Showing posts with label UNS. Show all posts
Showing posts with label UNS. Show all posts

#2 Play with SABS: Ekspedisi 30 Jam di Mulai! :D

Bismillaah

Setelah mereka mengerjakan tugas mendata bangunan, peristiwa, orang, dan kuliner serta sudah laporan pada mas Jefri, kami menuju Gor Manahan. Di jalan itu kami menanyai ibu-ibu penjaja makanan. Karena kami tidak mengetahui jalan, maka kami bertanya pada orang di sekitar sana, namun qodarullaah kami kek diputer-puter gitu, huhuhu. Kami menyusuri jejalanan lagi serta menjalankan tugas yang diberikan dan alhamdulillaah kami bertemu mas jefri. Setelah bertemu mas Jefri, kami sholat Dhuhur bersama di Masjid Al Amin. Setelah sholat kami makan siang. Namun qodarullaah, dik Fety menangis karena gatelnya semakin parah dan melebar. Kami kebingungan dengan situasi yang ada. Mbak Yulia dan mbak Linda memberi Salep, namun ia belum jua menangis. Ya iyalah, rasanya panas dan gatel serta daerah lukanya membesar, kasihan sekali dia, penulis tak tega dengannya. Kemudian penulis mengusulkan untuk membawa ke dokter. Dibawalah ia ke dokter anak, namun terus gimana gitu trus dik Fety dibawa pulang. Dia terkena jamur. Dan kami melanjutkan perjalanan. Sedih juga sih, satu pasukan berkurang, yang tersisa ialah mas Jefri, penulis, Yulia, dan 4 anak lainnya.

Setelah dari masjid itu, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Balapan. Menuju Stasiun Balapan kami bertemu dengan pemulung yang berpenghasilan Rp 40.000,00- Rp 5.000,00 per hari. Setelah itu kami menemukan Pasar Nongko, masuklah kami ke pasar itu. Di pasar itu kami menanyai ibu-ibu penjual tabungan(celengan) dan lainnya. Keluar pasar, kami menemukan penjual-penjual tanaman, masuklah kami melihat-lihat bunga itu. Si Abhi berhasil membawa kaktus kecil. Setelah kami melihat-lihat bunga atau tanaman di sepanjang jalan itu, alhamdulillaah kami sampai di Stasiun Balapan Solo. Di stasiun itu kami bertemu pada mas-mas arsitek UNS 2009, beliau sedang men-sketsa gambar Stasiun Balapan. Ketika bertemu dengan masnya, kami melihat-lihat hasil karyanya (ternyata banyak juga sketsa karyanya) dan ngobrol dengan beliau juga yang ternyata adik tingkat mas Jefri di UNS. Setelah berbincang dengan mas arsitek, namanya mas Galih, kami memasuki stasiun itu. Kemudian keluar dan melanjutkan perjalanan ke UNS. Kami tidak ke Monumen Banjarsari, karna saat di masjid tadi kami beristirahat cukup lama. Selanjutnya ialah ke UNS.


Perjalanan ke UNS itu kami bertemu dengan bapak-bapak penjual alat rumah tangga yang berjalan dari jam 7 hingga malam hari dengan mendorong grobak. masyaAllaah sekali bapaknya. Kami bertemu dengan beliau paska sholat Ashar di masjid. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan lagi. Kami berhenti di depan SMA N 2 Solo, yang ternyata bersebelahan dengan SMA N 1 Solo dan kami membeli minuman di sana. Di depan SMA N 1 Solo adiknya menanyai salah satu mbak yang bersekolah di sana. Adiknya bertanya nama, alamat, dan enak tidak sekolah di SMA N 1 Solo. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan bertemulah kami dengan jembatan yang di bawahnya dilalui kereta api. Kami menunggu sesaat untuk bisa melihat kereta api yang sedang berjalan dan merasakan berapa di atasnya. Beberapa menit setelah di sana, kami melihat kereta api melaju. masyaAllaah sekali, mendengar deru kereta api dan melihat gerbong-gerbong itu berjalan. Setelah itu, lanjut lagi, kami mampir di masjid untuk sholat Maghrib di masjid dekat UNS. Kami sholat di sana kemudian berjalan hingga sampailah kami di NH. Wah, sedih harus berpisah dengan mereka, namun ya bagaimana lagi. Penulis berpamitan dengan mereka dan melanjutkan pulang ke Wonogiri.
Yang penulis rasanya ialah rasa salut pada adik-adik SABS, karena mereka tidak mengeluh dan tidak menyusahkan selama perjalanan.  Selain itu, penulis terkesima dengan mereka yang sejak kecil sudah diajari untuk bereksplorasi dengan alam/ lingkungan sekitar.

Dan ini ada tulisan lain yang penulis tulis dari jalan-jalan bersama mereka:

Pergilah ke mana pun kau kan pergi
Namun tetaplah ingat bahwa kau pun perlu kembali ke rumah asalmu
Raihlah hal yang tertinggi, namun ingatlah bahwa kau perlu berbagi
Karna setiap rizki yang tlah diberikan Allaah, ada rizki orang lain di sana (tak mutlak untuk kita)
Apatah yang tlah kau bagi?

Kehidupan ini tak berlangsung lama
Apa guna kau nanti esok jika sekarang pun bisa
Apa guna gelarmu mahasiswa
Jika untuk masyarakat saja kau tiada

"Carilah peluang di celah kebutuhan masyarakat itu", itu kata guru
Jadilah membumi
Yang bisa menyentuh pelosok negri
Bukan sekedar retorika tak berarti

Jadilah menepi
Ke pinggiran kehidupan
Agar kau tau luka mereka
Mengolah empati dan rasa

#rintihanMalam


Dari teman" SABS kemaren kita belajar kepekaan sosial. Ketika mengetahui peristiwa unik, kita diminta mendokumentasikan hal itu. Contohnya ialah warga yang pindah rumah dan barang"nya diangkut dengan becak.
Dokumentasi lewat foto dan tulisan. Sejak kecil mereka tlah dididik untuk peka pada sosial. Agar mereka tergerak tuk bertindak.
Selain peristiwa, kita juga diminta mendokumentasikan profil orang dan bangunan. 
MasyaAllah sekali, salah satunya kita menemukan bapak" penjual peralatan rumah tangga dengan grobak dorong yang berjalan dari jam 7 pagi hingga malam.
Bangunan yang didokumentasikan salah satunya ialah pasar. Selain mereka mendokumentasikannya, mereka juga bertanya" pada penjual di pasar itu. Salah satunya mbah" penjual celengan (tabungan).

Oya, selain itu mereka diminta untuk mendata kuliner.

["Pergi dari Sini ke Sana" Selama 7 Jam Cah Bocah]
Jadilah layaknya cahbocah itu, mereka "Pergi dari Sini ke Sana" tak banyak pikir dan takut.
Padahal mereka hanya anak kecil. Di jalan banyak mobil, motor, mereka melewati ril kereta api, mungkin bisa bertemu orang gila, preman, atau orang lain bisa menjahati mereka.
Namun, apakah mereka berpikir dan takut akan hal itu? Mereka berani. Mereka berani "Pergi dari Sini ke Sana". Mereka pun menyelesaikan tugas dengan perlahan. Mereka menjalankannya dengan tingkah polos dan lucu mereka. Rekaman peristiwa-peristiwa buruk belum menyapa mereka. Lupakan peristiwa-peristiwa buruk itu. Mereka tak berhak menghambat langkahmu untuk "Pergi dari Sini ke Sana".
Mereka pun melangkahkan kaki yang pertama untuk bisa "Pergi dari Sini ke Sana" selama 7 jam!
Langkahkan kakimu. Jangan usik takutmu. Biarlah ia dalam tenang dan kau pun tak terganggu. Tersenyumlah pada kenyataan dan jalani. Ayunkan langkah pertama.  
Semangat!
Mungkin ini ya perbedaan anak yang sangat diprotect dan SO (Study Oriented) dengan anak yang dibebaskan bereksplorasi (namun bisa mengendalikan diri).

Anak yang diprotect dan SO akan didominasi ketakutan karena biasa dilindungi dan kurang dikenalkan dunia luar. 
Anak yang dibebaskan bereksplorasi (namun bisa mengendalikan diri) akan bisa cepat berkembang karena mereka dibiasakan mencoba hal-hal baru dan tidak takut untuk mengeksplor dirinya (dengan yang ada di sekitarnya).

Masih tentang 
Sekolah Alam Bengawan Solo 
#imo
#hikmahSABS


| Masdhiana Sukmawarni | Informatika Undip 2011 |
Readmore >>

#1 Play with SABS: Semarang - Solo Termalam dan Petualangan di Mulai (Jelajah Solo!) :D

Bismillaah…

Apa kabar Guys? J Kali ini penulis ingin share mengenai pengalaman pertama penulis mengikuti kegiatan SABS. You know SABS? :D SABS is Sekolah Alam Bengawan Solo, yang ternyata letak sekolahnya di Klaten. Hehe.

Sebenarnya ini berawal dari dipertemukannya penulis dengan Kepala Departemen HRD SIM UNS (Lembaga keilmiahan UNS), yakni Okthina Damaryanti di kegiatan Pengabdian Masyarakat Realisasi Hasil Penelitian IV (Pengmas Realita IV) ILP2MI di Banten awal Mei silam. Dia atau tepatnya kami berjanji untuk main bersama di SABS karena ke-kepo-an penulis :Dv

Dua pekan yang lalu penulis berkeinginan memenuhi janji tersebut, namun qodarullaah karna deru tugas yang membahana penulis berhalangan bermain bersamanya. Okthina pekan lalu memberitahu bahwa di SABS akan ada kegiatan dan penulis agak longgar, sehingga bisalah mengikuti kegiatan itu dan sekalian pulang. Kan pulang kemaren (ceritanya) rindu dengan keluarganya belum tuntas. Hehehe.

Hari Jumat penulis kuliah sore. Belum lagi ada satu kuesioner yang belum tuntas. Hari itu presentasi pula dan ternyata pulang dari kampusnya molor. Maghrib baru kelar kuliah. Siap-siap balik ke Solo. Sebelum itu survey, alhamdulillaahnya penulis cepet dapet responden lelaki, karena itu yang kurang. Ba’da Isya’ penulis baru dari Semarang, sekitar jam 19.21 penulis baru melaju dari kost. Ini perjalanan termalam untuk ke Solo yang penulis lakukan. Alhamdulillaah di perjalanan tiada halangan, Cuma paling gelap aja dan penulis harus membuka kaca helm agar jalan terlihat jelas. Jam 21.14 penulis sampai di Gerbang belakang UNS. Alhamdulillaah dik Yulia (adik yang ketemu pas Pengmas Realita IV juga) cepet dateng. Setelah itu kami ke kost sang adik. Sebelum tidur kami cerita-cerita terlebih dahulu.

Setelah Subuh kami jalan-jalan di kampus UNS. Setelah itu duduk-duduk di Masjid Nurul Huda, cerita-cerita, dan terlihatlah oleh kami panitia kajian yang sedang mempersiapkan kajian. Karena jam mendekati jam 7, kami balik ke kost. Kami masak sarapan kemudian makan pagi, hhe. Jam sudah menunjukkan pukul 7 lebih dan kami bingung dengan rencana yang ada. Setelah kompromi via HP dengan Okthina(yang ternyata tidak bisa ikut) dan galau-galauan, akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti anak-anak SABS jalan-jalan.   

Kami ke NH sekitar jam 9. Kemudian naik mobil truk pak polisi menuju Taman Balai Kambang bersama anak-anak SABS serta para pendamping anak-anak. Sesampainnya di Balai Kambang, anak-anak dilepas begitu saja dengan diberi instruksi sebelumnya dan para pendamping dibriefing. Kami dibagi, satu tim ada dua pendamping untuk menyusuri Solo.

Setelah beberapa saat, ada beberapa anak yang menanyakan pada penulis dan Yulia yang sedang berjalan, “Mbak Yulia yang mana ya?” Ternyata mereka ialah tim kami. Lantas kami mengikuti mereka. Awalnya mereka berkenalan dengan bule dan mencatatnya di depan mbak-mbak yang sedang nge-dance x_x

Setelah itu, Karena belum sholat Dhuha, mereka mencari masjid/ mushola. Di dalam taman itu ada, berbayar. Setelah mereka sholat Dhuha, kami melanjutkan jalan-jalan di taman itu. Mereka ingin masuk ke taman reptile, namun kami (pendamping) mengkompromikan dengan mereka, dengan uang Rp 20.000,00 untuk dua hari apakah bisa juga untuk main ke taman reptil itu, jadinya kami hanya berbincang dengan ibu penjaga taman reptile dan berpamitan. Hhe.

Setelah itu mereka menanyai mas-mas penjual peralatan pancing dan ibu-ibu penjual es dawet dan soto. Ternyata Taman Balai Kambang sering buat pre wedding ya hhe, kemaren itu kami menemui dua pasang pre wed. Setelah itu mereka laporan ke mas Jefri. Mereka diminta membuat peta Indonesia dari dedaunan yang sudah berguguran. Karena belum sesuai dengan permintaan dan ada beberapa tugas yang belum tepat maka satu tim yang lain mendahului kami. Karna kami harus menyelesaikan tugas pembuatan peta itu dan tugas mendata. Alhamdulillaah setelah itu kami bisa jalan. Tim depan kami ialah tim mas Rohandi Latif dan tim belakang kami ialah tim mas Agus Suroso (kalau tidak salah). Kami diminta berjalan-jalan dengan rute Gor Manahan – Stasiun Balapan – Monumen Banjarsari – UNS.
~to be continued ~

Readmore >>

R'nB Undip Nimbrung di Sekolah Ilmiah SIM UNS: Sociopreneur

Bismillah


Sabtu, 27 April 2013 merupakan salah satu pengalaman yang tidak terlupakan, karena saya berhasil motoran dari Solo ke Semarang(+-2,5 jam) dan begitu sebaliknya(+-4 jam). Rencananya kami ingin berangkat jam 5, namun qodarullah ternyata jam tangan Angga sedang bermasalah, sehingga kami dari Semarang sekitar jam 5.30. kami memilih motoran karena risiko waktu, kami tidak ingin waktu kami banyak terbuang di jalan sedangkan kami bisa meminimalisasi waktu di jalan. Alhamdulillah cukup lempeng, karena kami berangkat pagi juga, kecepatan sampai Tengaran sekitar 80-90 km/jam, namun qodarullah motor Angga sedikit bermasalah, sehingga kami berjalan sekitar 70-80 km/ jam.

Kami perwakilan dari R’nB Undip (Reseach & Business Universitas Diponegoro) ada 4 orang (padahal qutanya 3 orang :D ^^V). 4 orang itu ialah saya(Masdhiana IF Undip 2011), Nabila (Statistika Undip 2012), Airlangga (Akuntansi Undip 2011), dan Sigit (Teknik Mesin Undip 2011). Sigit sudah berangkat pada H-1, sedangkan kami motoran bertiga dari Semarang. Nabila nebeng saya.

Semarang, Salatiga(lewat Ring Road), Tengaran, Ampel, Boyolali, Mojosongo, dan Solo :D Alhamdulillah, Alhamdulillah sampai Solo, setelah itu kami tanya rute-rute ke UNS. Alhamdulillah sampai UNS(sekitar jam 8) :D Dan kami menuju NHIC (Nurul Huda Islamic Center) karena acaranya di Ruang Seminar NHIC.

Saya SMS Ayik(kenalan pas Pengmas di Jember), karena agak lama, jadi saya langsung ke TKP. Dan yang saya lihat pertama kali ialah Ayik. Hhe. Senang rasanya berjumpa kawan seperjuangan di Lengkong. Kami ngobrol, perkenalan, dan registrasi. Setelah masuk ke ruang, kami memutuskan untuk melihat masjid NH yang baru itu, subhanallah, bagus euy. Gak seperti NH yang dulu, hhe. Ya iyalah kan udah direnov.

Setelah itu, kami ngobrol sama anak UNS, melaksanakan misi kami untuk nyari link, hhe.
 
Jam 9.25 AM acara dimulai. Acara ini dimulai dengan perkenalan orang yang tidak seberuntung kita. Cerita bahwa ia harus bekerja untuk menghidupi dirinya (dan ibunya). Agak jleb juga, bapaknya bilang “Dia hidup di atas perjuangan dia sendiri(nyari duit sendiri), nah kamu?” *huft, menunduk*

Setelah itu ada sambutan ketua yang diwakilkan ke wakil ketua(karena sang ketua sendang mengikuti acara beasiswa aktivis nusantara) yakni mas Agus Suroso. Masnya berkata bahwa di ingin ketika pulang kita membawa sesuatu dan bisa berbuat sesuatu.

Momod (moderator): Mira Hartanti (Biologi FMIPA UNS 2011)

Materi 1: Membangun Bangsa dari Desa (Dhian Nurma Wijayanti)

Seperti biasa, ada pemaparan tentang populasi Indonesia, angka kemiskinan, pemuda, pengangguran terdidik, dan sejenisnya.

Mimpi #1: Masa Depan Indoensia Ada di Daerah.
Seperti kata pak Sutanto, bahwa kekayaan itu bak piramida terbalik. Yakni posisi teratas diduduki (*?? hhe*) oleh pejabat, setelah itu ada high class, ada middle class, dan ada lowest class.
Nah, kenapa judulnya kek gitu? Karena memang sumber daya alam Indonesia itu ada di daerah. Kita butuh pasir, kembalinya ya ke daerah. Kita butuh gamping/ batu kapur ya ke daerah Karts itu juga di daerah.

Mimpi #2: Meritocracy based leadership.
Tantangan: pemuda yang berkarya.
Setelah itu, ada empat kuadran. Di kuadran 1 ada usaha social, kuadran 2 ada perusahaan komersil, kuadran 4 ada kegiatan social tradisional, sumbu x ada dampak sosling, dan sumbu y ada potensi profit.

Kemudian mbak Dhian bertanya apa maksud sociopreneur.

Nah, di sini mbak Dhian menjelaskan ada 3 tahapan untuk sociopreneur, yakni:
1.    Rekayasa research
2.    Value add
3.    Rekayasa market.

Beliau memberi contoh dengan memutar video mentornya yakni mbak Sonia(kalau gak salah, hhe). Contohnya:
Ditanya, apa potensinya? <= sabun.
Uniknya apa? Pasar bisa menerima kalo produk direkayasa gimana? Sabun mengandung bahan-bahan yang bermanfaat.
Rakayasa market gimana? <= ada edukasi atau story telling via reseller.
Sociopreneur itu kewirausahaan dari berbagai disiplin ilmu (interdisipliner) dan menyelesaikan persoalan masyarakat serta bagaimana masyarakat mau menerima.
Coba saya masukkan referansi lain:
Sociopreneur adalah perwujudan jiwa entrepreneurship, namun tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berusaha untuk membantu dan mengembangkan masyarakat sehingga masyarakat tersebut dapat menjadi masyarakat yang mandiri. (terakhir diakses dari https://www.youngontop.com/notes/let-s-switch-the-bow-to-be-sociopreneur- pada Selasa, 30 April 2013)

Kunci sociopreneur:
1.    Senangi
2.    Kerja keras
3.    Tim yang menguatkan

Beliau juga mencontohkan sociopreneur yang beliau lakukan di Purworejo yakni Ikan Sidat. Ternyata ikan sidat itu memiliki DHA tinggi dan omega. Harga awal 9k, namun di tangan beliau menjadi 150k.

Kalau entrepreneur itu untuk keuntungan sendiri, nah kalo sociopreneur itu untuk kesejahteraan masyarakat.
Beliau(dan kami –setelah diceritain-) terkesima dengan duri laut, yang dijadikan kripik duri laut, itu namanya technopreneur.

Beliau juga menjelaskan tentang Loop thinking. Beliau mengambil case di Lembang, yang terkenal kan wmawarnya tuh. Mawar yang tangkainya panjang dijual, nah yang tidak bertangkai gimana nasibnya? Itu dijadikan sabun, minyak wangi, dan hand & body. Promosi by online.

Materi 2: Indrawan Yepe

Menurut saya, beliau lebih menjelaskan ke praktik (apa yang ada di lapangan). Beliau membukan dengan mengibaratkan pustaka/teori itu seperti batang pohon, belum begitu berguna, nah kalau sudah menjadi mimbar, menjadi kursi barulah ia berguna.
Mendidik tentang ekonomi kerakyatan ialah dimulai dari diri sendiri dan menantang diri untuk berkontribusi.

Kemudian beliau menutup dengan beberapa ayat. Salah duanya ialah:
“Dia yang mematikan & menghidupkan”“Dia-lah yang memberikan kekayaan dan kecukupan”
Nah, gak usah resah, Allah udah ngasih kecukupan ^_^

Setelah itu, ada sesi Tanya jawab. Hmm, subhanallah dari universitas lain, jam terbang tentang socioprenuernya udah lumayan, lumayan tinggi :D langsung jawabannya aja ya, hhe.

Point-pointnya untuk melaksanakan sociopreneur ialah:
1.    Jangan menggurui masyarakat
2.    Tanyakan, di sini ada masalah apa? Bapak ibu butuh bantuan apa?
3.    Live in(tinggal di sana) 1 bulan.
4.    Kenalan.
5.    Masyarakat butuh teladan.
6.    Ambil hatinya.
7.    Mengubah karakter masyarakat tidak mudah.
8.    Lakukan 3 tahan tadi. Untuk rekayasa market bisa cari investor atau cari market, ada CSR, ada sedekah bank/ BUMN juga.
9.    Mengubah mindset <= percantik packaging. Contoh: Pasar Ngarsopura, expo, UNS Sunday market (oleh masyarakat UNS), dan UGM Sunday Market (oleh preman).
10. Baca => tulis => aksi
11. Desa binaan => focus ke adik-adik, untuk orang tuanya bisa diajak sociopreneur juga.
12. Level mahasiswa itu kritis (batang pohon) => solutif (punya cabang) => pengambil peluang (punya buahnya).
13. Berikan power, bukan force.
14. Membina sehingga binaan juga membina serta ada pendelegasian.
15. Pemimpin => mencetak pemimpin baru, bukan follower.
16. Kontribusi itu untuk orang lain, dedikasi itu untuk Allah.
17. Bukan seberapa banyak yang kamu berikan, tapi seberapa cinta yang kau beri.
18. Membina => carilah yang menantang dan konsistenlah!
19. Pikirkan betul tindakanmu.

Itu yang saya dapat, hhe. Setelah itu ada ishoma. Nah, Angga khawatir kalo kami pulang sore maka akan semakin macet, kami memutuskan untuk segera pulang. Namun, sebelum itu ada sharing dengan UNS dan Unnes di sekretariat SIM UNS. Qodarullah, helm Angga hilang, dia beli helm deh. Karena cukup lama, kami sholat ashar di NHIC UNS juga. Setelah itu barulah kami pulang.

Qodarullah saya sedikit nyerrempet Sigit (karena keknya Sigit galau, hhe. Karena bus di depan Sigit tu ambigu, hhe). Kasian Nabila, kakinya susah buat jalan. Kami melanjutkan perjalanan dan kami terpisah satu dengan yang lain. Muter-muter dulu untuk sampai ke jalan rayanya. Di beberapa titik ada kemacetan, karena ada perbaikan jalan itu. Subhanallah, di jalan kami menerjang angina, yang membuat kami tergerak ke kiri atau kanan, harus benar-benar menggunakan prinsip kapilaritas, beradu dengan truk besar, bus besar, mobil, motor lain, melewati pinggir, sampe trotoar pun dilewati. Sungguh pengalaman yang ruaar biasa, hhe. *Maklum rider amatiran*. Seru pokoknya, insyaAllah meningkatkan skill motoran saya. Hhe.

Motoran itu soal bertindak(mengambil keputusan) cepat dan tepat serta rasa percaya diri untuk mengeksekusi.

Karena macet itu, perjalanan jadi sekitar 4 jam dengan kecepatan kalo gak macet sekitar 80-90 km/jam, dari jam 3.30 sampai jam 7.30an.
Alhamdulillah, Allah masih memberi umur pada saya.

Readmore >>

Belum Berilmu Sepenuhnya, tapi Bisa Menuntaskan!


Bismillah...
Nak, kau ingin pergi ke suatu tempat. Namun kau belum tau pasti rutenya(belum begitu ada gambaran mengenai rute tersebut). Kau hanya punya abstraksi umum. Dengan semangat pantang menyerah dan ingin meraih tujuan itu, kau bisa ke sana. Dulu kau pernah ke daerah yang gak cukup jauh(mengerjar ketertinggalan), namun... kemaren... jalan yang jauh kau tempuh dengan bekal percaya pada Allah, pada penunjuk jalan, pada manusia yang kau tanyai, dan pada feeling. Bukan hanya jalan yang jauh, kau juga bertemu truk-truk besar, harus menyusup sana sini, mengambil kesempatan di pinggir, berlari menembus angin cukup kencang, mengambil opportunity jalan yang -sedikit- longgar, itu semua rintangan yang harus kau lalui. Dan.... Kau bisa!



Itu berarti...
Ujian ini pasti kau juga bisa.
Kejarlah ketertinggalan itu, percaya pada Allah, mulai belajar, percaya kawan, fokus, berusaha keras, dan percayalah kau bisa hadapi semua rintangan itu. Meski kau masih samar dengan apa yang harus kau selesaikan.

Nothing impossible.
Pasti bisa!

Kejarlah impianmu tuk orang tuamu, sebagai balasan yang pasti tak bisa sepenuhnya setimpal. Untuk sedikit mengobati lelah letih orang tuamu. :'(

Semangat UTS!
Semangat belajar!
Ihrish!

#FokusUTS

Dari sahabat Abu Hurairah, Bersabda Rasulullah, "Mu'min yang kuat lebih dicintai Allah dari mu'min yang lemah, dan masing-masing memiliki kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa malas, dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah "Qodarulloh wa maa syaa'a fa'al, Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi".

http://www.ilmoe.com/721/mumin-kuat-lebih-dicintai-allah-bersemangat-terhadap-hal-bermanfaat.html
Readmore >>

SPONTASNITAS DI MUSYAWARAH WILAYAH REGIONAL III ILP2MI

Bismillah

Suatu hari aku dichat oleh kawan R’nB Undip. Dia namanya Yunus. Dia menawarkan untuk ikut acara ILP2MI, entah kenapa dia memberikan kesempatan itu padaku. Aku berpikir sejenak dan akhirnya menyanggupi karena juga gak ada kegiatan yang gak bisa ditinggalkan.

Aku segera menghubungi temenku(Intan) untuk konfirmasi. Acara itu (kata Yunus) tanggal 1-2 Februari 2013, namun setelah H-1 aku baru diberitahu kalo acaranya tanggal 3 yakni hari Ahad. H-1 yakni tanggal 2 kami mempersiapkan apa yang musti dijelaskan/ dipresentasikan. Aku gak nyangka kalo musti bikin PPT/musti presentasi. Kirain Cuma duduk dengerin aja, hhe.

yaudah H-1 itu Intan dan mbak Ziza ngumpul di kostku. Kami merencanakan besoknya itu seperti apa. Masih bingung juga mau naik motor atau ngebus. Kami tanya anak Unnes, mereka naik motor, tapi kan mereka laki-laki semua -.-
Dan pagi harinya baru diputuskan naik bus. Hho

Tanggal 3 itu kami berencana berangkat jam 8 ketemu di Sukun. Kami naik Shutle, jadinya gak naik bus tapi travel. Naik travel ke Jogja sampe jalurnya itu Rp 38.000,00. Setelah itu kami sholat dan selanjutnya naik Trans Jogja dengan ongkos Rp 3.000,00. Setelah itu kami menunggu Ula di pemberhentian bus. Dan kami jalan ke rumah Ula yang gak jauh dari sana.

Waa di rumah Ula untuk ke-2 kalinya ^_^
Dulu itu pas Promotion Level 1 dan sekarang ini agak beda yakni nginep, hhe.
Sesampai di sana, aku bersih diri, sholat, dan kami makan bersama. Setelah itu meneparkan diri XD
Dan malamnya setelah makan malam, aku, mb Ziza, dan Ula baru tidur jam 1 untuk mempersiapkan presentasi di keesokkan harinya. Sedangkan Intan jam 11-12 itu sudah tidur duluan, karena sebelumnya gak tidur, kantong matanya menyiratkan bahwa ia capek dan butuh istirahat.     
Power point untuk profil sudah siap, power point untuk proker masih perlu dipercantik, dan video sudah ada. Kami tidur.

Pagi harinya kami brangkat ke TKP sekitar jam 8.00. kami naik motor ke UMY, dari rumah Ula sekitar 30 menit. Sesampai di sana, kami cukup tercengang, pasalnya kami ialah pendaftar pertama, haha zzz
Setelah itu kami berkenalan dengan UKM lain dan tak lama kemudian aara dimulai. Acara dibuka dengan sambutan beberapa orang terkait yakni ketua panitia (mas Singgih-beliau menjelaskan terkait dengan filosofi jawa-), ketua KPM UMY yakni mas Sugi, dan dari dosen(bapaknya memotivasi dan mengatakan yang isinya ketika orang lain liburan/senang” namun kami yang di sana mau bekerja).

Pembacaan tilawah yang syahdu, tapi aku malah ngedit dikit PPT Proker, zzz.

Setelah itu acara dihandle oleh Koordinator Wilayah Regional III yakni mas Rama Rizana. Acara awal yakni presentasi tiap UKM yakni ada sekitar 11 UKM yang hadir. Ini sedikit ringkasannya:

Presentasi pertama oleh GC (Gama Cendekia) UGM. Taun ini GC berkonsentrasi tentang prestasi lembaga, kontribusi (beberapa desbing), dan ia sebagai wadah kebersamaan. Aku menanyakan tentang alur kaderisasi dan manajemen keuangan. Mbak Ninda dari UKM P UNY menanyakan tentang total pengurus dan menjaga agar ada kedekatan/ kekeluargaan. Mas Ali dari IKIP PGRI Semarang bertanya tentang gimana penggolongan kaderisasi GC dan gimana kok GC ada link Indonesia Mengajar.

Presentasi ke-2 yakni UPI (Unit Penalaran Interdisipliner) UGM. Ia terbagi menjadi 3 departemen yakni DPP, PSDM, dan Humas. Pertanyaan yang diajukan ialah gimana penggalian ide? Gimana mempertahankan kaderisasi? Apa perbedaan UPI dan GC? Penjelasan UPI Research Camp dan Research Month? Sumber duit?

Presentasi ke-3 yakni dari UKMP (Unit Kegiatan Mahasiswa Penalaran) UNY. Strukur dibagi menjadi bidang 1(Keorganisasia) yang menliputi Humas, Kesra, dan HRD, ada bidang 2(Peneliatian), dan bidang 3(Kewirausahaan). Pertanyaan yang diajukan ialah LKTI Nasional gimana? Alur kaderisasi? HRD dan Kesra apa bedanya? Research Exploration itu gimana?

Presentasi ke-4 oleh UKMP Unnes. Di sana ada departemen Riset, HRD, Education and Training, Kominfo, Research Entrepreneur. Pertanyaannya ialah gimana pengabdian masyarakatnya?

Presentasi ke-5 ialah dari UKM RIPTEK Unnes. Di UKM itu ada departemen Robotika, PTI(Pengembangan Teknologi Informasi), dan Technopreneurship. Pertanyaan yang diajukan ialah gimana keberjalanan proker dan apa saja proker untuk umum? RIPTEK taun ini fokus apa? Gimana pengembangan Technopreneurship? Kompetensi Internal technopreneurship itu gimana? Gimana biar RIPTEK tu gak Cuma -serasa- buat anak Teknik, tapi bisa merata?

Presentasi ke-6 yakni UKMPR Unsoed. Departemen yang ada ialah PO, Riset, Penalaran, dan Humas. Pertanyaannya ialah LKTI kapan? Target selama 1 tahun apa?

Presentasi ke-7 ialah dari SIM UNS. Di sana ada birokrasi yakni ada POSDM dan Kominfo dan yang lebih ke keilmiahan ialah Kelompok Studi Ristek, kepenulisan, dan komdev. Pertanyaannya ialah bagaimana pengelolaan PSDM? Gimana biar dosen yang nyari kita?

Presentasi ke-8 yakni dari R’nB Undip. Namun mungkin karena waktunya habis jadi gak ada sesi tanya jawab. XD presentasi itu kami menyajikan video dan PPT Profil itu yang membawakan aku, hmm demam mulai menjangkiti, tapi entah kenapa karena kespontananku mereka malah ketawa, jadi gak garng-garing amat lah, lha aku ya spontan aja ngomongnya ‘Ketua punya sekre pribadi ^^V’, dll. Dan selanjutnya presentasi tentang Proker yang disampaikan oleh Intan, hmm suasana jadi sepi, mereka fokus merhatiin presentasi Intan ^_^

Presentasi ke-9 yakni EXACT UIN SUKA, baru berumur 6 bulan. Kemaren mereka pake video, gak sempet nulis banyak dah ^^V

Presentasi ke-10 ialah UKM KIMP IKIP PGRI Semarang. Bidang-bidangnya ada Kaderisasi, Litbang, Dimas, Jaringan eksternal, dan Sarana Informatika.
Presentasi ke-10 yakni RMC UMS. Ini punya fakultas.

Presentasi ke-11 yakni KPM UMY. (Kurang adanya dokumentasi tertulis dariku ^^V)


Ada penjelasan tentang ILP2MI. Kongres Nasional ILP2MI IV diadakan di USU Medan bulan Mei 2013. Awal April ada pengabdian masyarakat(Pengmas) di jember dengan tema medis dan pertanian.

Setelah itu kami pulang ke rumah Ula, eh sebelumnya sholat dan beli oleh-oleh dulu, hhe. Keknya sekian aja dari kami, lanjut kapan-kapan ^_^

Untuk cerita/ catatan lebih banyak ada di saya. Silakan hubungi saya jika diperlukan ^_^
Readmore >>

BINA REMAJA MUSLIM UNS 2010

Bismillah.. Kaifa halukum ikhwah? Alhamdulillah banyak waktu luang yang bisa penulis gunakan untuk menuangkan ide-ide yang tertendapkan di otak. Ikhwah, kemarin tepatnya tanggal 25-27 Juni 2010 JN UKMI UNS mengadakan Bina Remaja Muslim atau BRM.

BRM merupakan suatu wadah untuk qta mengembangkan diri dan terbina oleh kakak-kakak yang ada. Acara ini dihadiri SMA N 1 WONOGIRI, SMA N 2 NGAWI, SMA N 1 PURWANTORO, SMA N 1 BATURETNO, SMA N 2 JOGJA, SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA, SMA 1 NGRAMBE, SMA 1 SAMBUNG MACAN, SMK ITSI SKA, dsb.. (entah masih ada yang lain ato nggag, ini seingat penulis. =)

 Berbagai macam kegiatan diselenggarakan di sana, ada mabit, outbound, pemberian materi, dan sebagainya. Kegiatan ini ditujukan pada aktivis dakwah di Solo dan sekitarnya. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa-siswi SMA. Tema dari kegiatan ini adalah MENJADI REMAJA RELIGIUS, SMART, DAN MANDIRI.

 Acara yang dihadiri oleh 30 ikhwan dan 50 akhwat ini dibuka pada siang menjelang sore hari di Masjid Nurul Huda atau biasa yang disingkat dengan NH lantai 1. Sambutan-sambutan dilayangkan pada kami peserta yang tampak lugu-lugu*cie2 sok iyes* nan lucu2 *haghag*. Sebelum sambutan ada acara registrasi. Waktu reg qta mendapat pin, block note, dan lembaran-lebaran aturan, sanksi, dan lembar ukhuwah. Wah ternyata ada amalan2 yang musti qta kerjakan dan ada sanksi jika qta tidak melaksanakannya.

Malam pertama kami menginap(baca:mabit) di NH lantai 1 dan seterusnya pada malam kedua. Pada malam harinya(hari pertama) ada session yang dengan pemateri bapak Muhammad Badawy. Beliau menerangkan kepada kami materi aqidah yang membuat teman2 terkantuk2. snack kecil pun disugguhkan pada kami. Malam hari sekitar jam 10 kami dipersilakan tidur. Tidur hingga jam 3 pagi tanggal 26 juni 2010. setelah bangun, cuci muka, dan keperluan pribadi lainnya, serta berwudhu teman2 melaksanakan sholat berjamaah yang diimami oleh takmir masjid NH(sepertinya). =) Aktivitas pagi yang dimulai dengan tahajud dilanjutkan dengan sholat subuh, baca al-qur’an dan alma’tsurat. Dilanjutkan dengan riyadhoh. Olahraganya pemanasan. Peserta yang udah gedhe2 diminta membuat gerakan yang diajarkan ke peserta lain. Setelah cukup panas acaranya mandi. Kegiatan ini bisa dilaksanakan di kost Salsabila, Annisa, dan di NH (untuk akhwat). Inilah hari kedua yang merupakan tumpuan hari yang banyak memberikan materi ke qta. peserta dibawa ke aula FISIP UNS. Di ruang yang adem itu kami disambut dengan nasyid. Hmmm,,,, Pembukaan acara session ini diisi oleh al akh Ardhi Amsir Amran. Ikhwan kelahiran Makasar dan besar di Papua ini membawakan acara dengan baik, semangat, kadang lucu sehingga bisa mengotak-atik perasaan peserta. Sembari menunggu sang pembicara al akh Ardhi menerangkan pada kami beberapa hal. Pembicara yang kami ketahui belakangan sedang tersesat, hhe, menjadikan session tidak tepat waktu. Namun dengan lihainya panitia menyugguhkan pada kami sajian yang membuat kami peserta akhwat menitihkan air mata. Bukan karena film India yang biasa menguras air mata namun ini film katanya dari Korea yang mengisahkan kehidupan dengan sentra tokoh anak kecil dan seorang nenek. Subhanallah, film yang entah nyata atau tidak ini mengajarkan suatu arti penting akan proses. Layaknya qta berdakwah mungkin kepada orang yang paling keras hatinya. Jikalau Allah menghendaki kebaikan padanya pasti Allah memahamkan ia pada agama ini. Dan semoga Allah menjadikan orang-orang terdekat qta bisa memahami agama yang haq ini. Karena sungguh hina seoarang anak yang tidak bisa memasukkan orangtuanya mempelajari dan memahami agama yang lurus ini. Semoga Allah memudahkan qta dan ortu qta memahami agama ini.
Film ini berkisah tentang seorang anak dari seorang ibu yang dititipkan pada sang nenek yang tidak bisa berbicara. Sang anak yang sudah terkontaminasi debu perkotaan acuh saja dengan sang nenek yang amat mencintainya. Namun dengan berjalannya sang waktu dan kelembutan, kasih sayang, kesabaran, keuletan, keberanian sang nenek si anak ini berubah sedikit demi sedikit menjadi anak yang baik. Namun proses ini begitu lambat, karena tabiat sang anak yang cuek yang lama kelamaan terkikis oleh kebaikan sang nenek. Beberapa teman penulis dan penulis yang notabene perempuan menitihkan air mata menyaksikan pemutaran film itu.
Dilanjutkan session dari Fatan Fantastic yang mengajarkan pada qta bagaimana menjadi pribadi yang magnetis. Qta diajari bagaimana jika bertemu orang lain. Seperti halnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika beliau bertemu sahabat beliau menampakkan wajah yang ceria dan senyum. Dalam hadits pula disebutkan bahwa qta dilarang meremehkan sesuatu yang kecil ketika bertemu saudara qta yakni walau hanya dengan senyum. Karena senyum juga merupakan sedekah. Senyum yang tulus atau senyum yang tidak dibuat-buat ialah senyum yang jika dilaksanakan itu maka akan ada kerutan pada ujung-ujung mata. Dan rasulullah pula mengajarkan pada qta untuk berjabat tangan dengan saudara qta. bersabat tangan dan salam bisa menggugurkan dosa-dosa. Next, yakni obrolan yang amat kami (penulis dink) yunggu-tunggu yakni mengenai BISNIS ONLINE. Hmm,, ternyata dalam session ini bukan cara-cara bisnis online yang beliau(bapak Sutanto Sastraredja) sampaikan, melainkan beliau mendobrak kami dengan menginjeksikan semangat yang meletup-letup. Bapak yang pernah belajar di Prancis ini mengajarkan pada kami akan sesuatu yang amat mendasar pada qta. misalnya sholat, dalam sholat qta diminta khusyu’, dan dalam sholat ini diharapkan qta mengevaluasi diri qta. atau kata lainnya muhasabah. Di dalam sholat qta berfikir betapa lemahnya qta, betapa banyak hal yang qta perbuat yang mungkin saja menyakiti si A si B, atau si C. qta juga diajari memaknai apa gunanya qta biasanya ketika SD mengambar pemandangan dengan 2 gunung, di tengah-tengah ada sungai yang mengalir. Ketika SMP qta diajari grafik parabola dan begitu pula qta di SMA mencari akar2. Dan ini bisa direfleksikan ketika Allah membuat gunung itu dua-dua, gunung ini dengan ini, gunung ini dengan ini. Hal ini dikaitkan dengan jembatan, jembatan yang amat panjang, di jembatan ini biasanya ada kabel baja parabolanya. Dan kesimpulannya semua benda yang menggantung itu dihubungkan berbentuk parabola. Jadi qta mempelajari grafik parabola dan mencari akar-akar itu ternyata ada tindakan nyatanya. Allahu a’lam Pak Tanto benar-benar menyuntikkan motivasi2 pada kami. Untuk berhubungan dengan beliau bisa di add fbnya dengan nick Sutanto Sastraredja, atau bisa dikunjungi blognya sutanto.staff.uns.ac.id atau bisa diklik langsung di link blog ini pada blog buat belajar. Dan masih banyak lagi dari beliau seakan waktu tak lama bersama beliau, karena qta diajak menjamah indahnya mengetahui sesuatu yang mendasar dan kadang qta di ajak berbincang Perancis dan kota Eropa lainnya. Dan malam harinya sang Presiden BEM UNS mengisi acara ini. Dengan materi yang dipresentasikan dan beberapa pertanyaan dilontarkan. Takmir masjid NH pun beraksi. Beliau menjelaskan dan meminta qta mendefinisikan dan menjelaskan hal yang berkaitan dengan ADS(Aktivis Dakwah Sekolah). Istirahat dipersilakan pada kami. Kami yang terjkantuk-kantuk segera menyambut hangat pelukan sang malam serta jaket yang menghangatkan(hhe bukand selimut) Jam setengah 3 dini hari kami bangun(tepatnya disertai dibangunkan). Udara yang masih dingin dan badan yang sedikit lelah bertengger pada pagi itu. Kakak-kakak meminta kami bangun dan mengenakan penutup mata berupa sleyer. Dan tebakanku pun tak meleset. Nangis-nangis nih bakale. Ya, mata yang akan diselamatkan pada hari kiamat salah satunya adalah mata yang pada sepertiga malam terakhir menangis karena takutnya pada Allah. Dibuka dengan kami yang berada di tempat kami duduk, kemudian kami dibawa ke ruang panitia, dan lantunan ayat alqur’an tentang Lukman yang memerintahkan pada anaknya pun seolah mengerahkan hati kami. Setelah itu diiringi instrument dan perkataan renungan diucapkan panitia. Ada yang sesenggukan, ada yang seperti meraung-raung dan ada pula kakak yang meminta sang adik tuk beristighfar. Hmm, setelah bersedih2 peserta menunaikan sholat tahajud, sholat subuh, dan membaca alqur’an serta al ma’tsurat. Kami lantas beranjak menuju tempat outbound yakni di stadion UNS(katanya). Di sana qta melakukan 4 permainan. Dan setiap permainan peserta diminta untuk mengambil hikmah yang ada. Permainan pertama yakni si bisu, si tuli, dan si buta. Mata kami(anggota) ditutup, dengan komando pemimpin yang berada di belakang dengan 2 untai raffia kami naik dan turun tangga. Selanjutnya, ada Koran, bagaimana caranya qta bisa memasuki Koran itu, yakni dengan dilipat dan di sobek ujung ke ujung dengan berlawanan, dan kalau sudah si sobek tengahnya. Dan permainan ketiga ialah qta diminta untuk memompa balon dengan mulut qta sendiri2 dan qta 1 kelompok yang terdiri 9 orang meletakkan balon tersebut di perut dan tidak boleh balon itu jatuh atau pecah. Dan the last, qta diminta menggantungkan sleyer(baca:cita2) setinggi mungkin. Yakni di pohon yang tertinggi bagaimanapun caranya. Setelah outbound qta mandi dan persiapan went home. Acara diakhiri dengan pembagian hadiah untuk grup terbaik dan peserta terbaik ikhwan-akhwat. Dan lomba ukhuwah, jadi qta diminta menyebutkan 20 nama akhwat(untuk yang akhwat) dan 15 ikhwan (untuk yang ikhwan). Dan berfoto. The last, pembacaan doa dan pembagian sertifikat.
Ada banyak hal yang bisa diambil hikmah, namun akan lebih indah jika qta benar-benar mengaplikasikan apa yang dibawa rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam… =)
Readmore >>