Buscar

Loading...

[Catatan Aktivis] Aktivis Petualang dan Keterasingan dalam Habitat

Bismillaah
Guys, kau aktivis petualang, pernahkah kau melalang buana dengan kegiatanmu dan setelah usai, kau kembali ke dunia perkuliahan, ada tugas kelompok, dan kau tidak mendapatkan kelompok? Atau kau serasa jadi manusia terasing di habitatmu karna kau sibuk sendiri? Nah, kita kau merasakan ini, maka ini pula yang dirasakannya seorang aktivis petualang. Hehehe. #apaSih

Terasing di habitat misalnya dulu kawanmu sering mengajakmu main, dulu belajar bareng, dulu kawanmu sering meminjam buku padamu, dulu sering menginstall ulang laptop bareng, atau kisah semisal, namun ternyata kawanmu merasa tertolak, ia serasa menghindar, karna mungkin takut mengganggunmu. Padahal kau tak merasa sibuk-sibuk banget. Mereka mungkin tak mengajakmu, mereka mungkin tak meminta tolong padamu, atau semisalnya mungkin bukan karena acuh, tapi karena gelagat dari dalam diri kita yang seolah kita (sok) sibuk mereka menghindar karna tak mau menganggu kita. Lantas, pada siapa mereka meminta bantuan? Apakah bantuan yang orang lain tawarkan sebaik yang kau(aktivis petualang) berikan *lebay dikit*. Hai dirimu aktivis petualang, tidakkah kau kasihan pada teman-temanmu yang dulu sering meminjam catatan atau sering belajar bareng, namun tetiba kau bak ditelan bumi, pada siapa mereka meminta tolong itu? Guys, please kurangi sedikit kegiatanmu, agar kau pun bisa memberikan perhatian lebih pada kawan-kawanmu. Agar kau bisa bermain bersama mereka, belajar bareng, atau meminjamkan catatan. Kau perlu membuat slot kebaikan untuk mereka. Beri mereka perhatian, tanyakan keadaan mereka, agar mereka pun tak segan bermain atau mau minta tolong padamu.

Selain itu, pernahkah ada tugas kelompok, dan kau belum mendapatkan kelompok sendiri? Ini bukan salah mereka yang tak mengajakmu di kelompoknya, namun ini salahmu karna kau pergi langsung pergi dan tak meng-update tugas di kampus. Guys, kau punya tanggungjawab pada orang tuamu dalam dunia perkampusan ini, jangan kau lalaikan please. Tak sadarkah dirimu tlah menggunakan harta orang tuamu dengan ringan hati, namun ternyata kau tak amanah menggunakannya(?) Guys, sisihkan waktumu barang sejenak untuk menanyakan “Kemaren belajar apa? Ada tugas tidak? Tugas kelompok atau tugas individu? Bla bla bla” Karna kesibukanmu bukan alasan untuk mengelak tugas yang ada.

Pada intinya “sesibuk apapun di luar, jangan sampai melalaikan yang di dalam.” (kata kakak). Ternyata hal itu bisa dimaknai luas. Jika kita sibuk di luar, jangan sampai kita melalaikan teman-teman kita yang membutuhkan bantuan kita yang berada di dalam. Ketika kita sibuk di luar, jangan sampai kita melalaikan amanah belajar di dalam, karna itu amanah orang tua, yang musti kita jaga kepercayaannya.


Dua contoh kasus di atas hanya sebagai renungan. Adakah yang mempunyai kisah sejenis? Silakan dishare, untuk pembelajaran bersama. J
  








Ditulis Oleh : asysya

Artikel [Catatan Aktivis] Aktivis Petualang dan Keterasingan dalam Habitat ini ditulis oleh asysya pada hari Wednesday, 4 June 2014. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang [Catatan Aktivis] Aktivis Petualang dan Keterasingan dalam Habitat dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

:: Get this widget ! ::

0 comments:

Post a Comment

Assalaamu'alaykum.. Teman-teman yang mengenal saya atau pun tidak, silakan memberikan komentar teman-teman mengenai blog ini. Demi perbaikan saya, ok? :)
Syukron wa jazakumullahu khoiron