Memanfaatkan kepemilikan untuk Bisnis

Punya HP => bisa buat jualan pulsa
Punya printer => bisa buat buka printing
Punya mobil => bisa buat rental mobil
Punya duit sekitar 30k => bisa buat modal danus
Punya alat komunikasi(HP, dkk) atau koneksi => bisa jadi reseller

Gak ada alasan untuk gak nyoba berusaha nyari duit sendiri. Tinggal mau ato gak dan mau ngambil celah ato nggak.
Mungkin prinsip kapilaritas juga berlaku di bisnis => melesapkan diri ke celah-celah kecil peluang.

Cobalah perlahan. Mungkin bisa kecil-kecilan dulu. Kalo udah settle, baru nyoba diperbanyak.

Buat yang introvert, coba belajar memberanikan diri untuk berinteraksi ma orang lain. Jangan malu, jangan takut gagal, hadapilah ketakutan & apa yang membuatmu berat, agar kau terbiasa.

* Alhamdulillah *



Readmore >>

‪#‎supercamp2013‬


- "Jam 2-3 adalah waktu yang rawan. Pencuri, perampok, dkk beraksi pada jam itu. Bersiapsiagalah", kata instrukturnya.

- Kalo serangan mendadak di malam hari jam 3an(dengan letusan kembang api) aja kek gitu rasanya, nah gimana yang di Palestina ya(?), yang sewaktu-waktu diserang Israel.
--> Ketika ada letusan, jangan hanya terfokus pada penyelamatan diri, namun juga penyelamatan barang/yang lain yang di sekitarnya. Mereka membuat letusan agar kita khawatir & panik serta kurang kontrol dan kurang sikap awas. Mungkin saja mereka mengincar barang/ hal yang di sekitar kita(tenda yang tegak bisa diruntuhkan atau penyerang itu mencuri barang" kita).

‪#‎supercamp2013‬
Readmore >>

Ketika hidup harus memilih

Ketika hidup harus memilih
Pilihan yang melahirkan konsekuensi
Cepat atau lambat, sekarang atau nanti
Kita kan mendapat balasan dari setiap yang kita perbuat

Ketika pilihan tlah diputuskan
Semuanya harus dipersiapkan dengan baik
Kalau tidak, buah dari semua itu pasti ada
Entah apapun itu bentuknya

Jangan terlalu mudah memutuskan
Pertimbangan perlahan
Karna mungkin itu bukan untuk hal yang sesaat, namun berlaku satu periode
Bahkan berdampak untuk seluruh waktu kehidupan

Bukan mengeluh
Bukan menangis
Bukan terlalu banyak ba bi bu
Namun cepat bergerak dan laksanakan
Hingga perlahan tugas pun berkurang

Karna tugas itu bak keniscayaan
Menemi setiap langkah dan hari kita

Belajarlah jadi dewasa
Seseorang yang mengambil permainan dan membereskannya lagi
Meletakkan pada tempatnya

Hidupmu ialah hari ini
Lakukan yang terbaik saat ini

Ingatlah peluh hangat yang perlahan membasahi wajahnya yang semburatkan lelah dan menua
Lelah letih tuk ananda tercinta

Ingatlah tugas utama
Selesaikanlah

Tak hanya berdampak saat ini
Karna kebiasaan bisa menjadi karakter
Karakter yang menapak kuat di sanubari

Apa yang bisa diajarkan pada generasi selanjutnya?
Pantaskah jika menjadi seorang kakak, seorang ibu, seorang ayah?
Menjadi seseorang yang bisa dicontoh

Ketika kita mencoba mengarahkan...
Lihat... Apakah tingkah kita sudah sesuai dengan apa yang kita ajarkan?

Integritas: melakukan apa yang kau yakini
Sudahkah kita punya integritas?

Ataukah??
Kita hanya bisa bermanis berbicara, berkata, menulis
namun semua bak omong kosong belaka
Tak berbunyi selain lisan atau tulisan
Namun miskin implementasi

Sadarlah....
Yakinkah hidupmu kan lama?
Yakinkah kau bisa jadi sosok yang baik?


(Dibacain pas rapat UTC :D )

Readmore >>

Mungkin Allaah menampar kita dengan ujian

Mungkin Allaah menampar kita dengan ujian
Mengoyak hati kita dalam terpuruk
Agar ada semangat yang terlecut
Memperbaiki segala terseraknya hal-hal yang belum rapi

Semua bisa tercermin dari interface kita
Dari mata
Semua kan tergambar seperti apa kita

Terlaksana total dan dengan baik atau setengah-setengah dan mengulang



June 21 at 4:46pm near Semarang
Readmore >>

Kesungguhan itu akan Ter-eja dalam Gerak

Kesungguhan itu akan ter-eja dalam gerak
Tertuang dalam kanvas derap langkah
Termaktub dalam sanubari
Lahirkan efek-efek yang terlihat

Hujan bukanlah penghalang, ketika kita tlah bulat
Tuk raih puing-puing ilmu yang masih ada
Sebelum dicabutnya ilmu
Yakni dengan diwafatkannya para ulama

Bulatkan tekadmu
Jadikan hujan sebagai teman ^^V ‪#‎eh‬
Bulatkan tekadmu, tuk cari kepingan-kepingan ilmu
Agar kita bisa menjadi pewaris nabi 
Karna Nabi tak wariskan dinar dan dirham, melainkan... ilmu...
Readmore >>

Mahasiswa Relawan

Mahasiswa relawan itu bukan yang suka ngangkut ini itu. Kalo kek gitu bukan mahasiswa pun bisa. Nah, mahasiswa relawan yang seharusnya ialah mahasiswa yang bisa menyalurkan/mengaplikasikan ilmu yang dipelajari sebagai solusi permasalahan masyarakat serta ia menjadi mediator dan fasilitator untuk masyarakat.
Readmore >>

#‎Review‬ Singkat Materi Kemaren


#‎Review‬ Singkat Materi Kemaren

^ Bekal Perjalanan Menuju Akhirat ^

<> Ilmu, 3 bagian:
1. Ilmu tentang mengenal keesaan Allaah, mengenal sifat-sifat, dan naman-nama-Nya
2. Ilmu tentang tuntunan agama-Nya (perintah dan larangan)
3. Ilmu tentang hari pembalasan

<> Visi Dakwah Rasulullaah
1. Mengenal Allah, keagungan-Nya, nama, dan sifat-sifat-Nya
2. Mengingatkan pada akhirat
>>> Agar mudah ingat akhirat <<<
a. Menyadari bahwa kehidupan dunia ini gak ada nilainya.
Dunia lebih hina daripada bangkai anak kambing cacat.
b. Ingat mati
Setiap umat ada ajalnya, dak bisa dimajukan, gak bisa diakhirkan.
c. Banyak bersiap untuk akhirat
manusia cerdas => orang yang paling banyak prep untuk kehidupan setelah mati.
3. Menerangkan jalan yang mengantarkan ke Surga, yakni ilmu dan amal.

*Uraian singakt sekali, lebih manteb kalo dateng, hhe*
Readmore >>

Do what you love.

Do what yu love.
Cita rasa yang nikmat, memadukan menulis dan tentang entrepreneurship.
Semoga bisa jadi awal yang cerah untuk masa depan yang gilang gemilang.
Antara semangat berbagi, semangat mengikat ilmu, dan semangat berwirausaha.
Semoga menghasilkan tulisan yang punya "ruh", tulisan yang hidup, bisa memengaruhi orang lain (mengajak ke kebaikan).
Pun menghasilkan tulisan yang renyah, yang siap disantap kawula muda.
Allaahu akbar, mungkin jawaban atas tulisan dalam Diary beberapa tahun silam.



Readmore >>

Mungkin Hati Tlah Beku

Mungkin hati tlah beku..
Enggan membahas itu
Mungkin api tlah padam
Perlahan nan pasti enggan mempermasalahkan

Lelah membahas
Menginginkan pudar dan hilang dari seantero pikir kalian
Menghilang ditelan sang kehidupan yang sempat menyala dalam hati
Namun... Hati tlah beku

Lelah bercakap tentang itu
Mungkin hati tlah beku
Tuk ungkap hal itu
Jemput ketenangan di abstrak hidup ini


Readmore >>

Kacau

Kacau (bukan Capuccino Cincau)

Kacau itu karena kurang pertimbangan dan belum bisa mengukur.
Multitasking itu tak selamanya bagus. Karena dalam suatu waktu kadang kita butuh fokus yang ekstra.
Bukan dengan bertanya dan menyalahkan, karna sebenarnya hampir semua karena kita sendiri, coba tengok diri sendiri.
Ketika kita bisa mengukur diri sendiri dan mengetahui kemampuan kita, semua terukur dan terarah hasilnya pasti memuaskan dan rapi.
Ketika kita bisa mengatur seberapa porsi kita dan seberapa porsi yang harusnya dijalankan orang lain, semua pasti teratur dan tak berantakan.
Membangun sistem itu tidak mudah. Mentransfer apa pemikiran kita ke orang lain pun bukan seperti membalikkan tangan.
===
Cukuplah Allaah yang menyemangati. Setiap peristiwa <= teguran atas segala kelalaian kita.
Readmore >>

#‎Review‬ Kajian Pra-Ramadhan @Maskam

#‎Review‬ Kajian Pra-Ramadhan @Maskam

Semoga kita bukan hanya orang yang menahan lapar dan dahaga saja, namun semoga kita mendapat ampunan Allaah (karena sangat merugi orang yang tlah lepas dari Romadhon namun tak mendapat ampunan Allaah) dan semoga kita mendapat keberkahan serta kebaikan.

Sebagian orang tidak mendapat apa-apa, bahkan mendapat dosa. Ketika Romadhon kebaikan dilipatgandakan, begitu pula berbuat keburukan dosanya pun akan dilipatgandakan.

Sebagian orang menganggap ketika lepas Romadhon maka ia akan suci, padahal yang diampuni hanya dosa-dosa kecil saja.

Ketika Romadhonnya diterima, maka tandanya ialah ia semangat melakukan ibadah lain. (hanya tanda saja, bukan kepastian)

Romadhon => momen indah untuk taubat. Orang yang menunda taubat dosanya ialah dosa sebelumnya dan dosa menunda taubat.
 
Readmore >>

Rasa Kepemilikan

Rasa kepemilikan.
Kalo kamu punya rasa kepemilikan, kau akan tetap peduli dan loyal pada organisasi itu.
Meski usiamu beranjak dan bertambah, kau akan berusaha ada ketika ia memanggil.
Kau akan berusaha menjaga hubungan yang ada dan melestarikannya bahkan mengubahnya menjadi lebih baik.
Kau tetap memantau prosesnya.
Berbagi dan transfer ilmu.
Karena generasi yang baik ialah generasi yang bisa melahirkan generasi yang lebih baik dari generasinya.
Tak kan kau tinggalkan ia. Berusaha membimbing.
Mungkin ini baru langkah awal, namun yakinlah, ketika langkah beranjak sedikit demi sedikit, suatu saat nanti kita kan kuat.
Karna kita bersama dan saling menopang satu sama lainnya.
‪#‎SekumpulanAnakDenganMisiSama‬ ‪#‎silaturahmi‬
Readmore >>

Manajemen Pengetahuan => Web

Untuk manajemen pengetahuan + pengalaman, perlu rumah sendiri (web pribadi) juga sepertinya. Kalo nebeng punya orang (pake blog, dengan embel" blogspot.com ato wordpress.com) trus orang itu nutup domain itu ato mengalihfungsikannya jadinya rumah kita hangus deh. Karya" kita pada lenyap dilahap api(kalo gak ada back up). u,u
Jadi? <= Bikin web pribadi
Jadinya web sebagai manajemen pengetahuan, hhe.
Readmore >>

Belajar Settle-nya Organisasi

Kalo mau mempelajari kesuksesan/ settlenya sebuah organisasi atau perkumpulan lebih tepat belajar pada founder dan pengembangnya daripada pada generasi saat ini(yang mungkin sedikit banyak tlah diwarisi kejayaannya oleh generasi yang tlah berlalu). Dari founder kan kau temukan perjuangan, jatuh bangun, dan fase-fase sulit lainnya. Dari generasi pengembang kan kau temukan improvisasi dan penyesuaian untuk saat ini. *cmiiw*
Readmore >>

lebih Suka Membahas Masalah Terkini daripada Mengkaji Ilmu Syar'i

"Memang lebih banyak orang yang tidak menyukai dengan cara seperti itu, mereka hanya mau yang sesuai denagn dirinya.
mau mendengarkan tapi gak mau mengkaji.
Lebih suka membahas masalah terkiri daripada mengkaji ilmu-ilmu syar'i.

Tetep semangat aja, hidayah akan diberikan pada waktu dan orang yang tepat"

‪#‎SMSKawan‬

<==

Iya, seperti itu adanya. Kadang kita terlalu sibuk pada kekinian, hingga kita tak mencoba mencari apa yang 'seharusnya' dibahas pertama kali, apa yang harus dipelajari, dll. Sibuk membahas perkara lain, sibuk berdebat, dll, padahal ilmu agama lebih banyak yang harus kita pelajari. Kalo kita hanya disibukkan dengan perkara itu, kapan waktu kita untuk mempelajari ilmu yang 'wajib' kita ilmui.

Kemana kita kan kembali? Hanya dua: Surga atau Neraka.
Seberapa jauh persiapan kita?
Kalo kita perjalanan saja kita mempersiapkan agar semua rapi dan sampai tujuan dengan baik, nah apakah yang tlah kita lakukan untuk tempat yang lebih kekal kelak.

Zaman yang lebih jauh dari zaman nabi => zaman yang lebih buruk. Jangan sampai kita termasuk umat yang bertemu dengan Kiamat.

Kawanku, coba pelajarilah ilmu agama, sedikit demi sedikit, rasakan kenikmatannya.
Readmore >>

Penjagaan

#‎Penjagaan‬

Gak ada yang bakal tau gimana seseorang itu bertahan di jalan yang seharusnya. Gak ada yang tau juga, mungkin orang yang dulu seperti itu, namun sekarang hidayah Allaah menyinari qolbunya.
Atau mungkin bergelombang, seiring berubah-ubahnya hati seseorang, karna sang hati yang mudah dibolak-balik.

Penjagaan yang baik dengan senantiasa mempelajari ilmunya, berkumpul dengan orang-orang yang menguatkan kecintaan pada-Nya, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari menjadi upaya tuk langgengkan hidayah itu.

Irilah pada mereka yang karunia ilmu (Al Qur’an dan As Sunnah), kemudian ia menunaikan dan mengajarkannya.
Jangan kau lepaskan hidayah itu wahai saudaraku, hidayah yang pernah kau kecap, meski sedikit, meski sebutir dzarroh, pertahankan hidayah itu.
Allaah Maha Pengampun, ketika kau bersalah, bertaubatlah.
Hidayah itu mahal.
Hidayah itu dicari, bukan ditunggu.

Ketika kau dapatkan ilmu, ikatlah, dengan menuliskannya.
Karna ia bak binatang tunggangan, yang mudah lepas jika kau tak mengikatnya.

Semoga istiqomah senantiasa melekat pada pribadi kita.
Istiqomah menapaki jalan-jalan yang lurus.
Perlahan belajar, mengayuh biduk tuk kehidupan yang lebih kekal, bukan di sini.
Hanya dua, Surga atau Neraka.

*Sedih dengan yang mulai luntur. Kata teman, "Mungkin karena kurang penjagaan"*
Readmore >>

Jangan lelah

Semangat!
Sesuatu gak bisa diperoleh dengan santai-santai doang.
Perlu usaha, kerja keras, perjuangan, dll.
Ketika tugas mengharuskanmu bergerak saat ini, sedangkan lelah masih bergelayut, badan ingin beristirahat, selesaikan tugasmu, ingatlah kau akan merasakan nikmat yang sungguh terasa sewaktu beristirahat.
Jadikan orang sekitarmu sebagai contoh, mereka yang tak mudah lelah, tak mudah berpangku tangan, mereka yang gigih, mereka yang rela berkorban.
Kau kan tuai hasilmu sesuai usahamu.

Yang kau lakukan saat ini akan berdampak 2-5 tahun ke depan. Tentukan pilihanmuni saat ! Karna kaulah sang nahkoda.


‪#‎Jurnalis‬
Readmore >>

Bertaubatlah dan Renungkan

#1
Jika mungkin kau ialah orang yang berlumur dosa, segera bertaubatlah.
Ingat kan kisah seseroang yang membunuh 99 orang? Namun apa yang terjadi, dia diampuni, karna Allaah Maha Pengampun.
Jadi... Sebelum nyawa sampai di tenggorokan dan melayang, mohonlah ampun pada Dzat Yang Maha Pengampun.
Mulailah belajar, pahami dengan ketundukan hati. Karna agama tak semata semua bisa tunduk dengan rasio. Terimalah, karena yang diperintahkan Allaah pasti mengandung maslahat dan apa yang Dia larang pasti terdapat mudhorotnya.

#2
Pantaskan dirimu untuk bertemu dengan-Nya, bukan dengan-nya.
Karena:
...Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907).

Coba renungkan kalimat "Memantaskan diri sebelum bertemu dengannya." Jikalau tujuanmu memantaskan diri itu hanya sekedar untuk-nya, lantas apa yang kita dapatnya? Hanya dia saja. Cobalah berpikir ulang dan overwrite untuknya menjadi untuk-Nya. Karna kita bertemu dengan Pencipta kita, Dzat yang Maha Tinggi, Yang lebih mencintai kita melebihi kedua orang tua kita, dll. Harusnya Dia yang lebih kita prioritaskan. ‪#‎Plak‬
Readmore >>

Biarkan Tumbuh Sesuai Passionnya

Seseorang itu punya 'ladang' sendiri-sendiri. Seseorang itu punya ketertarikan dan passion sendiri-sendiri. Biarkanlah ia berkembang dengan indah sesuai dirinya sendiri, cukup pantau dan beri sedikit gambaran, biarlah ia sendiri yang mencari dan menemukannya. Asal tak menyalahi aturan it's ok.

"Tentukan bidang yang benar-benar Anda cintai dan bersungguh-sungguhlah di sana... Kita dapat sukses di bidang apapun. Tapi, kita sukses luar biasa di bidang yang benar-benar kita cintai" (Moslem Millionaire)
Readmore >>

Manfaat ngajar TPA

Manfaat ngajar TPA:
1. Amal jariyah
2. Meningkatkan soft skill (ngomong di depan umum)
3. Belajar jadi problem solver, melatih kesabaran.
4. Terpacu untuk mempelajari cara mengatasi permasalahan anak-anak.
5. Persiapan masa depan.
Apa lagi ya?
Silakan berpendapat.


Readmore >>

Munculkan Ketertarikan

Ketika belum nyaman 'di sini', carilah keterkaitan antara yang kau minati dengan apa yang 'di sini'. Gali apakah itu. Munculkan ketertarikan itu, cari tau, hingga kau benar-benar yakin 'itu jalanmu'. Fokus dan tekunlah di sana.
‪#‎SesayatLaraYangTetibaMencuat‬
‪#‎TakBisaBerkilahOlehKeadaan‬
Readmore >>

Apa yang Sudah Kita Berikan? <= Fokus dan Selesaikan Permainan

Cepat atau lambat kita harus menyelesaikan PR kita. Kita harus membereskan 'permainan' yang dulu kit ambil.

Ketika apa yang ada tak sesuai dengan keinginan kita, coba koreksi, mungkin ketidakberesan itu karena kesalahan kita. koreksi masing-masing diri. Segera benahi, agar kerusakkannya tak semakin parah.

Jangan terburu menyalahkan keadaan atau orang lain, tapi coba introspeksi, apakah usaha yang tlah kita lakukan?

Kondisi dulu dengan sekarang sungguh berbeda. Ketika dulu banyak orang profesional yang menggarap tugas ini, namun mungkin karena kurang transfer ilmu, jadi seperti ini adanya.

Apa yang sudah kita berikan?
Readmore >>

Manfaat Berforum

O, ini ya manfaatnya berforum, mengikuti forum atau kegiatan dengan orang-orang yang mempunyai visi dan misi yang hampir sama. Kita bisa belajar dari orang yang berpengalaman.
Udah gedhe, udah harus peka pada permasalahan sekitar. Negri ini menginginkan pemuda yang bisa menjadi agen perubahan (ke arah yang baik).
Ini ya manfaat punya kenalan. Bisa bertukar pikiran dan menambah wawasan.
Kalo udah tau manfaatnya gini mungkin bakal nyesel kalo ada forum tapi kita gak kenalan ma orang lain yang di forum itu.
Readmore >>

03 - 05 + 01 Pelatihan JWP & Sertifikasi JWP II: Ujian, Penutupan, Silaturahmi, Semnas Nanoteknologi, Buku, & Pulang :D

Bismillaah

Hari ketiga ialah pelatihan terakhir JWP II. Hari kedua ini kami belajar database dan CSS. Alhamdulillaah c gak dikasih tugas, hhe #eh. Namun, malam harinya saya masih terpikir kehidupan teman saya itu dan teringat SMS adik tingkat R’nB. Dan keluarlah ini:

Allaah mengajarkan ketegaran dan kesabaran pada mereka
Allaah menghendaki pahit getir kehidupan untuk mereka
Karna level mereka sudah sampai sana

Mereka
Yang lebih paham makna dan arti kehidupan
Yang mulai tahan pada terpaan dingin hidup yang hampa
Yang bermata nanar menginginkan kesamaan
Yang tak mudah mengeluh
Yang bersabar dan mencoba kuat

Hari keempat kami ujian. Ujian pertama ini ialah ujian online. Ada 8 unit kompetensi dengan 20 soal per unitnya. Waktu per unit ialah 30 menit. Open internet, tapi mau gimana, waktunya segitu, ada beberapa kawan yang memanfaatkan kesempatan itu =)
Hari kelima kami ujian lagi yakni menyelesaikan projet membuat web company profile. Sang asesor mengizinkan menggunakan dreamweaver. Yang sudah terbiasa menggunakannya pasti lincah dan bisa mendekati kelar, hmm. Dan inilah status saya:

Lepas jiwa
HA! 

<==

"Hanya" permasalahan siapa yang lebih awal belajar 

Tersirat kesal dan sesal. Sedih. Yah mungkin harus banyak belajar.
Setelah itu, yang laki-laki sholat jumat di masjid terdekat. Mereka otw menggunakan bus BPPTIK. Jam 1 kami kumpul lagi untuk evaluasi dilanjutkan dengan penutupan. Penutupannya ialah penutupan secara resmi, pelepasan nametag, dan kesan pesan. Setelah itu kami mengambil sertifikat yang dari BPPTIK. Setelah itu kawan-kawan pada pulang. Dan saya menunggu jemputan saudara saya.
Jam 4an saudara saya baru tiba dan saya ke rumah saudara saya itu, letaknya tak jauh dari BPPTIK. Saya berbincang di sana dengan istrinya. Yah, senang sekali berkunjung ke tempat saudara, bisa lebih kenal, kalo gak kek gitu gimana coba jarang-jarang kan, hhe. Saya menginap di sana dan malam harinya saya ke mbah saya yang rumahnya terletak di dekat BPPTIK. Saya bertemu beberapa saudara saya. Senang yang terasa bisa berjumpa saudara-saudara. Setelah hari cukup larut malam, kami pulang ke tempat saudara saya tadi, saya tidur di sana.
Ini status yang saya buat kala itu:

Enak kalo punya saudara/ temen (tersebar) di mana-mana, kalo pergi-pergi ada yang bisa dikunjungi. 
#‎Silaturahmi
#‎Alhamdulillaah
Mereka semua baik-baik. ^^

Keesokan harinya saya ke Bekasi diantar saudara saya itu. Saya dan teman saya mengikuti seminar Nanoteknologi di STMI. waaa dan ternyata di sana kami kepagian #eh maksudnya di luar prediksi, ternyata jalannya cukup lancar, jadilah kami menunggu beberapa saat. Setelah jam 8an kami masuk ke ruangannya yang terletak di lantai tujuh.
Pembicara pertama komunikatif, kami cukup memahami yang beliau sampaikan. Beliau ialah Ferry Anggoro Ardy Nugroho. Disela-sela materi itu saya malah mempelajari teknik presentasinya, hhe. Saya menangkap bahwa slide yang dibuat itu ada analogi-analoginya dan ada gambar-gambar lucunya yang membuat kami tertawa. Hho. Beliau mengupas tentang Nanoteknologi secara umum, sedangkan pembiacara kedua yakni Radyum Ikono, beliau menceritakan perkembangan nanoteknologi di Indonesia, dan pembicara terakhir yakni mas Imam Pasuwaryantoro mengupas riset mahasiswa mengenai nanoteknologi, beliau dari Undip lhoh anak Teknik Sipil 2010 #eh. Saat presentasi pembiacara kedua, bulik saya sudah di luar ternyata, saa keluar dan cerita-cerita dengan beliau. Hhe. Setelah itu saya masuk lagi.
Setelah sesi itu ada diskusi ilmiah sebenarnya, namun karena teman saya bosan, jadinya kami ke meninggalkan tempat itu. Setelah itu saya ke Gramed, dapet buku Robert Kiyosaki dan dapet buku 7 Kebiasaan Manusia paling Efektif. Diperjalanan pulang, hujan pun menyapa.
Jam 5an saya sampai di pemberhentian bus Bekasi, saya naik Gunung Mulia, hho, jadi pengen ke Wonogiri sekalian. Di sana saya melihat ummahat juga beserta keluarganya dan saya menemukan hikmah. Jam 6an sang bus baru datang dan saya pulang :D alhamdulillah jam 4an pagi saya sampai kost.
Beberapa hari kemudian saya baru merasakan betapa nikmatnya di sana(di Korea-Indonesia ICT Training Center) dan saya mendapat beberapa poin. Ini dia:

Ternyata 1 pekan-beberapa hari kemarin merupakan hari" penuh nikmat. 
Sahur jam 3an(bahkan sebelum jam 3) udah dibangunin. 
Sahur dan buka dengan varian menu yang nikmat.
Jadwal teratur. 
5 hari tanpa pengeluaran (kecuali yang sangat dibutuhkan).
Apalagi ya?
#‎CaraMensyukuriNikmat=#‎MenyebutNikmatItu
#‎MengenangMasaKemaren
 

#1
Dalam perjalanan Bekasi-Semarang, di atas GM, bertemu dengan sebuah keluarga. Sewaktu turun untuk makan terjadilah percakapan. 
Mahasiswi: Nggak turun Mbak?
Ummahat: Nanti, gantian. *sambil senyum ramah* (Mereka gantian menjaga barang bawaan. Padahal menurut sang mahasiswa di sana kondisinya aman)
#‎SiapSiaga

#2
Dalam perjalanan sang ibu sering menanyai, intinya "Sudah sampai di mana? Hati-hati. Sampe mana sampe mana kabari ibu". Mungkin itu bukti kekhawatirannya(khususnya pada putrinya) dan wujud #‎kasih sayangnya yang terimplementasi dalam tindak nyata. 

#3
"Sekeluarga(suami istri dengan 2 anak)" menjemput sang keponakan untuk mengantarkannya ke tempat tujuan. Mereka harus menunggu sekitar 1 jam dan berlelah-lelah ria "hanya" untuk#‎silaturahmi. 

Poin-poin aplikasi pelajaran kehidupan yang langsung tertangkap.


Itu ceritaku, gimana ceritamu? =)
Readmore >>