Showing posts with label aku. Show all posts
Showing posts with label aku. Show all posts

Nongki Syantik Togamas Kotabaru, Menghambur di FKY, Menyatu dengan Alam di atas pinggir Kalicode


[05 Agustus 2017]

 

Hidup itu pilihan, bukan... Pilihan untuk menikmatinya dengan cara-cara kita sendiri. Hidup ini ada di tangan kita sendiri. Tak perlu terlalu peduli menyoal omongan orang tentang kita, karna kita yang paling tau akan diri kita sendiri. 


Dan kali ini jelajah sebagian bentang dan sebagian ruang di Jogja. Di atas Kalicode kita merebahkan tubuh lelah kita setelah seharian bergumul dengan aktivitas. Cahbocah nyepur dari Purwosari, Solo. Menanti Prameks sekitar 5 jam di Purwosari, yang diisi dengan kegiatan delikan (hide & seek) katanya. Dan aku, aku motoran dari Wonogiri dengan Revo merahku, menembus angin, debu, dan sebentang ruang di jalanan. Ah..... Nikmat nian, lama tak motoran ke Jogja. 

Baru beberapa hari aku tidak membersamai SABS, aku lupa kultur fleksibilitas dan kultur ketidakpastian alam. Ketika mendapat kabar rencana berangkat lepas sholat Jumat, aku dari Wonogiri cus lepas Jumatan. Dan.....setelah ku buka HP & WA. Taraaaaaaaa....... Mereka berangkat dari Purwosari jam 18.00. Wkwkwk Oh Tuhan. Beruntung nya, alhamdulillah, aku punya kawan-kawan kegiatan di Jogja, Ula (kawan kegiatan di kampus undip) dan dek Nurul (kawan yang mengadakan penelitian di SABS). 

Janjian lah kami di sekitar Kalicode. Karena aku tak begitu tau daerah sana dan karena pemberhentian kereta cahbocah di lempuyangan, aku memilih ke arah Lempuyangan. Dan ternyata aku melewati kawasan yang cukup familiar! Di Togamas Kotabaru. Singgah lah aku di sana, untuk mengisi baterai hape dan nongki-nongki syantik. Ku kabari pula Ula dan dek Nurul bahwa aku di sana. 

Beberapa belasan-puluh menit berlalu, nampak lah dek Nurul. Kami ngobrol. Tak lama kemudian, Ula tiba. Obrolan masih seputar aktivitas masing-masing dan mengenai hal-hal life crisis menjelang 1/4 abad haha. Jam 5, Ula pamit, karena ada acara. 

Dek Nurul berinisiatif mengajak ku berkeliling kota dan ke FKY (Festival Kesenian Yogyakarta). Aku mah hayuk aja, daripada ngelangut geje. Hehe. 

Dan voilaaa......Menarik nian tempat itu. Segala-gala kesenian Jogja tumpe-tumpe di sebentang ruang itu. Dari seni hand made sampai seni yang dibuat dengan bantuan alat-alat/ mekanis. Dari beberapa stand yang ku lalui, aku paling suka stand pembuatan miniatur dari plastik. Mas nya sih nyebutnya 3D printing. Buat nyetak bentuk 3 dimensi dengan bantuan alat/ mekanis gitu. Dan satu lagi ialah stand gelas gembreng yang dilukis. Ini sih subjektif karena aku lagi pengen cari gelas buat wedangan personal aja hha. 

Namun sayangnya, waktu bergulir serasa cepat sekaliiii. Yang mengharusnya kami cau dari tempat itu. Baiklah. Kami cabut. Dan menuju Togamas Kotabaru. Dek Nurul kupersilakan melanjutkan tugas negara nya, karena sudah cukup malam. Aku celingak-celinguk. Ga tau/ hapal rute jogja. Mencari arah maps kiriman mas han. Haha. Yang ternyata maps nya diulang beberapa kali baru akurat. Itu pun aku muter-muter di kawasan itu, kaga ketemu2 merek. Ngenes! Then, angkat tangan lah aku. Ku katakan pada mereka yang sebenarnya. Dan mas Han baru keluar dari persembunyian kemah di atas pinggir sungai Kalicode. Motor hanya bisa ditaruh di bawah jembatan. Kami masuk di gang luar rumah-rumah nan sempit. Dan bertemulah dengan mereka. Pasukan #05Soto atau #5OTO. 🙂

Terimakasih untuk dek Nurul dan squad outing #5OTO untuk jepretannya.

Readmore >>

#hijaberolahraga, So What ?

Hijab, tidak membuatku banyak beralasan ketika berolahraga. Yang rempong lah, ribet lah, gak nyaman lah, dst dsb. Karena hijab merupakan aturan yang sudah Tuhan paparkan pada kitab suci-Nya. Beragam olahraga outdoor pernah ku coba dengan hijab full dari kepala hingga ujung kaki. Dengan bawahan berupa rok. Kalo sekarang udah mending sih ada rokcel a.k.a rok celana, yang bikin lebih comfort saat perlu aktivitas ekstra (baca: mencak-mencak). Mulai dari stretching ringan, berenang (eh celup-celup di air aja sih haha), tracking, badminton, gowes, jogging, mountenering, susur pantai, outbond, hingga susur sungai. Ada beberapa orang yang ngingetin perihal penggunaan rok, khawatir kalo berbahaya untuk aktivitas semacam itu, namun aku acuh saja. Kawanku pun sewaktu naik gunung juga pernah diingetin oleh orang lain perihal pemakaian rok dia, tapi ya di-iya-in aja, dan masih setia dengan rok, dan alhamdulillah ndak ada kendala hingga kini.

Menjadi tertutup secara fisik bukanlah penghalang untuk melakukan olahraga. Karena mukmin yang kuat lebih disukai daripada mukmin yang lemah. Apalagi kini banyak ragam aktivitas pembentukan karakter yang dilakukan dengan (olahraga) outdoor. Pun keseimbangan hidup bisa dicapai salah satunya dengan teratur berolahraga. Sehat jiwa, mental, dan fisik. Olahraga pun berguna untuk memperbaiki mood atau bisa menjadi moodboster dikala mood kita chaos.

Itu beberapa olahraga outdoor ya. Sedangkan untuk yang indoor atau di dalam ruang, ada beberapa senam, excercise, dan workout yang bisa kita lakukan. Bersama-sama ataupun sendirian. Banyak video maupun tutorial yang bisa kita unduh di internet maupun bertebaran di media sosial untuk kita praktikkan. Ada hal lucu yang pernah ku alami sewaktu mencari pakaian yang comfort  untuk olahraga indoor ini. Aku coba ke penjual pakaian. Ku pilih-pilih baju yang sebut saja kurang bahan. Lantas mbaknya terbengong-bengong, sewaktu melihatku yang berpakaian tertutup memilih baju kecil lengan pendek yang ketat. Melihat reaksi itu, ku jelaskan pada mbaknya bahwa baju yang ku pilih akan kugunakan untuk senam.

Itu cerita ku seputar hijab dan olahraga. Kuy gengs ikuti event Hijaberlari dengan link pendaftaran bit.ly/hijaberlari, barangkali kita beruntung. Aamiin ya Allah. 

Info Kegiatan

Tracking

Celup-celup bahagia

Gowes

Mountaineering

Badminton

Memandu cahbocah stretching ringan

Readmore >>

#2 Play with SABS: Ekspedisi 30 Jam di Mulai! :D

Bismillaah

Setelah mereka mengerjakan tugas mendata bangunan, peristiwa, orang, dan kuliner serta sudah laporan pada mas Jefri, kami menuju Gor Manahan. Di jalan itu kami menanyai ibu-ibu penjaja makanan. Karena kami tidak mengetahui jalan, maka kami bertanya pada orang di sekitar sana, namun qodarullaah kami kek diputer-puter gitu, huhuhu. Kami menyusuri jejalanan lagi serta menjalankan tugas yang diberikan dan alhamdulillaah kami bertemu mas jefri. Setelah bertemu mas Jefri, kami sholat Dhuhur bersama di Masjid Al Amin. Setelah sholat kami makan siang. Namun qodarullaah, dik Fety menangis karena gatelnya semakin parah dan melebar. Kami kebingungan dengan situasi yang ada. Mbak Yulia dan mbak Linda memberi Salep, namun ia belum jua menangis. Ya iyalah, rasanya panas dan gatel serta daerah lukanya membesar, kasihan sekali dia, penulis tak tega dengannya. Kemudian penulis mengusulkan untuk membawa ke dokter. Dibawalah ia ke dokter anak, namun terus gimana gitu trus dik Fety dibawa pulang. Dia terkena jamur. Dan kami melanjutkan perjalanan. Sedih juga sih, satu pasukan berkurang, yang tersisa ialah mas Jefri, penulis, Yulia, dan 4 anak lainnya.

Setelah dari masjid itu, kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun Balapan. Menuju Stasiun Balapan kami bertemu dengan pemulung yang berpenghasilan Rp 40.000,00- Rp 5.000,00 per hari. Setelah itu kami menemukan Pasar Nongko, masuklah kami ke pasar itu. Di pasar itu kami menanyai ibu-ibu penjual tabungan(celengan) dan lainnya. Keluar pasar, kami menemukan penjual-penjual tanaman, masuklah kami melihat-lihat bunga itu. Si Abhi berhasil membawa kaktus kecil. Setelah kami melihat-lihat bunga atau tanaman di sepanjang jalan itu, alhamdulillaah kami sampai di Stasiun Balapan Solo. Di stasiun itu kami bertemu pada mas-mas arsitek UNS 2009, beliau sedang men-sketsa gambar Stasiun Balapan. Ketika bertemu dengan masnya, kami melihat-lihat hasil karyanya (ternyata banyak juga sketsa karyanya) dan ngobrol dengan beliau juga yang ternyata adik tingkat mas Jefri di UNS. Setelah berbincang dengan mas arsitek, namanya mas Galih, kami memasuki stasiun itu. Kemudian keluar dan melanjutkan perjalanan ke UNS. Kami tidak ke Monumen Banjarsari, karna saat di masjid tadi kami beristirahat cukup lama. Selanjutnya ialah ke UNS.


Perjalanan ke UNS itu kami bertemu dengan bapak-bapak penjual alat rumah tangga yang berjalan dari jam 7 hingga malam hari dengan mendorong grobak. masyaAllaah sekali bapaknya. Kami bertemu dengan beliau paska sholat Ashar di masjid. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan lagi. Kami berhenti di depan SMA N 2 Solo, yang ternyata bersebelahan dengan SMA N 1 Solo dan kami membeli minuman di sana. Di depan SMA N 1 Solo adiknya menanyai salah satu mbak yang bersekolah di sana. Adiknya bertanya nama, alamat, dan enak tidak sekolah di SMA N 1 Solo. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan bertemulah kami dengan jembatan yang di bawahnya dilalui kereta api. Kami menunggu sesaat untuk bisa melihat kereta api yang sedang berjalan dan merasakan berapa di atasnya. Beberapa menit setelah di sana, kami melihat kereta api melaju. masyaAllaah sekali, mendengar deru kereta api dan melihat gerbong-gerbong itu berjalan. Setelah itu, lanjut lagi, kami mampir di masjid untuk sholat Maghrib di masjid dekat UNS. Kami sholat di sana kemudian berjalan hingga sampailah kami di NH. Wah, sedih harus berpisah dengan mereka, namun ya bagaimana lagi. Penulis berpamitan dengan mereka dan melanjutkan pulang ke Wonogiri.
Yang penulis rasanya ialah rasa salut pada adik-adik SABS, karena mereka tidak mengeluh dan tidak menyusahkan selama perjalanan.  Selain itu, penulis terkesima dengan mereka yang sejak kecil sudah diajari untuk bereksplorasi dengan alam/ lingkungan sekitar.

Dan ini ada tulisan lain yang penulis tulis dari jalan-jalan bersama mereka:

Pergilah ke mana pun kau kan pergi
Namun tetaplah ingat bahwa kau pun perlu kembali ke rumah asalmu
Raihlah hal yang tertinggi, namun ingatlah bahwa kau perlu berbagi
Karna setiap rizki yang tlah diberikan Allaah, ada rizki orang lain di sana (tak mutlak untuk kita)
Apatah yang tlah kau bagi?

Kehidupan ini tak berlangsung lama
Apa guna kau nanti esok jika sekarang pun bisa
Apa guna gelarmu mahasiswa
Jika untuk masyarakat saja kau tiada

"Carilah peluang di celah kebutuhan masyarakat itu", itu kata guru
Jadilah membumi
Yang bisa menyentuh pelosok negri
Bukan sekedar retorika tak berarti

Jadilah menepi
Ke pinggiran kehidupan
Agar kau tau luka mereka
Mengolah empati dan rasa

#rintihanMalam


Dari teman" SABS kemaren kita belajar kepekaan sosial. Ketika mengetahui peristiwa unik, kita diminta mendokumentasikan hal itu. Contohnya ialah warga yang pindah rumah dan barang"nya diangkut dengan becak.
Dokumentasi lewat foto dan tulisan. Sejak kecil mereka tlah dididik untuk peka pada sosial. Agar mereka tergerak tuk bertindak.
Selain peristiwa, kita juga diminta mendokumentasikan profil orang dan bangunan. 
MasyaAllah sekali, salah satunya kita menemukan bapak" penjual peralatan rumah tangga dengan grobak dorong yang berjalan dari jam 7 pagi hingga malam.
Bangunan yang didokumentasikan salah satunya ialah pasar. Selain mereka mendokumentasikannya, mereka juga bertanya" pada penjual di pasar itu. Salah satunya mbah" penjual celengan (tabungan).

Oya, selain itu mereka diminta untuk mendata kuliner.

["Pergi dari Sini ke Sana" Selama 7 Jam Cah Bocah]
Jadilah layaknya cahbocah itu, mereka "Pergi dari Sini ke Sana" tak banyak pikir dan takut.
Padahal mereka hanya anak kecil. Di jalan banyak mobil, motor, mereka melewati ril kereta api, mungkin bisa bertemu orang gila, preman, atau orang lain bisa menjahati mereka.
Namun, apakah mereka berpikir dan takut akan hal itu? Mereka berani. Mereka berani "Pergi dari Sini ke Sana". Mereka pun menyelesaikan tugas dengan perlahan. Mereka menjalankannya dengan tingkah polos dan lucu mereka. Rekaman peristiwa-peristiwa buruk belum menyapa mereka. Lupakan peristiwa-peristiwa buruk itu. Mereka tak berhak menghambat langkahmu untuk "Pergi dari Sini ke Sana".
Mereka pun melangkahkan kaki yang pertama untuk bisa "Pergi dari Sini ke Sana" selama 7 jam!
Langkahkan kakimu. Jangan usik takutmu. Biarlah ia dalam tenang dan kau pun tak terganggu. Tersenyumlah pada kenyataan dan jalani. Ayunkan langkah pertama.  
Semangat!
Mungkin ini ya perbedaan anak yang sangat diprotect dan SO (Study Oriented) dengan anak yang dibebaskan bereksplorasi (namun bisa mengendalikan diri).

Anak yang diprotect dan SO akan didominasi ketakutan karena biasa dilindungi dan kurang dikenalkan dunia luar. 
Anak yang dibebaskan bereksplorasi (namun bisa mengendalikan diri) akan bisa cepat berkembang karena mereka dibiasakan mencoba hal-hal baru dan tidak takut untuk mengeksplor dirinya (dengan yang ada di sekitarnya).

Masih tentang 
Sekolah Alam Bengawan Solo 
#imo
#hikmahSABS


| Masdhiana Sukmawarni | Informatika Undip 2011 |
Readmore >>

Kurir Kue & Jamaah Danusiyyah

Bismillaah

Apa kabar kawan? Hhe pasti semua jawab baik. Padahal tolok ukur ‘baik’ satu orang dengan yang lainnya itu tak sama. Kali ini ,penulis pengen share sedikit pengalaman penulis. Hhe. Karena Unit Kegiatan Mahasiswa yang penulis ikuti lagi butuh dana dan ada penugasan LKMM DT ju, maka jadilah penulis mengadakan danus (dana usaha). Awalnya ya biasa, terpikir dengan kawan lainnnya untuk melakukan itu, yakni jualan kue, nah, ada ide lain, yakni meletakkan kue-kue itu di wisma kawan. Nah, untuk awalan penulis ke tempat penjualan kue yang (kalo diitung-itung) ya cukup mahal, margin keuntungan Cuma 200-300. Ada kekurangan, pasti ada kelebihan. Kelebihannya udah disediain tempatnya dan rasa tahu baksonya lebih enak. Putar otak, penulis nyoba ke tempat lain. Yang margin keuntungannya 500, meski tanpa disediakan tempat kue, alhasil belilah kami tempat itu (kardus box). Eh ternyata di kost penulis ada tempat kue :D Alhamdulillaah, jadilah pake tempat itu.

Hmm, tiap pagi penulis udah ngedrop makanan itu ke wisma dan ke temen. Awalnya berangkat jam 6, tapi karena kita langsung ambil barang di TKP (tanpa disiapin packing) jadilah jam 5an penulis ambil makanan itu. Hhe. Penulis ditemani adik tingkat yang kontrakannya dekar dengan kost penulis. Dari satu wisma ke wisma lain, nganter adik tingkat itu, dan nganter kue ke anik tingkat lain trus bareng ke kampus. Hmm Lucu juga sih jadi kurir kue. Jadi tau betapa gak mudah dapet duit itu. Mikir juga, tukang sayur yang effortnya segitu dengan karyawan kantoran/pegawai yang kek gitu. Dari pengalaman itu, ada beberapa hal yang penulis petik:

1.       Jelaskan aturan main. Maksudnya di sini ialah clearkan untuk harga danusnya, jumlah danusnya, trus untuk yang ditaruh di wisma, ditulis ada @1500 dan lebih baik lagi kalo dikasih tempat untuk wadah uang.
2.       Adakan kesepakatan. Kesepakatan di sini ialah antara yang dititipi dan sang kurir sepakat yang dititipi mau ambil berapa. Usahakan yang dititipi memprediksi makanan apa saja yang disukai dan jumlahnya berapa. Jadi makanannya tepat sasaran dan habis.
3.       Jangan hanya semangat danus, perhatikan untung ruginya juga. Maksudny, kita usaha kan pengen untung (semua orang juga tau). Jangan sampe effort yang kita lakukan sama aja antara yang melakukannya dan yang tidak. Seumpama ada tempat yang kurang support untuk jualan di situ, ya pindah aja atau dikurangi jualannya. Perhitungkan cost, effort, tenaga, dll dengan laba yang diperoleh. Kalo laba lebih banyak ya silakan teruskan, kalo tidak yang dipikir ulang aja untuk jualan di sana. Kan tujun kita cari laba, di samping melatih skill dan memperluas jaringan, hhe.
4.       Buat laporan keuangan. Biar kentara tu laba dan ruginya, dibikin aja laporan keuangannya. Biar kita tau juga seberapa kemampuan/ daya beli temen-temen kita pas hari X.  jadi ada deskripsi untuk suatu hari (misal) dan ada prediksi kira-kira di suatu hari X jualan berapa biji. Evaluasi tiap hari.
5.       Value add. Jangan lupa bawa plastic dan tissue kalo jualan gorengan, hhe.
6.       Semangat untuk nawarin. Jangan malu, namanya pengusaha, ya harus PD untuk promo atau menawarkan barang, hhe.
7.       Lakukan upaya antisipatif. Kasih tau temen yang kita titipi, kalo pas sore danusnya masih banyak, tolong hubungi kita. Biar ada antisipasi penjualan danus itu. Yang semoga masih tetep untuk dan makanan juga masih layak konsumsi.
8.       Siap-siap aja punya uang yang banyak dengan nominal yang kecil. Hhe.

 Apa lagi ya? Hhe. Silakan menambahi. Subhanallaah banget, pagi udah keluar nganter danus, malem rapat sampe jam 10an. Semoga berkah dan ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. 
Readmore >>

Education Fair PB 2013: Motoran, Kenapa ke Luar Negeri, & Bekal Mendapatkan Beasiswa (by Teh Karin)

Bismillaah…


Alhamdulillah-alladzi bini'matihi tatimmush-shoolihaati
Terlaksana juga motoran: 
Semarang-Jogja
Jogja-Semarang
Kecepatan rata-rata, karena belum tau TKP dan bareng". 
Mantab dah Ambarawa, lawannya gedhe-gedhe. 
14/9/2013

Sebuah status setelah berhasil motoran ke Jogja =) Alhamdulillaah masih diberi kesempatan melihat indahnya dunia. Jumat tanggal 13 September 2013 kemaren aku, Airlangga Wiragalih, Yudrika Azka, dan Mega Ariyanti pergi ke Jogja. Kami berencana jam 18.30 berangkat, namun qodarullaah jam 7 kurang kami baru berangkat. Mantab juga rute ke Jogja malam hari, ada mobil, truk, atau kendaraan gedhe lainnya, membuat semakin tertantang, hhe. Lucu juga motoran kemaren tuh, aku biasa motoran cepet, pas awal Angga udah bilang, “Na, jangan cepet-cepet ya.” Namun keknya itu kurang ampuh, Angga melaju kadang tak sengaja aku mendahului, karena kecepatan yang lumayan dan males ngerem ^^V Abis itu kalo Angga di belakang, aku rada nunggu dia dengan memperkecil kecepatan :Dv kek gitu terus. Jam 10an itu aku baru sampai di kost Lusi Nur Rahmawati, temen Kongres 4 ILP2MI di Medan. Aku segera tidur dan ternyata Angga, Mega, dan Azka masih cari makan dan penginapan sampe jam 1. -_-

Paginya jam 6.30an Lusi mengajakku makan gudeg Jogja. Kami makan di tempat ummahat, hhe. Kalo gak salah totalan makan(dan minum) per orang tu 6.500, murah kan? =) Abis itu kita ke TKP (Gedung Grha Sabha Pramana), kami berangkat pagi karena khawatir kalo berdesak-desakan dengan peserta lain, karena yang mendaftar saja 2000 orang.

Jam 7.45 acara dimulai oleh dua orang MC dan jam 8.04 tambah 2 MC lagi, entah apa artinya, MCnya sampe 4, duplikasi. Jam 8.09 Lutfi Abdurrahman membacakan ayat suci Alqur’an. Jam 8.21 ada pertunjukkan seni Rampo. Ada beberapa hal yang aku perhatikan dari awal ini, yakni perkap yang sigap (dalam arti kalo ganti acara perkap membenahi apa yang terletak di podium), adanya pemotongan pita untuk pembukaan, dan snack untuk pembicara yang dikeluarkan sebelum pembiacara memasuki podium.
Acara ini resmi dibuka oleh mbak Siti Sukaiah jam 8.45, salah satu founder Pemburu Beasiswa. Nah, selanjutnya masuk ke seminarnya, momodnya ialah mbak Azizatul Ulfa, Sekjend GC UGM, dengan pembicara teh Nadia Karina Hakman, mbak Nur Febriani Wardi, dan bapak Dinar (dosen Teknik Sipil UGM).

Pemaparan pertama dari teh Karin, lulusan University of Aukland. Coba kubikin per poin aja =) Ini dia poin-poin dari pemaparan teh Karin:

1.      Bagaimana sih beasiswa yang penuh berkah?
a.       Tanpa penipuan
b.      Bukan asas kapitalisme
c.       Allaah ridho

2.      Kenapa sekolah di luar negeri?
a.       Kualitas lebih bagus. Penguasaan bahasa asing meningkat, penelitian lebih terpublish, seserang keluar dunia baru bisa jadi dosen, dan gak ada absen.
b.      Sukses (finansial).
c.       Bisa jalan-jalan :D *modus utama yang gak boleh diucapkan blak-blakan pas interview*
d.      Bikin ortu bangga
e.       Aktualisasi diri
f.       Bosen jadi juara di kandang sendiri. Hmm
g.      Indonesia membutuhkanmu. *so sweet banget*
h.      Sebagai wujud syukur pada Tuhan.
i.        Berbakti pada Yang Maha Pencipta.

Di sela-sela penjelasan ini ada kalimat “Think global act local” dan permasalahan pemuda, yakni: 6F(Food junky, Fashion folloer, Fun oriented, Film minded, Finance dependency, Faith). Serta “Kita seperti buih”. Ketika teh Karin interview beasiswa, ada pertanyaan yang beliau jawab gini: ketika saya bisa berbuat lebih banyak, kenapa berbuat sedikit? Ketika saya bisa berbuat lebih baik, kenapa berbuat biasa, dan ketika saya bisa berkontribusi lebih, kenapa saya berkontribusi biasa saja. “What you aim drives you to what you earn”.

3.      Beliau memaparkan bagaimana memenangkan beasiswa juga. Sebenernya clue-clue-nya ya yang seperti biasa, tapi teh Karin mengemasnya dengan sangat renyah, jadi kami pun antusias.
a.       Niat. What are you dreaming to be? What steps are you currently at? FOCUS: It will lift you up! Itu yang tertulis di slidenya, hha. oya, temple impian-impian juga =)
b.      Usaha. How strong your passion comes to action? Pemimpi atau pengkhayal. WorkHARD(no malas, ada proses) & workSMART(prepare well, be organized!). teh Karin me-list 100 pertanyaan yang sekiranya akan ditanyakan pas interview. Di sini ada tulisan administrasi, FGD, dll.
c.       Tawakal & Doa. Impianmu melambung tinggi, each second worthes… J move!

4.      …Memurnikan niat…Menguatkan langkah… Melapangkan hati menuju sukses hakiki…

*cmiiw
~To be continued~ 
Readmore >>

Nasihat Berharga bagi Penuntut Ilmu

Sabtu, 7 September 2013
Di Kariadi
Oleh ustadz Sholihin

Bismillaah

Kali ini saya ingin mengetikkan catatan ta’lim saya. Karena saat ta’lim itu ada nasihat untuk tidak menyembunyikan ilmu :’) Ya Allaah, jadi ngaca, udah berapa ilmu yang saya sembunyikan. Kemaren itu ta’lim di sana dan alhamdulillaah ketemu akhwat Unnes yang cukup banyak =)
Selain khutbatul hajah, ta’lim itu dibuka dengan ucapan ‘Sedikit sekali umat-Ku yang bersyukur’ dan kesyukuran itu bisa dalam bentuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Mungkin seperti biasa dibuat poin-poin aja kali ya, hhe.
Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. Saba’: 13).
# Hendaklah penuntut ilmu berhias dengan akhlak mereka.
# Imam Syafi’i => seseorang tidak akan merasakan kelezatan ilmu sampai merasakan kefakiran, kemiskinan, dan kelaparan.

.:(# Perkara yang perlu Diperhatikan #):.
1.      Mengetahui kedudukan/ keutamaan guru dan cara berakhlak pada guru.
# Guru memiliki kedudukan yang tinggi.
>> Hadits dari Imam Abu Dawud yang dihasankan oleh Syeikh Muqbil, Rasulullaah berkata:”Sesungguhnya saya bagi kalian sekedudukan dengan bapak pada anaknya yang mengajarkanpa pada kalian ilmu.”
>> Kedudukan guru lebih tinggi daripada orang tua karena terkadang orang tua hanya memikirkan perkara dunia, sedangkan pengajar mengingatkan perkara dunia dan akhirat.
>> Wajib bagi seorang murid untuk mempunyai adab terhadap guru.
>> Dari Syeikh Sa’di(dari kitab beliau): wajib bagi murid untuk tunduk, merendahkan diri dihadapan guru dengan puncak adab. Karena seorang pengajar mempunyai hak yang umum dan khusus.
>> Pengajar:
1.      Mengajarkan kebaikan.
2.      Mempersiapkan diri matang-matang demi kebaikan muridnya.
3.      Seperti orang yang berbuat baik pada kita. Tidak ada kebaikan yang paling tinggi, yang paling bermanfaat, kecuali orang yang mengingatkan pada perkara agama. Dan guru memperingatkan ketika kita lalai
4.      Mengajarkan ilmu dan memperhatikan yang terbaik untuk murid.
5.      Dengannya terhasilkan kebaikan, terhindarkkan kejelekan, dan tersebarkan agama.
6.      Jasa seorang ulama => kalo bukan karena ilmu, manusia seperti binatang ternak, seperti dalam kegelapan, dan tidak mempunyai aturan.
>> Ilmu itu cahaya yang bisa dijadikan petunjuk dalam kegelapan…, hati, dan ruh. Agar ruh hidup yakni dengan memiliki keimanan. Dunia => banyak kegelapan.
>> Manusia yang mempunyai kecerdasan tapi tidak beradab terhadap guru maka ilmunya tidak barokah.
>> Syeikh Sa’di: guru telah mencurahkan tenaga, waktu, dan semangatnya. Ia berusaha agar muridnya memiliki derajat yang tinggi. Tidaklah jasa orang tua (dalam pendidikan agama) seperti jasa ulama. Apalagi orang tua yang menelantarkan pendidikan kepada anak. Ulama memberikan ilmu dari yang terkecil hingga terbesar. Ulama mencurahkan waktu emas dan kejernihan pikirannya untuk membimbing muridnya. Guru memiliki kebaikan lebih dibandingkan orang lain. Orang lain memberikan harta/ benda yang manfaatnya hanya sementara, sedangkan guru memberi bimbingan yang manfaatnya tidak terputus, akan ada manfaatnya dengan ilmu yang senantiasa dimanfaatkan.
            .:(# Poin yang perlu Diperhatikan #):.
1.      Duduk bermajelis di hadapan guru dengan keadaan beradab, menampakkan kesungguhan kalo kita butuh ilmu kepadanya, dan senantiasa mendoakan (ketika guru itu ada dihadapan kita atau tidak).
2.      Ketika guru memberikan faidah/ penjelasan-penjelasan dari suatu masalah, jangan sampai menampakkan kalo murid sudah tau, meski sebenarnya murid sudah tau. Jangan memalingkan wajah. Tampakkan perhatian yang serius, karena ketika sang guru tau muridnya memperhatikan dengan saksama maka guru akan membahas lebih dalam. Namun, jika ketauan murid sudah tau, maka sang guru tidak jadi memberi faidah yang banyak pada murid, karena merasa murid sudah tau.
3.      Memuliakan/ menghormati guru sesuai adab syar’i dan lemah lembut.
>> Syeikh Utsaimin => tiga perkara tadi shohih. Akhlak tersebut mulia. Apakah kita sudah mengerjakan amalan tersebut? Demi Allaah saya gak tau, saya sudah beradab pada guru saya atau belum.
4.      Duduklah dengan gaya duduk yang beradab. Engkau tidak memanjangkan kaki di hadapan guru kecuali capek, sebentar saja gpp. Suasananya sunyi, senyap, dan tenang. Saya (Imam Syafi’i) membuka lembaran kertas dengan tenang, sampai-sampai kalo ada burung yang di atas mereka, burung itu tidak terbang. Tenangnya mereka karena fokus dan khusyuk, bukan karena tidur/ mengantuk.
>> Syeikh Utsaimin => jangan engkau berbincang dengan guru seperti berbincang dengan teman, karena ilmu jadi kurang barokah. Seorang murid yang berbicara pada guru seperti biacaranya anak pada bapak, tawadhu’.
5.      Seorang murid tidak boleh mendahului guru dalam ucapan. Tidak beradab ketika di tengah-tengah menyela tanpa izin. Akibatnya ialah dicabutnya barokah.

2.      Qona’ah (merasa cukup dengan dunia)
>> Syeikh Sa’di: ketahuilah, bahwa qona’ah pada pemberian Allaah dan hidup sederhana ialah perkara yang dituntut dari seorang penuntut ilmu. Ilmu adalah perkara yang dicari seumur hidup. Setiap kali seorang hamba tersibukkan dengan perkara duniawiyyah maka semakin kurang dari menuntut ilmu, dan begitu sebaliknya. Sifat asl dunia ialah melalaikan, dan sifat asl ilmu ialah mendekatkan pada Allaah ta’ala, keduanya merupakan sebab yang terbesar untuk membatasi dunia dan mencukupkan pada ilmu.
>> Imam Nawawi(dalam Majmu’ jilid 1 halaman 50): di antara perkara yang musti dimiliki ialah zuhud dengan dunia/ pemberian Allaah yang sedikit.
>> Yahya Ibn Abi Katsir. Yahya At Taimi telah mengkabarkan dari Abdullaah(anak dari Yahya ibn Abi Katsir): Tidak akan diperoleh ilmu dengan tubuh yang santai, merasa enak, dan nyaman. Seorang penuntut ilmu sejati ialah mereka yang mencurahkan waktu untuk menuntutu ilmu dalam keadaan kekurangan dan capek. Kenapa? Beliau (Yahya ibn Abi Katsir) memiliki jadwal kajian, saking padatnya, ketika beliau memancing ikan dan mendapat ikan yang besar, ikan itu ditinggal (tanpa sadar), dan sudah 4 hari lamanya beliau baru ingat, ikan itu sudah membusuk. Dan beliau memakan ikan itu, meski ikan itu sudah basi L subhanallaah.
>> Imam Abdil Bar(dalam Jami’ jilid 1 halaman 384): sesungguhnya warisan ilmu itu lebih baik dari warisan emas dan perak. Dalam hadits nabi disebutkan, nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, barangsiapa yang mengambil ilmu tersebut maka ia mengambil bagian yang banyak. Ilmu (dalam Jami’) : simpanan yang paling berharga dan lebih baik dari batu permata/ perhiasan berharga. Ilmu tidak diraih oleh orang yang badannya santai. Ilmu orang” sekarang : ilmu orang” dulu => jauh, bak bumi dan langit. Hafalan terkuat orang sekarang mungkin < hafalan terrendah orang terdahulu. (Atsar dhaif, ada Baqiyah…, Hisyam bin Ubaidillah, namun terangkat karena ada atsar sebelumnya).
>> Imam Malik: Sesungguhnya ilmu itu tidak akan didapat, kecuali seorang sudah merasakan rasanya kefakiran dan kesulitan. Apa yang terjadi dengan Imam Robiah? Dia kecil, tumbuh, dan ditinggal jihad ayahnya 30 tahun, ketika pulang bapaknya gak kenal anaknya. Imam Robiah telah menjadi guru Imam Malik. Imam Robiah menjual kayu penyangga atap rumahnya demi mencari ilmu, agar bisa terus mencari ilmu. Sampai-sampai Imam Robiah kekurangan makanan, hingga pernah beliah makan makanan dari tempat sampah, dari anggur kering dan ampas-ampas kurma :’( Imam Robiah hidupnya susah hingga ia meninggal dan kelezatan ilmu fiqh hilang sejak meninggalnya Imam Robiah. *Bandingkan dengan menuntut ilmu kita, fasilitas banyak, tapi kita masih malas* Kondisi beliau faqir, namun yang duduk di adapan beliau (untuk menuntut ilmu) banyak.
>> Imam Syu’bah: Siapa yang mencari ilmu (salah 1 ilmu utama = ilmu hadits) maka bangkrut dunianya. Bangkrut harta, sukses agama. Hendaklah orang yang mendatangi majelis ilmu, menyampaikan pada yang tidak hadir, bantu- membantu dalam menyampaikan faidah.
>> Imam Syafi’I: Ilmu tidak bisa dicari dengan harta, harta bukan jaminan. Mulianya jiwa tidak bisa diraih dengan harta. Orang yang berhasl mencari ilmu dengan penuh kerendahan (kekurangan makan, dll). Keberhasilannya ketika memuliakan ilmu meski hidupnya susah. Namun yang lebih parah ialah kondisinya susah namun gak menuntut ilmu.
>> Abu Hurairah. Dari Imam Bukhori dan Imam Muslim, manusia mengatakan: abu Hurairah punya riwayat banyak, beliau berkata, “Seandainya bukan karena 2 riwayat qur’an, saya gak menceritakan…” (1) Ancaman bagi orang yang menyembunyikan qur’an/ ilmu (2) ancaman bagi orang yang menyembunyikan apa yang kami turunkan. Saudara-saudara kami Muhajirin sibuk dengan perdanganan dan Anshor sibuk dengan berladang, sedangkan abu hurairah memilih bermulazamah, duduk bersama Rasulullaah, meski perutnya lapar, hingga dia unggul dalam periwayatan hadits. Beliau pernah mau pingsan karena rasa lapar yang melilit perutnya dan pernah juga menganjal perutnya dengan batu. Nah, seberapa besar semangat kita?? Hidayat dari Allaah tidak diraih kecuali dengan bimbingan. Jika kita bersungguh-sungguh pasti kita mendapat petunjuk.
>> Imam Abdil Bar(dalam hadits tadi terdapat ilmu fiqh):
1.      Menuntut ilmu harus duduk dihadapan ulama (mulazamah). Kalo sendiri maka tersesat. Perlu rihlah untuk mencari ilmu.
2.      Ridho/ merasa cukup dengan kehidupan yang sedikit, yang penting bisa menuntut ilmu. Kehidupan yang sedikit sekedar bisa menegakkan tulang punggung.
3.      Mendahulukan ilmu daripada kesibukkan dunia. Kehidupan mereka seadanya, susah di bayangkan dengan akal. Ilmu mereka luar biasa. Penuntut ilmu => bersabarlah atas hidup yang susah dan merasa cukup.
>> Imam Ibnu Mubarok: di akhir buat dari ilmu =>  lezat. Sabar, awalnya berat, namun akibanya lebih manis dari madu.






Readmore >>

(3) #KKL IF Undip 2011: Peluang di Biznet dan Orang Jail di Bintang Tiga

Setelah cerita pada hari pertama KKL IF Undip 2011 di sini dan hari kedua di sini, yuk lanjutin baca cerita hari ketiga =)

Jam 7.34 kami check out dari Hotel Puri Jaya. Jam 8.26 kami menuju Biznet(Data Center). Sampailah kami di kawasan hijau Biznet, jalan yang cukup kecil membuat mobilisasi bus adak kurang lincah. Setelah sampai, kami menyerahkan identitas diri(KTM/ SIM/ KTP) untuk ditukar dengan name tag yang bertuliskan Visitor. Kami di sambut oleh dua mbak Biznet (lupa namanya siapa :D ). Jam 10:19 kami telah siap mendengarkan penjelasan dari mas Ibnu, setelah sebelumnya kami mengambil minuman.
Seperti di Microsoft kemaren, mas Ibnu menjelaskan sejarah Biznet, selain itu beliau menjelaskan produk-produk Biznet, dan apa itu Biznet sendiri. Mari kita kupas sedikit =) Ntar kalo mau mencicipi dan melahapnya hingga habis bisa googling aja dengan keyword ‘biznet’ =)

Produk Biznet ialah max3 kids, max3byBiznet, metro, cloud, intercity, Biznet Technovillage, dan data centre. Biznet bergerak di telekomunikasi dan multimedia. Kalo sejarah atau perkembangannya sih lebih kearah seberapa jauh fiber optic yang ditanam. Oya, yang unik dari tempat ini ialah lokasinya, lokasi yang nyaman yakni bukan berada di keramaian kota dan lokasi yang tak banyak terjamah. Kenapa lokasinya di situ? Karena DRC(Disester Recovery Center), kata mbaknya.

Pada jam 11:16 kami dibagi menjadi dua kelompok, ya sekitar 28an orang untuk ke ruang data centernya dan melihat ruang lainnya (Video operation Centre, dll). Oya, sewaktu masnya menjelaskan tentang Biznet, beliau menyinggung tentang internship dan rekrutmen di Biznet dan beberapa teman menanyakan itu, jadi sebelum pulang masnya menjelaskan itu. Dari pemaparan beliau saya menangkap bahwa peluang kerja di Biznet masih terbuka lebar, karna Biznet melakukan ekspansi ke daerah-daerah. Dan kata pak Ragil, Biznet menjadi leader untuk data centre di Indonesia.

Sekitar jam 2 kami meninggalkan Biznet dan menuju hotel Bumi Asih di Bandung. Qodarullaah, acara angkatan tidak jadi, karena jam 9:45 kami baru check in di hotel bintang tiga tersebut. Setelah itu bersih diri dan tidur. Namun ternyata ada orang jail di sini, yang ngaku-ngaku sebagai petugas hotel, yuk disimak percakapan (yang kurang lebih) seperti ini :D -_-

(Telepon bordering, sekali, dua kali… dan saya pun mengangkatnya, kirain notifikasi untuk acara besok, hmm)
Saya: “Assalaamu’alaykum…”
X: “Wa’alaykumussalam. Apakah ini kamar 514?” (Dengan nada halusnya)
Saya: “Iya.”  (Tapi setelah dipikir kok aneh ya, dia nelpon kamar ini dan menanyakan apakah benar kamar nomer itu -_- namanya orang jail)
X: “Apakah ini dengan Masdhiana.” (Masih dengan nada halus)
Saya: “Iya”
X: “Maaf, Anda tadi check in jam berapa ya?” (Masih dengan nada halus)
Saya: (diam, berpikir) “jam 10 kurang 15.”
X: “Selamat anda bla bla bla” *lupa, intinya mengucapkan selamat karena saya beruntung mendapatkan hadiah atau apa gitu* (Masih dengan nada halus)
Saya: (diam, berpikir sejenak, dan rada familiar dengan suara itu) “Maaf ini saya bicara dengan siapa ya?”
X: *Intinya dia bilang kalo dia petugas hotel*
Saya: (merasa kenal dengan suara itu) “Maaf atas nama siapa?”
X: “Apriansyah”
Hwahahahah…. Doeng! Bener kan feelingku. -_- tawapun buyar.
X: (dia menjelaskan keperluan telponnya, yang mana saya udah gagal fokus :D -_- )

Antara ngakak, gemes, sebel, dll. Karena malam itu dapet beberapa hikmah, jadinya saya bikin status gini:

Peelajaran malam ini:
1. Hmm, pastikan siapa orang yang Anda ajak bicara via telpon. Terimakasih pelajarannya. 
*Hampir saja kena*
2. Keputusan itu berdasarkan kesepakatan dua belah pihak. 
3. Ajak ngobrol lebih personal agar lebih mengena. Jangan selalu dipukul rata.

Dan si jail pun komen, “Misi gagal”. Ish jahat banget ya, orang yang pendiem, serius, dan polos ini mau ditipunya -_- Namun di kacamata positif saya melihat sisi lain dan muncullah status ini:

Setiap orang punya cara tersendiri untuk mengakrabkan diri, hargai tiap upaya itu dan berpikir positiflah, selama itu untuk kebaikan bersama. #PosThink #Unik

Karena sudah larut malam dan masih ada kegiatan lagi untuk besok, saya beristirahat. Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Readmore >>