Buscar

Loading...

[Catatan Aktivis] Aktivis Petualang, Jangan Lupa Habitat! :D

 Haloooo, apa kabar semua? J  penulis pengen berbagi mengenai cerita aktivis nih, yang mungkin bisa buat refleksi, insyaAllaah, hhe.

Jadi ceritanya ada aktivis yang suka main/ bertualang/ travelling. J Jangan-jangan yang baca ini termasuk salah satunya hehehe. Dan ternyata dia baru menyadari kegemarannya itu belum lama ini. Tercermin dari masa lalunya, contohnya saja saat SMP dia suka jalan-jalan ke bukit bersama teman-temannya, gunung (ga tinggi), dll. Saat awal kuliah dia sering main dengan kakak tingkatnya. Tingkat dua ia mulai melebarkan sayap bermain dengan teman-teman ILP2MI (Ikatan Lembaga Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Indonesia) serta mengikuti forum nasional. Tingkat kedua baru perkenalan-perkenalan dengan teman-temen ILP2MI, tingkat ketiga ia lebih mendalami ILP2MI dan lebih mengakrabkan diri serta mengikuti kegiatan lintas daerah.

Dari petualangannya itu ia mendapatkan inputan-inputan yang sangat berharga dari berbagai macam orang. Sehingga bisa ia share ke dalam. Namun, satu yang sedikit terlalaikan, mengenai kuliahnya. Secara IPK masih terjaga, namun secara pemahaman… entahlah… karena untuk menjaga IPK belajar dari Database Soal saja bisa mendapatkan nilai yang bagus, insyaAllaah.

Ia kuliah di jurusan yang yang membutuhkan ketelatenan belajar dan bereksplorasi. Nah, waktu-waktu yang seharusnya ia pergunakan juga untuk bereksplorasi bidang ilmunya ia gunakan untuk main kegiatan. Ini yang membedakan ia dengan temannya.

Hingga suatu masa ia disadarkan oleh kakaknya. Bahwa ketika ia aktif di luar, ia juga musti mengontrol yang dalam (dalam artian bidang keilmuannya). Jangan sampai terlalaikan. Karna seorang ayahpun ketika mencari nafkah di luar, ia juga memakan asupan nutrisi yang ia peroleh, tidak hanya untuk keluarganya saja. Begitu pula seharusnya implementasi dari kasusnya. Ketika ia mendapatkan asupan dari luar, asupan itu perlu ia terapkan di keilmuannya dan ia juga ter-upgrade kapasitas dirinya secara keilmuannya. So, jadilah mentari bukan lilin. J You understand? Mentari itu menyinari alam semesta, bermanfaat untuk yang lain, namun ia tidak terbakar. Beda dengan lilin yang menerangi yang lain, namun membakar dirinya sendiri. J Bagus berkorban untuk orang lain, mendahulukan kepentingan orang lain, namun jangan melalaikan diri sendiri. Begitupun kita, ketika kita suka main di luar ranah kita, jangan sampai kita lupa habitat dan habbit asal kita. Karna kita tlah memutuskan di sana. Ini tentang tanggung jawab ke orang tua dan sebagai wujud syukur. Tidak semua orang bisa kuliah seperti kita, nah kita? Malah ga amanah buat kuliah. Astaghfirullaah.
 

Ditulis Oleh : asysya

Artikel [Catatan Aktivis] Aktivis Petualang, Jangan Lupa Habitat! :D ini ditulis oleh asysya pada hari Tuesday, 3 June 2014. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang [Catatan Aktivis] Aktivis Petualang, Jangan Lupa Habitat! :D dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

:: Get this widget ! ::

0 comments:

Post a Comment

Assalaamu'alaykum.. Teman-teman yang mengenal saya atau pun tidak, silakan memberikan komentar teman-teman mengenai blog ini. Demi perbaikan saya, ok? :)
Syukron wa jazakumullahu khoiron