Showing posts with label SEMINAR. Show all posts
Showing posts with label SEMINAR. Show all posts

Education Fair PB 2013: How to Survive (by mbak Febri)

Bismillaah

Mari kita lanjutkan tulisan kemaren, hhe. Setelah teh Karin, yang sharing selanjutnya ialah mbak Nur Febriani Wardi, mbak lulusan ISS The Hague of Erasmus University Rotterdam ini merupakan penulis buku Haram Keliling Dunia. Eitss jangan salah ya, Haram di sini bukan berarti tidak boleh melainkan ia adalah nama suatu tempat. Yup, bener banget (apa coba :D), masjidil Haram, dari Masjidil Haram itu mbaknya keliling dunia. Selain itu, penamaannya kek gitu karena itu merupakan salah satu strategi pasar, kalo seumpama namanya “Asyik Keliling Dunia” kan udah biasa, nah beliau menamai itu biar eye catching.

Nah, kalo sebelumnya Teh Karin bercerita tentang Kenapa keLuar Negeri dan Gimana aja caranya, maka mbak Febri ini bercerita tentang How to Survive:
1.       Akademis
a.       Melek IT. Jadi tugas-tugas disubmit via online. So, jangan terlambat ngumpulin tugas. =)
b.      Environmental. Dengan dukungan IT, maka pengunaan kertas bisa diminimalisasi.
c.       Friendly.
d.      Adult education. Maksudnya di sini ialah pembelajarannya udah student centered, active & productive, serta kerja tim (work in group)
How to Survive? Strategy! Focus!
a.       Bahasa inggris/ bahasa asing sebaik mungkin.
Tips:
a)      Reading – use Wikipedia
b)      Writing essay – banyak-banyak referensi yang relevan
c)       Speaking – cari grup dengan native speaker
d)      Listening – gaul sama bule
b.      Memaksimalkan pengetahuan dan pengalaman untuk membuat essay/ paper/ tesis.
c.       Nyontek no, kerjasama yes.
2.       Daily Life
Ontime, independent, extreme weather
3.       Bekerja
Bisa kok kerja sambil kuliah. Contohnya ada pasar malam Indonesia.
4.       Social
a.       Sport
b.      Cooking
c.       Party
d.      Local culture
5.       Traveling
ð   memberi makan mata dan hati.
Intinya focus (on your goal), fun, dan fascinating (exploring all posibilities).

Selanjutnya ialah Tanya jawab ke tiga pembicara.
1.       Culture yang menarik ialah adanya pembagian tugas antara laki-laki dan wanita atau suami dan istri.
2.       Untuk memilih Negara tujuan, perhatikan bidang ilmu yang akan dipelajari
3.       Jika ingin menjadi researcher maka temukan riset yang baru.
4.       Kalo di Jepang, dengan belajar bahasa local, maka kita bisa mempelajari budayanya dan bisa langsung ke narasumber.
5.       Untuk masalah jilbab, teh Karin bercerita tentang temennya seorang jilbaber yang jadi the top five, di S1 maupun S2nya. Awalnya beliau (temen teh Karin diabaikan, namun karena prestasinya beliau sampe dikirim ke mana gitu mewakili University of Aukland)
6.       Baca 2 jurnal per pekan. Pelajari study kasus.
7.       Jika tidak sesuai rencana, maka komunikasikan, sampaikan jadwal sholat. Selain dari buat plan dan target

~To be continued~ 
Readmore >>

03 - 05 + 01 Pelatihan JWP & Sertifikasi JWP II: Ujian, Penutupan, Silaturahmi, Semnas Nanoteknologi, Buku, & Pulang :D

Bismillaah

Hari ketiga ialah pelatihan terakhir JWP II. Hari kedua ini kami belajar database dan CSS. Alhamdulillaah c gak dikasih tugas, hhe #eh. Namun, malam harinya saya masih terpikir kehidupan teman saya itu dan teringat SMS adik tingkat R’nB. Dan keluarlah ini:

Allaah mengajarkan ketegaran dan kesabaran pada mereka
Allaah menghendaki pahit getir kehidupan untuk mereka
Karna level mereka sudah sampai sana

Mereka
Yang lebih paham makna dan arti kehidupan
Yang mulai tahan pada terpaan dingin hidup yang hampa
Yang bermata nanar menginginkan kesamaan
Yang tak mudah mengeluh
Yang bersabar dan mencoba kuat

Hari keempat kami ujian. Ujian pertama ini ialah ujian online. Ada 8 unit kompetensi dengan 20 soal per unitnya. Waktu per unit ialah 30 menit. Open internet, tapi mau gimana, waktunya segitu, ada beberapa kawan yang memanfaatkan kesempatan itu =)
Hari kelima kami ujian lagi yakni menyelesaikan projet membuat web company profile. Sang asesor mengizinkan menggunakan dreamweaver. Yang sudah terbiasa menggunakannya pasti lincah dan bisa mendekati kelar, hmm. Dan inilah status saya:

Lepas jiwa
HA! 

<==

"Hanya" permasalahan siapa yang lebih awal belajar 

Tersirat kesal dan sesal. Sedih. Yah mungkin harus banyak belajar.
Setelah itu, yang laki-laki sholat jumat di masjid terdekat. Mereka otw menggunakan bus BPPTIK. Jam 1 kami kumpul lagi untuk evaluasi dilanjutkan dengan penutupan. Penutupannya ialah penutupan secara resmi, pelepasan nametag, dan kesan pesan. Setelah itu kami mengambil sertifikat yang dari BPPTIK. Setelah itu kawan-kawan pada pulang. Dan saya menunggu jemputan saudara saya.
Jam 4an saudara saya baru tiba dan saya ke rumah saudara saya itu, letaknya tak jauh dari BPPTIK. Saya berbincang di sana dengan istrinya. Yah, senang sekali berkunjung ke tempat saudara, bisa lebih kenal, kalo gak kek gitu gimana coba jarang-jarang kan, hhe. Saya menginap di sana dan malam harinya saya ke mbah saya yang rumahnya terletak di dekat BPPTIK. Saya bertemu beberapa saudara saya. Senang yang terasa bisa berjumpa saudara-saudara. Setelah hari cukup larut malam, kami pulang ke tempat saudara saya tadi, saya tidur di sana.
Ini status yang saya buat kala itu:

Enak kalo punya saudara/ temen (tersebar) di mana-mana, kalo pergi-pergi ada yang bisa dikunjungi. 
#‎Silaturahmi
#‎Alhamdulillaah
Mereka semua baik-baik. ^^

Keesokan harinya saya ke Bekasi diantar saudara saya itu. Saya dan teman saya mengikuti seminar Nanoteknologi di STMI. waaa dan ternyata di sana kami kepagian #eh maksudnya di luar prediksi, ternyata jalannya cukup lancar, jadilah kami menunggu beberapa saat. Setelah jam 8an kami masuk ke ruangannya yang terletak di lantai tujuh.
Pembicara pertama komunikatif, kami cukup memahami yang beliau sampaikan. Beliau ialah Ferry Anggoro Ardy Nugroho. Disela-sela materi itu saya malah mempelajari teknik presentasinya, hhe. Saya menangkap bahwa slide yang dibuat itu ada analogi-analoginya dan ada gambar-gambar lucunya yang membuat kami tertawa. Hho. Beliau mengupas tentang Nanoteknologi secara umum, sedangkan pembiacara kedua yakni Radyum Ikono, beliau menceritakan perkembangan nanoteknologi di Indonesia, dan pembicara terakhir yakni mas Imam Pasuwaryantoro mengupas riset mahasiswa mengenai nanoteknologi, beliau dari Undip lhoh anak Teknik Sipil 2010 #eh. Saat presentasi pembiacara kedua, bulik saya sudah di luar ternyata, saa keluar dan cerita-cerita dengan beliau. Hhe. Setelah itu saya masuk lagi.
Setelah sesi itu ada diskusi ilmiah sebenarnya, namun karena teman saya bosan, jadinya kami ke meninggalkan tempat itu. Setelah itu saya ke Gramed, dapet buku Robert Kiyosaki dan dapet buku 7 Kebiasaan Manusia paling Efektif. Diperjalanan pulang, hujan pun menyapa.
Jam 5an saya sampai di pemberhentian bus Bekasi, saya naik Gunung Mulia, hho, jadi pengen ke Wonogiri sekalian. Di sana saya melihat ummahat juga beserta keluarganya dan saya menemukan hikmah. Jam 6an sang bus baru datang dan saya pulang :D alhamdulillah jam 4an pagi saya sampai kost.
Beberapa hari kemudian saya baru merasakan betapa nikmatnya di sana(di Korea-Indonesia ICT Training Center) dan saya mendapat beberapa poin. Ini dia:

Ternyata 1 pekan-beberapa hari kemarin merupakan hari" penuh nikmat. 
Sahur jam 3an(bahkan sebelum jam 3) udah dibangunin. 
Sahur dan buka dengan varian menu yang nikmat.
Jadwal teratur. 
5 hari tanpa pengeluaran (kecuali yang sangat dibutuhkan).
Apalagi ya?
#‎CaraMensyukuriNikmat=#‎MenyebutNikmatItu
#‎MengenangMasaKemaren
 

#1
Dalam perjalanan Bekasi-Semarang, di atas GM, bertemu dengan sebuah keluarga. Sewaktu turun untuk makan terjadilah percakapan. 
Mahasiswi: Nggak turun Mbak?
Ummahat: Nanti, gantian. *sambil senyum ramah* (Mereka gantian menjaga barang bawaan. Padahal menurut sang mahasiswa di sana kondisinya aman)
#‎SiapSiaga

#2
Dalam perjalanan sang ibu sering menanyai, intinya "Sudah sampai di mana? Hati-hati. Sampe mana sampe mana kabari ibu". Mungkin itu bukti kekhawatirannya(khususnya pada putrinya) dan wujud #‎kasih sayangnya yang terimplementasi dalam tindak nyata. 

#3
"Sekeluarga(suami istri dengan 2 anak)" menjemput sang keponakan untuk mengantarkannya ke tempat tujuan. Mereka harus menunggu sekitar 1 jam dan berlelah-lelah ria "hanya" untuk#‎silaturahmi. 

Poin-poin aplikasi pelajaran kehidupan yang langsung tertangkap.


Itu ceritaku, gimana ceritamu? =)
Readmore >>

SEMINAR NASIONAL NANOTEKNOLOGI RIC FMIPA UNDIP

Bismillah… Setelah bercerita tentang serangkaian kegiatan prepare SEMNAS NANOTEKNOLOGI, kali ini aku ingin bercerita tepat hari H acara tersebut. Pada hari Jumat itu aku bertanya pada mbak Hani, jam berapa kumpul di Prof Soed (Gedung Profesor Soedharto), beliau menjawab, “Jam 6.” Pada hari Sabtu pagi aku agak gak ontime c, jam 6 lebih dikit aku baru dari kost. Aku menuju Prof Soed mengendarai motor juga agak dengan berlari (baca: meninggikan kecepatan, hhe, pagi juga, jadi belum begitu rame). Sesampainya di sana kesepian menyapa, ada 2 satpam yang kutemui. Sepertinya salah satu satpam mengkodeku, namun aku tak begitu menghiraukan karena aku piker yang dikode bukan aku. Setelah aku turun, aku ditanyai apaka aku panitia, kujawab ya. Setelah itu beliau berkata jika kawasan itu akan disterilkan. Aku yang sedang sms mbak Hani dan mbak Royun agak lola memproses perintah itu. Setelah aku sms beliau-beliau, aku menuju parkiran yang dianjurkan pak satpam. Aku bingung harus ke mana, sms juga belum dibalas, aku sms Koordinator Sie PDD (Mas Hammam) dan Indi. Namun juga belum begitu membuahkan hasil. Sang ketua (Mas Singgih) kemudian datang, aku juga menanyai dimana mbak-mbaknya, juga belum membuahkan hasil. Aku mendekati parkiran yang dekat dengan gedung. Aku melihat mbak-mbak memasuki ruangan, akupun mengekor beliau-beliau. Setelah memesuki ruang, sang ketua menanyakan apakah ada yang membawa gunting, aku yang saat itu membawa gunting merespon pertanyaan beliau. Gunting itu akan digunakan untuk memotong kertas cocard panitia yang berwarna hijau. Hmm, ini perlu dikoreksi…
SDM c banyak tapi sarana prasarana minim(harusnya lebih respek dan prep lagi)
, hhe, tapi Alhamdulillah ada cutter yang bisa agak membantu. Jadi ada yang menggunting, memotong dengan cutter, dan melipat(prep untuk yang mau motong menggunakan cutter). Datang lagi yang lain, Alhamdulillah terus ambil bagian. Ada yang membuat daftar registasi sementara, memotong, dan melipat.
Setelah itu menata/mengepack fasilitas (bolpoint, blocknote, dan cocard). Aku tidak mendapat jarkom kalau diminta untuk membawa jas almamater. Jadinya aku kembali ke kost mengambilnya. Setelah itu ternyata peserta sudah berbaris untuk mendapatkan fasilitas atau registrasi on the spot. Karena aku ditugasi di bagian konsumsi maka aku segera masuk ke bagian konsumsi. Setelah beberapa (banyak kali ^^V) saat, acarapun dimulai, Karena penulis tak di dalam dari awal maka penulis tidak mengetahui dengan jelas mekanisme acara, hhe. Ya mungkin seperti biasa; pembukaan, tilawah, sambutan (ketua panitia, ketua RIC, dekan FMIPA, dan rektor). Setelah itu pembacaan pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dengan peyelenggara RIC FMIPA UNDIP (Research Incubator Center Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Uniuversitas Diponegoro).
Pemenang LKTI, asal, dan judul penelitian: 1. Wahyu Sri Kunto (UNDIP) Aplikasi Nano TiO2 sebagai Pembuatan Baju Anti Kotor 2. Desi Riana (UGM) Nano Silikon Semi Konduktor Sel Surya dari Abu Sekam Padi 3. Ika Oktaviani (UNDIP) Sistem Penghantam Obat sebagai Salah Satu Pemanfaatan Teknologi Nano dalam Bidang Kedokteran dan Farmasi. 4. Langasa Tua P. S (UNDIP) Aplikasi Bio-Nanoteknologi sebagai Sumber Energi Masyarakat Indonesia 5. F’atur Rahman () Inovasi Pelapis Atap Bangunan Menggunakan Lapisan Nano Bums 6. Rezky Agung Pratomo (UGM) Poli Etilen Tereftalat (PET) Sampah Botol Plastik sebagai Bahan Alternatif Pelumas dengan Teknologi Nano 7. Sigit Ar Rohman Pemanfaatan Nano Silika dalam bidang Betonisasi di Yogya, Indonedia 8. Tazirah Marwan (MA IGBS Darul Marhamah) Pemanfaatan Nanoteknologi untuk Pemgembangan Power Supply Energi Surya 9. Salma Chaerunisa Thifaldila (MA IGBS Darul Marhamah) Kapsul Anti Dehidrasi, Anti Oksidan dan Anti Toksin (Anti DOT)
Yang diambil adalah 3 juara yang hadir di Semnas tersebut. Yang agak miris ni juara kedua itu, jadi katanya tuh dia udah nanya ke kita apakah ada presentasi atau tidak, nah dari kita ada tanggapan tidak ada presentasi, namun ternyata ada presentasi, dia juga udah memberikan surat kuasa dan perwakilan, tapi itu diketahui beberapa saat setelah pendiskualifikasian. Hmm, ya buat belajar kita-kitalah, agak jangan sampai terjadi miskomunikasi. Hhe..
Setelah itu materi-materi disampaikan. Materi-materi yang disampaikan pada SEMINAR NASIONAL DAN PAMERAN NANO: 1. Penerapan Nanoteknologi oleh Drs. H. Suharna Surapranata, MT ( Menristek RI Periode 2009-2011 ). Dengan moderator Mas Ivan S. dari MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia). Dilanjutkan bapak Warsito yang merupakan ilmuwan dunia, penemuannya yakni Scanner 4D (EVCT) yang dipatenkan di USA dan dipakai NASA. Point yang perlu digaris bawahi di materi ini: Few Tips For Technopreuner. Tips untuk menjadi Technopreuner: a. Bold Will. Dalam bahasa jawa artinya “ndablek”. b. Define Offer. Tekun, be the 1st , best, dan different. c. Due Dilligent. Memberi penyelesaian yang sempurna. d. Sacrifice. Pengorbanan dari diri sendiri (bukan orang lain). 2. Nanoteknologi di Indonesia Kini dan Potensi Aplikasinya pada Industri Nasional oleh Dr. Nurul Taufiqu Rochman ( Ketua Masyarakat Nano Indonesia ). (Banyak banget materinya, hhe..) 3. UHPC Menuju Aplikasi Nano Teknologi untuk Bahan Konstruksi oleh Prof. Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra ( Guru Besar Teknik Sipil UPH, Ahli Beton Berteknologi Nano ). 4. Penelitian Nanomaterial Carbon nanotubes dan Aplikasinya oleh Dr. Agus Subagio ( Peneliti Nanomaterial CNT ). . 5. Nanoteknologi di Indonesia: Kini dan Potensi Aplikasinya pada Industri Nasional. Manajer R&D PURA GROUP Kudus.
Setelah masing-masing sesi diadakan Tanya jawab. Dari R&D PURA GROUP Kudus memberi oleh-oleh berupa produk mereka dan penyerahan plakat. Sekitar jam 12 diadakan isoma. Dan sebelum pulang diadakan penyerahan piala bagi pemenang LKTI. Di dalam ruang seminar juga ada informasi-informasi mengenai nanoteknologi dan produknya.

Sebelum pulang juga ada launching club Nano dari UNDIP yakni NASAFOR (Nano Sains Forum) oleh mas Singgih dan diresmikan oleh bapak Nurul selaku ketua MNI (Masyarakat Nano Indonesia).

Subhanallah rasanya, UNS, UGM, Udinus, MITI, dan lainnya ikut. Orang-orangnya juga keliatan kondusif(jadi kangen sama sahabat-sahabat seperjuangan), hiks. ^^ Jam setengah 4 acara selesai, sebelum pulang peserta mengambil sertifikat. Panitia membersihkan ruangan, dilanjutkan evaluasi. Karena terjadi timbunan makanan maka sebagian makanan (snack dan makan besar) diberikan ke panitia (hhe, Alhamdulillah ya, rezeki), diberikan ke orang sekitar, dan yang bisa didanus (dana usaha) ya didanuskan. Evaluasi sampai adzan Maghrib. Sebagian sholat dan ada yang bersih-bersih dan membereskan.
Hal yang perlu dicermati dalam evaluasi (yang bisa kita jadikan pelajaran) adalah 1. Ada 200an sertifikat yang rusak (salah nama, atau kesalahan lainnya). Sebaiknya kertas jangan dibuang dulu, karena kertas belakangnya bisa digunakan untuk bikin cocard. 2. Dalam pemgambilan foto harusnya fotografer menyebar, tidak di satu titik. 3. Untuk spanduk, spanduk penyambutan kurang meriah. 4. Fotografer senantiasa standby di dalam ruangan.
Selanjutnya aku kurang tau apa yang perlu dikoreksi, karena udah ngurusi pemisahan snack ke dalam snack yang sejenis. Hhe.. Itu yang bisa aku share, semoga bisa bermanfaat, ada koreksi silakan mengoreksi, ada kekurangan silakan menambahkan, dan jika ada kelebihdan silakan dibagi-bagi. Oya, teringat perkataan kakak kelas pas SMA (Mbak Evi_Koordinator/ Ketua Rohis Nisa’ SMA N 1 Wonogiri 2009/2010) tentang
“Menjadi gula dalam roti => yang disanjung enak (karena manisnya) adalah roti bukan gula yang (sebenarnya) berkontribusi akan manis yang dirasakan.” Maksudnya senantiasa berkontribusi, namun jangan mengharap ketenaran. Cukuplah kita menjadi gula yang tak disanjung yang menjadi pemanis namun kita tidak begitu dikenal.
Readmore >>

SEBELUM SEMNAS NANOTEKNOLOGI (KEPANITIAAN PERDANA @ KAMPUS)

BISMILLAH…

RESEARCH AND TECHNO DAY 2011 " Strategi Pengembangan Nanoteknologi dan Aplikasinya dalam Industri" merupakan event yang sangat efektif untuk meningkatkan peranan akademisi, peneliti, pelaku industri dan pemerintah untuk mengembangkan NANOTEKNOLOGI di Indonesia. dalam acara RESEARCH AND TECHNO DAY 2011 ini akan diadakan SEMINAR NASIONAL NANOTEKNOLOGI, PAMERAN RISET DAN PRODUK NANOTEKNOLOGI, LKTI NASIONAL serta LAUNCHING NASAFOR ( NANO SAINS FORUM ) UNDIP. Keynote Speaker : 1. Drs. H. Suharna Surapranata, MT ( Menristek RI Periode 2009-2011 ) 2. Dr. Nurul Taufiqu Rochman ( Ketua Masyarakat Nano Indonesia ) 3. Prof. Dr.-Ing. Harianto Hardjasaputra ( Guru Besar Teknik Sipil UPH, Ahli Beton Berteknologi Nano ) 4. Dr. Agus Subagio ( Peneliti Nanomaterial CNT ) 5. Pembicara dari INDUSTRI CP : 089668008690 ( SINGGIH ) Pendaftaran : Dekanat FMIPA UNDIP Lt.1, Tembalang, Semarang HTM : Rp 30.000,- ( Mahasiswa ) Rp 40.000,- ( Umum ) Fasilitas : Ilmu, Sertifikat, Snack, Lunch, dan Seminar Kit

Alhamdulillah 2 nikmat yang kadang terlupakan menyapa, dan mereka adalah kesehatan dan waktu luang. Setelah bejibaku dengan tugas dan UTS Allah memberikan nikmat yang sungguh indah berupa kesempatan untuk out of the box dari rutinitas yang menggalaukan (cieeeeeeeeeehhhhhhhhhh ^_^). AWAL NIMBRUNG DI KEPANITIAAN NANOTEKNOLOGI Tiba juga hari mendekati hari Sabtu tanggal 12 November 2011. Nah, did you know apa yang terjadi dengan tanggal itu? Hho, aku ceritakan dulu deh gimana alur ceritanya. Jadi gini, suatu hari (ih klise banget). Suatu hari aku melihat salah satu papan mading di FMIPA UNDIP, tepatnya di lantai 1 di ruang B. aku melihat pamphlet tentang Nanoteknologi. Setelah dicrosscheck pamphlet itu berisi Oprek Kepanitiaan Nanoteknologi yang diadakan oleh RIC FMIPA UNDIP (Research Incubator Center Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro). Aku hubungi mbak hani (Pementorku yang juga pentolan RIC, hhe) untuk konfirmasi gimana cara daftarnya, e ternyata aku diminta untuk mengirimkan NAMA_NIM. Yup. Kulakukan hal itu dengan salah satu karibku (Indi ^^). Dan tanggal 9 Oktober 2011 jam 9:21 PM ada sms dari mbak Hani gini:
Selamat Anda masuk kepanitiaan SEMNAS NANO… Besok temui Ketua Panitia (Singgih) di Stand Pendaftaran SEMNAS NANO di dekanat lt 1, FMIPA UNDIP…
Setelah itu seperti yang diminta, aku dan Indi menuju Dekanat lantai 1 FMIPA UNDIP. Aku yang belum mengetahui mas Singgih itu yang mana kebingungan bersama Indi di dekanat. Kemudian aku minta nomer mas Singgih pada mbak Hani. Setelah diberi aku menghubungi dan memberitahukan bahwa aku sudah ada di Dekanat FMIPA lantai 1. Ada mas-mas datang ke dekanat, kemudian dia duduk. Aku disms bahwa dia telah di dekanat. Aku balas bahwa aku juga sudah di tkp. Aku menoleh pada masnya dan memastikan identitas kami. Segera kami (aku dan Indi) diamanahi menjaga stand pendaftaran (yang sangat singkat, karena terbentur jam sholat dan kuliah). Kami (aku dan Indi) diberi tahu kami masuk di sie apa. Dan ternyata aku masuk di Sie PDD/ PubDekDok (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi), sedangkan Indi masuk di Sie Humas. RAPAT PERDANA(ku) – NANOTEKNOLOGI- Aku mendapat SMS jarkom dari mas Singgih di depan ruangan sekitar BEM FMIPA UNDIP, karena ada keperluan lain, maka aku telat, setelah aku SMS rapatnya jadi di mana, dibalas bahwa rapatnya di Taman MIPA. Aku segera ke TKP yang sudah ada banyak orang di sana. Alhamdulillah rapat ini ada SKT (Sistem Kesatuan Terpisah), jadinya agak nyaman. Aku yang telat hanya mendapatkan beberapa laporan per sie. (ya Allah, mana rapat-rapat gak aku catet, mo nulis apa nih, hho, maafkan daku ^^V) RAPAT KEDUA(ku) -NANOTEKNOLOGI- Rapat keduaku ini juga telat. Rapat pertama aku (banyak) telat, kedua (juga banyak telat). Rapat-rapat dilakukan di taman. Gak bisa cerita banyak nih, gak ada artefak (dokumentasi) nih, hiks. RAPAT KETIGA(ku) -NANOTEKNOLOGI- Juga telat tapi mending, Cuma 5 menitan. Subhanallah deh, ontime banget ni RIC. Masa telat 5 menitan aja udah buanyak yang datang. Hho. ^^V Pada rapat ini diumumkan siap ayang mau beli kemeja RIC, hhe aku yang berniat masuk RIC ikut nimbrung beli kemeja dengan seharga Rp 80.000,00 itu. (Tentang telat/ gak terusin bacanya di artikel selanjutnya ya, hhe) RAPAT KEEMPAT(ku) -NANOTEKNOLOGI- Qodarullah, karena ujan agak deres yang menyapa dan posisiku di kost, aku gak bisa ikut. Siapa saja yang mendaftar aku smskan pada mbak Hani. Wah sedih nih gak bisa ikut rapat. Hiks.. GLADI BERSIH dan beberapa jam sebeluknya Di malam hari aku mendapat SMS dari nope yang belum aku save, yang isinya “Besok abis UTS langsung ngumpul ke dekanat”. Aku balas bahwa aku gak UTS, dijawab ya kalo gitu dari pagi stand by di dekanat. Hhe, maaf ya, jam 11an aku baru ke kampus. Aku menuju dekanat di stand Pendaftaran Nanoteknologi. Di sana ternyata ada kesibukan. Hmm, aku membantu mengikatkan tali pada plastic cocard dan membantu hal terkait dengannya. Jam 3 sore dijadwalkan akan diadakan gladi bersih. Mbak Linda mengajak membeli souvenir ke Pandanaran, aku yang membawa motor siap-siap aja diajak jalan-jalan, hho sambil berenang minum airlah (tenggelam donk?! Hho ^^V). Sekalian jalan-jalan refreshing gitulah, memacu adrenalin, dan meningkatkan skill mengendarai motor (gayanya Jeng, sok iyes pake skill-skill segala, hhe). Aku dari Tembalang bersama mbak Linda dan 2 kakak tingkat (beda jurusan) yang lainnya, kami berboncengan. Aku yang belum ngeh jejalanan di Semarang ngekor saja sama depanku. Alhamdulillah sukses mengekor. Sampailah kita di sebuah toko, kemudian kita berpindah ke toko satunya, ya aku ngikut ajalah kan belum begitu ngeh. Setibanya di sana mbak-mbak membeli bandeng 5 yang harganya per @ Rp 60.000,00 dan wingko babat 5 juga yang harganya Rp 40.000,00 (jadi total pengeluaran Rp 500.000,00). Setelah itu kami kembali ke Semarang atas alias Tembalang. Hmm, qodarullah kali ini aku gak sukses mengekor, jadilah aku tersesat, Alhamdulillah ada kakak tingkat yang ngeh jalannya, jadi ada pencerahalah, hhe. Jadinya kami kembali ke Tembalang sendiri-sendiri. Tapi tetep aja asyik, hhe. Alhamdulillah, ternyata kita lewat depan Kariadi , nah setelah jalan itu aku ngeh, hhe. Alhamdulillah juga aku sampai tempat tujuan dengan
selamat mbaknya, hhe. Setelah itu kami memasuki tempat perkumpulan, aku yang udah agak terkuras energinya langsung menyerahkan souvenir dan duduk saja, gak membantu mbak-mbak yang lain. Setelah itu, aku dan Indi pamit duluan. Ini adalah cerita sebelum Seminar Nasional Nanoteknologi. Untuk yang pas hari H insyaAllah aku posting. Hhe.
Readmore >>