Showing posts with label my way. Show all posts
Showing posts with label my way. Show all posts

#hijaberolahraga, So What ?

Hijab, tidak membuatku banyak beralasan ketika berolahraga. Yang rempong lah, ribet lah, gak nyaman lah, dst dsb. Karena hijab merupakan aturan yang sudah Tuhan paparkan pada kitab suci-Nya. Beragam olahraga outdoor pernah ku coba dengan hijab full dari kepala hingga ujung kaki. Dengan bawahan berupa rok. Kalo sekarang udah mending sih ada rokcel a.k.a rok celana, yang bikin lebih comfort saat perlu aktivitas ekstra (baca: mencak-mencak). Mulai dari stretching ringan, berenang (eh celup-celup di air aja sih haha), tracking, badminton, gowes, jogging, mountenering, susur pantai, outbond, hingga susur sungai. Ada beberapa orang yang ngingetin perihal penggunaan rok, khawatir kalo berbahaya untuk aktivitas semacam itu, namun aku acuh saja. Kawanku pun sewaktu naik gunung juga pernah diingetin oleh orang lain perihal pemakaian rok dia, tapi ya di-iya-in aja, dan masih setia dengan rok, dan alhamdulillah ndak ada kendala hingga kini.

Menjadi tertutup secara fisik bukanlah penghalang untuk melakukan olahraga. Karena mukmin yang kuat lebih disukai daripada mukmin yang lemah. Apalagi kini banyak ragam aktivitas pembentukan karakter yang dilakukan dengan (olahraga) outdoor. Pun keseimbangan hidup bisa dicapai salah satunya dengan teratur berolahraga. Sehat jiwa, mental, dan fisik. Olahraga pun berguna untuk memperbaiki mood atau bisa menjadi moodboster dikala mood kita chaos.

Itu beberapa olahraga outdoor ya. Sedangkan untuk yang indoor atau di dalam ruang, ada beberapa senam, excercise, dan workout yang bisa kita lakukan. Bersama-sama ataupun sendirian. Banyak video maupun tutorial yang bisa kita unduh di internet maupun bertebaran di media sosial untuk kita praktikkan. Ada hal lucu yang pernah ku alami sewaktu mencari pakaian yang comfort  untuk olahraga indoor ini. Aku coba ke penjual pakaian. Ku pilih-pilih baju yang sebut saja kurang bahan. Lantas mbaknya terbengong-bengong, sewaktu melihatku yang berpakaian tertutup memilih baju kecil lengan pendek yang ketat. Melihat reaksi itu, ku jelaskan pada mbaknya bahwa baju yang ku pilih akan kugunakan untuk senam.

Itu cerita ku seputar hijab dan olahraga. Kuy gengs ikuti event Hijaberlari dengan link pendaftaran bit.ly/hijaberlari, barangkali kita beruntung. Aamiin ya Allah. 

Info Kegiatan

Tracking

Celup-celup bahagia

Gowes

Mountaineering

Badminton

Memandu cahbocah stretching ringan

Readmore >>

^^ Ditolak Tiga Pendaftaran, Memilih Dua PTN ^^

Bismillah..
“Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”
statement ini yang diam-diam keluar dari peredaran pikirku. Yah aku kemarin belum berhasil SNMPTN Ujian Tertulis untuk jurusan Pendidikan Dokter UNS dan Teknologi Informasi UGM. Sedangkan dahulu untuk SNMPTN Undangan (dilakukan dengan seleksi nilai lima semester di SMA) aku memilih UGM dan UNS. Masing-masing universitas bisa memilih tiga jurusan. Sedangkan aku untuk UGM kupilih Pendidikan Dokter, Ilmu Komputer, dan Teknologi Informasi serta UNS kupilih Pendidikan Dokter, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Fisika. Hmm, cukup ngateng ya, tinggi-tinggi bener gradenya. =) Aku tidak begitu optimis dengan yang undangan, pasalnya ya karena nilaiku tak seberapa. Aku berusaha semampuku belajar untuk prepare SNMPTN ujian tulis. Untuk Ujian Tuli aku optimis banget diterima, meski aku juga menyiapkan kondisi terburuk. Dan setelah memperoleh kata Maaf dua kali yakni setelah membuka pengumuman SNMPTN Undangan (ini aja aku juga minta bantuan temenku untuk membukanya) dan SNMPTN tulis, aku berusaha dengan tenaga yang tersisa, mencoba bangkit dan berusaha. Dua tes yakni UM Undip (2 Juli 2011) dan SM UNY (10 Juli 2011) kujalani dengan kepasrahan. Tanggal 16 Juli 2011 pengumuman UM Undip bisa diakses. Tanggal 15 udah disahkan. Setelah membuka mata dari lelap tidurku aku membuka website itu. Aku klik link yang ada. Aku input nomor peserta dan tanggal lahirku, muncullah ucapan selamat kepadaku. Alhamdulillah, aku diterima di Teknik Informatika Undip. Hmm, rasa lega dan senang menyapaku dan keluargaku. Segera aku print out informasi terkait dengan itu. Berselang satu hari, tanggal 18 Juli 2011, swadana UNS yang dulu akan diumumkan tanggal 23 Juli 2011 juga diumumkan pada hari ini, kurang lebih jam 2 dinihari pengumuman dikeluarkan. Kalau yang ini, ternyata input nama atau nomor pendaftaran saja bisa. Aku input namaku dan keluarlah hasilnya bahwa aku diterima di Pendidikan Matematika SBI. Tanggal 19 Juli 2011 menyapa dan aku terbangun, aku menuju web UNY, aku cari-cari, kok tidak ada, batinku. Aku mengelike fans page, aku buka dan ternyata pengumuman dimuat di harian bernasjogja.aku mencari namaku, adakan terselip disana, di halaman 7, 5, 3, dan 2 aku search namaku tidak ada, aku melihat nomor pendaftaran, dan memang nomorku terlewati. Ya sudah, hhe. Dua pilihan pun di depanku antara Teknik Informatika Undip ataukah Pendidikan Matematika SBI UNS. Aku lebih memilih TI Undip. insyaAllah akan kujalani. Di TI prospek kerjanya lebih luas, bisa jadi guru juga, dan hobiku juga seputar itu. Hhe. Untuk selanjutnya aku kasih informasi ya. >> Yang diterima via UM Undip Membayar biaya pendidikan yang terdiri : SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan ), PRKP (Praktikum, Responsi & Kegiatan Perkuliahan lainnya), SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi), SPMP (Sumbangan Pengembangan Manajemen Pendidikan) dan biaya atribut tanggal 21 Juli s.d. 5 Agustus 2011. Melaksanakan registrasi secara online di http://reg-online.undip.ac.id mulai tanggal 21 Juli s.d. 8 Agustus 2011 VERIFIKASI-REGISTRASI / LAPOR DIRI Setelah melaksanakan registrasi secara online calon mahasiswa baru diwajibkan melakukan verifikasi-registrasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 s.d. 16 Agustus 2011. >> Yang diterima via Swadana UNS MEMBAYAR BIAYA PENDIDIKAN Biaya pendidikan (Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), Biaya Pengembangan Institusi (BPI), Biaya Laboratorium dan Biaya Lain-lain) dibayar melalui setoran tunai ke rekening Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada Bank Tabungan Negara (BTN) di seluruh kantor cabang, dengan mencantumkan nama, nomor pendaftaran SPMB S-1 Jalur Swadana dan program studi pada bukti pembayaran Bank. Pelaksanaan pembayaran biaya pendidikan ini tanggal 25 -27 Juli 2011. REGISTRASI ON-LINE Mengisi formulir registrasi melalui internet (on-line) dengan alamat: http://siakad.uns.ac.id klik ”Registrasi on-line” dengan PIN/Kode Akses yg tertera pada kwitansi pembayaran Bank Tabungan Negara (BTN), kemudian cetak (print out) formulir yang telah diisi lengkap. Pelaksanaan registrasi on-line tanggal 25 - 27 Juli 2011. PEMERIKSAAN DOKUMEN (REGISTRASI ON-DESK) DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN Para calon mahasiswa harus datang sendiri (tidak boleh diwakilkan) untuk pemeriksaan dokumen dan kesehatan yang dilaksanakan di fakultas dengan ketentuan sebagai berikut :Waktu dan Tempat : 28 -29 Juli 2011 (Khusus Fakultas Keguruan Ilmu dan Pendidikan (FKIP): Program Studi Kelompok IPA tanggal 28 Juli 2011; dan untuk Program Studi Kelompok IPS tanggal 29 Juli 2011). Bismillah, insyaAllah TI Undip. #Hope the best for me for my better future ^^
Readmore >>

♥ UM UNDIP YANG MENDADAK ♥

Bismillah.. Binun ni mau nulis dari mana pasalnya banyak ide berkecamuk di otakku. Ya, dikupas satu persatu saja biar juga bisa lega. Di mulai dari UM Undip. Beberapa hari sebelum pengumuman SNMPTN, karena juga ortuku mengusik diriku untuk berburu perguruan tinggi dan karena belum jelas juga aku diterima di SNMPTN atau tidak, aku mendaftar UM Undip, tepatnya tanggal 20 Juni 2011. Jaga-jaga kemungkinan kurang baik itu niatanku. Penutupan pendaftaran c tanggal 24 Juni 2011. Namun sebelumnya aku juga bertanya pada ortuku. Ada UM Undip dan SIMAK UI, dan ortuku mengizinkan aku mengikuti UM Undip yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2011 ini. Setelah pendaftaran untuk mengambil nomor, aku ke bank Mandiri, kalau di Wonogiri itu di dekat Giri Cahaya. Setelah itu baru deh registrasi. Untuk pilihan pertama tetap aku mengambil Pendidikan Dokter, dan pilihan kedua aku mengambil Teknik Informatika. Dan penantian selama satu bulan pun terjawab, bahwa aku belum lolos SNMPTN dengan pilihanku itu. Ehmm, terjadilah apa yang sebenarnya kurang aku ingini. Aku sudah berharap agar tidak mengikuti UM Undip alias aku diterima di PTN via SNMPTN. Sekitar 2-3 hari sebelum pengumuman itu aku juga mengulang sedikit sedikit apa yang telah aku pelajari di Super Intensif kemarin, ya jaga-jaga aja. Dan setelah pengumuman telak itu aku belajar lagi. Jujur, aku sudah percaya aku mendekati diterima, namun qodarullah seperti ini. Selama sekitar 3 pekan itu aku juga tidak mengulang materi. Ya sudah benar-benar aku mengikuti UM Undip itu dengan persiapan yang minim. Ya, jadilah aku pada hari jumat itu ke Semarang. Di sana ada tante (adiknya ayah). Kami menginap satu malam di sana. Sekitar jam 11 kami berangkat dari rumah. Sampai di sana sekitar jam 16.00. setelah sampai di rumah tante yang suaminya juga bekerja di Fakultas Peternakan itu kami(aku, ayah, dan paman) melihat TKPku besok. Malam itu bertepatan dengan 1000 hari kematian ibu dari pamanku. Acara pengajian pun digelar, alhamdulillah aku diberi keringan untuk belajar dan tidak mengikuti pengajian itu. Namun ya tetap saja hanya beberapa materi yang bisa masuk ke otakku. Karena agak lelah, aku tidur sekitar jam setengah 9. Seperti biasa aku menutupi wajahku –agar tidak silau- dengan 1 bendel soal TO Super Intensif. Paginya, aku bangun dan melakukan kegiatan pagi. Aku beres-beres dan menuju TKP. Aku pun mendapat soal dan kukerjakan yang aku bisa. Untuk UM ini sebenarnya waktuku sisa hanya saja aku lupa dan atau benar-benar belum bisa mengerjakan soal-soal itu. Soal UM Undip ada 100 waktunya 3 jam. Soal itu terdiri dari 20 soal Matematika, 20 soal Fisika, 20 soal Kimia, 20 soal Biologi, dan 20 soal Bahasa Inggris. Oiya, sebelum tes dimulai ada yang berkenalan denganku. Dia calon mahasiswi yang kemarin pas liat TKP ketemu aku di depan pintu ruang itu. Setelah jam menunjukkan pukul 11.00 dan bunyi bel selesai terdengar, aku dan temanku itu turun. Kami berpisah, dan aku langsung pulang. Menurutku UM Undip ini benar-benar mendadak untukku dan persaipanku pun tak seberapa. Aku hanya berharap semoga Dia memberiku yang terbaik. Aku percaya padanya. Pengumuman UM Undip tanggal 16 Juli. Semoga ada kabar baik dah =) Oiya, H-1 aku ke Semarang, tutorku baru memberi tahu kalau ada soal TO UM Undip. Hmm, salahku juga c tidak bertanya dulu, punya soal-soal atau tidak. Walau H-1 tapi tetep bermanfaat-lah, ada gambaran. Tapi ada soal-soal yang masing asing dan belum bisa kukerjakan, karena watu yang mepet, ya sudah kubiarkan soal itu belum bisa kukerjakan. Dan ternyata tipenya tidak jauh-jauh dari soal TO itu. Untuk UM Undip c mending aku bisa download beberapa soal 2009 dan latihan soal. Karena waktu yang benar-benar mepet, tutorku mengirim soal itu via email. Sore itu sekitar jam 5 aku bergegas ke Cairo (ups, maksudku Ciro, Girimarto) untuk download itu soal. Aku belum pernah ke warnet itu sebelumnya. Aku mencoba suatu bilik, belum apa-apa tiba-tiba mati kompinya. Aku mencoba bilik lain, juga ada something wrong, dan aku mencoba bilik terakhir itu, 2 kali mati, dan kalau untuk ketiga kalinya mati, aku akan bertindak. Dan benarlah, mati, aku katakan ke sang operator. Alhamdulillah kemudian bisa. 10 menit kuhabiskan di sana. Dan waktupun semakin larut. Hmm, aku harus naik dan turun seperti mendaki dan menuruni gunung, agak sepi c, tapi ya aku harus bergegas pulang. Alhamdulillah setelah maghrib itu aku bisa sampai rumah dan membaca-baca soal TO dan kuncinya itu.
Sebenarnya udah mending ada kunci, tapi pembahasan sepertinya lebih mengena daripada sekedar kunci.
=) Ya Allah, aku benar-benar menanti kejutan baik dari-Mu. =)
Readmore >>

a year

bismillah... alhamdulillah perjalanan kulalui bersama blog sedernana ini. terangkai cerita suka, duka, sebel, menyenangkan, kepuasan, dsb, dst... :) semua membuatku belajar. dari blogger kecil-kecilan hingga kini agak besar. merangkak dalam ketidakbisaan dan sekarang mencoba terus merangkak agar kelak bisa berlari,, walau entah kapan. :) keep blogging!!
Readmore >>

Jalan Panjang Kepenulisan dan Manfaatnya

Bismillah..

Kesabaran dibutuhkan untuk meraih sebuah cita-cita merupakan hal yang mustahil jika kita ingin meraih cita-cita kita sedangkan kita hanya berleha-leha dan tak sabar menanti sang durian runtuh. Berpangku tangan dan santai (maksudnya terlalu santai) juga bukan hal yang bagus untuk meraih cita-cita. Diperlukan pengorbanan, di saat yang lain bersenang-senang namun kita mau terbenam dalam sebuah pengorbanan. Ingatlah, bahwa sesuatu yang diperoleh dengan berkorban itu akan lebih berkesan.

Dalam hal ini penulis mau membahas hal ini menjadi hal yang lebih spesifik, yakni meraih cita-cita sebagai penulis. Penulis, bukanlah suatu cita-cita yang mudah untuk dilakukan, menulis juga bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan, silakan Anda akan memilih mindset yang mana.

Jika kita ingin bisa, nampaknya pilihan kedua menjadi opsi kita. Menulis itu gampang, ya menulis itu gampang, kita tinggal menungkapkan apa yang kita fikirkan, apa yang kita kerjakan, apa yang kita rasakan dalam sebuah karangan, untuk awal-awal karangan bebas dulu lah, tanpa memperhatikan panjang atau pendek.
 
Seperti yang pernah penulis sampaikan, janganlah memikirkan apa yang akan kita tulis, jangan pernah, karena hanya akan menjadikan kita bingung, tapi tulislah keadaan di sekitar kita, yang kita rasakan, yang kita lakukan, atau yang kita fikirkan. Untuk bisa menjadi penulis yang lancar menulis jangan tertingggal oleh kita untuk menuangkan pemikiran atau pikiran kita, melalui diary misalnya, jangan hanya cukup dengan menulisi tamat sebuah buku diary tapi membutuhkan beberapa (more than one) buku diary yang musti kita isi.

Segera tangkap dengan cermat setiap hal yang keluar dari alam fakir kita, jangan lama-lama untuk membiarkannya begitu saja, keburu hilang nantinya. Tak beda dengan ucapan, banyak hal yang bisa kita tuliskan, uneg-uneg, curhat, pengalaman, how to, dsb. (Hehe tapi perhatikan pula tempat kita menuliskannya, jangan sembarangan menulis, fikir ulang apakah ini pantas ditulis di sini atau tidak) Dari pengalaman yang penulis alami (ehem), menulis itu bisa melegakan perasaan, bisa membangkitkan semangat, bisa merubah emosi, dsb bi idznillah (dengan seizing Allah) tentunya.

 Menulis, sebuah profesi yang nampak geliat-geliatnya, namun hanya sebagian orang yang terjun ke dalamnya, ayo kita jadi penulis sebelum lowongan untuk menjadi penulis berkurang. O iya, dengan menulis menjadi abadilah karya kita dengan catatan tidak kita cabut tulisan tersebut . Tulisan tetap hidup dan menambah pahala (just for tulisan yang positif) meski jasad kita terbujur kaku di liang lahat.

Sudah siap jadi penulis?? Ayo gerakkan jari jemari kita untuk menghasilkan karya-karya berisi bukan sekedar tong kosong berbunyi nyaring. Keep writing and blogging!!
Readmore >>