expert) maupun tiap bagian (per divisi) merupakan pencapaian tujuan dari kaderisasi di R’nB(yakni mencetak Technopreneur).  
                                        iv.            Sehingga segala aktualisasi kader baik di intra atau pun ekstra organisasi adalah bagian dari proses kaderisasi R’nB. Hal ini bisa dikaitkan dengan pemenuhan IKK. IKK bisa dipenuhi dengan kegiatan dari luar R’nB, semisal mengenai leadership, R’nBers tidak harus mengadakan kegiatan semisal di R’nB, mereka bisa saja mengikuti LKMM PD, LKMM D, atau LKMM M yang sudah biasa terselenggara.  
                                                            
Begitu kawan-kawan. Kayak kuliah umum ya? Hahaha :Dv

Nah, apasih maksud penulis share mengenai hal di atas? Maksudnya ialah ketika kita sudah masuk menjadi (setidaknya) anggota R’nB maka kita perlu memerhatikan konsekuensi yang kita terima di belakangnya. Apa konsekuensinya? Konsekuensinya ialah bisa seimbang menjadi organisator dan kapasitas diri pun terupgrade.

Penulis akan mencoba share penyakit teman-teman aktivis yang perlu diperhatikan dan dihindari:
1.      Mahasiswa prestatif à individualis, egois, maunya menang sendiri, dan pelit informasi/ sharing.
2.      Mahasiswa aktivis organisasi/ kegiatan à aktif sana sini, kuliah/ pengkaryaan terbengkalai.

Kedua tipe mahasiswa itu bagus, namun konsekuensi di R’nB ialah bisa menyeimbangkan antara keduanya, menjadi aktivis yang juga prestatif(kapasitas diri ter-upgrade). Secara keorganisasian dan leadership dia bisa mengelola tim serta memiliki skill meng-organize dan secara keilmuan dia aktif belajar, berkarya, dan mengaplikasikan hasil belajar dan berkarnya itu di masyarakat. Namun, lebih baik aplikasi ke masyarakat itu diterapkan dengan sistem buttom up. Bagaimana maksudnya? Maksudnya ialah seseorang mencari permasalahan real yang ada di masyarakat, disurvei, diteliti, kemudian setelah ia mempelajarinya maka solusi akan muncul dari sana dan solusi itu ialah karya yang diaplikasikan di masyarakat. Dan jangan lupa, kalau di R’nB tidak hanya sebagai aplikasi di masyarakat, namun juga dikomersilkan. J Jadi kita sebagai mahasiswa benar-benar solutif di masyarakat, bukan malah buat-buat masalah (memaksakan ide kita di masyarakat dan mencari masalah di masyarakat sesuai ide kita). Hehehe.
Jadi, kita belum bisa disebut R’nB sejati jika kedua hal itu masih timpang. Perlu keseimbangan antara bisa meng-organize dan selalu meng-upgrade kapasitas diri kita(khususnya sesuai bidang keilmuan kita).    

Readmore >>

Masa Transisi Aktivis Unyu ke Mahasiswa Tingkat Akhir

Bismillaah

Tak terasa tingkat tiga pun sedang dialami. Masa ini serasa masa transisi, dari yang semula bisa bersenang-senang dan bersemangat di kegiatan ini itu, menjadi mahasiswa yang sudah perlu memikirkan masa depan(kerja, studi lanjut, nikah, dsb).

Olala, melihat pamphlet/ info kegiatan, forum nasional, traveling, lomba, dan semacamnya itu layaknya tampang anak kecil yang melihat anak kecil lainnya makan permen. Huhuhu… Huaaa. Mupeng. Hha.

Sebenernya pun hal seperti ini terserah, kita mau lulus tepat waktu atau lulus pada waktu yang tepat, sesuai pertimbangan, keadaan, situasi, dan kondisi masing-masing. Namun, tidakkah kita berpikir mengenai orang tua kita yang tlah berlelah-lelah membanting tulang untuk kita dan menginginkan kita untuk lulus segera? Ya seperti keumuman orang tua, ingin semuanya lancar dan anaknya segera menerima gelar sarjana. Namun ya ada pilihan lain juga(lulus pada waktu yang tepat), yakni kita berwirausaha atau mencari uang dan membiayai biaya kuliah dengan uang itu. Namun, hal-hal semacam itu kan perlu dikomunikasikan ke orang tua, agar tidak terjadi misskomunikasi atau persepsi yang berbeda, sehingga kita bisa sefrekuensi juga dengan orang tua.

Dari sedikit uraian di atas berarti bisa dikategorikan:
  .       Lulus ontime. Bisa segera menyongsong fase selanjutnya. Namun, jika kita mau lulus ontime, coba diperhatikan perbekalan(skill) paska kampus, apakah sudah benar-benar terisi. Agar kita bisa survive di belantara kehidupan itu. Jika sudah ya monggo.

2.   Lulus pada waktu yang tepat. Lulus pada waktu yang tepat dan bertanggungjawab ialah menyelesaikan studi sesuai kondisi. Dengan biaya tambahan di luar delapan semester ditanggung dirinya sendiri. Kau merasakan tak? Jika lulus lama dan masih dibiayai orang tua itu rasanya malu sekali. Sudah umur sekian tapi masih minta-minta ke orang tua.

Readmore >>