Curahan Hati dari Fesbukiyyah ^_^

Bismillah… Ini merupakan curahan hati saudari Anda, para pembaca. Ukhty, fesbuk bisa menjadi pembuka aib-aib kita, aib? Ya aib, aib itu cela, cela itu keburukan yang mestinya kita tutup rapat-rapat. Ukhty, diri ini juga saudarimu yang biasa, saudarimu ini menginginkan yang baik-baik untuk dirimu. Mungkin dari luar kita terlihat aktivis dan jilbaber, tapi……… tapi kita kadang melihat seorang ikhwan yang istiqomah, kita buka profilnya, kita pandangi fotonya _jika ada_ atau kita lihat statusnya, kita cermati kata demi kata yang semakin menambah noda dalam dinding hati kita. Membekas, begitu membekas wajahnya, begitu membekas perangai sholehnya, begitu membekas di hati kita. Tapi kita bukanlah siapa-siapanya dia, dia bukan mahrom kita, atau dia bukan suami kita. Ukhty, sadarilah, kita telah ditetapkan untuk seseorang, seseorang yang kan menjadi teman kita, teman yang siap memimpin kita, yang menjadi imam kita, Ukhty, kalau kita ingin mendapatkan yang baik maka kita harus bisa berperangai baik. Ukhty, saudariku, kumohon berinteraksilah dengan akhwat, agar bisa terhindar dari fitnah, agar kita bisa menjaga hati yang lemah ini, agar tak banyak ikhwan yang menjamah kita. Ukhty, manfaatkan kolom “apa yang anda fikirkan” dengan baik, jangan sampai menimbulkan fitnah dan bercak pada hati kita, manfaatkan kolom “komentari” untuk menasihati juga lebih baik ke sesama akhwat, agar tak terjadi kesalahpahaman atau mis pengertian, manfaatkan tag- tag kita untuk yang bermanfaat. Bercanda, it’s ok, namun lebih baik ke sesama akhwat agar tak menimbulkan getar-getar lain di hati ikhwan. Ukhty, saudarimu ini juga sedang belajar, jika ada salah ingatkan, jika ada keliru betulkan, jika ada kurang tambahi, jika ada yang melenceng benahi. Ukhty, meskipun kita sendiri, ada yang mengawasi, meskipun sendiri sibukkan diri agar tak lalai, jangan memandangi seorang (hehe ato banyak) ikhwan yang bukan mahrom kita. Settinglah agar image tidak aktif, selain biaya lebih murah juga bisa menjaga hati kita, Oce,, ukhty ini curahan hati saudarimu, telah banyak kisah, tinggal maukah kita mengambil pelajaran??? Inilah curahan hati saudari kita, semoga bisa jadi bahan perenungan untuk yang mengetik dan Antunna sekalian ..  keep write!!!
Readmore >>

ternyata,,, orang China juga mengamalkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa salam

Bismillah,, Ternyata orang China (membacanya caina, kalo cina itu kata Zhang laoshi ejaan doeloe ^^) mengamalkan hadits nabi juga ya, itu yang terlintas di pikirku ketika aku berada pada tanggal 7 Januari 2010. Hari itu hari Jumat, seperti biasa jam pertama ada pelajaran bahasa Mandarin, awalnya Anis laoshi melenggang sendiri ke kelas kami, XI IPA 1 serbaguna, namun tak lama kemudian muncullah seorang guru asli dari China, sudah sejak ba’da lebaran 1430 guru itu berada di sini, namanya kalo nggak Zhang Zou ya Zou Zhang, maaf penulis lupa. ^^ katanya c sepuluh bulan di sini. Belisu tak sendiri ada Ran yi laoshi yang menemani, tapi Ran yi laoshi ngajar di SMP N 2 Wonogiri. Hmm, guru yang berperawakan proporsional dengan rambut lurus dan kulit putih, dari buku yang pernah penulis baca memang orang China itu sangat higienis, bersih, dan rapi tak heran bila guru-guru yang mengajar bahasa Mandarin mempuyai criteria seperti itu. Dengan sigap beliau segera mengambil pelajarn. Ini c mending, dulu waktu awal beliau bergerak dengan gesit, cepat sekali, hmm, namun lama-kelamaan ngikut orang Indonesia kali ya, gerakkannya gag secepat doeloe. ^^. Setelah itu beliau membentuk kami ke dalam kelompok. Kami diminta menghafal kosa kata baru yang telah ditentukan. Beliau melontarkan pertanyan, kami beberapa diantara kami ada yang menjawab. Wah setelah beberapa waktu, kelompok yang bisa menjawab pertanyaan dari beliau mendapat nilai, satu angka, dua angka, hingga mencapai 5 angka pada kelompok 5 dan bel telah berbunyi, yang menandakan bahwa Zhang laoshi harus ke XII R 2. beliau segera membuka tasnya dan mengambil bungkusan hitam, wew permen, lantas kami (kelompok 5) bersorak kegirangan. Hmm, kayak anak kecil ya ^^ biarlah,, wah subhanallah, orang China itu begitu menghargai setiap usaha kami. 1 permen untuk satu orang. Kelompok 5 dapat semua, ^^ yee, alhamdulillah^^. Wah ternyata orang China juga mengamalkan hadits nabi, nabikan menganjurkan kita untuk saling memberi hadiah, agar ukhuwah kami semakin rekat. Hmm, bisa dipraktekin di TPA ni. Walau dengan permen Kurang Asem 1, kami senang dengan itu. Tapi jangan sampai kita mengkultuskannya ya, misalnya dengan mengkhususkan permen itu tidak dimakan tapi untuk pajangan, karena yang ngasih beliau. Hehe tapi sepertinya jarang, dan kita jangan sampai.^^. Memang terkadang seorang muslim kurang menjiwai(baca:mengamalkan) islamnya, dan orang nonmuslim menjiwai islam. Masukan buat kita, agar kita juga bisa mengamalkan agama yang lurus ini. ^^ beberapa pelajaran yang bisa kuambil dari orang China adalah menghargai orang lain sekecil apapun, disiplin, gerak cepat, dan memberi kami semangat untuk belajar Mandarin dengan metode mengajar yang mengasyikkan. Tapi kadang aku berfikir, kita kalo disuguhi pertunjukkan dari luar (contohnya saja kemarin beliau juga mempraktikkan keseniannya) kita tepuk-tangan, nah kalau disuguhi budaya-budaya dari dalam negeri malah sepertinya mencemooh (baca:kurang menghargai), hmm,… banyak dilematika dalam kehidupan……. Hayah malah agak melankolis,… kurasa ini cukup, intinya agar siswa-siswi semakin tertarik belajar guru harus bisa membuat cara yang membuat siswa tertarik, (wew,, pie iki ) contohnya ya ini, Tanya-jawab nanti skor yang paling banyak dapet makanan/lainnya. ^^ semoga Allah memberimu hidayah, wo men de lao shi.
Readmore >>