Junk-an suka nge-Junk di Comment (baca: Jangan Suka Nyampah di Kolom Komentar)

Bismillah… Hmm, dapet inspirasi dari o-om.com mengenai sebaiknya qta menghindari komentar sampah seperti “nice article” ato “kunjungi balik ya”.. yang merupakan hobby saya dulu, hhe,, masih baby newbie banget, yang belum begitu tau rimbanya blogging. Hmm, fenomena yang bisa disoroti sekarang ini. Seseorang pasti punya alasan-alasan yang menyebabkan mereka melakukan hal seperti itu. Ya khusnudzon aja lah. Ini salah-3 alasan kenapa pembaca nge-junk: >> bisa ja karena dy punya waktu n uang yang amat sedikit untuk online so ya hanya bisa komen sekedarnya saja. Ato karena dy baca tu artikel di rumah sehingga waktu dy pengen komentar gag bisa serta karena berjalannya waktu dan lupa bisa jadi dy gag komen ke artikel itu. >> Dengan dy komen kan bisa menambah pengunjung ke sitenya. Kalo ini ya qt fine2 aja, qt bermanfaat buad dy. >> kurang latihan menulis, jadi doski binun mo komen apa, komen yang ada di otaknya di keduluan ma orla. Ya untuk masalah ini qt memang harus sering menulis ato mengasah kemampuan qt dalam hal jurnalistik dan banyak membaca juga sebagai inputnya. Di artikel yang saya baca barusan katanya penulis(juragan blog) juga seneng kalo ada yang mengomentari blognya meski hanya nyampah. Ya tergantung qtnya ada qta termasuk seseorang yang memprioritaskan kualitas ato kuantitas. Memang ada kesenangan tersendiri ketika qt menulis ada yang merespon meski responnya ya ala kadarnya. Tapi kan lebih ngena kalo dy ngrespon daripada blas(baca: nggag sama sekali). *ya iya lah bos, hhe* Hmm, -dari tadi awalannya “hmm” terus ya-, *hhe sok-sok(baca:kadang-kadang)* dapet pelajaran dari sini, sebagai orang islam kan qt juga sebaiknya gag menyia-yiakan sesuatu yang berbuntut hanya menghabiskan waktu dan tenaga. Semua membutuhkan proses untuk menjalani aktivitas blogging ini. Kan gag langsung jadi. Dengan proses situ qt belajar. Belajar dari kesalahan dan membenahi kesalahan tersebut. Hmm, insyaAllah mulai sekarang belajar nggag nge-junk. Kalo pun nge-junk ya ditambahi apa yang bermanfaat, insyaAllah… Keep blogging..! posting..! n writing..! =)
Readmore >>

PERASAAN > PIKIRAN = CEUE/ WANITA/ NISAA’/ WOMEN

Bismillah.. “Makane dilebokne otak/pikiran aja perasaan.” Itulah kalimat yang dilontarkan teman saya, yang bisal ditransletekan ke bahasa Indonesia begini “Makanya dimasukkan otak/pikiran bukan perasaan.”. kalimat ini diungkapkan oleh teman saya yang berjenis kelamin laki-laki, nampak rasio yang ia pergunakan bukan dominant perasaan. Pernyataan ini ia lontarkan kepada teman perempuan saya. Inilah yang terjadi, suatu yang dari sononya perempuan lebih dominant perasaan daripada pikiran, begitu sebaliknya laki-laki. Makanya lebih utama pemimpin laki-laki daripada perempuan. Dan perempuan pun harus menyadari ini. Ini bukanlah mendiskreditkan tapi sudah qadarullah. Memang sulit untuk mengutamakan pemikiran/pikiran daripada perasaan (NB:penulis adalah perempuan), namun harus qt coba, pasti bisa! Kalo qt menggunakan feeling terus-menerus sebertinya akan merusak diri qt pula. Contohnya kalo qt dikritik orang, ya sebaiknya qt menerima dan memasukkannya ke otak, “oia saya begini, maka harus begitu.” Bukan dengan menggerutu terus-menerus dan mendominasikan perasaan. Sesuatu yang baik itu sesuatu yang pada tempatnya. Qt bisa menempatkan seberapa qt harus mengetengahkan masalah ini dengan pikiran, seberapa qt gunakan perasaan. Jadi untuk Anda, laki-laki, harap maklum dan pahamilah kaum hawa. Hhe teringat lagunya Ada Band (bukan yang teringat masa kecilku…., =D tapi KARENA WANITA INGIN DIMENGERTI…) Bagai kaca yang berdebu dan dari tulang rusuk kaum Adam itulah kamu Hawa. *haiah,, malah ngelandtur sampe’ mana2 =) * Dah ya dicukupkan sekian. Untuk kaum hawa,aio qt meletakkan sesuatu sesuai porsinya(untuk perasaan ato pikiran) dan untuk kaum Adam harap maklum, pahami, dan mengerti kami. *hhe, banyak tuntutan, maaph/ ‘afwan*
Readmore >>