Satu Keluarga Sponge Bob Square Pants

Ternyata memang dibutuhkan satu keluarga Sponge Bob Square Pants

Butuh Mr.Crab yang kuat
Butuh Squidward yang sempurna
Butuh Patrik yang damai
Butuh Sponge Bob yang ceria/populer

Karena satu dengan yang lainnya butuh penyeimbang, butuh penetral, butuh pencair, butuh penguat, butuh pendamai, butuh pelengkap

Diri memang cenderung pada yang setipe
Tapi di samping itu ada ketertarikan antara kutub selatan dan utara
 Ini soal kepribadian/personality
Contoh ni ya:

Dalam 1 divisi, usahakan ada
.seseorang yg kuat(koleris, co: mas Medi)
.seseorang yang penceria/populer(sanguin. co: Hammam)
.seseorang yang pemikir/pemuji kesempurnaan(melankolis)
.seseorang yang cinta damai. (plegmatis)
Biar seimbang.

Kalo dikumpulin seseorang yang memuji kesempurnaan doang, gak ada yang netralin. gak ada yang bikin ceria, gak ada seorang pendamai, gak ada yang tegas. Semacem itu.

ada masalah. trus aku ngambil kesimpulan dari sudut pandang karakter. meski gak bisa di jugde dari sisi itu aja.
Readmore >>

Teladan dari Setan

Sifat yang musti diteladani dari setan ialah sabar dan ulet. Dia menggoda manusia tidak cukup hanya seseorang, tapi digoda sampe anak dari orang itu, cucu dari orang itu, bahkan cicit dari orang itu.
Kalo mereka saja getol dan istiqomah, harusnya kita juga seperti itu.
Readmore >>

GALAU KEGIATAN

Kuliah bilang => "Mempelajariku musti fokus"
Organisasi A bilang => "Kami butuh orang" fokus"
Organisasi B bilang => "Kasihani kami, kami butuh orang yang setia, berkomitmen, dan fokus"
Kegiatan rutin bilang => "Mempelajari kami musti fokus, diulang-ulang, dan dipahami dikit""

Plakkk, semua bilang butuh fokus, nah sekarang yang akan dipinang (baca: diseriusi) yang mana (???)


Readmore >>

Experience is The Best Teacher

Memang, pengalaman ialah guru yang terbaik. 
Dari sana kita bisa nyocokin antara teori dan fakta. Kita bisa tau akan adanya 'masalah'. Kisa bisa belajar, kita bisa bikin kesimpulan dari data-data yang ada. 
Pengalaman akan memperkaya, pengetahuan sebagai tumpuannya. 
Karna fakta di luar sana, tak seperti teori di otak kita!
Move on, move on!
Readmore >>

Salah, Fuzzy kebenaran, Benar

Tak selamanya kita benar atau salah. Kadang benar, kadang salah, kadang fuzzy.

Jangan bersedih hati terlalu dalam dengan kebelumbenaran itu, tapi tetap bersyukurlah.
Karna dari kesalahan, kita belajar lebih banyak hal. Kita akan cari tau(searching) dan introspeksi lebih banyak kenapa bisa salah.

Dan yang lebih utama, kita ingin memperbaiki itu untuk selanjutnya.
Kita akan lebih peka dan ingat, karna kita jatuh di lubang itu. 

Terima kasih untuk kepercayaan itu dan maaf jika belum sesuai harapan, terima kasih atas semua pelajaran ini.
Akan kuingat dan jadi marker untuk langkah selanjutnya.
Readmore >>