Buscar

Loading...

Teruntuk Engkau di Tanah Rantau

Bismillah

Teruntuk yang jauh dari ortu
Teruntuk engkau yang dipercaya mengasi ilmu
Teruntuk engkau di tanah rantau…

Teringat peluh perlahan membasahi pipimu yang semakin menua termakan usia dan semangat bekerja
Teringat lelah menyapa kala senja menampakkan dirinya
Teringat lelap karna lelah menyapa
Teringat bulir bening yang pernah tersirat karna luka

Tak ingin menghianati amanah yang tlah kauberikan
Tak ini mengecewakan jiwa-jiwa yang penuh harapan
Tak ingin mengikis kepercayaan yang tlah kauserahkan
Tak ingin memudarkan asa yang kau semburatkan

Nenek pancarkan bahagia bertemu cucu yang ia cinta
Kakek terseok-seok ingin bertemu

Tak tega khianati kepolosan cinta dan kasih sayang mereka

Mereka semangat tuk sambut ilmu dan masa depan yang lebih baik, akankah kita hanya termangu, berpacu dengan arus pikiran yang semakin melaju.
Aturlah diri dan waktumu, sudah belasan taun kebiasaan itu dibiasakan , tidak cukupkan waktu selama itu untuk tertib dan menertibkan diri(?)

Ingatlah masa depan ada di tanganmu, ada di genggamanmu, penentu dan nahkoda dirimu sendiri. Akankah kau terbawa arus begitu saja(?)

Tak ingin mencederai kepercayaan yang telah disandang. Bersyukur dan berterima kasihlah, hingga kini Allah ta’ala masih mengizinkan kita untuk mengenyam pendidikan. Teringat tetangga yang dikaruniai otak cemerlang, namun sungguh kasian, nasib berkata lain, ia tak melanjutkan sekolahnya, ya karna terbentur biaya.

Sudahlah, jangan nistai kepercayaan untuk belajar dan mengais ilmu ini, manfaatkan apa yang di depan kita, tak semua orang seberuntung kita.




Ditulis Oleh : asysya

Artikel Teruntuk Engkau di Tanah Rantau ini ditulis oleh asysya pada hari Monday, 21 May 2012. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Teruntuk Engkau di Tanah Rantau dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

:: Get this widget ! ::

5 comments:

faizulfikri

yuphh . .tak semua orang seberuntung kita, tak semua orang mampu mengenyam bangku pendidikan setinggi kita, dan tak semua orang juga yang seperti kita paham akan perjuangan di balik apa yang kita lakukan.

tulisan bagus, tetep semangat, tetep berjuang untuk membahagiakan orang tua kita.
^_^

oia, link saya yang "kocarkacir.com" itu udah ganti judul jadi "faizulfikri" ya sekarang.
trus domainnya juga udah saya ubah jadi "blogspot", nggak pake "co.cc" lagi.
kalau berkenan sih tolong diubah.
makasih.
:)

Rizki Pradana

postingan2nya sangat bagus, menarik dan bermanfaat,,terus menulis,,karena dengan menulis kita bisa mengembangkan imajinasi kita dan menjadikan kita lebih kretaif..serta kadang bisa menghibur orang lain.. ^_^

salam kenal
kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
folloback juga ya buat nambah temen sesama blooger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

asysya

@Mas Ichal: Udah kuubah Mas, ngelink ke andhifaizal.blogspot.com.

@Mas Rizki: Udah mampir.

@All: Cuma menuangkan apa yang terpikir dan dirasakan, karna sang otak dan hati tak mampu menampungnya sendiri, hhe.

Darmawan Saputra

terima kasih atas artikel yg bermanfaat ini..

jika berkenan follow back ya.

asysya

Sama-sama.

Post a Comment

Assalaamu'alaykum.. Teman-teman yang mengenal saya atau pun tidak, silakan memberikan komentar teman-teman mengenai blog ini. Demi perbaikan saya, ok? :)
Syukron wa jazakumullahu khoiron