Tua | Muda | Galau

Mungkin gitu kali ya, kalo masih muda masih pada galau-an. Kalo udah tua mungkin udah mengecap asam garam, jadi gak gampang galau, karena track recordnya udah melampaui yang muda, udah berpengalaman, udah tau gimana handlernya. 
Mungkin bak anak kecil yang gak akan berhenti sebelum merasakan panasnya api. Kalo udah tau, paham, dan merasakan, pasti akan mencoba menghindar.
Readmore >>

Sharing => Syukur & Sedih

Dua hal yang sering ditemui pas sharing: rasa bersyukur dan rasa kasihan. 
Bersyukur atas segala nikmat dari-Nya berupa orang tua yang senantiasa mendidik, memarahi, dan mengarahkan, kelimpahan harta sehingga tidak kesulitan, ilmu, islam, iman, dll. 
Kasihan saat orang lain tidak mengecap apa nikmat yang kita kecap. 
Keep in touch friend :')
Tak ingin persaudaraan kita terputus begitu saja, kita pernah berada dalam lingkungan yang sama, dan aku ingin kalian juga merasakan nikmat yang kurasa.
Readmore >>

Jangan Takut dalam Perjalanan & Pendakian

Jangan pernah takut untuk perjalanan/ pendakian/ tantangan, karna insyaAllaah ada bantuan-bantuan, percaya aja kalo kita bisa 
Ketika di jalan raya dan belum hafal daerah itu, ada papan penunjuk jalan dan orang lain yang bisa kita tanyai. 
Ketika pendakian, ada tetumbuhan dan bebatuan yang siap kita jadikan pegangan. 

Dan prinsip bukanlah penghalang, ia akan menjadi tantangan tersendiri. Dengan prinsip kita itu, bisakah kita menyelesaikan sesuatu sebagaimana orang lain menyelesaikannya. Hanya butuh kehati-hatian dan ilmu 

#TerimakasihUntukPerjalanan
Readmore >>

Dobrak Kekurangan

Kekurangan itu bukan bikin kita pasrah, tunduk, dan nerima gitu aja. Tapi mengajak kita untuk mendobraknya, agar kita bisa kek yang lain. Kita langkahi kekurangan itu perlahan, dengan latihan. Dan optimis pasti bisa! 
Sharing dengan orang lain juga perlu, dengan mereka yang punya keurangan sama, dan mereka mampu mendobraknya. 
#Alhamdulillaah #SalamSemangat
Readmore >>

Muncak Gunung Ungaran: Capek tapi Seruuu!

Bismillaah

Alhamdulillaah, Allaahu akbar, kesampaian juga muncak ke Gunung Ungaran :D Setelah sekian taun menginginkannya #lebay :D Sejak 2011 (kalo gak salah) udah pengen ke sana, karena temenku yang lain udah ke sana u,u 

Nah, mari simak ceritanya.

Jumat malam(23/8/2013) Satria SMS aku ngasih tau kalo mau muncak atas permintaan Depe. Namun saat itu aku baru pulang ke Wonogiri, jadi yang bisa kulakukan ialah melobby orang tua agar aku bisa Nyemarang mengikuti pendakian  itu. Sabtu sampai di rumah, bilang ke ibu kalo mau balik Ahad pagi, dan bilang ke bapak juga. Meski dengan nada kurang ridha, namun alhamdulillaah Ahad(25/8/2013) pagi aku bisa Nyemarang. Mepet banget rasanya, tanpa persiapan fisik maupun hal-hal lain. Tapi, aku hanya mengikuti instruksi saja meski sebenernya gak gitu dipikirin dengan serius. Ahad siang alhamdulillaah sampai di kost, istirhat sebentar, dan sorenya kami berkumpul di kontrakan Depe. Ya Allaah, banyak orang tlah menanti di sana. Hhe ^^V aku ke kontrakan Depe sama Mila. Dan ternyata apa yang terjadi? Olala kami masih menunggu cukup lama -_- aku pikir dah pada siap.

Jam 5an itu 8 orang dari Informatika Undip (Depe, Satria, Sidig, Mila, Galih, Haris, Ade Pondra, aku) dan satu temen Depe(Aca) berangkat dari Tembalang menuju ke Ungaran. Kami ke sana naik motor. Setelah mendengar kumandang adzan Maghrib kami memutuskan untuk sholat. Setelah itu melanjutkan perjalanan, hhe. Setelah sampai di kaki gunung Ungaran, motor kami titipkan, dengan membayar Rp 5.000,00 motor kami parkir di sana, nomor polisi kami pun dicatat. Parkiran itu merupakan pos satu. Setelah memarkirkan motor, kami naik ke atas. Di gelapnya malam itu, beberapa senter membantu mata kami untuk melihat rute pendakian. Sekitar dua jam kami menempuh jalan setapak itu, ketika capek kami berhenti sejenak.

Kami memutuskan untuk tidur di rumah warga, karena memang sedari awal tak membawa tenda, hhe. Jam 9an kami sampai di rumah warga, sang bapak membuatkan makan dan minum untuk kami dengan bayaran yang tak seberapa. Sembari menunggu mienya masak, kami sholat, sebelum sholat kami berwudhu dan dinginnnya airpun sampai menusuk tulang. Setelah itu kami tidur. Sekitar jam 10 aku terbangun karena gak kuat sama dinginnya tempat itu :’( Trus jadi mikir banyak hal, tentang gak siap untuk pendakian ini, tentang kehidupan akhirat gimana kalo gak disiapin, tentang focus, dll. Kalo aku focus harusnya nyari tau tentang suasana gunung Ungaran ini atau kan bisa pinjem sleeping bag mas Unggul, kemaren kan juga pulang. Hmm. Galau mau minta tolong atau gak. Mikirnya gini, “Kasian temen-temenku yang udah tidur pules, masak aku ganggu?”, mikir gini juga, “Kalo aku gak minta tolong, aku gak bisa tidur, kalo gak tidur, besok pendakiannya gimana, kan butuh energy ekstra. Daripada nyusahin orang banyak, mending bangunin satu dua orang aja.” Antara iya dan enggak, melangkah enggak, melangkah enggak, dan akhirnya melangkah, membangunkan salah satu kawan dan dipinjemi jaketnya yang gak dikenakan, Alhamdulillah atas udah lumayan, tinggal yang bawah, dingin banget, akhirnya memutuskan untuk tidur dengan memakai sepatu hmm..  Dicoba tidur, tapi kok gak bobok-bobok, apa efek sering begadang ya, hmm… galau lagi, bangunin temen untuk minta tolakangin atau enggak (kali aja bisa cepet tidur, karena efeknya), soalnya dia keliatan pulas. >.< kuberanikan diri membangunkannya, aku minum tolakangin dan mencoba tidur, meski rada susah. Dan ternyata aku menggigil/ sampe bersuara, aku tersadar karena Mila menanyaiku, kemudian aku tahan untuk tak bersuara. Ya Allaah. :’(

Aku terbangun lagi, dan kulihat bahwa tlah menunjukkan jam 2.30, menunjukkan kami harus melanjutkan pendakian. Dingin merasuk dan kami berusaha memunculkan energy panas dengan bergerak. Kami melanjutkan pendakian itu. Seperti sebelumnya, jalan setapak kami lewati, dengan bantuan center juga. Semakin dekat dengan puncak tracknya jadi lumayan, kami musti mengerahkan segala daya upaya, gak cuma kaki saja, namun tangan dll juga. Aku menaiki perlahan dengan bantuan tetumbuhan/ batu yang berada di sekitar track itu. Ketika lelah menggelayut dan mulai lunglai, kami saling menyemangati. Hha, jadi inget antara PHP dan motivasi. Kata Depe keduanya gak beda jauh. Contohnya tu kalimat “Bentar lagi”, itu bisa jadi motivasi karena kita akan berpikir bentar lagi nyampe dan kita semakin semangat jalan, namun kadang tu kek PHP, masih rada jauh udah dibilang dekat u,u Selain track lebih susah, ketika di atas angin pun menyambar-nyambar. Oya, sebelumnya tu jaketku jatuh, tapi alhamdulillaah ditemuin Ade :’) Dan ketika angin itu semakin menyapa kami, kuputuskan untuk memakai jaket almamater Rohis SMA N 1 Wonogiri itu. Semakin dekat, lelah terasa menyapa, namun kawan yang lain pun memotivasi. Dan kami belum sholat subuh juga >.<

Kami berjalan-berjalan dan alhamdulillaah :D sampailah kami di puncak. Dingin tetap merasuk hingga membuat tangan kami mati rasa. Sesampai di puncak, kami sholat, so sweet banget, tapi dinginnnn. Setelah itu kami mengabadikan momen itu di kamera masing-masing. Sun rise yang cantik, gunung, jaket almamater, jaket organisasi, MMT, tak lupa diri kami :D dll kami abadikan, hhe. Setelah foto-foto, kami membuat mie. Kemaren Satria minta aku untuk bawa panci, dan aku membawa panci dari rumah, hhe. Dengan kerjasama kompor, paraffin, korek api, panci, dan bahan yang lain mie pun masak. Omg, dan aku lupa/ gak terpikir untuk bawa sendok hmm. Jadilah kami makan mie dengan menggunakan tangan. Cara memasak dan menyantap yang sangat tidak higienis. Setelah membuat mie, kami membuat susu hangat yang juga tidak higienis. Karena tanganku sulit untuk menulis (karena dinginnya tempat itu), aku memutuskan untuk merenung, merenungi perjalanan hidup, seperti dulu kala di Gunung Gandul , Wonogiri, hhe. Jam 7an kami memutuskan untuk turun. Alhamdulillaah, meski rada susah, kami berhasil turun dengan selamat. Jam 10.30an kami sampai di tempat parkir.

Alhamdulillaah, seneng banget udah keturutan kemauanku untuk naik gunung Ungaran, apalagi pakai rok, yang notabene musti ekstra hati-hati biar gak nyangkut, hha. Bak pengantin atau tuan putri, aku berjalan sembari memegang ujung rok agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, hhe. *Harusnya ada yang bertugas megangin ujung rokku #eh :D *

Dalam perjalan kami juga becanda-becanda. Pendakian ini merupakan pendakian Satria yang ke-10, subhanallaah banget dah, hhe. Oya, seneng juga bisa mengibarkan jaket almamater Rohis SMA N 1 Wonogiri di puncak Gunung Ungaran. Pendakian ini kado indah sebelum 20 tahun =) #tua :D


Dan ucapan Terima Kasih teruntuk:
1.      Depe yang berusaha mengadakan pendakian masal Elefatic ini, meski yang dateng Cuma segitu. Makasih juga pinjeman jaketnya.
2.      Satria yang ngasih tau kalo ada penmas dan sebagai abang penunjuk jalan, hhe. Selamat ya udah yang ke-10.
3.      Mila yang nemenin muncak, kalo gak ada ceweknya gimana  dan semua bantuannya di perjalanan >.<
4.      Ade Pondra yang udah nemuin jaketku, alhamdulillaah.
5.      Haris yang telaten nyenterin di depanku.
6.      Sidig yang bawain jas ujanku pas turun.
7.      Galih yang udah mau nebengin Mila pas pulang.

For all, semangat yak untuk ke Lawunya :D

Oya, hal-hal yang bisa kupetik:
1.      Harus tolong-menolong.
2.      Gak egois. Kan kita mendaki bareng-bareng, jadi yang depan musti menyesuaikan juga sama yang belakang. Kalo depan terlalu cepat atau jaraknya jauh maka segera kasih kode untuk nunggu yang di belakang.
3.      Harus perhatian dan pengertian. Perhatian ma temen, kalo istirahat kan pasti butuh minum atau makan, tawarin ke temen. Senterin rute untuk temen. Bawain barang temen, tanyain masih sehat/ gak. Ulurkan tangan untuk orang lain =)  Ini keknya ngereference ke poin 1, hhe.
4.      Persiapkan segala sesuatu dengan baik, agar semua lancar jaya :D Persiapan fisik dan peralatan yang penting untuk dibawa. Jangan lebay juga c, biar gak rempong atau berat bawa pas pendakiannya, jadi inget “Kebo Kabotan Sungu”. Bawa barang seperlunya aja, biar kita gak kerepotan juga.
5.      Itulah tanda kauniyah dari Allaah. Menciptakan gunung yang tinggi, angin yang menyambar, puncak yang dingin, dll. Harusnya itu bisa mengingatkan kita pada kebesaran-Nya.
6.      Sebaiknya jangan merusak. “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.” (Qs.Al A’raf: 56).
7.      Perlunya pemimpin dalam perjalanan. Diriwayatkan dari Abu Sa’id al Khudri, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika tiga orang keluar untuk bepergian, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang dari mereka untuk menjadi pemimpin.” (Shahih Abi Dawud, no. 2608).

Dan ini ada beberapa kutipan ayat tentang gunung yang mungkin bikin kita berpikir atas kebesaran-Nya:
1.      "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)
2.      "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan?, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (Al Qur'an, 78:6-7)
3.      "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka..." (Al Qur'an, 21:31)





Readmore >>

Link Blog Teman

Bismillaah

Assalaamu’alaykum pemirsa :D Kali ini Asysya pengen nge-list link blog temen, mulai dari temen SMA, temen di IF Undip, temen Pengmas, dll. Hhe

Blog/ web Temen-temen Mutiara Azhar:

Blog/ web Temen-temen Ilmu Komputer/ Informatika Undip:
Afifatul Mukaroh http://vhiefa.blogspot.com/
Dwi Prabowo Apriansyah http://dpapriansyah.blogspot.com
Lindri Setyaningrum http://lindri.if08.or.id/

Blog/ web Temen-temen ILP2MI (Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia):
Mawinda Edelweiss  mawinda165.blogspot.com
Xavi Maulana kafimaulana95.blogspot.com
Dwi Nur Rahmat  menara11inspirasi.wordpress.com
Barry Rahman  santaikhatulistiwa.blogspot.com

Blog/ web Temen-temen Junior Web Programming II:
M Ilham Esman lifestoryilham.blogspot.com

Ayo tukeran link =) Link blogmu apa? hhe

Readmore >>

Apa Kata Mereka tentang Koordinator yang Baik?

Bismillaah 


Hyaa, lama banget keknya gak nulis, hhe. Alhamulillaah Allaah masih memberi kenimatan membiarkan jemari ini ‘nge-dance’ di atas keyboard, hhe. Kali ini Asysya pengen bahas tentang gimana sih cara menjadi koordinator (kegiatan/ kepanitiaan) yang baik. Tulisan ini merupakan tulisan dari berbagai sumber. Soalnya dulu penulis nanya-nanya gitu ke kakak tingkat gimana seharusnya seorang koordinator itu. Hhe. Udah ya langsung aja simak pendapat mereka =)

Koordinator yang baik:

1.      Seharusnya dapat mengkoordinasi anggotanya dengan baik, bertanggungjawab atas seluruh pekerjaan anggotanya karna dia yang mengatur pembagian kerja, namun bukan berarti tugas pemimpin hanya membagi kerja an mengatur, karna dia harus bertanggungjawab atas seluruh pekerjaan sehingga dia harus tahu apa dan bagaimana pekerjaan itu dilakukan, bukan hanya terima beres ataupun mengerjakan seluruh pekerjaan sendiri, menjadi seorang pemimpin idealnya memiliki sikap tegas, jujur namun dapat dipercayai, dekat dengan seluruh anggotanya dan mampu bersikap sesuai situasinya. (Iasa K, 4/8/2012 5:03 AM)

2.      Ya mengontrol anak buahnya buat bekerja. Ga ada yang sempurna di dunia ini dek... (Nikmah, 4/8/2012 7:57 AM)

3.      ... ya pertama kamu tanya ketua jobdescnya apa. Kalo bisa sekalian minta no anggotanya. Trus SMS anggota sie kamu. Selamat sudah bergabung di sie... kegiatan... terus tanyain kira-kira pada bisa rapat kapan. Pas rapat kamu bagi jobdesc terus kamu pantau perjalanannya. Kalo emang ada yang kesulitan langsung kamu bantu. Kalo ada keputusan jangan lupa dishare dulu ke ketua panitia. (Mantan kadept Sosial HMIF, 4/8/2013 4:12 PM)

4.      Kalo koordinator ya jadi perantara rapat fungsio ama rapat seksi. Yang penting amanah lah, jangan kerja sendiri :D (Blue_shift, 5/8/2012 7:45 PM)

5.      Intinya sih dalam apapun pemimpin itu harus bisa men-deliver sesuatu yang menjadi tujuan bersama. Percuma kalo punya tujuan yang bagus, tapi tidak bisa dideliver dengan bagus. (Kipur, 5/8/2012 8:44 PM)

6.      Yang penting dalam bekerja secara tim.(Singgih W, 5/8/2012 9:23 PM)

7.      Jadi diri sendiri aja.. Inti dari koordinator sih tanggap dan tanggungjawabnya (10:31 PM). ... Cukup tanggap aja sih gak perlu nunggu jika ada yang belum paham tapi tanya-tanya dan aktif aja. (Zulfikri Rifki H, /8/2012 10:35 PM)

8.      Yang bisa menghargai pendapat bawahan, gak otoriter, adil(gak pilih kasih), mampu mengkoordinir semua bawahan, ngasih amanah ke bawahan gak dadakan, ehm kayak Rosulullah pokoknya (Dewi O, 6/8/2012 6:09 AM)

9.      ... Kalo aku tergantung anggota juga. Pas dapet anggota-anggota yang support ya berhasil. Yang penting komunikasi dan koordinasi ya mungkin pembagian tugas harus jelas, tiap anggota ngerti dia tanggungjawabnya apa. Kadang ada sih yang malu kalo suruh jualan, ya kalo ada yang gitu dikasih job yang lain aja. Trus yang penting lagi kreativitas, kitra-kira usaha apa yang untungnya banyak. (Riana D, 10/8/2012, 5:20 PM)

Itulah tadi pendapat kakak-kakak. =) Inti beberapa hal di atas ialah:

1.      Tanggap/ peka. Tanggap di sini dalam artian dia segera merespon ketika ada sesuatu. Tanggap secara real(langsung) maupun virtual(SMS, chat, email, dll). Karena kadang emosi orang berbeda-beda, mungkin saat itu(ketika dihubungi) semangatnya untuk menyelesaikan masalah sedang tinggi, jadi kalo gak di-fast respons khawatirnya orang bersangkutan moodnya udah turun, hhe. Tanggap juga semacam peka. Ketika ada anggota kesulitan maka ia cepat membantu. Dan memberi alasan/ penjelasan yang jelas ketika dia sedang tidak bisa membantu atau merespon apa yang dibutuhkan anggota.

2.      Tanggungjawab/ amanah. Nah, seorang koordinator juga harus tanggungjawab/ amanah, karna dia telah dipercaya orang lain untuk menjalankan tugas itu. Kepercayaan itu terasa mahal harganya ketika kita sudah tak dipercayai orang lain. Kepercayaan sulit didapat namun mudah hilang, jadi jaga kepercayaan itu dengan baik. Ketika kita pernah berbuat salah, maka segera perbaiki kesalahan itu, sehingga nama baik kita yang tercemar segera pulih dan tidak mengecewakan orang yang tlah memberi amanah. Ini ada puisi tentang kepercayaan dan puisi tentang amanah.  

“Kepercayaan dan ketekunan menghasilkan proses peningkatan pengetahuan, tanggungjawab, inisiatif, dan kreativitas. ” (Daniel Tumiwa –Country Manager Multipli Indonesia).
3.      Jaga komunikasi dan koordinasi. Tak kalah penting masalah komunikasi dan koordinasi. Ini krusial malah. Kalo udah misskom kadang belibet, hhe. Pernah sih ngadain project trus misskom, namun dengan berkumpul dan dengan kepala dingin alhamdulillaah crash itu berakhir dengan happy ending, hhe. Ceirtanya ada disini . #MalahCurcol :D Intinya komunikasi kita musti clear. Semua hal yang akan dibahas sebaiknya ditulis di kertas, biar rapat-rapat terkondisikan dan gak bingung mau bahas apa. Anjurkan sekretaris atau orang yang dipercaya untuk nulis menulis semua hasil rapat dengan detail dan ada pembacaan hasil rapat juga di akhir rapat bahkan diupload di grup FB agar anggota yang berhalangan hadir bisa membaca hasilnya serta mengirim ke ketua panitia, jadi ketua panitia langsung mendapat update info dari per seksi. Koordinasi juga musti bagus, semua anggota dalam tim menjalankan fungsinya yang sesuai namun dia juga punya kepekaan untuk membantu/ menyelesaikan tugas anggota lain bahkan seksi lain. =) Puisi tentang komunikasi bisa dibaca di sini. oya jaga komunikasi dan koordinasi ini vertikal dan horizontal, maksudnya kalo vertikal itu ke ketua panitia dan ke anggota seksi, sedangkan kalo horisontal itu ke seksi yang lain dalam kepanitiaan itu.

4.      Jangan otoriter. Mentang-mentang pemimpin, kita gak boleh juga otoriter/ semau gue. Hargai pendapat/masukan dari orang lain. Penulis pernah baca intinya sebaiknya kita deal dengan penyelesaian permasalahan bukan dengan diam saja.  


“Peace is not the absence of conflict but how you deal with it.” (Charles Kettering) 

5.      Jangan dadakan. Nah, jangan asal main perintah secara mendadak. Kita kan gak tau kesibukan  orang lain, jadi berusahalah untuk tidak merusak acara orang lain dan mengkondisikan/ mengatur perintah-perintah itu biar gak mendadak. Ketika bisa ditransfer dan dikerjakan segera yang segera transfer biar bisa dikerjain cepet. Hhe.

6.  Kerjakan secara tim. Nah, ini nih, kita kan di sini belajar bareng-bareng, jadi beri kesempatan orang lain untuk belajar juga. Hargai apa yang udah dikerjain orang lain meski mungkin kecil atau sedikit, check this one. Seseorang kan pasti senang kalo ada yang menghargainya. Penulis pernah gemas, dan keluarlah tulisan ini:
===
Ketika kau dalam TIM, bertindaklah secara tim!
Bukan sekedar sesuatu itu selesai, namun cobalah belajar bersama, beriringan, jadi yang pintar tak hanya kau, namun juga yang lain. 
Buat apa dibuat kelompok jika hasilnya sama saja, dikerjakan satu orang, SUPERMAN. 
Padahal yang diharapkan itu SUPERTEAM, bukan superman.

Keberhasilanmu sebagai seorang pemimpin tidak hanya pada dilihat dari produk saja, namun juga pada proses pembelajaran yang didapat anggota tim, transfer ilmu, dan ukhuwwah. 
Karna sejatinya untuk belajar. Belajar mengubah -1 menjadi 0, 0 menjadi 1, 1 menjadi 10, dst.
Dan tidak hanya sampai di situ, namun generasi selanjutnya harus lebih baik dari sekarang

bagi tugas.
pecahkan tugas besar itu menjadi beberapa bagian kecil. Bagi ke yang lain. 
Ketika memang butuh kecepatan dan tidak bisa bertemu langsung, manfaatkan dunia maya untuk menyelesaikannya. 
Gak ada alasan tidak untuk sesuatu kalo kita benar" menginginkannya. 
Alasan itu mungkin hanya kita buat" saja.

Tambahan (lagi):
Ketika seorang anggota tim diam atau tidak aktif, ya itu kesalahannya. 
Namun, mungkin kau (pemimpin) juga turut andil dalam pembodohan/mendzalimi anggota tim, karena (proses pembelajaran)apa yang harusnya dia dapat, tidak ia dapatkan. 
Kau tak mengajarkan kedisiplinan dan rasa bertanggungjawab pada anggotamu.
===

7.      Transfer ilmu/info. Seperti sebelum-sebelumnya, transfer segera apa yang kita dapat ke anggota lain yang bersangkutan sebagai back up. Kita gak tahu apa yang akan terjadi dengan kita(sakit, berhalangan hadir, dll), mangkanya lebih baik dipersiapkan hal terburuk dengan mentransfer apa yang kita tahu ke orang bersangkutan atau mungkin kita punya orang yang kita percayai di tim itu yang kita jadikan wakil. Transfer ilmu perlu dilakuan karena agar generasi sekarang tidak melakukan kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya atau dibuatlah LPJ guna dipelajar itu. Atau paling gak biar generasi penerus tau gimana-gimananya dan ada perkembangan ilmu/pengetahuan dari generasi sebelumnya.   

Nah, keknya sekian dulu ya, kalo ada yang mau menanggapi atau menambahkan silakan =)
Readmore >>

FLS(Future Leader Summit) 2013: Integrasi Pemuda untuk Bangsa


Liputan dari Masdhiana Sukmawarni, Mahasiswi Ilmu Komputer/ Informatika Undip.

Bismillaah

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” .Sebuah kalimat inspiratif dari Bung Karno yang sering didengung-dengungkan dalam acara kepemudaan.FLS(Future Leader Summit) 2013 merupakan sebuah platform bagi pemuda penerus bangsa untuk mengupgrade diri dan beraksi secara terintegrasi sesuai bidang yang diminati. Acara yang dikomandani oleh Muhammad Ibnu Sina ini mengangkat temaIntegrating Youth Action for Nation.Bentuk kegiatan FLS ialah konferensi parallel pemuda skala nasional yang terdiri dari Grand Summit, Room Summit, Youth Fair, Networking Night, dan City Tour.Dengan tiga belas pembicara untuk enam isu dalam waktu dua hari acara ini bisa meng-upgrade pengetahuan peserta.Acara dengan peserta sekitar 300 orang ini diselenggarakan pada tanggal 18-19 Mei 2013 di sekitar Semarang dan tempat utama yakni Grand Candi Hotel.

Event besar ini digawangi oleh sekitar 30 panitia.Event ini diinisiasi oleh mahasiswa FIB 2011 yakni pada FLS 2011(angkatan pertama), selanjutnya tahun FLS 2012(angkatan kedua), dan tahun ketiga ini kepanitiaan diambil dari beberapa universitas di Semarang dan beberapa campus ambassador.Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa se-Indonesia yang diseleksi terlebih dahulu. Seleksinya ialah dengan seleksi CV dan essay personal. Enam isu yang diangkat ialah Health care, Education, Human Rights, Business Development, Environment, dan Art & Culture.Pembicara yang dihadirkan ialah Ainun Khomsun Founder Akademi Berbagi, Gracia Paramitha – Putri Lingkungan Hidup 2012, Gigin Mardiansyah – Penggagas Boneka Horta, Septi Peni Wulandari – Founder Jaritmatika Indonesia, Rudi Cahyono – Penggagas Indonesia Bercerita, Ilik Sas – Founder Jaringan Rumah Usaha dan Faorum Wedangan, Lumberus Darian Founder Komunitas Bisnis Anak Muda, Gator Hendraputra – Penggiat Jazz Ngisoringin, Dennis Adishwara – Penggagas Web Series, Usman Hamid – Aktivis HAM, Ryan Fajar Febrianto–Founder Youth Right Festival, Gung Wik – Volunteer Doctor bagi Pencerah Nusantara, dan M. Nurhadi Rahman –founder dari @selamatkanibu Co-founder @hypnocampus.

Pada hari pertama, peserta berkumpul di Sam Poo Kong dan selanjutnya berkeliling Semarang sesuai room masing-masing dengan menggunakan bus.Kunjungan pertama ialah ke Kota Lama, dilanjutkan ke destinasi yang berbeda tiap room, contohnya Business Development ke JRU(Jaringan RumahUSAHA). Pada malam harinya dalam Networking Night ada pertunjukkan seni yang sangat memesona, dan keesokan harinya dilanjutkan dengan room summit serta grand summit.

Kebersamaan dalam Bilik Bidang & Pengintegrasian
Setelah memasuki bus tiap room, peserta dibawa ke dua destinasi, yakni destinasi umum(Kota Lama), peserta berjalan menyusuri potret-potret sejarah Semarang dilanjutkan destinasi khusus(sesuai room masing-masing). Sebagai contoh ialah Room Business Development, room ini ke JRU(Jaringan RumahUSAHA). JRU merupakan jaringan-jaringan usaha dalam rumah, bisnis dalam jaringan ini tidak hanya satu orang dengan satu bisnis atau satu bisnis untuk satu orang, namun satu orang bisa memiliki banyak bisnis atau satu bisnis bisa dimiliki banyak orang. Kebersamaan dan kekeluargaan Nampak lekat dalam jaringan ini, sehingga jika ada yang terjatuh, yang lain siap untuk mengajaknya bangkit kembali. Room Business Development mengunjungi tempat penjualan blangko undangan, clothing, Micro Finance, tempat produksi kertas bangko undangan, dan rumah belajar JRU. Setelah itu peserta room Business Development dibawa ke Kota Lama. Peserta menyusuri jejalanan saksi mati sejarah Semarang itu.Namun, karena hujan, peserta segera ke wisma.
Peserta menginap di BPDikjur Jateng. Sekitar jam 7.00 malam peserta menuju ke Grand Candi Hotel untuk menikmati Networking Night. Dalam Networking Night ini peserta bisa bebas menjaring link. Selain itu berapa performance ditampilkan, yakni dari PSM Undip, Aljabar akustik, UNFPA, dan ADWINDO(Asosiasi Duta Wisata Indonesia). Sebelum itu, ada sambutan dari ketua panitia dan pemerintah provinsi Jawa Tengah.Beberapa sajian performance mewah membuat event ini semakin berwarna.
Keesokan harinya, peserta mengikuti room summit sesuai room-nya dan grand summit. Pada Room summit Business Development Kak Lumberus Darian(kelahiran tahun 1994) menceritakan perjalanan hidupnya menjadi pengusaha muda yang ternyata beliau lakukan karena terdesak oleh situasi dan kondisi. Cerita fakta beliau lukiskan secara imaginatif.Setelah itu pak Ilik Sas menjelaskan mengenai Sociopreneur.Pada siang harinya, bu Ainun menjadi pembicara dalam grand summit.Beliau sharing pengalaman beliau dalam mendirikan Akademi Berbagi.
Komunitas-komunitas juga diundang dalam event ini untuk mendirikan stand di Youth Fair dan memperkenalkan komunitas tersebut.

Ini dari event ini ialah pengintegrasian aksi pemuda untuk bangsa, dengan enam room, diharapkan ke-enam room itu bisa salign bekerjasama dan berkolaborasi melakukan aksi untuk bangsa yang lebih baik.
Acara ditutup dengan perkenalan panitia, perkenalan founder FLS, dan pemutaran video.




Readmore >>