Teruntuk Engkau di Tanah Rantau

Bismillah

Teruntuk yang jauh dari ortu
Teruntuk engkau yang dipercaya mengasi ilmu
Teruntuk engkau di tanah rantau…

Teringat peluh perlahan membasahi pipimu yang semakin menua termakan usia dan semangat bekerja
Teringat lelah menyapa kala senja menampakkan dirinya
Teringat lelap karna lelah menyapa
Teringat bulir bening yang pernah tersirat karna luka

Tak ingin menghianati amanah yang tlah kauberikan
Tak ini mengecewakan jiwa-jiwa yang penuh harapan
Tak ingin mengikis kepercayaan yang tlah kauserahkan
Tak ingin memudarkan asa yang kau semburatkan

Nenek pancarkan bahagia bertemu cucu yang ia cinta
Kakek terseok-seok ingin bertemu

Tak tega khianati kepolosan cinta dan kasih sayang mereka

Mereka semangat tuk sambut ilmu dan masa depan yang lebih baik, akankah kita hanya termangu, berpacu dengan arus pikiran yang semakin melaju.
Aturlah diri dan waktumu, sudah belasan taun kebiasaan itu dibiasakan , tidak cukupkan waktu selama itu untuk tertib dan menertibkan diri(?)

Ingatlah masa depan ada di tanganmu, ada di genggamanmu, penentu dan nahkoda dirimu sendiri. Akankah kau terbawa arus begitu saja(?)

Tak ingin mencederai kepercayaan yang telah disandang. Bersyukur dan berterima kasihlah, hingga kini Allah ta’ala masih mengizinkan kita untuk mengenyam pendidikan. Teringat tetangga yang dikaruniai otak cemerlang, namun sungguh kasian, nasib berkata lain, ia tak melanjutkan sekolahnya, ya karna terbentur biaya.

Sudahlah, jangan nistai kepercayaan untuk belajar dan mengais ilmu ini, manfaatkan apa yang di depan kita, tak semua orang seberuntung kita.




Readmore >>