Buscar

Loading...

Kisah Jerat Maksiat Ikhwan Akhwat

bismillah.. Kaefa halukum ikhwah?? Nimen hao ma?? Bagaimana kabar Anda?? Penulis ingin menceritakan kisah seorang akhwat yang (semoga) bisa kita ambil hikmahnya. Kisah klise yang mungkin sudah umum, namun tak apa lah mungkin bisa menambah perbendaharaan kisah yang kita punya. Agar lebih enak penulis akan bercerita dengan sudut pandang orang pertama pelaku pertama. Hehe, afwan ya kalo kebanyakan intro, langsung aja simak baik2 ya, kemudian insyaAllah akan penulis kupas cerita ini pelan2 di bagian akhir tulisan ini.

Kurang lebih 1 semester kisah ini bermula. Saat aku akan dan sedang menginjak tingkat 2 di bangku SMA. Saat itu aku baru awal2 dalam dunia maya, belum mengetahui apa2, ilmuku tak seberapa. Kutertarik membuat blog, karena banyak majalah yang memperbincangkannya dan mungkin bisa sebagai sarana aktualisasi diriku yang ingin menjadi seorang penulis. Kulangkahkan minimal sekali dalam sepekan untuk berkunjung ke warnet ato tempat lain yang bisa kugunakan untuk menyambangi dunia maya.

Awal tahun 2009 kubuat blog
, yang masih minim, minimalis sekali. Seorang blogger pemula yang ingin langsung dikomentari. Hemm ^^. Awalnya dengan ilmu seadanya ku posting blogku (ambigu gak ya?). Selain blogging kegiatanku ya browsing, surfing, searching, downloading, hehe tapi gak termasuk swimming, cooking, emping juga enggak ^^. 


Ketika kubuka blog seseorang kubaca sedikit, kemudian kukomen agar mengunjungi blogku yang masih buruk rupa ^^. Dari apa yang kubaca di majalah agar blog kita dikunjungi dan ato dikomentari pengunjung kita harus meninggalkan jejak, nah aku pake cara ini walo pun aku tak membaca secara keseluruhan blog yang kukunjungi itu. ^^V

Apa yang ingin kuketahui ku cari di internet, paling sering ya masalah agama, kalo yang di luar agama kadang c. hingga suatu saat ku ketik key word kota kelahiranku. Dari halaman satu ku berpindah ke halaman yang lain. Kadang menyarankan blog yang kukunjungi untuk menyambangi blogku. Hingga pada suatu blog, kubaca sedikit mengenai blog itu, aku sudah mencium gelagat dari bau itu, ya tetap saja kutulis jejak berupa alamat blogku.

Karena keawamanku mengenai dunia maya, kutulis hal2 mengenai diriku yang lebih gamblang, hingga nomor hape juga, padahal aku kan seorang akhwat, kalo ikhwan ja gak begitu masyalah hla ini. Hmm,,ckckck Hmm, masalah mulai muncul ni.


Suatu hari ada nomor tak dikenal masuk di hapeku. Suatu awal yang tak begitu kugagas (kupikir). Secara awal ya salam yang terlontar.tidak begitu kuhiraukan. SMS kedua-ketiga bertanya, ya kujawab seperlunya. Akupun menanyainya dan dia menjawab. Karena SMS2 itu aku pun terusik pada orang itu. Hingga berminat lah diriku membuka ulang blognya. Yaya, cukup kuketahui dia orang apa, dari hal2 yang tertata memenuhi blognya. Tak begitu tertarik. Dia sedaerah denganku namun ia bersekolah di luar daerah. Dia bertanya, ya kujawab seperlunya. Hingga menjelang pemilihan (hehe lupa2 ingat pemilihan apa) aku bertanya-tanya, dari info yang kudapat mengenai orang seperti ini harusnya begini namun kenapa dia tidak seperti ini. Benakku terusik kembali.

Hingga kutanyai dia, cara pandangnya semakin menguatkan aku meyakini dia bahwa ia orang X (seperti ini saja ya menjebutnya). SMSan pun terjalin di antara kami, dan setanpun bertindak dalam hal ini, meniupkan bisik2nya, merayuku dengan angan indah. Dan tepat berhasillah setan menggoda diriku yang waktu itu juga terserang futur, hingga futur berkepanjangan. Setan pun menampakkan indah apa yang kuperoleh darinya, semakin memperindah pandanganku mengenai dia. Terjerumuslah aku pada lembah yang sudah seharusnya kami tinggalkan, karena kami sama2 tahu dan kami juga sesama aktivis dakwah.

Suatu aib yang amat cela. (semoga pembaca tidak terjerumus pada lembah ini, astaghfirullah, ampuni kami ya Allah). Pandanganku semakin buta (mungkin) kuanggap setiap kami berinteraksi (SMS, mxit sedikit) pasti ada ilmu yang kuperoleh. Namun yang haram tetap saja haram. Aku berkeinginan SMSan ini hanya ketika libur dan ketika kembali ke bangku sekolah sudah putus SMSan di antara kami. Suatu awal yang berat untuk memutus jerat SMSan di antara kami, bahkan aku juga sudah membuat fesbuk. Dipastikan dia bisa ol setiap saat, dan akupun juga menyukai aktivitas ini karena bisa mengembangkan kemampuanku dalam bidang kepenulisan, (dalihku). Beberapa kali Allah mengingatkan aku, peringatan yang harusnya membuatku sadar. Walau kadang ia menyapaku dalam chat room, namun tak ku gubris dan butuh perngorbanan yang besar untuk ini.

Lama-kelamaan kami pun sadar akan dosa kami, akan kelalaian kami, akan bergelimangnya kesalahan kami. Kami mencoba berlepas satu dari lainnya, beraattt sungguh berraaatttt. Hati harus kugadaikan dalam transaksi ini. Kubang dosa kami masuki dan kami harus menerima resiko. Kucoba bertahan, bertahan dengan luka ini. Kubawa pergi dan kututup dengan daun kesabaran. Ku pinta pada-Nya agar Ia menyembuhkan dan menutup luka ini. Walau terlihat bekasnya, namun alhamdulillah aku bisa pergi dari lubang dosa ini.
 


Pelajaran yang bisa kusampaikan bagi para akhwat => mungkin kita tak begitu tertarik pada seorang cowok, tapi setan tetap saja pintar menggoda kita, begitu ada celah ia masuki tuk merayu kita layaknya bapak ibu kita dulu Adam dan Hawa,. Celah itu dimasuki dengan seseorang yang berlabel ikhwan, ya ikhwan sebutannya.

Ikhwan dalam pandangan:
orang yang sudah liqo, sudah ngaji, berjenggot (meski tipis), ya yang pasti paham agama. Setan menjebak kita, hubungan ikhwan-akhwat yang tetap saja haram. Bagi akhwat, kusarankan jangan kau cicipi hal haram ini, karena belum saatnya, belum halal, dan lagi kau kan rasakan pada akhirnya. Sebuah akhir yang menyakitkan karena memang kita tak tahu dia jodoh kita atau bukan dan semua itu tanpa kepastian. Maka janganlah kau masuki lembah ini, sakit yang tiada kira mungkin, tak terperikan. Kalo sudah siap saja bisa langsung dinikahkan (hehe) tapi permasalahannya kita belum siap dan belum mempersiapkannya, hanya puasa tameng kita. Ya puasa bisa menjadi perisai bagi kita yang belum bisa menunaikan ibadah separuh dien kita ini.

Walau berakhir sakit, namun ada beberapa ilmu yang bisa kuambil, aku kembali menapaki sebuah jalan yang dulu sempat kutinggalkan. Jalan yang dulu kuyakini, dan alhamdulillah kini kukembali dengan cara yang lain. Alhamdulillah kutemukan hal2 yang lebih baik setelah meninggalkan ke-haram-an ini. Alhamdulillah, sekarang bisa kembali dan dipandu oleh akhwat2 (yang awalnya juga dikenalkan olehnya, alhamdulillah bisa bertemu (just in cyberspace) akhwat yang sekufu dengannya dan ini lebih baik insyaAllah). Senyum pun terukir, ternyata di balik musibah yang menyakitkan ini tersibak kebaikan bagi diriku. Memang Allah memberi yang terbaik menurut-Nya. Dan inilah aku. Alhamdulillah. Alhamdulillah sekarang sudah sadar dan sudah tidak berinteraksi.”


Alhamdulillah, penulis turut bersuka cita dengan keadaan sekarang akhwat ini, Allah telah berikan hikmah kepadanya dan semoga berkekalan dan ia beristiqomah serta melakukan ini karena Allah.

Dari kisah si atas kita bisa mengambil pelajaran, yakni:
1. jangan berhati2 di dunia maya saja, namun di dunia maya juga, karena setan tak akan menyerah hingga kita terjerembab ke lubang maksiat.
2. HTS(hubungan tanpa status) / pacaran terselubung via chatting,fb, ato hp ikhwan akhwat mungkin kita akan senang di awal, namun rasakanlah di akhir. (hehe, agak geram ni). Sebuah awal yang penuh bumbu2 racikan setan yang bertabur kebahagiaan, namun di akhiri dengan rasa sakiittt (bagi yang belum mampu menyempurnakan separuh dien). ^^
3. Allah memberikan yang terbaik untuk kita, so don’t be sad!! Inilah pilihan Allah dan pasti ada hikmah/kebaikan yang bisa kita ambil.
4. percayalah bahwa kita pasti bisa memutus sesuatu yang haram.

Kita berdoa semoga Allah senantiasa menjaga kita dari hal yang semacam ini, bila sudah terjadi mari kita perbaiki, kita set ulang agar cinta kita hanya tertuju pada-Nya, puasa jangan lupa kita laksanakan sebagai tameng bagi yang belum mampu menikah, semoga hari ini lebih baik daripada kemarin, semoga keberkahan Allah selalu meliputi kita. Aamiin. ^^

keep smile, keep spirit, wa keep blogging…!!! alhamdulillah.

Ditulis Oleh : asysya

Artikel Kisah Jerat Maksiat Ikhwan Akhwat ini ditulis oleh asysya pada hari Wednesday, 23 December 2009. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang Kisah Jerat Maksiat Ikhwan Akhwat dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

:: Get this widget ! ::

4 comments:

asasi

assalamualikum Ukh, ^_^..., sekali lagi Allah telah memberi peringatan lewat artikel ini, semoga saya juga tetap bisa menghindari hal sperti di atas dan gak terlena sama keindahan sesaat yang sesat.., amin

asysya

Ukhty asasi:wa'alaykumussalam.. na’am ukh, barokallahu fiiky ^^

ukhty nunung: ^^

manifest

jadilah Pria idaman Muslimah..hehee
our greeting mahasiswa STEI Husnayain

Sukma Juwita

Assalamu'alaikum warahmatullah..
Artikelnya bagus sekali ukh ^^
semoga kita selalu berada dijalan yang diridhai-Nya. Aamiin

Post a Comment

Assalaamu'alaykum.. Teman-teman yang mengenal saya atau pun tidak, silakan memberikan komentar teman-teman mengenai blog ini. Demi perbaikan saya, ok? :)
Syukron wa jazakumullahu khoiron