ARAL ITU MENDEWASAKANNYA-CERPEN

ARAL ITU MENDEWASAKANNYA Hari ini, hari pertama aku masuk sekolah dengan penghuni yang –insyaALLAH- sebagian besar belum kukenal. Hari ini aku masuk ke sekolah yang sejak dahulu kuidam-idamkan, sekolah favorit di kabupatenku, SMA N 1 Wanagiri. Pagi ini, aku menuju kelas sebelah setelah aku tak menjumpai namaku di draft penghuni kelas itu(X1). Di depan kelas itu terpampang plakat berwarna cokelat bertuliskan ‘Kelas X2’ berukuran sedang, kumasuki kelas itu. Dan kutemukan kertas yang di sana tertoreh namaku Azzam Azizah Istiqomah nomor 3 dari atas, ya namaku memang terhilat seperti nama laki-laki, entah orang tuaku kenapa menamaiku seperti itu, nama, pasti orang tuaku mempunyai makna tersendiri dengan nama itu. Namun, ketika orang tuaku memanggilku bukan diambil dari ketiga nama itu, mereka memanggilku Asysya. Orang tuaku, aku suka dengan orang tuaku, mereka itu kadang aneh tapi bagiku itu kreatif. Orang tuaku bagai sumber inspirasiku. Mereka bagaikan pelita di relung hatiku, mereka taat beribadah, mereka berpengetahuan luas, mereka pintar ngomong, dan membuatku tak ingin jauh-jauh dari mereka. Ayahku sarjana sosiologi, kuliah di UNS dan ibuku juga kuliah di UNS tapi sarjana psikologi. Sekarang mereka mejadi guru, ibuku mengajar BK di SMP N 1 Sidoharja dan ayahku mengajar di SMA N 2 Wanagiri. Setiap ada kajian ahad pagi aku diajak sehingga aku bisa bertemu teman sebayaku dari mana-mana, rumahku di Desa Daha Kecamatan Girimartha, kadang bertemu teman dari Jathisrana, Sidoharja, Wanagiri, dan sebagainya. Kadang jika bertemu kami saling menceritakan keadaan ROHIS masing-masing sekolah. Di sekolah aku mengikuti kegiatan ROHIS dan jurnalistik. Banyak masalah yang terjadi di ROHIS sekolahku, mulai dari asistensi yang dipending, dan insyaALLAH akan ganti baju(baca:nama), hubungan dengan guru yang kurang baik, dan sebagainya. Tapi masalah itu tak sabar ingin keluar ketika aku bertemu ayah ibuku. Dan alhamdulillah mereka sangat membantu. Cerita yang sering bertubi-tubi menempaku menjadi seorang yang cerewet di kelas. Alhamdulillah di jurnalistik sebagian besar juga anak ROHIS. Sehingga lebih mudah menyatukan visi misi. Di kajian Ahad pagi aku punya teman namanya Jilan. Dia sekolah di SMA N 1 Wonogiri, kasihan dia walaupun namanya terlihat islami namun ayah ibunya kurang mendukung aktivitas kerohanian, sehingga setiap ingin menghadiri kajian dia harus berhadapan dengan ayahnya dulu, menghadapi pertanyaan dari ayahnya. Namun dengan pertanyaan itu hatinya selalu berdag-dig-dug ria,dan hal itu membuat dirinya semakin merasakan keindahan hidup,lika-liku dan jalanan terjal membuat mentalnya tahan banting. Berjilbab dengan istiqomah pun menjadi hal yang tak diperbolehkan oleh ayahnya, sehingga walaupun di sekolah ia belum berjilbab di rumah jika ada kegiatan ia memakai jilbab, dan alhamdulillah ayahnya membolehkan, namun disertai tatapan melihat dari atas sampai bawah. ROHIS di sekolahnya pun sangat bermasalah, perizinan yang dipermasalahkan oleh sekolah, asistensi dan kegiatan ROHIS ditentang guru, dan teman-teman anggota ROHIS saja mengira bahwa dirinya ekstrim padahal sesungguhnya tidak. Ini semua tanggungjawabnya karena dia adalah koordinator nisa’nya. Namun dengan otak dingin dan pikiran jernih ia selalu menghadapi itu semua dengan baik, sehingga mengikuti ROHIS menjadikannya lebih dewasa, menjadikan hidupnya lebih berarti. Dia beranggapan bahwa masalah-masalah itu adalah bumbu-bumbu dakwah, bumbu-bumbu yang akan mendewasakan dirinya, bumbu-bumbu keindahah hidupnya, mungkin jika tidak ada masalah dirinya akan biasa-biasa saja dan cenderung kurang dewasa. Aku sedikit iri dengannya, dirinya benar-benar bisa dewasa dengan aral-aral itu namun aku yang masih dibayang-bayangi orang tuaku. Aku belum bisa menunjukkan bahwa this is me, namun dia sudah. Ya aku yakin seyakin-yakinnya, haqqul yaqin, pasti suatu saat aku juga akan di dewasakan oleh aral-aral itu, tunggu saja tanggal mainnya… Temand-temand yakinlah bahwa aral-aral ini kan mendewasakan qta. Aral-aral ini kan menjadi bumbu dan penyedap hidup ini dan dakwah ini. CERITA INI BERISI SUATU FAKTA YANG TERPISAH-PISAH. NAMUN DENGAN IMAJINASI.

Ditulis Oleh : asysya

Artikel ARAL ITU MENDEWASAKANNYA-CERPEN ini ditulis oleh asysya pada hari Friday, 8 May 2009. Terimakasih atas kunjungan Anda pada blog ini. Kritik dan saran tentang ARAL ITU MENDEWASAKANNYA-CERPEN dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar dibawah ini.

:: Get this widget ! ::

0 comments:

Post a Comment

Assalaamu'alaykum.. Teman-teman yang mengenal saya atau pun tidak, silakan memberikan komentar teman-teman mengenai blog ini. Demi perbaikan saya, ok? :)
Syukron wa jazakumullahu khoiron