Buscar

Loading...

Pentingnya memahami dan 'mengajak berjalan', agar dia ma(mp)u "pergi dari sini ke sana"

Bismillaah


Ada sebuah kasus. Ada kompetisi, salah satu sub divisinya ialah membuat software. Ini ialah tahunnya untuk berkompetisi, setelah sebelumnya kakaknya yang maju dan ia melihat kompetisi itu. Pada awalnya ia ragu dengan keputusan mengiyakan ajakan kakak tingkat itu untuk mengikuti kompetisi itu, namun karena ia pikir bagaimana nanti jika tidak ada yang bisa menjadi tim itu, kasihan kan kakak tingkatnya. Kemudian ia beranikan menghubungi kakak tingkatnya dan mengiyakan ajakan untuk masuk ke tim itu. Ia berproses di sana, namun karna kakak tingkatnya belum menyelesaikan tugas akademiknya, maka sang kakak lebih focus pada tugasnya. Itu ialah kakak yang mengikuti lomba itu dua tahun di atasnya dan kakak yang satu tingkat di atasnya sudah fokus pada tugas akademiknya juga. Ketika diajak untuk sepekan sekali bertemu dengan kakak tingkatnya, katanya beliau tak bisa. Ia yang buta seakan sedikit blank, siapa yang akan mengajarinya? T.T Ia yang tak begitu semangat di kompetisi itu memilih lebih aktif di kegiatannya yang lain. Hingga suatu masa, deadline lomba pun kan menyapanya. Tinggal satu pekan dia baru mau fokus. “Ke mana saja kau Nak?” Mulai hari-hari itu dia blank dan bingung harus bagaimana. Trouble pun terjadi pada dirinya. Karna ia harus mengoding dengan bahasa yang baru ia tahu dan seharusnya itu dikerjakan oleh orang yang sudah biasa menggunakannya, bukan newbie sepertinya. Ia seharusnya mengerjakan program itu, namun faktanya ia malah banyak menulis pengalamannya dan hikmah di baliknya. Hingga H-3 ia bertanya di FB: “Apa jadinya jika seorang anak kecil yang belum bisa berjalan tetiba kau suruh berlari?” Ada dua yang menjawab.

NA: Jatoh" an mba anaknya...mgkin lebih baik diajarkan berjalan dulu sblum berlari Hehe
Tepat, itu yang dirasakannya. Ia merasa terjatuh. Beberapa hari seperti orang tak jelas. Dan sisi introvertnya meningkat. Asam lambungnya pun meningkat. Suram sekali. Selain pendapat itu, ada pula yang berpendapat seperti di bawah ini.

MAM: bengong, karena anak tidak bisa langsung memahami perkataan, yg dia tahu adalah meniru aksi
kalo orangtuanya berlari secara konsisten, boleh jadi dia akan berusaha sekuat tenaga utk meniru berlari
Ini pun yang ia rasakan, terbengong-bengong setiap hari, merenung, melihat lampu, dan semacamnya. Ia bingung musti belajar ke siapa dan serasa tiada yang bersamanya. Ia merasa ditinggalkan. Ia membutuhkan motivasi, sedikit sentuhan pembelajaran, dan teman-teman yang kompak untuk mengimbangi dirinya yang kurang semangat itu. Karna dari awal ia rasa kekompakan/ koordinasi kurang dan transfer dari kakak tingkat juga kurang.

Inilah pentingnya kita mau memahami orang lain. Jika kita menjadi kakak, cobalah lebih memahami/ peduli pada adiknya. Menanyakan bagaimana kabar projectnya. Jika ada masalah maka bersama menyelesaikan, tidak asal pergi. Serta pembimbingan itu tetap perlu dilakukan, agar project itu pun terkontrol. Karna mereka ke sini kan juga tanpa bekal dan mereka butuh belajar.

Mungkin ini yang ia rasakan, tidak mudah untuk pergi dari sini ke sana, dalam kesendirian dan tanpa bimbingan seorang kakak. Sang kakak perlu sedikit memahaminya kenapa dia bisa seperti itu dan bersama mengeksekusi solusi. Jika kita tlah di sana, seharusnya kita bertanggungjawab dalam menyelesaikannya. Ini bukan urusan dengan si A si B, namun ini urusan dengan Allaah. Itulah hikmah yang bisa kita petik tentang tanggungjawab dan mencoba lebih mengerti serta memahami serta “mengajak berjalan”. Agar apa yang menjadi tujuan bersana bisa terselesaikan dengan hasil memuaskan, setidaknya melegakan.   

Ditulis Oleh : asysya

Artikel Pentingnya memahami dan 'mengajak berjalan', agar dia ma(mp)u "pergi dari sini ke sana" ini ditulis oleh asysya pada hari Friday, 6 June 2014. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Pentingnya memahami dan 'mengajak berjalan', agar dia ma(mp)u "pergi dari sini ke sana" dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

:: Get this widget ! ::

0 comments:

Post a Comment

Assalaamu'alaykum.. Teman-teman yang mengenal saya atau pun tidak, silakan memberikan komentar teman-teman mengenai blog ini. Demi perbaikan saya, ok? :)
Syukron wa jazakumullahu khoiron