Showing posts with label experiences. Show all posts
Showing posts with label experiences. Show all posts

Blogging Lagi: Like Workout dari Nol & Konsep Organizing


Tulisan


Sudah beberapa hari blogging lagi. Setelah direview-review, seperti ketika dulu rutin workout sekarang tidak. Gimana tuh? Ya ketika sebelumnya rutin workout, otot terlatih, terbiasa latihan dengan intensitas maupun kekuatan sama atau dinaikkan. Ketika off, dan memulai kembali, kita start dari kekuatan dan intensitas awal, bukan dari waktu terakhir latihan, apalagi jika jedanya sangat lama.



Begitupun dengan blogging ataupun khususnya membuat tulisan. Dulu bisa lancar jaya, bikin-bikin tulisan dengan nyaman. Tidak begitu ada yang mengganjal ketika dibaca ulang. Namun kini, baca ulang tulisan, kok serasa ada yang mengganjal ya, kok serasa ada yang kurang. Oh ternyata typo, oh ternyata ada repetisi penggunaan kata, ataupun cedera-cedera kalimat lainnya. That’s why perlu konsistensi exercise nulis, meski sedang buntu, meski sedang sibuk. Sehingga turut menjaga skill kepenulisan di batas minimal, syukur-syukur bisa ditingkatkan dari hari ke hari. We should remember that, we can die, but not with our creation, it's still alive.


Setelah direview, sebenarnya kita juga berlatih membuat sesuatu yang terstruktur dan sistematis ketika membuat tulisan. Membuat kerangka berpikir kita terlihat jelas dan jernih. Karena akan terasa nganunya, ketika tulisan itu tidak terstruktur. Terlihat gesrek bisa juga. Terlihat kondisi ketidakjernihan pikiran dan atau perasaan kita. Kalo dulu sempet dicoacing sih, memang perlu men-draft tulisan terlebih dahulu, mencari informasi, baru kemudian membuat artikel dan merevisi-revisi ataupun proofing tulisan. Barulah menjadi tulisan yang siap publish.


Dari segi ide tulisan, sebenarnya banyak gagasan-gagasan yang bisa dishare di public, karena tidak banyak yang tau gagasan itu, perlu ngulik dalem baru tau bahasan itu. Bisa dijadikan sumber tulisan pula. Nah, semoga konsisten membahas tema-tema yang unik itu. Tema-tema kekinian, yang muncul karena tuntutan keadaan yang seperti sekarang ini.


Teknis


Itu perihal tulisan. Sedangkan perihal teknis menataulang blog, bisa dikatakan lebih tercerahkan, karena ada basic coding HTML, meski kelasnya bisa digolongkan masih ecek-ecek (intro), pernah sih ada tugas besar membuat web, tapi belum sampai dikonekkan di internet. Tapi skill-skill dasar itu cukup untuk menjadi modal blogging. Jika dahulu (sewaktu SMA) hanya modal membaca tutorial kemudian dipraktikkan (tanpa kemampaun membaca bahasa pemrograman), sekarang, sedikit-sedikit bisa membaca code HTML yang ada di tema blogger.











Selain ada bekal coding HTML, perngulikan desain dan visual juga mendukung aktivitas blogging. Terbiasa dengan warna-warna match atau eye catching, membuat kita jadi lebih peka terhadap pewarnaan maupun tata letak. Termasuk unsur-unsur presisinya. Mungkin ini relate dengan konsep-konsep keindanan Marie Kondo juga atau konsep organizing. Dan mungkin selanjutnya bisa ngulik konsep blog minimalis. Agar pembaca bisa dengan lebih cepat mengakses yang ia butuhkan. Dan lebih nyaman diakses mata-mata visual (baca: orang-orang yang diberi kelebihan pada visualnya, sehingga lebih sensitive dengan apa-apa yang diterima mata).


Etapi ternyata ada beberapa yang tidak atau belum bisa ku ubah. Entah karena sudah fix bawaan tu template tema atau aku yang belum nemu codingan untuk mengubahnya. Dilihat gitu jadi potek hati, yang nampak kek mana, keinginan hati gimana. Tapi ya gimanaa, semoga lekas nemuin codingan pengubahannya deh yaa.


Itu sih, yang kutemui sementara ini, mungkin kamu ada pengalaman serupa? Drop your story below. Menarik untuk diperbincangkan. Memperbincangkan yang pasti-pasti, ya kan nganu juga kalo dihadapkan pada perbincangan yang penuh ketidakpastian. *eh! Hehe hehe

Readmore >>

#hijaberolahraga, So What ?

Hijab, tidak membuatku banyak beralasan ketika berolahraga. Yang rempong lah, ribet lah, gak nyaman lah, dst dsb. Karena hijab merupakan aturan yang sudah Tuhan paparkan pada kitab suci-Nya. Beragam olahraga outdoor pernah ku coba dengan hijab full dari kepala hingga ujung kaki. Dengan bawahan berupa rok. Kalo sekarang udah mending sih ada rokcel a.k.a rok celana, yang bikin lebih comfort saat perlu aktivitas ekstra (baca: mencak-mencak). Mulai dari stretching ringan, berenang (eh celup-celup di air aja sih haha), tracking, badminton, gowes, jogging, mountenering, susur pantai, outbond, hingga susur sungai. Ada beberapa orang yang ngingetin perihal penggunaan rok, khawatir kalo berbahaya untuk aktivitas semacam itu, namun aku acuh saja. Kawanku pun sewaktu naik gunung juga pernah diingetin oleh orang lain perihal pemakaian rok dia, tapi ya di-iya-in aja, dan masih setia dengan rok, dan alhamdulillah ndak ada kendala hingga kini.

Menjadi tertutup secara fisik bukanlah penghalang untuk melakukan olahraga. Karena mukmin yang kuat lebih disukai daripada mukmin yang lemah. Apalagi kini banyak ragam aktivitas pembentukan karakter yang dilakukan dengan (olahraga) outdoor. Pun keseimbangan hidup bisa dicapai salah satunya dengan teratur berolahraga. Sehat jiwa, mental, dan fisik. Olahraga pun berguna untuk memperbaiki mood atau bisa menjadi moodboster dikala mood kita chaos.

Itu beberapa olahraga outdoor ya. Sedangkan untuk yang indoor atau di dalam ruang, ada beberapa senam, excercise, dan workout yang bisa kita lakukan. Bersama-sama ataupun sendirian. Banyak video maupun tutorial yang bisa kita unduh di internet maupun bertebaran di media sosial untuk kita praktikkan. Ada hal lucu yang pernah ku alami sewaktu mencari pakaian yang comfort  untuk olahraga indoor ini. Aku coba ke penjual pakaian. Ku pilih-pilih baju yang sebut saja kurang bahan. Lantas mbaknya terbengong-bengong, sewaktu melihatku yang berpakaian tertutup memilih baju kecil lengan pendek yang ketat. Melihat reaksi itu, ku jelaskan pada mbaknya bahwa baju yang ku pilih akan kugunakan untuk senam.

Itu cerita ku seputar hijab dan olahraga. Kuy gengs ikuti event Hijaberlari dengan link pendaftaran bit.ly/hijaberlari, barangkali kita beruntung. Aamiin ya Allah. 

Info Kegiatan

Tracking

Celup-celup bahagia

Gowes

Mountaineering

Badminton

Memandu cahbocah stretching ringan

Readmore >>

Metode berkontribusi


Cara tiap orang berkontribusi tak sama
Begitupun karunia Allaah membedakan potensi manusia
Ada yang dengan lisannya
Ada yang dengan tulisannya
Ada yang dengan tindakannya
Tak usah terlalu banyak menuntut dan mengeluh
Cukup maksimalkan potensi yang telah diberikannya

Seperti hukum use and disuse
Semakin sering digunakan maka akan semakin terlatih
Begitupun cara berkontribusi itu
Semakin sering dilakukan naluri kita semakin terlatih
Dan jam terbang kita pun meninggi

Apresiasi usaha setiap orang untuk berkontribusi
Karna hal sekecil apapun kan tetap berarti
Jika tiada ia mungkin kan seperti sayur tanpa garam
Kecil, remeh, namun timbulkan kesan ada yang kurang

Biarlah orang berkembang sesuai track passionnya
Biarlah ia menjadi kupu-kupu indah sesuai inginnya
Biarlah kita jadi pelangi, yang berwarna warni
Biarlah kita menjadi puzzle, yang saling melengkapi

#youthcontribute
 
Readmore >>

Perjalanan dan Kesyukuran: Pengmas Realita dan Keluarga Baru yang Baik


Bismillaah

Berawal setahun yang lalu yakni pada acara Musyawarah Regional III, penulis mengetahui akan adanya kegiatan Pengabdian Masyarakat Realisasi Hasil Penelitian (Pengmas Realita), namun penulis pesimis untuk ikut. Hingga mendekati hari H, dari admin R’nB ada yang mengabari penulis agar mengikuti acara itu.

Dan hari H berlangsung. Penulis dan teman-teman ke sana bersama rombongan Unnes. Beberapa hari di sana kami menemukan permasalahan, potensi alam, pengalaman baru, dan juga kawan-kawan baru dari berbagai penjuru Indonesia. Kami dari berbagai penjuru dengan bahasa, kebudayaan, dan logat yang berbeda-beda. Dan hal itu melatih kepekaan kami untuk membedakan logat dari setiap daerah.

Setelah hari H, dibuatlah grup facebook Pengmas Realita III. Ya biasalah, paska acara ada foto-foto dan cerita-cerita yang dibawa dari sana.

Pada tahun ini, penulis mengikuti Pengmas Realita lagi. Ada beberapa orang alumni Pengmas Realita III yang juga mengikuti Pengmas Realita IV.

Kami sehidup senasib di sana. Saat itu Pengmas Realita III dilaksanakan di Jember dan Pengmas Realita IV dilaksanakan di Banten. Namanya juga Pengabdian Masyarakat, bukanlah kepraktisan yang kami dapat, namun kami perlu berjuang, survive, dan mau susah dengan situasi dan kondisi yang ada.

Setelah itu pun dibuat grup Pengmas Realita IV dan ada beberapa tulisan serta foto-foto yang mengalir dari fikir teman-teman peserta. Selain itu, karena rumah penulis di Wonogiri, maka penulis bisa mampir ke UNS (Universitas Sebelas Maret) Solo. Akhir-akhir ini penulis sering mampir ke UNS. Penulis mencoba mengulik comdev di Solo. Dengan bantuan teman-teman SIM penulis bisa mengikuti kegiatan SABS (Sekolah Alam Bengawan Solo) dan salah satu agenda SIM, padahal tidak diundang. Hehehe.

Tidak hanya sebatas itu, komunikasi dan silaturahim tetap kami jaga, yakni via grup FB, grup BBM, SMS, atau social media yang lain. Sebuah kesyukuran ialah kami bisa sharing mengenai konsep keilmiahan di universitas lain, sehingga bisa terjadi transfer ilmu dan mungkin bisa saling melengkapi.

Kecocokan yang kami rasakan mungkin karena passion yang sama, selain itu kami bisa nyaman karena sama-sama mau diajak susah dan mau berbagi. Kebaikan-kebaikan pun bisa dirasakan, seperti peserta yang perhatian satu sama lain(keep contact) atau ketika kami travelling di lain daerah ada kawan di sana yang bisa disapa dan dikunjungi, sehingga urusannya jadi lebih mudah. J    

Readmore >>

#2 Play with SABS: Ekspedisi 30 Jam di Mulai! :D

Bismillaah

Setelah mereka mengerjakan tugas mendata bangunan, peristiwa, orang, dan kuliner serta sudah laporan pada mas Jefri, kami menuju Gor Manahan. Di jalan itu kami menanyai ibu-ibu penjaja makanan. Karena kami tidak mengetahui jalan, maka kami bertanya pada orang di sekitar sana, namun qodarullaah kami kek diputer-puter gitu, huhuhu. Kami menyusuri jejalanan lagi serta menjalankan tugas yang diberikan dan alhamdulillaah kami bertemu mas jefri. Setelah bertemu mas Jefri, kami sholat Dhuhur bersama di Masjid Al Amin. Setelah sholat kami makan siang. Namun qodarullaah, dik Fety menangis karena gatelnya semakin parah dan melebar. Kami kebingungan dengan situasi yang ada. Mbak Yulia dan mbak Linda memberi Salep, namun ia belum jua menangis. Ya iyalah, rasanya panas dan gatel serta daerah lukanya membesar, kasihan sekali dia, penulis tak tega dengannya. Kemudian penulis mengusulkan untuk membawa ke dokter. Dibawalah ia ke dokter anak, namun terus gimana gitu trus dik Fety dibawa pulang. Dia terkena jamur. Dan kami melanjutkan perjalanan. Sedih juga sih, satu pasukan berkurang, yang tersisa ialah mas Jefri, penulis, Yulia, dan 4 anak lainnya.

Setelah dari masjid itu, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Balapan. Menuju Stasiun Balapan kami bertemu dengan pemulung yang berpenghasilan Rp 40.000,00- Rp 5.000,00 per hari. Setelah itu kami menemukan Pasar Nongko, masuklah kami ke pasar itu. Di pasar itu kami menanyai ibu-ibu penjual tabungan(celengan) dan lainnya. Keluar pasar, kami menemukan penjual-penjual tanaman, masuklah kami melihat-lihat bunga itu. Si Abhi berhasil membawa kaktus kecil. Setelah kami melihat-lihat bunga atau tanaman di sepanjang jalan itu, alhamdulillaah kami sampai di Stasiun Balapan Solo. Di stasiun itu kami bertemu pada mas-mas arsitek UNS 2009, beliau sedang men-sketsa gambar Stasiun Balapan. Ketika bertemu dengan masnya, kami melihat-lihat hasil karyanya (ternyata banyak juga sketsa karyanya) dan ngobrol dengan beliau juga yang ternyata adik tingkat mas Jefri di UNS. Setelah berbincang dengan mas arsitek, namanya mas Galih, kami memasuki stasiun itu. Kemudian keluar dan melanjutkan perjalanan ke UNS. Kami tidak ke Monumen Banjarsari, karna saat di masjid tadi kami beristirahat cukup lama. Selanjutnya ialah ke UNS.


Perjalanan ke UNS itu kami bertemu dengan bapak-bapak penjual alat rumah tangga yang berjalan dari jam 7 hingga malam hari dengan mendorong grobak. masyaAllaah sekali bapaknya. Kami bertemu dengan beliau paska sholat Ashar di masjid. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan lagi. Kami berhenti di depan SMA N 2 Solo, yang ternyata bersebelahan dengan SMA N 1 Solo dan kami membeli minuman di sana. Di depan SMA N 1 Solo adiknya menanyai salah satu mbak yang bersekolah di sana. Adiknya bertanya nama, alamat, dan enak tidak sekolah di SMA N 1 Solo. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan bertemulah kami dengan jembatan yang di bawahnya dilalui kereta api. Kami menunggu sesaat untuk bisa melihat kereta api yang sedang berjalan dan merasakan berapa di atasnya. Beberapa menit setelah di sana, kami melihat kereta api melaju. masyaAllaah sekali, mendengar deru kereta api dan melihat gerbong-gerbong itu berjalan. Setelah itu, lanjut lagi, kami mampir di masjid untuk sholat Maghrib di masjid dekat UNS. Kami sholat di sana kemudian berjalan hingga sampailah kami di NH. Wah, sedih harus berpisah dengan mereka, namun ya bagaimana lagi. Penulis berpamitan dengan mereka dan melanjutkan pulang ke Wonogiri.
Yang penulis rasanya ialah rasa salut pada adik-adik SABS, karena mereka tidak mengeluh dan tidak menyusahkan selama perjalanan.  Selain itu, penulis terkesima dengan mereka yang sejak kecil sudah diajari untuk bereksplorasi dengan alam/ lingkungan sekitar.

Dan ini ada tulisan lain yang penulis tulis dari jalan-jalan bersama mereka:

Pergilah ke mana pun kau kan pergi
Namun tetaplah ingat bahwa kau pun perlu kembali ke rumah asalmu
Raihlah hal yang tertinggi, namun ingatlah bahwa kau perlu berbagi
Karna setiap rizki yang tlah diberikan Allaah, ada rizki orang lain di sana (tak mutlak untuk kita)
Apatah yang tlah kau bagi?

Kehidupan ini tak berlangsung lama
Apa guna kau nanti esok jika sekarang pun bisa
Apa guna gelarmu mahasiswa
Jika untuk masyarakat saja kau tiada

"Carilah peluang di celah kebutuhan masyarakat itu", itu kata guru
Jadilah membumi
Yang bisa menyentuh pelosok negri
Bukan sekedar retorika tak berarti

Jadilah menepi
Ke pinggiran kehidupan
Agar kau tau luka mereka
Mengolah empati dan rasa

#rintihanMalam


Dari teman" SABS kemaren kita belajar kepekaan sosial. Ketika mengetahui peristiwa unik, kita diminta mendokumentasikan hal itu. Contohnya ialah warga yang pindah rumah dan barang"nya diangkut dengan becak.
Dokumentasi lewat foto dan tulisan. Sejak kecil mereka tlah dididik untuk peka pada sosial. Agar mereka tergerak tuk bertindak.
Selain peristiwa, kita juga diminta mendokumentasikan profil orang dan bangunan. 
MasyaAllah sekali, salah satunya kita menemukan bapak" penjual peralatan rumah tangga dengan grobak dorong yang berjalan dari jam 7 pagi hingga malam.
Bangunan yang didokumentasikan salah satunya ialah pasar. Selain mereka mendokumentasikannya, mereka juga bertanya" pada penjual di pasar itu. Salah satunya mbah" penjual celengan (tabungan).

Oya, selain itu mereka diminta untuk mendata kuliner.

["Pergi dari Sini ke Sana" Selama 7 Jam Cah Bocah]
Jadilah layaknya cahbocah itu, mereka "Pergi dari Sini ke Sana" tak banyak pikir dan takut.
Padahal mereka hanya anak kecil. Di jalan banyak mobil, motor, mereka melewati ril kereta api, mungkin bisa bertemu orang gila, preman, atau orang lain bisa menjahati mereka.
Namun, apakah mereka berpikir dan takut akan hal itu? Mereka berani. Mereka berani "Pergi dari Sini ke Sana". Mereka pun menyelesaikan tugas dengan perlahan. Mereka menjalankannya dengan tingkah polos dan lucu mereka. Rekaman peristiwa-peristiwa buruk belum menyapa mereka. Lupakan peristiwa-peristiwa buruk itu. Mereka tak berhak menghambat langkahmu untuk "Pergi dari Sini ke Sana".
Mereka pun melangkahkan kaki yang pertama untuk bisa "Pergi dari Sini ke Sana" selama 7 jam!
Langkahkan kakimu. Jangan usik takutmu. Biarlah ia dalam tenang dan kau pun tak terganggu. Tersenyumlah pada kenyataan dan jalani. Ayunkan langkah pertama.  
Semangat!
Mungkin ini ya perbedaan anak yang sangat diprotect dan SO (Study Oriented) dengan anak yang dibebaskan bereksplorasi (namun bisa mengendalikan diri).

Anak yang diprotect dan SO akan didominasi ketakutan karena biasa dilindungi dan kurang dikenalkan dunia luar. 
Anak yang dibebaskan bereksplorasi (namun bisa mengendalikan diri) akan bisa cepat berkembang karena mereka dibiasakan mencoba hal-hal baru dan tidak takut untuk mengeksplor dirinya (dengan yang ada di sekitarnya).

Masih tentang 
Sekolah Alam Bengawan Solo 
#imo
#hikmahSABS


| Masdhiana Sukmawarni | Informatika Undip 2011 |
Readmore >>

#1 Play with SABS: Semarang - Solo Termalam dan Petualangan di Mulai (Jelajah Solo!) :D

Bismillaah…

Apa kabar Guys? J Kali ini penulis ingin share mengenai pengalaman pertama penulis mengikuti kegiatan SABS. You know SABS? :D SABS is Sekolah Alam Bengawan Solo, yang ternyata letak sekolahnya di Klaten. Hehe.

Sebenarnya ini berawal dari dipertemukannya penulis dengan Kepala Departemen HRD SIM UNS (Lembaga keilmiahan UNS), yakni Okthina Damaryanti di kegiatan Pengabdian Masyarakat Realisasi Hasil Penelitian IV (Pengmas Realita IV) ILP2MI di Banten awal Mei silam. Dia atau tepatnya kami berjanji untuk main bersama di SABS karena ke-kepo-an penulis :Dv

Dua pekan yang lalu penulis berkeinginan memenuhi janji tersebut, namun qodarullaah karna deru tugas yang membahana penulis berhalangan bermain bersamanya. Okthina pekan lalu memberitahu bahwa di SABS akan ada kegiatan dan penulis agak longgar, sehingga bisalah mengikuti kegiatan itu dan sekalian pulang. Kan pulang kemaren (ceritanya) rindu dengan keluarganya belum tuntas. Hehehe.

Hari Jumat penulis kuliah sore. Belum lagi ada satu kuesioner yang belum tuntas. Hari itu presentasi pula dan ternyata pulang dari kampusnya molor. Maghrib baru kelar kuliah. Siap-siap balik ke Solo. Sebelum itu survey, alhamdulillaahnya penulis cepet dapet responden lelaki, karena itu yang kurang. Ba’da Isya’ penulis baru dari Semarang, sekitar jam 19.21 penulis baru melaju dari kost. Ini perjalanan termalam untuk ke Solo yang penulis lakukan. Alhamdulillaah di perjalanan tiada halangan, Cuma paling gelap aja dan penulis harus membuka kaca helm agar jalan terlihat jelas. Jam 21.14 penulis sampai di Gerbang belakang UNS. Alhamdulillaah dik Yulia (adik yang ketemu pas Pengmas Realita IV juga) cepet dateng. Setelah itu kami ke kost sang adik. Sebelum tidur kami cerita-cerita terlebih dahulu.

Setelah Subuh kami jalan-jalan di kampus UNS. Setelah itu duduk-duduk di Masjid Nurul Huda, cerita-cerita, dan terlihatlah oleh kami panitia kajian yang sedang mempersiapkan kajian. Karena jam mendekati jam 7, kami balik ke kost. Kami masak sarapan kemudian makan pagi, hhe. Jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih dan kami bingung dengan rencana yang ada. Setelah kompromi via HP dengan Okthina(yang ternyata tidak bisa ikut) dan galau-galauan, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti anak-anak SABS jalan-jalan.   

Kami ke NH sekitar jam 9. Kemudian naik mobil truk pak polisi menuju Taman Balai Kambang bersama anak-anak SABS serta para pendamping anak-anak. Sesampainnya di Balai Kambang, anak-anak dilepas begitu saja dengan diberi instruksi sebelumnya dan para pendamping dibriefing. Kami dibagi, satu tim ada dua pendamping untuk menyusuri Solo.

Setelah beberapa saat, ada beberapa anak yang menanyakan pada penulis dan Yulia yang sedang berjalan, “Mbak Yulia yang mana ya?” Ternyata mereka ialah tim kami. Lantas kami mengikuti mereka. Awalnya mereka berkenalan dengan bule dan mencatatnya di depan mbak-mbak yang sedang nge-dance x_x

Setelah itu, Karena belum sholat Dhuha, mereka mencari masjid/ mushola. Di dalam taman itu ada, berbayar. Setelah mereka sholat Dhuha, kami melanjutkan jalan-jalan di taman itu. Mereka ingin masuk ke taman reptile, namun kami (pendamping) mengkompromikan dengan mereka, dengan uang Rp 20.000,00 untuk dua hari apakah bisa juga untuk main ke taman reptil itu, jadinya kami hanya berbincang dengan ibu penjaga taman reptile dan berpamitan. Hhe.

Setelah itu mereka menanyai mas-mas penjual peralatan pancing dan ibu-ibu penjual es dawet dan soto. Ternyata Taman Balai Kambang sering buat pre wedding ya hhe, kemaren itu kami menemui dua pasang pre wed. Setelah itu mereka laporan ke mas Jefri. Mereka diminta membuat peta Indonesia dari dedaunan yang sudah berguguran. Karena belum sesuai dengan permintaan dan ada beberapa tugas yang belum tepat maka satu tim yang lain mendahului kami. Karna kami harus menyelesaikan tugas pembuatan peta itu dan tugas mendata. Alhamdulillaah setelah itu kami bisa jalan. Tim depan kami ialah tim mas Rohandi Latif dan tim belakang kami ialah tim mas Agus Suroso (kalau tidak salah). Kami diminta berjalan-jalan dengan rute Gor Manahan – Stasiun Balapan – Monumen Banjarsari – UNS.
~to be continued ~

Readmore >>

Survei Kuesioner: "Menyentuh" Masyarakat & Hadiah Cantik Tak Terduga (Bertemu Dewan Riset Jawa Tengah) :D

Bismillaah…

Assalaamu’alaykum Guys J Kali ini penulis pengen sharing mengenai pengalaman pertama penulis dalam survei-mensurvei J  Jadi Selasa, 24 Mei 2014 lalu penulis bersama beberapa teman panitia FLS(Future Leader Summit) 2014 diberi training mengenai Survei Persepsi dan Preferensi Konsumen LPG 12 KG. Di sana kami diberitahu tata cara menanyai responden sesuai dengan jenis pertanyaannya. Pada awalnya kami menanyai identitas responden, pada Bagian I (Tingkat Pengetahuan Konsumen Terhadap Produk LPG 12 KG), Bagian II (Perilaku Konsumen Produk LPG 12 KG), dan Bagian III (Demografi). Pertanyaan yang ada di survey itu ialah isian singkat, pilihan, skala sejutu-tidak setuju, skala 1(sangat tidak penting)-6(sangat penting sekali), dan pertanyaan skenario. Sebelum training dimulai, kami mengemasi bingkisan untuk warga, setelah itu kami diberi makan dan minum, kemudian training untuk surveyor responden A, kami diberi tiga dokumen serta alat tulis, dilanjutkan training untuk surveyor responden B, pembagian uang transport, dan briefing panitia FLS.   

Pada hari Kamis, 26 Mei 2014 sore penulis mulai menjalankan tugas. Namun qodarullaah penulis belum mengetahui tempat yang akan disurvei, jadi waktu sekitar satu jam digunakan untuk mencari alamat Karanganyar Gunung -.-“. Mulai survey baru sekitar jam lima sore. Sesuai dengan instruksi saat training, penulis menuju ke warung/ toko/ agen penjual LPG 12 KG, di sana kita bisa menanyakan siapa saja yang memakai LPG 12 KG. Benarlah bahwa mereka hafal beberapa pelanggan gas LPG 12 KG. Ibu penjual gas LPG 12 KG memberitahu beberapa alamat pelanggannya. Kamis hingga Isya itu penulis baru mendapatkan dua responden dan alhamdulillaah ba’da Isya’ bertemu dengan satu responden. Setelah mencoba mencari-cari lagi, Allaah belum menakdirkan untuk bertemu dengan responden lainnya, ada yang karena tidak memiliki (karena yang memakai LPG 12 KG langka) dan ada pula yang ternyata sudah tidur.  Huaaa baru tiga. Sudah tiga ding, alhamdulillaah.

Jumat, 27 Mei 2014 pagi dari jam 9an penulis meluncur dari kos ke Karanganyar Gunung. Alhamdulillaah setelah nanya orang, penulis menemui ibu penjual gas LPG 12 KG. penulis bertanya-tanya sebentar, karena ibunya mau pergi. Qodarullaah. Sebuah hal terlupa, harusnya nanya orang-orang yang memakai gas LPG 12 KG dulu, baru interview ibunya, ah ya sudah lah. Setelah itu penulis muter-muter hingga sebelum jumatan, namun qodarullaah tidak mendapatkan responden, bahkan ada calon responden yang menolak penulis, padahal ibu itu memakai gas LPG 12 KG juga, agak perih rasanya. Penulis hanya mendapatkan satu responden. Alhamdulillaah ibunya baik banget, penulis ke sana dan disuguhi minuman berwarna hhe. Setelah itu penulis muter lagi. Ada rumah bagus dan ada mobilnya, kemudian penulis mencoba masuk. Sudah beberapa kali memberi salam, namun tak kunjung mendapat jawabannya. Kemudian saat penulis berbalik arah, ada bapak-bapak yang telah menunaikan sholat Jumat. Alhamdulillaah, ada sang tuan rumah. Penulis kemudian mengungkapkan maksud penulis dan beliau bersedia diwawancarai. Saat ditanya pengetahuan mengenai LPG 12 KG, bapaknya menjawab “ya” lancar sekali. Kemudian terkuaklah bahwa beliau ialah dosen Undip. masyaAllaah. Tiba pertanyaan terakhir dan beliau merasa dari pertanyaan yang penulis lontarkan ada kejanggalan, namun malah dari situ bapaknya bercerita banyak. Bapaknya bercerita bahwa “Mahasiswa itu harus kritis”, “Carilah peluang di kebutuhan masyarakat itu”, beliau juga memperkenalkan siapa diri beliau bahwa beliau ialah Dewan Riset Jawa Tengah, beliau juga menceritakan project beliau yang hingga miliaran, karena memang applicable di masyarakat. Setelah kroscheck ke teman-teman beliau ialah Kepala Jurusan Teknik Geologi, masyaAllaah ngobrol bareng kajur, dewan riset Jateng, dan mendapatkan CPnya. :D mengetahui bahwa penulis harus melanjutkan tugas, beliau menyudahi cerita beliau. Hhe.


Setelah dari sang kajur Geologi, penulis sholat dan melanjutkan survey. Karena sudah lewat jam satu, penulis ke ibu penjual LPG 12 KG dan penulis menanyai siapa saja pembeli LPG 12 KG. Beliau menyebutkan beberapa nama. Alhamdulillaah paska itu ada sekitar tiga responden. Dan sisa satu penulis lanjutkan paska kuliah, sekitar ba’da maghrib. Ba’da Maghrib penulis meluncur dari kos ke Karanganyar Gunung dan alhamdulillaah langsung bertemu responden seorang bapak, karena yang kurang ialah laki-laki.  

Hikmah yang penulis dapat ialah bahwa setiap orang akan merespon baik ketika kita ramah dan bersahabat dengan mereka. Terbukti dari sekian banyak (calon) responden hanya satu yang menolak untuk diwawancarai. Di sini penulis juga belajar untuk menurunkan ego, yakni dengan mendengarkan pendapat sang bapak dan ibu (tidak egois hanya menanyakan yang kita butuhkan saja, setelah itu sudah). Di sisi lain juga harus menghormati ketika responden tidak mau difoto.   


Readmore >>

Lolos dari Bertubi-Tubi dan Hadiah Cantik dari Allaah (Survey) :D


Setelah rasanya bertubi-tubi, Allaah menjawab tantangan yang kuselesaikan dengan sebuah nikmatnya (lagi). Taukah nikmat apa? :D Setelah bertubi-tubi di bawah ini, Allaah mengarunia nikmat yang sungguh lezat.

#1 Pengmas Realita IV ILP2MI : Pra Acara, Diuji Bertubi-Tubi:
1. Fee ngasisteni buat beli modem --> kandas ikut Pengmas
2. Perizinan ke ortu sulit
3. Harga laptop butut tak seberapa
4. 
#jakartaKeras: tertipu

Empat hal itu sempat membuat sedih, namun penulis tetap percaya pada pertolongan-Nya, suatu hari nanti. Dan mungkin hari ini Allaah benar-benar menjawabnya.

Hari ini penulis mengikuti training survey yang diadakan FLS dan lembaga Indef (lembaga survey ekonomi dan finansial gitu). Bersyukur banget karena selain dapet ilmu men-survey, kami juga mendapatkan alat survey (kuisionernya, seperangkat alat tulis :D bingkisan untuk warga responden, dan ada uang transport juga –dan itu rasanya lebih dari cukup-). :D

Ternyata, cukuplah kita percaya pada pertolongan Allaah dan semangat menyelesaikan tantangan yang ada. Maka Allaah akan memberikan pertolongan-Nya. Percayalah pada kehendak-Nya, hadapi setiap kesulitan yang ada, dan suatu saat engkau kan mendapatkan hadiah cantik dari Allaah. Hadiah yang bak oase di keringnya sahara, membawa kesejukan di tengah dahaga yang terasa. Benar-benar terasa, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

Di training survey tadi rasanya menantang. Bagaimana kita perlu jeli memerhatikan pertanyaan-pertanyaan, melontarkannya agar si responden mau menjawab dengan valid, dan ini bakal jadi first experience dalam men-survey warga-lah. Hehehe. 
Readmore >>

Air untuk Mandi & Sebuah Kesyukuran


Bismillaah

Sekitar dua pekan yang lalu, tanggal 4-10 Mei 2014 penulis dan beberapa kawan dari seluruh penjuru Indonesia mengikuti Pengabdian Masyarakat Realisasi Hasil Penelitian ILP2MI di Banten, tepatnya di Pulau Panjang.

Sebuah kesyukuran yang teramat sangat, bisa mandi dengan air segar nan melimpah di kostan. Kenapa bisa terlontar seperti itu? Karena saat di Pulau Panjang yang notabene di samping laut yang banyak airnya, kami merasa sedikit kesulitan air tawar. Hari pertama penulis dan beberapa kawan mandi di rumah pejabat desa yang tempat itu agak ekstrem (berlubang) dan air yang dipakai pun air asin. Pernahkah kau merasakan? Mandi dengan air asin, kalau badan ada yang luka pasti mandinya terasa sakit, hmm maksudnya air asin yang mengenai badan pasti rasanya sedikit menyakitkan.

Keesokan harinya kami mandi diantar panitia ke rumah ibu-ibu penjual pisang goreng (yang dihancurkan lalu digoreng). Di sana alhamdulillaah kami mandi dengan air tawar, air tawar yang dijual seharga 800-1000/ jeringen. Sore harinya kami mandi di rumah bapak tua yang kami tumpangi. Airnya ga asin, jadi tidak menyakitkan, tapi airnya tinggal sedikit dan kami musti berbagi bertiga.

Ya Allaah, ini pengalaman mengenaskan pertama penulis. Namun dari sini kesyukuran pun bermunculan. Dan dari hal ini penulis mengambil hikmah untuk suatu saat nanti penulis akan melatih anak untuk hidup susah, jadi ia tak banyak mengeluh dengan segala keadaan yang ada.

Mungkin ini yang bisa penulis bagi, semoga mengispirasi untuk selalu bersyukur dengan keadaan yang ada, barangkali orang lain lebih susah hidupnya daripada kita. 
Readmore >>

#6 Pengmas Realita IV ILP2MI : Antologi Cerita Pengmas Realita IV ILP2MI di Banten

Ini ada beberapa cerita mengenai Pengmas Realita 4, bisa berkunjung ke:
  1. Pulo Panjang dan Buku #1: https://www.facebook.com/notes/annisa-sofia-wardah/pulo-panjang-dan-buku-1/769638169735308
  2. Pulo Panjang dan Wanita Perindu #2: https://www.facebook.com/notes/annisa-sofia-wardah/pulo-panjang-dan-wanita-perindu-2/770366236329168
  3. Pulo Panjang dan Ibu Penginapan #3: https://www.facebook.com/notes/annisa-sofia-wardah/pulo-panjang-dan-ibu-penginapan-3/770807916285000
  4. KENANGAN PENGABDIAN MASYARAKAT (PENGMAS) REALITA IV BANTEN 4-10 MEI 2014: http://aslamanandarizal.wordpress.com/2014/05/11/kenangan-pengabdian-masyarakat-pengmas-realita-iv-banten-4-10-mei-2014/ atau di http://brita.indo.com/2014/05/kenangan-pengabdian-masyarakat-pengmas-realita-iv-banten-4-10-mei-2014-2/
  5. REALITA IV #1 : Sabtu, 3 Mei 2014: AWAL LUKISAN KISAH PENGABDIAN:https://www.facebook.com/notes/mekar-maratus-s/realita-iv-1-sabtu-3-mei-2014-awal-lukisan-kisah-pengabdian/243996822472378
  6. REALITA IV #2 : Minggu, 4 Mei 2014 : PERTEMUAN SAUDARA SEVISI:https://www.facebook.com/notes/mekar-maratus-s/realita-iv-2-minggu-4-mei-2014-pertemuan-saudara-sevisi/244138572458203
  7. #2 Pengmas Realita IV ILP2MI : Debus, Tiga Divisi, dan Mengolah Rasa ||http://asysya.blogspot.com/2014/05/2-pengmas-realita-iv-ilp2mi-debus-tiga.html
  8. #3 Pengmas Realita IV ILP2MI : Pendidik Muda beraksi, Pertengkaran Kecil, dan "Aksi" Anak SD || http://asysya.blogspot.com/2014/05/3-pengmas-realita-iv-ilp2mi-pendidik.html
  9. #4 Pengmas Realita IV ILP2MI : Game, Penampilan Seni, Tangis Perpisahan, Banten Lama, dan MITI Pusat  ||http://asysya.blogspot.com/2014/05/4-pengmas-realita-iv-ilp2mi-game.html
  10. #5 Pengmas Realita IV ILP2MI : Kebiasaan/ Adat/ Budaya, Potensi, Hambatan, dan Solusi untuk Pulo Panjang :http://asysya.blogspot.com/2014/05/5-pengmas-realita-iv-ilp2mi-kebiasaan.html
  11. #1 Pengmas Realita IV ILP2MI : Pra Acara, Diuji Bertubi-Tubi || http://asysya.blogspot.com/2014/05/1-pengmas-realita-iv-ilp2mi-pra-acara.html


:)

Semangat berkarya! 
Readmore >>

#5 Pengmas Realita IV ILP2MI : Kebiasaan/ Adat/ Budaya, Potensi, Hambatan, dan Solusi untuk Pulo Panjang

Kebiasaan/ Adat/ Budaya, Potensi, Hambatan, dan Solusi untuk Pulo Panjang


Setelah saya bercerita mengenai kronologis yang saya alami, kini saya ingin mengupas kebiasaan masyarakat Pulo Panjang. Over all menurut saya bagus, namun ada beberapa hal menggelitik juga sih J yuk check it out! Kebiasaan Masyarakat Pulo Panjang:
  1. - Mereka nyunnah! Bahkan anak-anak sudah memakai celak. Selain itu anak laki-laki membiasakan sholat di masjid.
  2. - Sebelum Subuh ada yang seperti membangunkan pas sahur Ramadhan gitu.
  3. - Jika ketemu guru di manapun, maka mereka akan menjabat tangan guru itu.
  4. - Setelah masuk SD, siangnya mereka masuk madrasah.
  5. - Anak SD bacaan alqur’annya bagus.
  6. - Jam 9 malam mereka sudah tidur.
  7. - Kalau anak-anak bertengkar, maka mereka akan all out. Yang laki tega nonjok yang perempuan. Bertengkarnya sampe narik-narik rambut atau mencakar. Bahkan saya pernah jadi sedikit korbannya, karena memisah mereka.
  8. - Kotoran kambing yang berceceran, bak choco chip di jalanan. Karena kambing di sana dibiarkan saja, tidak begitu jadi anak rumahan #eh kambing rumahan maksudnya hhe. Mungkin bisa kambingnya yang diteraturkan untuk buang kotoran(dibuatkan kandang) atau ada kerja bakti mengumpulkan kotoran kambing. Kotoran ibu bisa diolah menjadi pupuk. 


Nah, untuk Potensi Pulo Panjang, Hambatan, dan Usulan Programnya ialah:
  1. - Pemberian hibah alat penyulingan air asin menjadi air tawar. Karena hanya warga yang berpunya saja yang bisa membuat sumur bor dengan harga 8juta-10juta. Sedangkan untuk warga biasa, hanya bisa membeli air tawar satu jerigen berharga 800-1000.
  2.  - Lebih mengekspos pangan lokal. Setelah kami berbincang-bincang dengan ibu-ibu dan kawan lainnya, ada potensi pangan lokal yang perlu lebih diekspos, contohnya ialah Bacang, Dodol rumput laut, olahan pisang ditumbuk digoreng (lupa namanya hhe).
  3. - Support ibu-ibu PKK untuk berwirausaha (mengadakan pelatihan atau diskusi). Karena yang kami lihat ada seorang ibu yang hanya memutar produksi, tanpa mengadakan pembukuan.
  4. - Adanya motivasi untuk lanjut studi serta sosialisasi beasiswa, agar lebih ringan untuk melanjutkan studi.
  5. - Mendampingi anak-anak dalam kegiatan ekstrakuriuler, contohnya Pramuka.
  6. - Adanya kegiatan rutin di TBM (Taman Baca Masyarakat), contoh mendongeng/ story telling setiap pekan.  


Readmore >>

#4 Pengmas Realita IV ILP2MI : Game, Penampilan Seni, Tangis Perpisahan, Banten Lama, dan MITI Pusat :D

Jumat, 9 Mei 2014

Pada Jumat pagi kami bersiap untuk game dengan anak-anak. Kelas 1 dan 2 mengikuti lomba makan kerupuk dan kelas 3, 4, dan 5 mengikuti game per pos. game per pos itu ialah: pukul air, “menyebrangi sungai” dengan kardus, balap balon, pindah tepung, cerdas cermat, dan Tono Tini. Sebelum game dimulai kami masuk kelas mengisi waktu anak-anak dan bergantian sarapan.


Nah, saya, Mifta, Aul, Azmi, Yulia, dan beberapa kakak yang lain mengkondisikan untuk game makan krupuk. Ya seperti biasa, namanya anak belum begitu nalar. Sudah diatur berbaris rapi, satu barisan maju untuk game makan krupuk yang lain ikut maju menyerbu x_x Untuk mengatasinya kami membariskan mereka lagi dan mengajak mereka untuk gerak badan, salah satu contohnya ialah dengan senam otak C-O-C-O-N-U-T.



Setelah itu kami menutup kegiatan pada pagi itu. Pada siang harinya ada penampilan kesenian dari kedua SD. Dan sore itu kami sempat bermain ke dermaga, menikmati sisa waktu yang ada. Pada malam harinya, ada penampilan seni dari marawis, tilawah, puisi, tari, dan pantun serta ada penutupan acara. Dan kami melalui malam terakhir dengan bakar-bakar ikan hehehe.








Sabtu, 10 Mei 2014

Pagi hari kami berpamitan ke SDN Pulo Panjang. Bulir bening pun keluar dari mata-mata bening itu. Selain para siswa yang menangis, para pendidik muda pun ada yang menangis. Setelah itu kami ke dermaga untuk pulang. Namun, langit pun serasa tak mengizinkan kepergian kami, hujan turun pada pagi itu. Setelah hujan mereda, kami lihat anak-anak kecil itu menyusul kami ke dermaga, mereka pun menangis melihat kepergian kami.

Di perjalanan pulang itu, bulir bening keluar dari mata, karna kakak saya operasi di sebrang sana. Apatah yang bisa dilakukan selain berdoa dan mengusahakan yang terbaik (mendelegasikan adik-adik yang di Semarang untuk menemui bapak dan ibu). Setelah sampai di dermaga, kami menunggu bus sejenak dan kami menaikinya. Kami dibawa ke Banten Lama. Di sana kami melihat adanya masjid dan menara(dengan arsitektur Belanda, Tionghoa, dan satu lagi lupa hhe). Sebelum itu kami ke museum, di sana kami melihat benda-benda dan sejarah peninggalan Banten Lama, contohnya ialah sejarah Debus, mengenai penjernihan air, peralatan meriam, dan lain-lain.

Setelah itu kami dibawa ke Untirta. Di sanalah kami berpisah.
Pada malam harinya, delegasi dari R’nB Undip dan UKMP Unnes mengadakan kunjungan ke MITI Pusat yang terletak di Alam Sutra. J


Readmore >>

#3 Pengmas Realita IV ILP2MI : Pendidik Muda beraksi, Pertengkaran Kecil, dan "Aksi" Anak SD

Rabu, 7 Mei 2014

Pagi hari kami (Tim Pendidikan) mengajar di SD. Karena ini baru pertama kali kami mengajar di SDN Pulo Panjang, maka kami beramah tamah dengan para guru terlebih dahulu. Setelah itu mulailah kami mengajar. Materi pada hari itu ialah perkenalan dan mengenai mimpi. Nah, hari sebelumnya kami sudah memotongi kertas menjadi empat bentuk dan dengan kertas itu adik-adik bisa menuliskan mimpi-mimpinya.

Awalnya kami memperkenalkan diri masing-masing, dilanjutkan dengan mereka. Selanjutnya ialah materi mimpi. Kami menanyakan mimpi mereka terlebih dahulu. Selain menuliskan mimpinya di kertas yang kami berikan, mereka menuliskan mimpinya di papan tulis, sembari kami mengajari mereka untuk mengantri.


Setelah jam 10, pelajaran di kelas 1 selesai, dan ruang itu digunakan oleh siswa kelas dua, kami (pengajar kelas satu) membantu kelas yang lain untuk mengajar. Saya ke kelas lain dan mengajak bermain game konsentrasi (menunjuk bagian wajah, tepuk tunggal-ganda, dan game “ini, yang ini, kalo ini”). Kemudian saya ke kelas mas Hudi dan dik Nurma, di sana meriah sekali. Beberapa game yang diberikan di kelas itu ialah game pak dum, cerdas cermat, dan membuat karya. Game itu dilaksanakan oleh dua kelompok besar. Ada satu anak yang sangat lincah dan semangat di kelas ini, namanya Regaf.





Pada siang harinya kami melatih seni pada anak-anak. Saya sangat terkesima, karena anak-anak yang saya damping sudah pandai membaca alqur’an, padahal seumuran mereka.

Pada malam harinya ada evaluasi lagi. Kalau dari SD Kebalen, katanya, “Ada mahasiswa datang ke sini saja sudah senang.” Kemudian diskusi lebih mengenai penyelenggaraan festival. Karena forumnya sangat besar(meliputi tiga divisi), maka forum dipecah menjadi per divisi. Kami menyepakati festival diadakan di sekitar SD Pulo Panjang, sebelum festival anak-anak tampil dan setelah itu dipilih beberapa yang bagus dan memungkinkan untuk tampil. Kemudian kami menge-list kebutuhan untuk tampil. Malam sudah larut dan kami belum menyiapkan materi mengenai Pendidikan Karakter.

Kamis, 8 Mei 2014

Pagi hari sebelum kami sarapan, kami menge-list kebutuhan yang diperlukan untuk lomba pada hari Jumat. Setelah itu kami mengajar di kelas. Hari ini lebih super daripada sebelumnya. Kami berencana untuk tanya jawab cepat tepat. Namun, ya namanya anak-ana yang nalarnya belum begitu jalan(masih kelas 1 SD). Kami memberi pertanyaan. Kami sudah menjelaskan aturan mainnya kalau mau menjawab maka harus acungkan tangan kemudian kami tunjuk dan baru menjawab, kami sudah menjalaskan beberapa kali, namun mereka belum paham jua -_- Apa yang terjadi? Malah seperti aksi -_____- Saat kami beri pertanyaan, mereka mengacungkan tangan, karena banyak yang mengacung kami berpikir sejenak, belum usai kami berpikir, anak-anak maju ke depan menyerbu kami, mau menjawab -____- #gubrak. Dan kami kebingungan untuk menenangkan mereka :D akhirnya mereka mau mundur. #fyuh. Mereka seperti aksi dan cukup anarkis (lebay). Hari kedua kami mengajar ini akhirnya ada yang bertengkar dan menangis. Tidak hanya satu, tapi ada beberapa. Lumayan lah energy yang kami keluarkan pada hari ini. Setelah mengajar SD kelas 1 saya dan Gustaf mengajar Matematika kelas VI SD. Pada awalnya ada satu soal yang membuat kami kesulitan, namun alhamdulillaah ada mbah google, jadinya kami mencari rumus di google, hhe. Alhamdulillaah kami mendapatkan rumus itu. Kemudian kami menanyakan lagi soal-soal yang sulit untuk dibahas bersama. Ada satu lagi soal yang sulit, namun alhamdulillaah di google sudah ada penyelesaiannya. Selamatlah kami :D setelah menyelesaikan beberapa soal, kami mengajak pendidik yang lain untuk memperkenalkan diri dan menawarkan bantuan jika kesulitan. Dan pada siang itu kami makan es kelapa ½ muda bareng-bareng. :D


Siang harinya kami melatih seni. Saat saya memasuki kelas, anak-anak siap untuk marawis. Mereka sudah pintar-pintar dan masyaAllaah suara mereka merdu sekali. Kami melatih hingga sore hari.


Pada malam harinya kami mengadakan evaluasi lagi. 
Readmore >>